Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 74. Kembali Ke Pelukan Istri


__ADS_3

"Sepertinya acara ijab kabul Mia sudah selesai, sebaiknya aku segera kembali ke gedung untuk menghadiri resepsi pernikahan Mia" gumam Hana kembali berjalan ke gedung sambil mengendong putrinya yang terus memainkan balonnya.


Sementara Vian yang menyamar sejak tadi tidak melihat keberadaan istri dan putrinya di prosesi ijab kabul yang telah berlangsung


"Dafa, apa kau melihat Hana?"


"Aku juga belum melihatnya Vian, tapi pasti Hana akan datang di hari bahagia sahabatnya" ucap Dafa menepuk bahu Vian


Acara pedang pora telah selesai, namun Hana belum juga telihat di acara tersebut


"Sayang, kau dimana. Abang ingin sekali melihatmu dek" batin Vian terus mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya


"Para hadirin sekalian, guna menambah kemeriahan di acara pernikahan ini, marilah kita mendengarkan nyanyian seorang wanita bernama Bu Hana sekaligus sahabat dan teman dekat kedua mempelai. Kepada Bu Hana, kami persilahkan" ucap MC mempersilahkan Hana untuk menaiki panggung


Para tamu bertepuk tangan melihat Hana yang menaiki panggung sambil mengendong anak kecil yang sangat mengemaskan. Vian segera maju ke depan dan terharu melihat istrinya yang mengendong anak mereka


"Sayangnya bunda sama tante sisil dulu yah, bunda mau nyanyi sebentar nggak apa-apa kan sayang?" tanya Tanya Hana pada putrinya


"Bunda, mamamamimim" ucap Viara menunjukan tawanya yang mendapat gelak tawa dan tepukan tangan dari pada tamu. Sementara Viara tak henti-hentinya menjatuhkan air matanya melihat putri kecilnya yang begitu dinantikan kehadirannya dulu.


Hana segera meletakkan Viara di gendongan Sisil dan berjalan mendekati Band sambil memegang gitarnya


Para tamu segera maju kedepan dan mulai menyalakan kamera ponsel mereka untuk merekam nyanyian Hana.


"Lagu ini ku persembahkan untuk seorang kekasih yang mencintai pasangannya dari jarak jauh. Mungkin jarak kita sangatlah jauh tapi tidak dengan hati kita. Dan untuk pejuang LDR, tetap semangat yah" ucap Hana mendapatkan tepuk tangan dari para tamu


Hana menghela nafas dan mulai menyanyikan sebuah lagu yang mengisyaratkan isi hatinya


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


Semusim aku lewati tanpa kamu


Detik-detik pun berlalu,


Menyiksa hatiku


Mungkinkah di sana


Kau rasakan yang sama


Takkan berubah perasaanku


Pada dirimu....


Meskipun kita jauh.....


Takkan berkurang kerinduan ini

__ADS_1


Cepatlah pulang,


Aku menunggumu


Sungguh aku rindu kamu


(Para tamu bertepuk tangan mulai heboh, sedangkan Vian terharu dan terus saja menjatuhkan air matanya)


Hari pun berganti bulan jadi tahun


Masih tetap ku pertahankan


Janji yang terucap


Antara kau dan aku


Untuk selamanya


(Para tamu mengangkat tangan dan melambaikan tangan mereka keatas menikmati indahnya suara Hana dan ikut terbawa suasana)


Takkan berubah perasaanku


Pada dirimu


Meskipun kita jauh


Takkan berkurang kerinduan ini,


Cepatlah pulang


Sungguh aku rindu kamu


Jangan nakal kau di sana,


Ingat aku di sini


Bila esok kau kembali


'Kan ku lepas rindu ini


Takkan berubah perasaanku


Pada dirimu


Meskipun kita jauh


Takkan berkurang kerinduan ini,

__ADS_1


Cepatlah pulang aku menunggumu


Sungguh aku rindu kamu


(Hana menjatuhkan air matanya menahan sesak didadanya yang begitu merindukan suaminya yang entah berada dimana)


"Prok... Prok... Prok... "


Para tamu bertepuk tangan setelah lagu yang dinyanyikan Hana telah selesai. Hana menghapus air matanya dan kembali memeluk putrinya


"Wah lagu yang dinyanyikan bu Hana seolah menyentuh hati para tamu, bahkan banyak sekali tamu yang ikut berlinang mendengar lagu yang seolah mencurahkan sebuah perasaan yang terpendam, tepuk tangannya dulu dong" ucap MC dan para tamu kembali bertepuk tangan meriah


Hana tersenyum pada tamu dan segera berjalan keluar gedung sambil mengendong Viara. Vian yang melihat istrinya pergi keluar segera beranjak untuk mengikuti mereka.


