
Teman-teman Vian segera menghampiri Vian yang terjatuh setelah keluar dari hotel
"Astaga, kenapa bisa seperti ini. Apa yang kalian makan bang?" Tanya Raka cemas sambil memapah Vian untuk masuk ke mobil. Didalam mobil sudah ada Dika yang mengalami hal yang sama dengan Vian.
"Apa yang kalian lakukan sehingga seperti ini?" Tanya Dafa yang duduk disamping Raka yang tengah mengemudi
"Sepertinya kami dijebak ahhhg" ringis Dika menahan panas ditubuhnya
"Dijebak?" Tanya Raka dan Dafa serentak
"Ada wanita yang mencoba menggodaku di kamar hotel tadi, untungnya aku berhasil keluar darinya meskipun dia telah menyentuh dan menciumi benda berharga ku argghh" ucap Dika kembali menahan sensasi panas ditubuhnya
"Iyah, di kamarku juga ada seorang wanita yang menggodaku"
"Lalu, kalian tidak menyentuh atau melakukan sesuatu yang lebih pada wanita penganggu itukan?" Tanya Dafa dengan suara sedikit meninggi
"Tidak Dafa, senyuman istriku jauh lebih indah dibandingkan tubuh murahan wanita itu" ucap Vian membuat Dafa bernafas lega.
Flashback on
Wanita itu tersenyum melihat tubuh pria di depannya yang tidak ditutupi sehelai benang pun. Saat akan menyentuh benda milik Vian, pandangan Vian mulai terlihat sedikit jelas dan mulai terbayang ucapan Hana tadi pagi "jaga milikku".
Vian kemudian tersadar dengan wanita yang berada di depannya. Vian berusaha menahan sensasi panas di tubuhnya dan mulai melangkah mundur saat tangan wanita itu akan menyentuh benda miliknya
" jangan sentuh aku" ucap Vian pelan sambil menahan panas ditubuhnya
"Ayolah sayang, aku adalah istrimu. Apa kau tidak akan menyerahkan tubuhmu pada istrimu sendiri" Goda wanita itu tersenyum smirk dan kembali meraba-raba dada Vian.
__ADS_1
"Lepaskan tanganmu dariku" ucap Vian dan segera berjalan mundur menjauhi ranjang. Dengan sensasi panas yang sudah tak tertahankan lagi, dan wanita di depannya yang memegangi benda kepemilikannya, membuat Vian semakin kehilangan akal. Wanita itu melahap bibir Vian dan menelusuri rongga mulut Vian. Wanita itu memasukan sebuah pil kedalam mulut Vian lewat ciuman panasnya dan terus melahap bibir Vian. Sementara tangan wanita itu dengan lincah mengelus dan memainkan benda milik Vian yang menegang dibawah sana.
Vian yang tersadar segera mendorong wanita itu agar menjauh dari tubuhnya. Meskipun kesusahan, Vian mengumpulkan pakaiannya di lantai dan mulai memakainya.
Wanita itu mengambil kesempatan dengan menyembunyikan dalaman Vian dibelakang tubuhnya.
Vian yang sudah tak menghiraukan ********** lagi segera mengambil celananya dan berusaha memakainya. Wanita itu yang belum mendapatkan keinginannya malam ini segera mendekati Vian dan menahan tangannya. Saat akan menyentuh kembali benda milik Vian, Vian segera menahan tangan wanita itu dan mendorongnya hingga dia terbentur meja
"Sudah kubilang, aku tidak akan tergoda denganmu" ucap Vian segera memakai celananya dan sekuat tenaga berjalan keluar kamar meninggalkan wanita itu sendirian.
Karena jam yang menunjukkan pukul 1 tengah malam, suasana hotel sangatlah sepi, bahkan hanya Vian saja yang berjalan terseok-seok di lobi. Wanita itu segera menghubungi bawahannya untuk mengikuti kemana Vian pergi. Setelah memutuskan sambungannya, wanita itu terseyum smirk sambil memutar-mutar ponselnya
"pil yang kemasukan ke mulutmu akan bekerja dalam 5 jam lagi. Tersiksa lah kau karena menolak keinginanku malam ini"
Flashback off
Setelah sampai di rumah ibunya Hana, Dafa membantu Vian yang masih kepanasan untuk masuk kedalam rumah
"Aaargghhh" ringis Vian menahan sensasi panas ditubuhnya. Vian ingin sekali melakukan pelepasan di tubuh istrinya, namun Vian menahan niatnya karena istrinya tengah datang bulan.
