
Pagi ini, Hana merasa sangat bersemangat karena untuk pertama kalinya dia akan ikut memeriahkan hari ulang tahun persit.
Kini, para istri prajurit telah berkumpul dihalaman Batalyon dan Hana yang memimpin pleton 2 kompi B.
Acara sudah di mulai, Bu Danyon naik ke atas mimbar dan memberikan sambutan untuk memulai acara
"Selamat pagi kepada seluruh anggota persatuan istri prajurit yang telah berkumpul dan hadir disini untuk ikut merayakan ulang tahun persit **********. Tentunya lomba yang akan kita lakukan bertujuan untuk mengasah kemampuan dan kreativitas ibu-ibu persit serta menjalin silaturahmi antar sesama. Adapun lomba yang akan dilakukan adalah lomba memasak dan tarik tambang. Tunjukkan jika kalian memiliki kreativitas dan kerja sama yang baik. Selamat mengikuti lomba"
Semua orang bertepuk tangan setelah mendengar sambutan bu Danyon. Mereka segera berkumpul dengan anggota mereka dan mulai membuat masakan dengan bahan dasar ikan
"Bu Danton, kita akan membuat apa dengan ikan ini?" Tanya Bu Iwan
"Iyah bu, ikan tuna ini cocoknya jika dibuat apa yah?"
"Bagaimana kalau kita membuat bakso saja? Kita bisa mengganti pengunaan daging sapi dengan daging ikan. Bagaimana apa kalian setuju?" Tanya Hana pada anggotanya
"Ijin bu, kami setuju" ucap anggota Hana serentak dan mulai mengikuti istruksi yang dijelaskan Hana. Hana sangat senang karena anggotanya sangat ramah dan selalu berkerja sama dengan baik. Mereka tetap tekun dan penuh semangat melakukan pekerjaan mereka meskipun bau amis ikan yang begitu menyengat
"Ikannya sudah dibersihkan Bu Vian. Apa langkah selanjutnya bu?
"Daging ikan yang telah diberikan selanjutnya di giling agar tercampur bersama tepung dengan mudah"
"Baik bu" ucap ibu-ibu serentak dan mulai mengiling daging ikan tersebut.
Setelah digiling, Hana dibantu oleh teman-temannya mencampurkan daging ikan halus bersama adonan yang telah dicampur oleh rempah-rempah dan bumbu istimewa yang diracik Hana
"Ayo ibu-ibu, kita bulatkan adonan ini ber sama-sama" ajak Hana membuat para ibu-ibu antusias dan mulai membulatkan adonan seperti yang ditunjukkan Hana.
Karena sudah banyak ibu-ibu yang membantu membulatkan adonan, Hana beranjak membuat campuran bakso yang lainnya dibantu Bu Tara
"Wah, aromanya udah keluar bu, kelihatannya sangat enak"
"Benar bu, bahkan ibu-ibu dari pleton 1 dan 3 juga tergiur dengan aroma masakan kita"
"Alhamdulillah, semoga hasil kerja kita bersama memuaskan yah"
"Iyah bu, kami percaya dengan kemampuan Bu Vian. Kami tidak mengutamakan kemenangan, tapi kebersamaan dan kekompakan kita itulah kemenangan kita yang sesungguhnya"
"Alhamdulillah, terimakasih ibu-ibu. Kalau begitu mari kita hidangkan di mangkuk bakso buatan kita" Ajak Hana
"Baik Bu" jawab ibu-ibu antusias dan mulai menyediakan makanan buatan mereka di mangkuk. Bahkan Bu Farhan yang tengah hamil meminta izin pada teman-temannya untuk mencicipi karena tidak tahan dengan aroma bakso yang memikat
"Wah Bu, sisa baksonya masih ada. Apa yang akan kita lakukan dengan ini?" tanya Bu Iwan yang mengangkat keranjang berisi bakso yang belum digunakan
"Bagaimana kalau kita membuat bakso bakar dengan sisa bakso yang tersisah. Kita akan berikan pada anak-anak atau teman-teman lainnya yang tidak menyukai kuah bakso" saran Hana
"Ide bagus Bu Vian, ayo teman-teman kita kerjakan bersama-sama" ucap Bu Iwan antusias diikuti teman-temannya.