Hana terduduk di kursi taman sambil menjatuhkan air matanya


"Abang hiks.. Abang dimana. Sudah setahun lebih abang pergi ninggalin adek sendiri disini. Anak kita telah lahir dan tumbuh besar bang. Bagaimana jika dia bertanya dimana ayahnya, apa yang akan kujawab nanti hiks.. hiks.. " lirih hana memeluk putrinya erat


"Abang disini sayang" jawab Vian yang berdiri tidak terlalu jauh dari depan Hana


Hana mengangkat kepalanya melihat prajurit di depannya. Pria itu membuka masker penutup wajahnya, seketika Hana tertegun melihat wajah itu. Wajah yang ingin selalu dilihatnya setiap saat. wajah yang selalu dirindukan kehadirannya walaupun hanya dalam mimpi.


"Abang... " ucap Hana bahagia dan langsung berlari memeluk orang yang sangat dicintainya


"Abang hiks... hiks.."lirih Hana tak bisa mengungkapkan kebahagiaan hatinya lewat kata-kata. Hana memeluk tubuh Vian sangat erat seolah tak mau melepaskannya lagi


"Katakan ini bukanlah mimpi"


"Ini bukanlah mimpi sayang" ucap Vian mengecup kening Hana


"Abang kemana saja selama ini hiks.. hiks.. Abang jahat. Mengapa Abang nggak temanin adek saat melahirkan buah hati kita. Mengapa abang nggak pulang bersama prajurit lainnya dulu hiks..Hiks.." lirih Hana terisak di dada bidang suaminya


"Maafkan Abang sayang, Abang tidak menemanimu melewati masa sulitmu sendirian." lirih Vian memeluk Hana erat sambil menjatuhkan air matanya. Hana mengangkat wajah Vian dan menghapus air matanya yang menggenang di sudut mata suaminya


"Abang nggak salah kok, terimakasih abang telah kembali untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga kecil kita kembali. Ternyata firasat adek selama ini benar" ucap Hana mengecup bibir Vian dan menggenggam tangannya untuk mendekati putri mereka


"Sayang, ini ayah nak. Ayah yang ada di foto yang Viara peluk setiap malam sekarang ada di depan Viara. Ayo peluk ayah, ayah juga merindukan putri kecilnya ini" ucap Hana lembut mencoba berbicara dengan Viara


Viara menatap wajah pria di depannya dengan tatapan sendu. Saat Hana meletakkan Viara didalam pelukan ayahnya, Viara kembali menangis sambil memeluk erat leher ayahnya. Vian mengelus lembut punggung putrinya yang menangis di bahunya, bahkan vian tak lagi memperdulikan seragamnya yang terkena air mata dan ingus putri kecilnya


"Ayah, bummuumum nini?" Tanya Viara dengan bahasa bayinya


"Iyah sayang, ini ayahnya Viara" ucap Vian menghapus air mata di pipi putrinya dan membawa Hana kedalam pelukan hangatnya. Para prajurit yang melihat adegan yang tak jauh dari mereka tersenyum dan ikut terharu melihat kebahagiaan keluarga kecil yang dipertemukan kembali setelah berpisah cukup lama


"Terimakasih ya Allah, kau telah membawa kembali kebahagiaan yang hilang dari hidupku. Kurasa sekarang keluarga kecilku telah lengkap, dan putriku akan tetap mendapatkan kasih sayang dari ayahnya" batin Hana melihat cahaya senja yang begitu mengagumkan


"Terimakasih telah mempertemukan aku dengan keluargaku ya Ya Allah, aku berjanji akan terus menjaga dan melindungi mereka selamanya. Hanya kalian berdua yang ada didalam hati ini selamanya" batin Vian mengecup lembut kepala istri dan putri kecilnya yang tertidur pulas di gendongannya

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2