Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 79. Acara Hiburan


__ADS_3

Setelah acara penerimaan hadiah selesai, dilanjutkan dengan acara hiburan selanjutnya yaitu bernyanyi.


Para ibu-ibu persit dan prajurit kini telah berkumpul di halaman Batalyon untuk menyaksikan acara selanjutnya. Bu lisna yang menjadi juara ke 3 lomba memasak tadi mulai menaiki panggung dan bersiap untuk menyanyikan lagu dari daerahnya yaitu timur Indonesia.


"Ijin semua, sebelum saya menyanyi, saya ingin agar salah satu dari ibu-ibu persit untuk naik ke panggung dan berduet dengan saya. Ada yang bersedia?" Tanya Bu Lisna


Sebagian ibu-ibu persit takut dan ada yang menggelengkan kepalanya. Karena tidak ada yang mau berduet dengannya, Bu lisna menghela nafas kasar. Melihat kekecewaan di wajah Bu lisna, Hana menyerahkan Viara di gendong Mia dan berjalan menaiki panggung


"Bu Lisna, saya yang akan berduet dengan ibu" ucap Hana seketika raut wajah Bu lisna berubah senang. Bu lisna menyerahkan mikropon ditangan Hana sambil tersenyum


"Tapi bu Hana, saya akan menyanyikan lagu dari timur karena disanalah saya berasal. Apa ibu tidak keberatan?"


"Sama sekali tidak Bu lisna, saya juga sedikit-sedikit bisa nyanyi lagu timur" balas Hana sambil tersenyum


"Tepuk tangannya dulu dong" ucap Bu lisna pada para penonton


"Semangat Bu Hana" teriak Bu Danyon menyemangati Hana.


"Wahh bang, istrimu pemberani sekali" ucap Raka yang berdiri bersama teman-temannya


"Iyah bang, aku jadi tidak sabar mendengar nyanyiannya" ucap Vian tersenyum memandang Hana yang berada diatas panggung


"Lagu ini dipersembahkan untuk para prajurit dan ibu-ibu persit lainnya, agar tetap menjaga mata dan hati saat berjauhan untuk mengemban tugas" ucap Bu lisna yang diangguki Hana


"Bu Hana, sudah siap?"


"Iyah saya siap"


Bu lisna dan Hana mengontrol nafas dan mulai bernyanyi bersama


(Bu Lisna 🎶)


sayang, sa cuma mo bilang


jang ko selingkuh, jang nakal nakal disana


dan tolong ingat pulang


jangan terlalu ko lama lama disana


sa rindu, sayang


ingat waktu ko pegang sa punya tangan


sa tunggu, sayang


sampe ko kembali lagi dalam sa punya pelukan


(Sebelum Hana bernyanyi, Hana tersenyum kearah Vian yang tengah menatapnya)


sayang, ko jaga diri bae bae


jaga mata jaga hati, jangan sampai tagae


tak usah cari yang lebe bae


sa sayang ko banyak banyak lapis deng cinta


sa tunggu ko pulang, rindu ko pu senyuman


tambah deng ko pelukan, sa tra bisa lupakan


tolong jaga mata jaga hati


karna ko tu sa pu cinta mati


(Lisna dan Hana🎶)


jaga mata jaga hati


jangan cari yang lain lagi


sumpah sa pu cinta untuk ko


sa tunggu sampe ko pulang


jang dengar yang dorang bilang


sumpah hanya ko yang sa sayang


(Para penonton langsung heboh dan bertepuk tangan meriah. Sebagian prajurit ikut bergoyang sedangkan ibu-ibu lainnya terus berseru sambil merekam duet di depan mereka)


(Bu Lisna🎶)


sayang, sa cuma mo bilang


jang ko selingkuh, jang nakal nakal disana


dan tolong ingat pulang


jangan terlalu ko lama lama disana


sa rindu, sayang


ingat waktu ko pegang sa punya tangan


sa tunggu, sayang sampe ko kembali lagi dalam sa punya pelukan


(Lisna dan Hana 🎶)

__ADS_1


jaga mata jaga hati, jangan cari yang lain lagi


sumpah sa pu cinta untuk ko


sa tunggu sampe ko pulang, jang dengar yang dorang bilang


sumpah hanya ko yang sa sayang


"Terimakasih" ucap Hana dan bu lisna bersamaan.