Dengan penuh semangat, mereka menusuk daging bakso dengan tusuk sate dan mulai membakarnya sehingga aroma asap dari bakso yang begitu nikmat kembali menyeruak di lokasi lomba.
__ADS_1
Bahkan sudah banyak anak-anak yang mengantri di depan tempat kerja ibu-ibu pleton 2 kompi B.
"Bu Vian, ada keributan di depan" lapor Bu hakim dengan nafas tersengal-sengal
"Keributan apa bu?" tanya Hana dan segera beranjak ke depan untuk melihat siapa yang membuat keributan
"Hei kalian, mengapa kalian membuat bakso sama seperti kami?" geram Bu Salma
"Apa maksud anda Bu Salma? Semua orang bebas untuk membuat hidangan apa saja dengan bahan yang disediakan" Jawab Bu Iwan
"Diam kamu, sebaiknya kalian segera mengganti masakan kalian sebelum aku sendiri yang akan memghancurkannya" bentak Bu Salma bersiap untuk masuk ke dalam namun langkahnya terhenti karena melihat Hana berdiri di depan pintu dengan tatapan membunuhnya. Ibu-ibu yang pernah melihat keganasan Hana saat melawan preman setahun yang lalu seketika takut melihat tatapan tajam itu
"Tunggu dulu Bu Salma, apa hak anda untuk memerintahkan kami mengganti masakan kami, lalu siapa yang mengizinkanmu untuk membuat keributan di tenda kami" Tegas Hana menekan setiap kalimatnya.
Bu Salma yang melihat tatapan itu berusaha untuk menyembunyikan ketakutannya "kami tidak Terima jika ada yang membuat masakan seperti kami. Itu tidaklah adil" Jawab Bu Salma
"Katakan, Dimanakah letak ketidakadilan itu?" Tanya Bu Danyon yang baru saja datang
"Tidak ada larangan agar setiap regu membuat masakan yang sama. Karena juri akan menilai rasanya. Lebih baik jika kalian membuat masakan kalian jauh lebih nikmat agar kalian bisa bersaing dengan kelompok lain yang memiliki bentuk makanan sama seperti kalian, daripada membuat keributan saat acara tengah berlangsung" Tegas Bu Danyon membuat Bu Salma terdiam di tempat
"Jika kami kalah, tunggu saja pembalasanku" geram Bu Salma menatap tajam anggota Hana dan beranjak meninggalkan tempat itu
"Ayo ibu-ibu, tidak usah dihiraukan. Lebih baik kita melanjutkan pekerjaan kita yang tertunda"
"Baik Bu" jawab anggota Hana antusias dan mulai melanjutkan pekerjaan mereka. Hana merasa senang melihat anggotanya yang masih tetap semangat meskipun telah dikata-katai oleh Bu Salma tadi.
Waktu penilaian sudah tiba, Hana dan ketua pleton dari berbagai kompi segera maju dan meletakkan masakan mereka di meja juri. Yang menjadi juri adalah komandan batalyon, dan Ibu ketua persit. Para istri prajurit tegang saat melihat ekpresi dari kedua juri yang menunjukkan ekspresi mereka saat mencicipi tiap-tiap hidangan yang disajikan.
"Saya merasa senang melihat kerjasama dan semangat ibu-ibu persit dalam melaksanakan perlombaan ini. Rasa makanannya sangat beragam dan membuktikan kreativitas Ibu-ibu sekalian patut diacungi jempol. Ditangan saya sudah ada ketiga nama pemenangnya. Dan yang belum beruntung,jangan berkecil hati. tetap brusaha lebih keras lagi agar hasilnya lebih baik lagi" ucap komandan
"Juara 3 dimenangkan oleh pleton 3 kompi C yaitu ikan bakar sambal bawang, juara 2 dimenangkan oleh pleton 1 kompi A yaitu sup ikan asam manis, dan untuk juara pertama dimenangkan oleh..... "komandan menahan ucapannya untuk melihat ekpresi para ibu-ibu.
