
"Vian, Marwa bilang jika dia menyukaimu. Pantas saja Hana takut ditinggal pergi saat bertugas, takut suaminya selingkuh" Dika tertawa terbahak-bahak
"Sudahlah Dika, aku lelah menanggapi semua hal tentang wanita. Bagiku cukup Hana saja yang membuat benteng pertahananku runtuh" Balas Vian mengingat senyuman Hana
"Jangankan yang tampan sepertimu bang, yang pas-pasan aja banyak yang mau sama abang" balas Raka membuat semua rekannya tertawa geli
"Tapi Hana jauh lebih indah dari mereka bang" Ucap Vian
"Benar bang, Bu Danton ternyata hebat juga ya" balas Raka
"Ingatlah bang, yang sedang abang puji itu istri orang" Jawab Dika
"Hahaha, tapi bu Hana sangatlah baik. Dia membantu istriku menjadi instruktur senam tadi pagi. Istriku ketakutan karena tak pandai bersenam, tapi bu Danton mengajarkannya sehingga istriku pandai dan memimpin kelompok senam mereka bersama bu Danton"
"Benar begitu bang?" tanya Vian berbinar
"Benar bang, istriku baru saja mengabariku jika dia sangat senang bisa berteman dengan orang sebaik bu Hana. Abang mau lihat rekaman senam mereka? Istriku baru saja mengirimkan ku"
"Boleh" Jawab Vian dan ikut menonton Video senam yang ditunjukkan Raka. Vian tersenyum dan bangga pada istrinya yang peduli akan sesamanya dan pandai mengajari ibu-ibu yang bersenam
"Wah istrimu memang hebat Vian" Ucap Dika yang diangguki Vian sambil tersenyum.
Vian segera menjauh dari rekannya untuk menghubungi istrinya. Saat mencari kontak pesan istrinya, tertera jika Mia mengirimkan pesan video sejak 8 hari yang lalu. Karena penasaran, Vian segera menonton Video kirimkan sepupunya tersebut.
Vian meneteskan air mata mendengar nyanyian merdu istrinya di sebuah panggung restoran. Lagu yang pernah hadir di mimpi Vian saat tak sadarkan diri akibat luka tembak di bahunya disaat Vian disekap oleh Arada. Vian mengeraskan Volume ponselnya agar lebih mendengar suara nyanyian istrinya
__ADS_1
🎶🎶🎶🎶
Tuhan dia...
Sedang berjuang...
Jaga dia, lindungi dia...
Karena ada yang menunggunya
Untuk pulang...
🎶🎶🎶
Vian tersenyum mendengar Hana yang menyanyikan lagu dilirik tersebut. Lirik itu seolah menyentuh hati Vian yang juga saat ini tengah berjuang demi negaranya. Lirik itu juga mewakili perasaan istrinya yang selalu menunggunya untuk kembali pulang
💌Istriku Tersayang
Sayang, pagi tadi adek menjadi instruktur senam ibu-ibu persit loh. Kalau abang ada disini, pasti abang bangga sama adek
Vian tersenyum sendiri membaca pesan dari istrinya. Sungguh, Vian sangat merindukan pelukan hangat dan belaian lembut sang istri. Hana yang belum tertidur sungguh bahagia mendapat balasan dari suaminya
💌Suamiku Tersayang
Istri abang memang hebat. Abang bangga sama Adek. Kau tahu sayang, abang disini sangat merindukanmu. Abang bosan selalu dipeluk udara dingin disini. Abang rindu sentuhanmu sayang. Tetap kuat ya sayang, abang akan pulang hanya untukmu
__ADS_1
💌Istriku Tersayang
Adek juga merindukanmu abang. Abang jangan lupa makan ya, sehat selalu dan jaga diri baik-baik disana. Doa adek akan selalu menjaga abang disana
💌Suamiku Tersayang
Siap komandan
💌Istriku Tersayang
satu lagi sayang, jangan berpaling dari adek yah, abang harus tetap setia sama seperti adek. jika abang berani bermain-main dengan wanita disitu, awas saja. adek akan menerkamu bang
💌Suamiku Tersayang
Hahhah, ternyata istri abang ini pandai mengancam juga ya. Tenang saja sayang, hati abang hanya untukmu selamanya
💌Istriku Tersayang
Hehehe, yaudah sekarang abang tidur ya. Nanti ketampanan abang hilang jika tidur kemalaman. I love you sayang Assalamu'alaikum
💌Suamiku Tersayang
Walaikumsalam sayang, I love you too
Setelah mendapat balasan terakhir dari Vian, Hana merebahkan tubuhnya dan kembali memeluk bantal guling kesayangannya
__ADS_1
"Doaku selalu menyertai perjuanganmu"
Bersambung......