"Prok...prokk..prokk.." Para penonton bertepuk tangan dan berseru kegirangan


"Beri tepukan tangan sekali lagi kepada ibu-ibu persit kita yang berbakat ini" ucap Bu danyon sebagai MC diatas panggung


"Kita sudah mendengar nyanyian dari kelompok ibu-ibu, apakah bapak-bapak nggak ada yang mau nyanyi?" Tanya Bu Danyon membuat para prajurit dorong-dorongan untuk maju kedepan dan sebagian ada yang menggelengkan kepalanya


"Wah, sepertinya ibu-ibu jauh lebih berani daripada bapak-bapaknya yah" ucap Bu danyon mendapat tawa dari ibu-ibu persit.


"Saya yang akan bernyanyi selanjutnya Bu Danyon" ucap Vian mantap. Para prajurit yang mendengar suara lantang Vian menghela nafas lega dan berhenti dorong-dorongan


"Semangat Lettu" Seru para prajurit serentak. Bu Danyon tersenyum dan mempersilahkan Vian untuk naik ke panggung. Hana yang akan berjalan bersama bu Danyon dicegah oleh Vian sehingga para penonton terdiam menunggu kejadian selanjutnya


"Maukah kau bernyanyi bersamaku sayang?"


Para penonton kembali heboh dan bertepuk tangan, sedangkan wajah Hana telah merona merah kembali medapatkan tawa dari para penonton


"Ayo Bu Hana, ayo" Teriak Bu Danyon yang diserukan oleh para penonton


"Ayo Bu semangat"


Hana menghela nafas dan menatap suaminya


"Adek siap". Vian tersenyum mendengar ucapan istrinya.


" ayoo letuu, mainkan.. "


Vian mengenggam tangan Hana sambil tersenyum dan mulai bernyanyi


(Vian🎶:)


Ko terindah


Ko datang dan buat sa nyaman


Sa bahagia dalam ko pelukan


Tetap jaga hubungan


Walau jarak membentang


Jang ko pigi sayang


Jujur sa tra bisa bila jauh dari ko


(Hana🎶 )


Ko buat sa jatuh dalam kenyamanan


Sa rasa bahagia dalam ko pelukan


Genggam sa pu tangan


Jang pernah ko lepaskan


Karena milik ko sa tau


Apa arti dari kesetiaan


Ko buat sa jatuh dalam kenyamanan


Sa rasa bahagia dalam ko pelukan


Genggam sa pu tangan


Jang pernah ko lepaskan


Karena milik ko sa tau


Apa arti dari kesetiaan


(Semua penonton kembali bertepuk tangan dan berteriak kegirangan sambil menyemangati keduanya)


(Vian🎶)


Genggam sa pu tangan erat


Jang pernah ko lepaskan


Jadi sa mohon untuk jaga


Dong ko pung hubungan


Ko pu nama yang slalu


Teringat dalam sa pu ingatan


Walau jarak membentang


Kau tra kan pernah sa lepaskan

__ADS_1


Dan tra pernah sa mo berpikir


Untuk pergi dan berpindah


Dan pernah ko yang mampu buat


Sa nyaman dalam cinta


Terukir bahagia saat


Tong dua bersama


Sa harap ko menjadi


Terakhir dan yang pertama


(Hana🎶)


Ko buat sa jatuh dalam kenyamanan


Sa rasa bahagia dalam ko pelukan


Genggam sa pu tangan


Jang pernah ko lepaskan


Karena milik ko sa tau


Apa arti dari kesetiaan


(Hana dan Vian 🎶)


Ko buat sa jatuh dalam kenyamanan


Sa rasa bahagia dalam ko pelukan


Genggam sa pu tangan


Jang pernah ko lepaskan


Karena milik ko sa tau


Apa arti dari kesetiaan


___________________


Prokk... Prokk.... Prokk....


