Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 26. Pernikahan


__ADS_3

"Ayo dek kita pulang, kan acara pernikahan kita sebentar lagi, kasian loh para tamu undangan yang sejak tadi datang"


"Iyah menantuku, ayo kita segera pulang" Ucap Bu Lula


Hana mengangguk dan tersenyum mengikuti langkah Vian yang merangkulnya. Setelah tiba di rumah Hana, mereka disambut baik oleh para tetangga dan tamu yang telah berdatangan


"Sayang tunggu abang ya, abang bersiap-siap dulu. Tenang yah abang akan segera datang" Hana tersenyum manis dan berjalan menaiki aula nikah dan duduk tepat dihadapan penghulu. Senyum manisnya terus saya menyebar ke para tamu sehingga Para tamu mulai memuji Kecantikan pengantin wanitanya


"Bagaimana bu ayah, apa aku terlihat tampan?" Tanya Vian setelah rapi dengan setelan jasnya


"Ya jelas tampan dong, ayah juga sama sepertimu waktu ayah menikahi ibumu dulu"


"Hahah ayah bisa aja, putraku jauh lebih tampan darimu"


"Tapi kenapa kau tetap mencintaiku hmm?" Tanya pak doni merangkul pinggang istrinya


"Karena kau adalah belahan jiwaku"


Vian geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua orang tuanya. Dengan langkah tegap dan berwibawa, Vian tersenyum dan beranjak turun kebawah untuk kelangsungan akad nikah mereka.


Para tamu tertegun melihat Vian yang dengan gagahnya berjalan mendekati Hana, sedangkan Hana tersenyum manis melihat calon suaminya yang telah duduk di sampingnya. Terlihat juga para anggota TNI teman-teman Vian telah berdatangan dan ada beberapa yang berjaga di depan


"Apa kalian sudah siap?" Tanya Pak penghulu


"Kami siap pak"


Pak penghulu tersenyum dan mulai menjabat tangan Vian. Pak penghulu mulai mengucapkan kata-kata sakral dan dijawab oleh Vian dengan satu tarikan Nafas


"Saya Terima nikah dan kawinnya, Hana Mutya Rahmatika dengan mas kawin sebesar 10 gram emas dan seperangkat alat shalat dibayar tunai"

__ADS_1


"Bagaimana para saksi, Sah?" Tanya pak penghulu


"SAH" seruan antusias para tamu


Pak penghulu membacakan doa-doa untuk pengantin yang diaminkan bersama-sama oleh para tamu


Hana tersenyum meraih tangan Vian dan menyalalaminya cukup lama. Vian membalas dengan membacakan doa dikening Hana dan mengecupnya dengan lembut


"Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ya" Ucap pak penghulu


"Terimakasih pak" Vian tersenyum dan mulai melantunkan surah Al-Mulk yang mendapat ucapan haru para tamu karena suaranya yang sangat merdu


Hana yang duduk disamping Vian tak henti-hentinya menangis bahagia mendengar lantunan yang menyentuh lembut indera pendengarannya


"Ayah, ibu. Kalian pasti bahagia disana. Hana telah menemukan belahan jiwa hana yang in syaa Allah akan selalu membimbing Hana agar bertemu dan berkumpul bersama kalian di surga. Tetap doakan Hana diatas sana ya" Batin Hana terharu menatap foto keluarganya yang terpampang di dinding


"Sayang, besok kita akan melangsungkan resepsi pernikahan kita ya, kau masih kuat kan"


"Siap kuat abang"


"Wah, sifat istri prajurit sudah muncul nih"


Hana tersenyum dan kembali mendekap lelaki yang telah sah menjadi istrinya


"Aku bahagia menikah denganmu, jangan pernah tinggalkan aku suamiku"


"Aku akan selalu membahagiakannmu selama kau berada disiiku. Terimakasih sudah sepakat untuk menjadi ratu dihati abang" Ucap Vian mengecup ujung kepala istrinya


"Sayang, kapan kita seperti mereka?" Tanya Mia yang sepertinya cemburu dan ingin segera mendapat perlakuan seperti Hana

__ADS_1


"Haha iya sayang, abang akan minta restu dari kedua orang tua kita setelah itu kita akan menikah sama seperti mereka berdua" ucap Dika terkekeh


"Janji ya bang"


"Abang janji sayang" Ucap Dika merangkul bahu Mia


"Wah udah nikah aja kau, selamat ya" Ucap Dika


"Terimakasih Sobat. Ngomong-ngomong kalian kapan nyusul"


"Secepatnya, karena calon istriku tidak sabar untuk duduk dipelaminan" Goda Dika seketika wajah Mia merah padam


"Bughh" Mia meninju bahu Dika dan mendapatkan gelak tawa semua orang


Setelah para tamu telah pulang, Bu lula dan pak doni mendekati kedua mempelai


"Ayah bangga sama kamu nak" Ucap pak doni memeluk Vian


"Semoga kalian bahagia ya nak, ibu udah nggak sabar pengen gendong cucu" wajah Hana merah merona mendengar ucapan ibu mertuanya


"Hahaha, kalau begitu ibu sama ayah pamit ya"


"Iyah ibu, ayah hati-hati dijalan" Ucap Hana menyalami tangan kedua mertuanya diikuti Vian


"Assalamu'alaikum nak"


"Walaikumsalam" Ucap Vian dan Hana serentak


"Ayo kita ke kamar sayang" Ucap Vian dan langsung menggendong Hana menuju kamar mereka

__ADS_1


__ADS_2