
Dafa Adi Prasetyo adalah seorang tentara berpangkat Letnan Satu yang berkulit sawo matang, tampan, dan ramah, namun dia hanya bersikap dingin saat bersama Hana. Dafa menolak dijodohkan dengan Hana karena dia telah memiliki kekasih yang sangat dicintainya, tapi Dafa terpaksa menerima perjodohan mereka karena permintaan orang tuanya. Dafa juga tau jika Hana sangat mencintainya, tapi hati dafa bukanlah untuk Hana, melainkan untuk kekasihnya yang telah dipacarinya sejak 2 tahun yang lalu
"Assalamu'alaikum" Ucap Hana berkunjung ke rumah Dafa
"Walaikumsalam nak, sini masuk" Ucap bu Mira, Hana masuk ke ruang tamu dan menyalami tangan bu Mira
"Ohh calon menantuku, seringlah datang kesini untuk menemani ibu"
"Kan aku ada disini untuk menemani ibu" Jawab Dafa
"Tapi ibu pengennya calon menantu ibu yang menemani ibu, kau kan sering bertugas ke Batalyon"
" itulah profesi anakmu ini ibuku"
"Iyah nak, ibu tau. Yaudah yuk hana, ikut ibu kedapur, kita akan buat makan malam bersama"
"Tapi Ibu"
"Tenanglah nak, Ibu sudah minta izin pada ibumu tadi" jawab Bu Mira seolah tau isi pikiran Hana
"Ohh begitu ya, baiklah bu"
Bu Mira tersenyum dan menggandeng tangan Hana menuju dapur meninggalkan Dafa di ruang tamu
"Ibu ...ibu" Dafa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku ibunya
__ADS_1
Ponsel Dafa berdering. Dafa tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya
"Halo tentara ku, kau sedang apa? " Tanya wanita di sebrang sana
"Aku sedang bersantai di rumahku sayang" jawab Dafa
Hana yang akan menuju ruang tamu untuk mengambil ponselnya terhenti karena mendengar telepon mesra calon suaminya dengan seorang wanita, tak sengaja bulir bening lolos dari matanya
"Malam ini aku akan mengantar makan malam ke rumahku ya sayang"
"Baiklah, aku akan menunggumu sayang, pasti masakan buatan calon persit ini pasti enak"
"Iyah dong, kalau begitu sudah dulu ya tentara ku, bye"
" Iyah sayang, bye"
Hana kembali ke dapur dan melanjutkan masakannya
"Loh nak, kenapa kau menangis" Tanya Bu Mira yang melihat mata Hana memerah
"Ohh Hana nggak nangis kok bu, ini hanya karena Hana memotong bawang merah, jadinya begini. Hehe"
"Yaudah nak, biar ibu yang motong- sayur dan bawang nya, kamu yang akan memasak. Bagaimana setuju?"
"Setuju ibu" Hana tersenyum dan mulai memasak makanan lezat dengan bahan sederhana. Sebelumnya Hana adalah seorang koki hebat karena ia belajar memasak dari ayahnya yang juga koki yang hebat dan sering di panggil dalam berbagai acara, bahkan ayahnya pernah dipanggil untuk membuat berbagai masakan spesial di negara-negara tetangga
__ADS_1
Kini, diatas meja makan telah tersaji beberapa makanan lezat. Berkat tangan Hana,bahan makanan sederhana seperi tempe, tahu, kol, cabai rawit, telur dan ikan telah menjadi masakan lezat yang menggiurkan
"Wah calon mantu ibu memang hebat, ibu boleh cicipin nggak"
"Tentu saja boleh bu"
Saat makan buatan Hana menyentuh lidah bu Mira, bu Mira berbinar dan mulai mengambil makan malam untuk dirinya
"Enak nak, kalau begitu ibu makan deluan ya"
"Silahkan ibu" Hana tersenyum melihat Bu Mira yang begitu lahap memakan makanannya, apalagi sambel ijo buatannya
"Ibu kok berhenti makan?" Tanya Hana bingung melihat Bu Mira yang berdiri dari tempat duduknya
"Ibu lupa manggil Dafa untuk makan bersama kita"
"Ohh yaudah ibu makan saja, biar Hana yang memanggil kak Dafa kesini"
"Baiklah, terimakasih nak"
Hana tersenyum dan berjalan menuju ke ruang tamu untuk memanggil Dafa. Namun Hana tak kunjung menemukan Dafa diruang tamu. Hana mendengar sapaan seseorang dari balik pintu depan yang tertutup
Saat Hana mengintip dari jendela, betapa terkejutnya dia melihat adegan di depan rumah tersebut
"Ini... " Batin Hana meneteskan air mata
__ADS_1
Bersambung...