"Beri tepuk tangan yang meriah kepada Lettu Vian beserta istrinya" ucap Bu danyon yang juga menepuk tangan


"Hebat sekali, apa masih ada pasangan lain yang akan bernyanyi bersama?"Tanya Bu danyon kepada seluruh penonton.


Vian dan Hana kini telah turun dari atas panggung sambil terus berpegangan tangan


"wah, kalian memang hebat" ucap Mia senang sambil menyerahkan Viara ke gendongan Vian


"Sayang, adek nggak nyangka kalau abang pintar nyanyi lagu timur juga" seru Hana senang


"Abang memang tahu sedikit-sedikit bahasa disana dek, karena abang dulu kan pernah bertugas disana" balas Vian mengelus lembut kepala istrinya


"Terimakasih ya bang untuk hari ini. Adek senang banget bisa nyanyi bareng abang"


"Iyah sama-sama sayangku. Selanjutnya kita barengan apa lagi sayang?" Goda Vian tersenyum nakal


"Hehehe abang ini, nanti ya bang, saat itu tiba abang boleh bermain sesuka abang"


"Benar begitu dek?" Tanya Vian antusias


"Iyah sayangku, adek janji tapi nanti yah"


"Iyah sayang, abang pegang janji kamu. Kalau kamu ingkar janji abang bakalan terkam kamu sampai pingsan" ucap vian mendapat gelak tawa dari Hana


"Aku tidak akan pernah mengingkari janjiku padamu. Aku hanya milikmu dan kau juga milikku. Selamanya hanya kau saja yang berhak memiliki cinta dan jiwa raga ini, hanya kau"


_______________________


"Sayang, abang dipanggil komandan, jagain Viara yah dek, abang temui komandan dulu" pinta Vian lembut


"Siap bang" jawab Hana tersenyum sambil menyalami tangan Vian. Vian mengelus kepala Hana dan berlalu untuk segera menemui komandan


acara penutupan telah selesai, Hana segera pulang ke rumah sambil mengendong Viara yang tertidur lelap di gendongannya.


Setibanya di rumah, Hana membaringkan Viara di tempat tidur dan berjalan keluar kamar untuk mengambil ponselnya di ruang tamu. Hana yang baru tiba diruang tamu terperanjat kaget melihat suaminya yang berdiri di depan pintu dengan pakaiannya yang kotor dan basah kuyup


"Ya ampun abang, kenapa bisa gini. Abang habis main di lumpur. Kenapa nggak ngajakin adek sih" ucap Hana menahan tawa melihat penampilan suaminya


"Hehehe maafkan abang yang pulang basah kuyup begini sayang, tadi abang diberikan amanah oleh komandan batalyon untuk memimpin kompi B, jadi sekarang abang bukan Danton lagi, tapi komandan Kompi" Hana yang mendengar penuturan Vian merasa bahagia dan mulai mendekati Vian untuk memeluknya


"Eits tunggu dulu Bu Danki, kan abang masih kotor nih, nanti pakaian adek ikut kotor loh kalau meluk abang sekarang" ucap Vian lembut


"Nggak apa-apa pakaian adek kotor, yang penting adek bisa memeluk pak Danki kesayangan adek ini" ujar Hana memeluk Vian erat


"Terimakasih sayang" ucap Vian membalas pelukan Hana


"Sekarang abang mandi dulu yah, adek udah siapin air mandinya"


"Kita mandi bareng yuk sayang". Pipi Hana merona merah saat mendengar permintaan suaminya. Hana menatap mata Vian dan menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan suaminya.


"terimakasih sayang" ucap Vian bahagia dan mulai mengendong Hana menuju kamar mandi

__ADS_1


"Bahagiaku tercipta saat melihat senyum bahagiamu. Tetap bersamaku dan genggam terus tangan ini sampai kita menua bersama"


Bersambung.......


__ADS_2