
"AYAH..... " Teriak anak kecil disamping Vian yang melihat ayahnya telah jatuh bersimbah darah.
"Dooor" Vian kembali menembakkan pelurunya yang langsung menewaskan anggota tersebut.
Setelah markas Kembali aman, Vian menurunkan anak kecil di gendongannya dan anak itu langsung berlari kearah ayahnya. Pelaku tersebut menghadang peluru yang akan mengenai Vian dan putrinya dengan tubuhnya sehingga pelurunya tersebut mengenai tepat di dadanya
"Ku.. mohon lindungi Anak dan istriku" pinta si pelaku kemudian menghembuskan nafas terakhirnya
"Ayah... Ayah.. Bangun... Om Tentara tolong bangunkan ayahku" Ucap Anak kecil itu histerus dan jatuh tak sadarkan diri. Vian mengangkat tubuh anak itu dan menyerahkan kepada ibunya yang juga syok dengan kejadian di depannya.
"Lettu Vian, apa semuanya baik-baik saja di dalam"
"Tidak Gama, pelaku telah tewas terkena tembakan salah satu anggota yang berhasil masuk karena melindungiku dan anaknya"
Gama beralih melihat jenazah di tengah ruang interogasi dan keluarganya yang berada diujung ruangan yang masih di jaga keamanannya oleh para prajurit
"Baiklah, mereka akan mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Kita akan mengrebek markas mereka sesuai ucapan pelaku. Tapi sebelum itu obati lukamu lettu Vian" Ucap Letda Gama
"Siap" Vian berjalan menuju puskesad untuk merawat lukanya
Keesokan harinya, Hana tebangun dengan mata yang sembab. Hana segera bergegas untuk mandi dan bersiap-siap ke restorannya. Setelah rapi dengan pakaiannya, Hana langsung mengecek ponselnya diatas nakas. Namun Hana tersenyum kecut saat mendapati jika Vian terakhir aktif 3 hari yang lalu
"Semoga kau baik-baik saja disana. Ya Allah lindungilah dia dan tenangkanlah Hatiku" Ucap Hana melihat wallpaper ponselnya yang tertera gambar Vian bersama dirinya
Saat membuka pintu rumahnya
"Hai Hana" Hana terperanjat kaget melihat Mia yang langsung berdiri di hadapannya
"Kau ini, bikin kaget aja. Setidaknya ucapkan salam dulu"
"Hehe Assalamu'alaikum Hana"
"Walaikumsalam, ada apa kemari? Aku harus segera ke restoran"
"Eits, tunggu dulu jangan buru-buru dong. Besok kan hari pernikahanmu, jadi aku kesini untuk membantu perisapannya"
__ADS_1
"Lalu restoran bagaimana"
"Tenang saja, lita dan teman-teman yang akan mengurusnya. Untuk sekarang kita fokus dulu untuk menghias rumahmu, ayo bapak-bapak ibu-ibu silahkan masuk" Ucap Mia mempersilakan para tetangga untuk membantu menghias dan menyiapkan konsumsi untuk pernikahan besok. Hana tersenyum lalu bergegas membantu mempersiapkan pernikahannya besok
"Drt... Drt... Drt.... " ponsel Mia berdering
"Halo paman, tante, assalamu'alaikum"
(........,)
(........)
"Benarkah? " Ucap Mia berbinar
(......)
(....)
"Baiklah tente, aku akan segera kesana"
(......)
"Hei Hana, ayo ikut aku" Ucap Mia menarik tangan Hana
"Iyaiya tapi kita akan kemana"
"Kita akan ke halte bus menjemput calon mertuamu"
"Benarkah, ayah dan ibu kak Vian sudah tiba disini"
"Ya jelas lah, kan besok pernikahan kalian. Satu lagi Hana, jangan panggil Vian dengan sebutan kakak, kalian kab akan segera menikah besok. Jadi biar lebih enak, panggil aja abang Vian"
"Abang?" Ucap Hana
"Tentu saja, itu jauh lebih bagus. Ayo sekarang kita ke halte bus menjemput mereka"
__ADS_1
Hana mengangguk sambil tersenyum
Setelah tiba di halte bus, Mia tersenyum dan berjalan mendekati sepasang suami istri paru baya yang menunggu di depan Halte
"Assalamu'alaikum paman, tante" Ucap Mia menyalami tangan paman dan tantenya
"Ya ampun Mia, kamu sudah dewasa dan makin cantik aja" Ucap Bu Lula memeluk Mia
"Hehe tante bisa aja, tapi ada seseorang yang tak kalah cantik denganku kok"
"Ohh ya, dimana dia?" Mia tersenyum lalu memanggil Hana agar menghampirinya
"Kamu, calom istri putraku bukan, ternyata benar kau tak kalah cantik dengan Mia" Ucap Bu Lula memeluk Hana
"Terimakasih tante" Ucap Hana tersenyum malu
"Kok tante sih, kan tante akan menjadi ibumu juga, panggil aja ibu dan suami ibu panggil ayah ya"
"Baiklah ibu, ayah" Ucap Hana tersenyum dan menyalami tangan kedua orang tua Vian
"Wah ma,ternyata selera ayah dan Vian sama saja ya, kami sama-sama memilih wanita cantik dan solehah" Ucap pak Doni
"Hahaha ayah bisa aja" keempatnya tertawa bersama
"Ayo tante, paman. Orang tuaku telah menunggu kalian di rumah"
"Baiklah Mia" Jawab Bu lula lalu beranjak menaiki taksi online pesanan Mia
"Hana, paman dan tante akan tinggal sementara di rumahku. Tidak apa-apa kan" tanya Mia sebelum menaiki taksi
"Tidak apa-apa Mia, aku justru bahagia mengetahui jika ibu dan ayahnya Vian meninggalkan pekerjaan mereka didesa dan menghadiri pernikahanku besok"
"begitulah mereka, meskipun usia mereka sudah mendekati kepala lima, sifat mereka terlihat seperti anak muda yang seusia kita. mereka sangatlah baik" ucap Mia
"Ayo kita masuk" Ajak Mia dan diangguki Hana sambil tersenyum. Mia melirik dari kaca depan mobil jika Hana tengah tertawa mendengar candaan calon mertuanya yang dinilai sangat ramah dan baik
__ADS_1
"Alhamdulillah bang Vian, ayah dan ibumu merestui hubungan kita. Mereka sangatlah ramah dan baik. Aku sangat nyaman bersama mereka" Batin Hana tersenyum
Bersambung.....