
Usia kandungan Hana sekarang telah berusia 5 bulan, bahkan perut Hana kini telah terbentuk. Meskipun hamil tanpa ditemani suami disampingnya, tapi Hana selalu mendapatkan kemudahan dengan adanya Dafa yang selalu membeli dan mengantarkan makanan yang diinginkan oleh Hana
"Alhamdulillah terimakasih kak Dafa" ucap Hana senang menerima 3 kotak martabak yang diberikan oleh Dafa
"Sama-sama Hana, jika kau perlu sesuatu lagi, silahkan hubungi kakak yah. Kakak udah janji pada suamimu selama dia bertugas, jika kau butuh sesuatu katakan saja pada kakak"
"Iyah siap kak"
"Yaudah kakak pamit pulang dulu yah, assalamu'alaikum Hana"
"Walaikumsalam kakak" balas Hana dan segera masuk untuk menyantap martabaknya
Vian yang duduk di atas pohon untuk mencari sinyal berbinar bahagia saat sambungan Videonya tersambung dengan Hana
"Assalamu'alaikum sayang"
"Walaikumsalam Abang. Abang sehat?" tanya Hana sambil mengunyah martabaknya
"Abang sehat dek, jangan cepat-cepat makannya dek, nanti adek tersedak loh"
"Heheh martabaknya enak bang, sepertinya anak abang ini ingin selalu menyantap martabak ini"
__ADS_1
"Hahaha anak ayah jangan nyusahin bunda yah"
"Nggak nyusahin kok ayah" balas Hana tersenyum manis dan kembali melahap martabak ditangannya.
Vian hanya tersenyum melihat istrinya yang begitu lahap memakan martabak kesukaannya
"Adek nggak kerepotan kan meskipun adek jauh dari abang?" tanya Vian seketika Hana berhenti mengunyah
"Abang, adek rindu... Kenapa bukan Abang yang beliin adek martabak dan mangga muda disini hiks. hiks... " lirih Hana menjatuhkan air matanya
"Iyah sayang, maafkan abang yah. Usia kandunganmu sekarang sudah 5 bulan, tapi abang nggak ada disana untuk menemanimu dan calon anak kita"
"Abang cepat pulang yah, adek rindu pengen dipeluk abang" rengek Hana yang tiba-tiba merasa takut dengan suaminya yang jauh disana. Ada perasaan takut yang teramat sangat dan dibarengi untuk selalu bertemu Vian secara langsung
"Abang jangan berkata seperti itu, abang harus tetap pulang demi adek dan anak kita. Sampai kapanpun adek akan selalu menantikan abang, dimanapun abang berada. Abang pernah berjanji untuk menemani adek sampai kita menua bersama, akan adek pegang janji itu selalu"
"Iyah sayang, terus doakan abang yah, biar abang pulang dengan selamat dan sehat walafiat"
"Iyah abang, adek selalu mendoakan yang terbaik untuk perjuangan abang disana. Tetap temani adek dan jangan dulu putusin sambungannya yah bang, adek masih rindu sama abang" rengek Hana dengan mata yang berkaca-kaca
"Bang, alarm udah memanggil kita, sebaiknya abang cepat turun dari pohon" pinta Raka yang berdiri dibawah pohon
__ADS_1
"Maafkan abang yah sayang, abang harus segera berkumpul bersama prajurit lainnya" pinta Vian tidak tega melihat wajah Hana yang kembali menangis deras
"Adek mohon jangan putusin sambungan videonya abang, adek masih mau melihat wajah abang hiks.. hiks.. " rengek Hana terus terisak
"Maafkan abang yah sayang, abang harus matiin sambungannya. Sehat-sehat disana yah sayang assalamu'alaikum" ucap Vian dan dengan berat hati mematikan sambungannya
"Abang... Abang jangan matiin sambungannya hiks.. hiks.. " Hana semakin terisak ketika sambungan videonya telah berakhir
"Maafkan Abang dek, Abang harus memenuhi panggilan negara sekarang. Mungkin inilah efek jika seorang wanita tengah mengandung. Maafkan abang yah" batin Vian menghapus air matanya dan segera berlari menuju lapangan tempat para prajurit berkumpul
**********
"Kita baru saja menerima informasi dari pusat dan pasukan khusus kita yang dikirim untuk menyelidiki gerakan separatis yang masih berkembang di daerah ini. Menurut informasi gerakan separatis ini telah muncul dan mulai mengerang warga desa. Terdapat beberapa warga yang tewas akibat tindakan bersenjata mereka dan 5 oknum polisi yang ikut meregang nyawa. Oleh karena itu, Anaconda, Cobra dan piton pimpinlah pasukan kalian untuk memberantas gerakan separatis ini. Waspadalah dengan setiap ancaman dan tindakan yang dilakukan kelompok bersenjata itu. Mengerti!!!!! "
"Siap laksanakan" ucap para prajurit serentak
Booooooommmmm
Terdengar bunyi ledakan yang cukup memekikkan telinga
para prajurit segera berlari menaiki truk dan pesawat yang akan mengantar mereka ke lokasi dimana terjadi penyerangan
__ADS_1
Bersambung......