
"Ada apa ini?" Tanya Vian setelah bergabung dengan Prajurit penjaga pos perbatasan
"Ini Lettu, mereka menolak dan bersikeras tidak akan memberikan surat-surat penting sebelum memasuki wilayah kita" Jawab Raka
Vian beralih menatap lelaki yang memakai kain penutup sebagian wajahnya yang juga tengah menatapnya tanpa berkedip
"Tunjukan surat-surat izin kalian untuk memasuki wilayah kami" Tegas Vian
"Aku sudah bilang aku tidak akan memberikannya. Izinkan aku masuk"
"Jika anda tidak mau bekerja sama, tinggalkan wilayah yang kau injak sekarang"
Lelaki itu tersenyum smirk dan tertawa terbahak-bahak
"Hahahaha.... Aku tidak perlu meminta izin negara kalian untuk memasuki tanah ini" Ucap Lelaki itu merogoh sakunya dan mengeluarkan bom rakitan
"Waspada.. "Tegas Vian pada anggotanya
" Hahahaha, terlambat" Lelaki itu menjatuhkan bom dan langsung berlari mengejar truknya yang telah memasuki wilayah perbatasan
Boooooom
Vian dan sebagian Prajurit terlempar karena bom yang hanya butuh 5 detik untuk meledek
"Kejar mereka" perintah Vian pada anggotanya yang telah berlari dan menaiki truk untuk mengejar mobil penyeludupan tadi
Vian segera melaporkan hal yang baru saja terjadi pada komandan mereka lewat earpiece nya
"Siap, bantuan akan segera tiba" Balas komandan
"Gama, tolong tetaplah menjaga pos perbatasan, aku akan mengejar penyelundup tadi "
__ADS_1
"Biar aku saja bang,abang terluka dibagian punggung" Ucap Raka
"Tidak bang Raka,aku harus segera membantu Dika mengejar mereka. Tolong jaga wilayah ini"
"Siap laksanakan" Vian mengangguk dan berusaha berjalan menaiki truk yang dikendarai Dika
"Kau yakin Bisa Vian" Tanya Dika Cemas
"Demi negaraku, tubuhku siap hancur demi tanah air yang kucintai"
Dika melajukan truk dengan kecepatan tinggi mengejar para penyelundup yang berhasil memasuki wilayah perbatasan
"Lapor, target sudah terlihat. Tetap kejar dan awasi mereka" Ucap komandan yang ikut mengejar dengan helikopter
"Anaconda, bergerak kearah jam 3" Perintah komandan
"Siap laksanakan" Ucap Vian mengikuti perintah komandan
"Sial, target berhasil lolos komandan" Lapor Cobra
"Tim Cobra, telusuri hutan kearah jam 11 sedangkan Piton dan Anaconda begerak kearah jam 12"
"Siap laksanakan" Ucap para perwira dan bergegas menyisir area hutan yang cukup lebat dan gelap
"Lapor, terdapat bekas ban menuju area selatan hutan" Lapor Anaconda
Mendengar laporan Vian, komandan bergerak menuju kerarah selatan Hutan dan ikut menyisir area hutan dari atas
"Target telah terlihat, Tim Cobra dan piton bergerak kearah selatan hutan, dan Anaconda bergerak kedepan. Waspada dengan setiap serangan dan ancaman"
"Siap laksanakan" Ucap Para prajurit dan mengendap-endap menuju lokasi terlihatnya target
__ADS_1
Dooor.....
Dooor...
Dooor...
Para prajurit menembak kearah semak dimana terdapat beberapa anggota bersenjata yang bersembunyi dibaliknya. Baku tembak tak terelakkan antara ketiga tim ular dengan kelompok penyelundup Bersenjata
"Anaconda berhati-hati lah,kita harus tetap siaga, didepan ada beberapa anggota dibagian selatan, berpencar bang" Lapor Cobra
"Kamu ke kiri, saya ke kanan. Berhati-hatilah,masih ada shipper yang bersembunyi diatas pohon kapuk. Kita harus siaga dengan setiap serangan"
"Laksanakan" Ucap Cobra dan mulai berpencar sesuai arahan
Boooooom
Dooor
Dooor
Vian menembakkan pelurunya keatas pohon dan langsung menumbangkan para sniper yang bersembunyi. Helikopter juga ikut menjatuhkan bom berusaha melumpuhkan musuh yang bersembunyi dibalik semak belukar.
Boooooom
Dooor
Dooor
Dooor
"Anaconda........ "
__ADS_1
"Terlambat" Ucap salah satu anggota kelompok penyeludup bersenjata melemparkan bom rakitan yang lansung mengeluarkan asap beracun. pimpinan Cobra dan beberapa perwira jatuh tak sadarkan diri setelah menghirup asap beracun sedangkan Anaconda jatuh karena tertembak peluru tepat dibahu kirinya
Bersambung....