Bu Salma dan Hana saling bertatapan dengan tatapan Hana yang jauh lebih tajam dibandingkan bu Salma
"Juara pertama dimenangkan oleh pleton 2 kompi B yaitu bakso ikan istimewa" seru Komandan batalyon membuat para ibu-ibu pleton 2 kegirangan
"Pleton 2 kompi B sangat pantas diancungi jempol karena bakso yang mereka buat sangat kenyal dan memanjahkan lidah, apalagi dipadukan dengan kuah kaldu yang kaya akan rempah-rempah istimewa. Bahkan bakso bakar yang mereka sajikan membuatku ingin terus mengunyah nya" ucap ketua persit membuat semua ibu-ibu tertawa senang
"Ayo untuk para prajurit dan ibu-ibu sekalian, silahkan cicipi makanan yang kalian buat dengan penuh semangat" ucap komandan batalyon mempersilahkan semua anggota untuk dan menyantap makanan yang dibuat oleh ibu-ibu persit tadi.
Hana begitu bahagia membagikan bakso bakar buatan mereka kepada anak-anak yang sejak tadi mengantri di depan tenda mereka
"Terimakasih Bu Danton" ucap anak-anak serentak dan mulai memakan bakso bakar mereka dengan lahap dan penuh semangat
"Bu Danton, boleh minta lagi nggak?" tanya seorang anak kecil
"Boleh dong" ucap hana lembut menyerahkan 2 tusuk bakso bakar sambil mengusap kepala anak kecil itu
"Terimakasih bu Danton" jawab anak itu bahagia dan kembali berkumpul bersama teman-temannya
__ADS_1
"Ehh bu hana, ayo makanlah dulu" ajak bu Iwan
"Saya makannya nanti saja bu, saya masih ingin melayani anak-anak. saya belum puas melihat tawa bahagia anak-anak ini" balas Hana tersenyum manis
"Baiklah bu Hana, kalau begitu saya masuk dulu yah, masih laper"
"Hahaha, silahkan bu" jawab Hana tertawa melihat anggotanya.
Vian yang duduk dibawa tenda bersama teman-temannya tak henti-hentinya menatap Hana sambil tersenyum. Vian sangat kagum dengan prestasi yang diraih istrinya hari ini. Vian terus tersenyum melihat Hana yang membagikan makanan buatan mereka pada anak-anak yang kembali mengantri di depan tenda mereka
"Terimakasih lagi bu Danton" ucap anak-anak serentak
"Sama-sama semuanya" balas Hana tersenyum manis.
***********
"Anak bunda, kok wajahnya belepotan gini" ucap Hana mengambil alih Viara dari gendongan Mia
"Selamat ya Hana, pleton kalian berhasil meraih juara pertama"
"Sama-sama Mia, pleton kalian juga hebat bisa meraih juara ke dua"
"Iyah Hana, alhamdulillah. Semua ini berkat kerja sama rekan setimku. Aku sangat senang bisa meraih juara kedua. Semoga bertemu di lomba selanjutnya"
"Baiklah" balas Hana sambil melakukan tepukan persahabatan bersama Mia
"Hahah kalau begitu aku ke teman-teman ku dulu yah, sejak tadi mereka menungguku"
"Baiklah Mia" Mia mengangguk dan segera berjalan mendekati tenda mereka
"Bunda,, nininituu" ucap Viara menunjuk bakso bakar di atas meja
"Viara belum bisa memakan ini sayang, kan Viara belum punya gigi" ucap Hana membuat Viara menangis
"Anak bunda jangan nangis dong, bagaimana kalau anak bunda yang cantik ini minum susu aja mau?"
Viara tersenyum dan bermain-main di gendongan Hana. Hana membantu putrinya meminum susu yang sebelumnya telah disediakannya di dalam botol.
"Anak bunda sama ayah dulu yah, bunda mau ikut lomba dulu, jangan nakal kalau lagi sama ayah" ucap Hana berjalan mendekati Vian
"Abang tolong jagain Viara sebentar yah, adek mau ikutan lomba selanjutnya yang sebentar lagi dimulai nih"
"Iyah sayangku, semangat yah" balas Vian mengecup kening Hana singkat
"Iyah suamiku, kalau begitu adek kesana dulu yah" ucap Hana dan diangguki Vian sambil tersenyum.
Bu Salma yang kalah saat lomba pertama tadi merasa dendam pada Hana dan berecana untuk memenangkan lomba ini dan mempermalukan musuhnya itu
"Awas saja kau bu Hana, aku jauh lebih hebat darimu. Akan kubalas semua yang terjadi tadi karena ulahmu"
__ADS_1
Bersambung.....