Karena sudah tidak tahan lagi, Vian berusaha bangkit dan berlari kedalam kamar mandi.
Vian segera menyalakan kran air dan mulai berendam didalam bathub untuk menghilangkan sensasi panas ditubuhnya. Namun usaha Vian nihil karena rasa panas terus mengantamnya meski telah terendam didalam air. Karena rasa panas yang kian menjadi dan kepalanya yang terasa sakit karena menahan panas yang luar biasa, Vian akhirnya tak sadarkan diri sambil bersandar di bathub.
Hana terbangun pukul 2 dini hari untuk mengambil minum. Saat melirik ke sampingnya, Hana tertegun karena tidak mendapati Vian disampingnya
"Abang kemana yah" ucap Hana beranjak dari ranjang dan segera mencari keberadaan Vian di luar kamar
__ADS_1
"Abang... Abang dimana?" ucap Hana memanggil Vian namun tak kunjung ada Jawaban
"Ohh Iyah, mungkin abang ada di kamar mandi" gumam Hana kembali berjalan menuju kamar mandi yang ada dikamarnya. Saat membuka pintu kamar mandi, Hana tersenyum melihat suaminya yang tertidur sambil bersandar di bathub. Saat Hana mendekatinya, Hana tertegun melihat tubuh suaminya yang terendam di air tak ditutupi sehelai benangpun, apalagi posisi kedua kakinya yang terbuka lebar.
"Sayang, ayo bangun" ucap Hana lembut sambil mengusap wajah pucat suaminya. Vian yang merasa ada yang mengelus wajahnya perlahan-lahan membuka mata dan melihat jika Hana tengah tersenyum padanya
"Abang kok tidur disini, nanti abang kedinginan loh" ucap Hana mendudukan Vian yang bersandar di bathub ke posisi yang sempurna
"Dek, sakit..panas.. " ucap Vian pelan dengan wajah pucatnya
"Dimana yang sakit, dimana yang panas?" Tanya Hana lembut.
"Yang sakit kepala abang dek, dan yang panas.." Vian menahan kalimatnya dan tersenyum pada Hana
"Dimana yang panas sayang?" Tanya Hana. Vian meraih tangan istrinya dan meletakkannya diatas benda miliknya
"Disini dek" Ucap Vian membuat wajah Hana merona merah. Hana segera menarik tangannya dan mulai memijat kepala Vian.
"Argghhh" ucap Vian merasakan nikmatnya pijatan istrinya. Hana tersenyum dan terus memijat kepala suaminya yang mulai merasa sedikit tenang. Karena pijatan yang memenangkan pikiran dan tubuhnya, Vian melakukan pelepasan didalam air bathub.
"Aargh" ucap pelan Vian yang telah berhasil mengeluarkan seuatu yang terus dia tahan sejak dari hotel tadi. Meskipun sudah melakukan pelepasan, namun tubuh Vian masih merasakan panas yang masih terasa walaupun tak sehebat tadi.
"Sekarang abang mandi yah" ucap Hana lembut
"Mandiin yah dek" ucap pelan Vian dengan wajah pucatnya. Hana yang tidak tega melihat wajah pucat suaminya tersenyum dan mulai memandikan suaminya.
Hana mengeluskan sabun pada tubuh dan kaki suaminya yang terduduk lemah di bathub. Hana menuangkan sabun cair di tangannya dan mulai membersihkan benda miliknya suaminya. Vian tersenyum melihat wajah istrinya yang merah merona saat menyabuni dan mengelus benda miliknya
__ADS_1
"Terimakasih kau masih setia terjaga di malam hari hanya demi merawat dan memandikanku. Aku sangat beruntung memiliki wanita sebaik dirimu. Bahkan semua keindahan yang dimiliki wanita lain tak akan mampu menandingi keindahan hati dan tindakanmu sayang. Selamanya aku milikmu dan kau milikku. Akan kujaga milikmu karena hanya kau yang berhak memilikinya"
Bersambung......