
Mia yang bahagia langsung menelpon Dika kembali untuk memberitahu kondisi Hana sekarang
"Assalamu'alaikum sayang"
"Walaikumsalam, bagaimana kondisi Hana dek?" tanya Dika cemas
"Alhamdulillah Hana sudah melewati masa-masa kritisnya bang" Dika tersenyum dan beranjak memeluk sahabatnya yang terus bersujud sambil menangis
"Vian, bangunlah. Doamu sudah dijawab oleh Allah, sekarang istrimu telah melewati masa kritisnya"
Vian menghapus air matanya dan kembali bersujud syukur kepada sang Pencipta. Dika memberikan ponselnya pada Vian agar Vian bisa mendengar kabar istrinya dari Mia
"Halo Mia, bagaimana kondisi Hana sekarang?"
"Alhamdulillah Hana sudah melewati masa kritisnya dan sedang dipindahkan ke ruang rawatnya. Jangan cemas lagi ya, semuanya sudah baik-baik saja" Vian mengangguk dan menghapus air matanya
"Bagaimana bisa istriku kecelakaan Mia?" tanya Vian
Mia mengontrol nafasnya dan mulai menceritakan yang sebenarnya. Vian mematikan sambungan dan meninju dinding cukup keras
"Ada apa Vian?"
"Lagi-lagi Asti yang berusaha mencelakai istriku. Ingin ku lenyapkan wanita itu sekarang juga" ucap Vian dengan rahang yang mengeras
"Jadi ini semua ulah Asti lagi?"
"Benar Dika, aku muak dengan wanita itu. Untunglah Aku tidak menikahinya dulu. Tapi mengapa Dafa yang harus terjerat dengan wanita itu"
"Kau tenanglah Vian, sebelum kita berangkat dinas kesini, Dafa tidak ikut karena harus mengurus surat cerainya. Mungkin sekarang Dafa dan Asti sudah resmi bercerai"
"Syukurlah, aku lega mendengarnya" ucap Vian mulai tersenyum
4 hari telah berlalu, Hana sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Meskipun divonis lumpuh sementara dan keadaannya yang masih koma, Hana pernah mengatakan pada Mia dulu jika dia takut berlama-lama di rumah sakit.
Mia juga ikut menginap di rumah Hana untuk mejaga Hana yang masih setia terlelap. Mia meraih ponselnya dan melakukan panggilan Video kepada Vian setelah beberapa hari Vian tidak aktif karena menunaikan tugasnya disana
"Assalamu'alaikum Vian,bang Dika"
"Walaikumsalam Mia, bagaimana kondisi istriku, maaf aku baru menanyakannya hari ini"
"Tidak apa-apa Vian, istrimu masih terlelap disini" Ucap Mia mendekatkan kamera ponselnya pada Hana
__ADS_1
Vian terharu melihat istrinya tengah tertidur lelap sambil mendekap erat baju Vian yang menempel diatas tubuhnya
"Istrimu lucu Vian, jika aku menyingkirkan pakaianmu dari atas tubuhnya, wajahnya akan berubah cemas dan takut. Dan saat aku meletakkan kembali bajumu didalam dekapannya, wajahnya sangat teduh dan tersenyum tipis dalam lelapnya"
"Benarkah?" Ucap Vian berbinar
"Iyah Vian, akan ku tunjukkan padamu" Mia memposisikan kameranya dengan benar dan mulai melakukan apa yang dikatakannya tadi.
Wajahnya Hana berubah cemas dan takut saat Mia mengambil baju vian yang terus didekapnya. Setelah Mia meletakkan kembali baju vian didekapan Hana, wajah Hana berubah teduh dan tersenyum tipis
"Ternyata benar" seru Dika antusias
"Biarkan dia memeluk baju itu Mia, hanya baju itu saja yang menemani tidur lelapnya selama ini"
"Baiklah, kalau begitu sudah dulu ya Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam Mia" ucap Dika dan Vian serentak
"Cepatlah bangun sayang. Sambutlah aku dengan senyuman manismu saat aku pulang nanti. Aku sangat merindukanmu sayang" batin Vian menatap wallpaper ponselnya
*************
"Ayah, aku akan ke kota itu untuk melamar pekerjaan sekalian aku ingin menemui bang Vian disana" Ucap Marwa meminta izin pada ayahnya
"Apa kau mencintai pak tentara itu nak?" tanya pak Darman setelah menyerumput kopinya
"Iyah ayah, aku ingin hidup bersamanya" jawab Marwa malu-malu
"Baiklah sayang, ayah akan menyiapkan tempat tinggalmu disana. Lagipula ada beberapa warga desa kita yang tinggal disana" Ucap Pak Darman menyetujui permintaan putrinya.
Marwa berdiri dari duduknya dan langsung berhambur memeluk ayahnya
"Terimakasih ayah, ayah selalu behasil membuatku bahagia"
"Ayah akan selalu membuatmu bahagia meski tanpa ibumu disini sayang" ucap Darman mengelus lembut kepala putrinya
"Aku akan menyiapkan makan malam kesukaan ayah hari ini"
"Hahaha baiklah sayang, jangan lupa kemasi semua pakaian dan kebutuhanmu ya sayang"
"Tentu saja ayah"
__ADS_1
"Akhirnya aku akan kesana dan menemui pria yang aku cintai. Semoga semuanya berjalan dengan lancar disana" gumam Marwa senang dan menuju dapur
**********
Mia yang sedang menemani Hana di rumahnya berbinar bahagia saat melihat jari-jari Hana yang mulai bergerak.
"Hana, ayo bangunlah" Ucap Mia lembut melihat mata hana yang seperti akan terbuka. Hana perlahan-lahan membuka mata dan terbangun di ruangan yang dikenalinya sebagai kamarnya
"Mia, apa yang terjadi?"
"Kau mengalami kecelakaan saat menolong ibunya dafa"
"Lalu bagaimana kondisi ibu sekarang" Ucap pelan Hana
"Alhamdulillah ibu Baik-baik saja Hana, ayo aku bantu duduk" Hana tersenyum dan menganggukan kepalanya
"Mengapa kaki kananku tidak bisa digerakkan Mia?" tanya Hana
"Kaki kananmu mengalami kelumpuhan sementara Hana. Dokter bilang seiring berjalannya waktu, maka kakimu akan pulih seperti semula" Ucap Mia kebingungan melihat wajah Hana yang tersenyum saat mengetahui kondisi kaki kanannya lumpuh
"Loh kok senyum han, kupikir kau akan sedih mengetahui kondisimu seperti ini"
"Aku bersyukur karena Allah masih memberiku kesempatan untuk hidup setelah kecelakaan itu. Tak mengapa kaki kananku lumpuh sementara, yang terpenting akun masih bisa melanjutkan hidup bersama suami dan teman-temanku" ucap Hana tersenyum.
Mia yang mendengar penuturan Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Kau wanita yang baik Han, bahkan aku belum tentu sebaik dan setabah dirimu. Kau sahabatku dan juga teladanku" batin Mia menatap wanita didepannya.
"Apa aku perlu menghubungi suamimu dan mengatakan jika kau telah sadar dari koma Han?"
"Tidak Mia, aku akan memberinya kejutan nanti" Mia menuruti ucapan Hana
"Kapan mereka akan pulang Mia?" tanya Hana
"2 hari lagi Hana"
"Baiklah" ucap Hana tersenyum dan menatap foto pernikahannya yang terpampang jelas di dinding kamarnya
"Aku menunggumu sayang, cepatlah pulang. kuharap kau tetap mencintaiku meskipun kondisi ku seperti ini"
Bersambung......
__ADS_1