Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 40. Keracunan


__ADS_3

Hari ini Batalyon mengadakan syukuran atas kembalinya semua prajurit yang ditugaskan untuk menjaga perbatasan. Para ibu-ibu turut membantu Bu Danyon yang tengah memasak di dapurnya


"Alhamdulillah prajurit kita kembali dengan lengkap Bu"


"Iyah Bu Danki, aku lega tidak ada prajurit yang gugur" Jawab Bu Danyon


"Ehh Bu Sisil, boleh potongan ikannya nggak"


"Baik Bu" Sisil mengangguk dan menuju halaman belakang Rumah Bu Danyon untuk membersihkan ikan.


"Bu Danton, boleh bantu saya cicipi masakan ini?" Pinta Bu Danyon


"Baik Bu" Hana mendekat dan mulai mencicipi masakan buatan Bu Danyon


"Enak Bu, rasanya pas"


"Alhamdulillah kalau gitu" Ucap Bu danyon senang


"Bu Danton, boleh bantu saya memotong sayuran-sayuran ini?" ucap Bu Danki


"Baik Bu Danki" Hana mulai memotong sayur dan bercengkrama dengan ibu-ibu yang ikut bekerja di dapur


"Ibu-ibu, ada yang melihat Bu Asti?"


"ijin Bu, Sejak tadi Bu Asti belum terlihat"


"Mungkin Bu Asti tengah mengurus sesuatu dirumahnya, tapi tadi Bu Asti berkata akan datang terlambat kesini" Balas Bu Danki


Para ibu-ibu mengangguk dan mulai melanjutkan pekerjaan mereka.

__ADS_1


"Alhamdulillah selesai juga" Ibu Danyon memerintahkan anggotanya untuk menyiapkan meja di tenda yang telah disiapkan di halaman batalyom sehingga semua ibu-ibu pergi keluar, sedangkan Bu Danyon seorang yang menjaga semua makanan yang telah disiapkan.


Setelah makanan siap, para prajurit berkumpul di halaman batalyon dan mendengarkan ucapan dari komandan Batalyon


Prok... Prok.. Prok.. Semua orang yang menghadiri syukuran di halaman batalyon bertepuk tangan dengan prestasi yang dilakukan prajurit dalam menjaga perbatasan. Hana terus saja menatap suaminya sambil tersenyum


"Baiklah para prajurit sekalian, silahkan cicipi masakan buatan Bu Danyon dan istri-istri kalian" Ucap Komandan mempersilahkan para prajurit untuk makan. Para perwira mulai mengambil makanan yang di suguhkan dan memakannya dengan lahap


"Ayo abang, temani adek sebentar" pinta Sisil menarik tangan suaminya


"Tapi dek, abang mau makan dengan teman-teman abang" Ucap Raka


"Ayolah bang temani adek sebentar"


"Udah sana Raka, temani istrimu dulu. Sekali seorang istri ngambek, maka suami akan kalang kabut" balas Vian sambil melirik kearah Hana. Hana yang mendengar ucapan suaminya dan tatapan para prajurit padanya menjadi salah tingkah berlari ke toilet sambil menyembunyikan wajahnya


"Yaudah bang, aku pamit ya"


"Aduh jangan tarik-tarik dong dek, sakit tahu" Gerutu Raka


Para perwira hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah pasangan tersebut.


********


Brukk


"ABANG.... " salah satu perwira jatuh tak sadarkan diri. Perwira yang lain juga ikut mual dan merasa sakit perut yang hebat


Bruk...

__ADS_1


Bruk..


Bruk...


Sebagian para prajurit tergeletak di tanah dengan meringis menahan perut yang kesakitan


"Ada apa ini?"


"Panggil dokter Rangga" perintah komandan


Mendengar Panggilan komandan, dokter rangga segera berlari menuju halaman batalyon dan mulai melihat gejala yang dialami para perwira


"Loh ada apa ini?" Tanya Cobra yang diikuti pasukan dibelakangnya


"Para perwira sepertinya keracunan makanan" ucap dokter rangga


"APA" Teriak komandan kaget dan langsung menatap tajam kearah istrinya


Pasukan Cobra dan Piton segera membantu para prajurit yang tergeletak lemas di lantai. Pasukan piton dan Cobra belum mencicipi sama sekali masakan Bu Danyon karena mereka ditugaskan untuk berpatroli sejak pagi tadi.


Terjadi kepanikan yang memenuhi halaman batalyon. Para ibu-ibu berusaha membangunkan dan membantu suami mereka yang telah berkeringat dingin dan merigis menahan sakit yang hebat diperut mereka


"Ada apa ini Bu? Kenapa para prajurit keracunan seperti ini" Tanya komandan sedangkan Bu danyon hanya diam tertunduk


"Bu Danki, apa ibu-ibu juga telah memakan makanan ini?"


"Ijin,belum pak. Kami akan makan setelah para perwira selesai mencicipi hidangan kami"


"Lalu Siapakah yang memasak makanan ini" tanya komandan yang belum mencicipi sedikitpun makanan itu karena dia sedang menerima panggilan tadi

__ADS_1


"Ijin pak, Yang memasak makanan itu adalah Bu Danyon pak, sedangkan kami hanya memotong sayur dan membantu seperlunya" Ucap Asti mendapat tatapan aneh dari ibu-ibu


Bersambung...


__ADS_2