
Dari balik jendela, Hana melihat adegan yang menyakiti hatinya sehingga dia harus menahan suara isakannya dengan menutup mulutnya
Terlihat di depan rumah sedang terjadi adegan panas dimana Dafa dan kekasihnya tengah berbalas ciuman
"Sayang aku membawakanmu makan makan buatanku, kuharap kau dan ibumu menyukainya yah"
"Tentu aku akan menyukainya sayang, masakan buatanmu pasti enak"
"Tentu saja sayang, aku membuatnya dengan penuh cinta"
"Haha baiklah, tapi aku harus menyampaikan berita ini untukmu"
"Apa itu sayang?" Tanya Asti penasaran
"Aku harus melaksanakan tugas penting untuk mengatasi jaringan pemberontakan, kemungkinan sekitar 7 hari aku dilapangan dan kita bisa saling bertemu lagi, apa kau siap?"
Asti tersenyum dan merangkul pinggang Dafa
"Aku akan selalu menunggumu sayang, aku akan menahan rindu ini hanya untukmu"
"Terimakasih sayang" Ucap Dafa kembali melahap bibir Asti
"Sama-sama tentara ku, kalau begitu aku pamit ya, assalamu'alaikum sayang"
"Walaikumsalam hati-hati sayang"
Dafa tersenyum memandangi Asti yang kian menjauh, sedangkan Hana menghapus air matanya dan berjalan mundur menjauhi pintu
"Ceklek" bunyi pintu terbuka
"Ehh kak Dafa, kebetulan aku sedang mencarimu, ibu bilang segera ke dapur untuk makan malam" Ucap Hana mencoba tersenyum
__ADS_1
"Hmm" Jawab Dafa dingin
"Apakah dia melihat hal tadi? Matanya sembab" Batin Dafa saat berjalan melewati Hana
"Anak ibu, mari sini makanlah makanan calon istrimu" Ucap Bu Mira menyendokkan makanan di piring
"Tapi Bu Dafa hanya pengen makan makanan ini" Ucap Dafa mengangkat rantang yang dipegangnya
"Makanan darimana itu?" Tanya Bu Mira
"Dari teman Dafa Bu"
"Simpan itu dan makan makanan buatan calon istrimu"
"Enggak Bu, Dafa tetap hanya makan makanan ini"
"Tapi Dafa Hana adalah.... "
"Aku hanya makan makanan kekasihku" batin Dafa membuka rantang dan siap menyantapnya
Bu Mira yang melihat tatapan kosong Hana mendekatinya dan menggenggam erat tangannya
"Nak, maafin Dafa yah nak"
"Nggak apa-apa kok bu" Ucap hana mencoba tersenyum
"Kalau begitu Hana pamit ya bu"
"Tapi nak, kamu belum makan sedikitpun"
"Hana nggak tega ninggalin ibu di rumah sendiri, sudah waktunya ibu untuk minum obat"
__ADS_1
"Baiklah nak, apa perlu ibu suruh Dafa mengantarmu?"
"Tidak perlu bu, taksi online pesanan Hana telah tiba di depan kok"
"Baiklah nak hati-hati dijalan yah"
"Iyah bu, assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam nak"
"Jika kau tak bisa mencintaiku, janganlah patahkan hatiku dengan ucapan dinginmu" Batin Hana menatap pintu kamar Dafa
dikamarnya, Dafa telah siap memasukkan makanan itu dalam mulutnya, dan tepat saat makanan buatan Asti menyentuh lidahnya
"Uhuk.. uhuk.. makanan apa ini.. uhuk" Ucap Dafa tersedak dan langsung menenguk habis air di botol mineral
"Rasanya asin sekali. apa dia tidak mencicipinya sebelum memberinya padaku" Ucap Dafa menutup rantang makanannya
"Tapi aku masih lapar" Ucap Dafa mengelus perutnya dan berjalan mengendap-ngendap kearah dapur.
"Ibu, ibu dimana?" panggil Dafa tak kunjung menemukan ibunya dimanapun. saat mengecek kamar ibunya, terlihat jika Bu mira telah tertidur lelap diranjangnya
"Syukurlah, ibu sudah tidur"
Dafa berjalan ke dapur dan membuka tudung saji makanan diatas meja. Mata Vian membola saat makanan itu menyentuh lembut lidahnya
"Masya Allah, makanan ini enak sekali" gumam Dafa melahap makanan di depannya
"Ternyata dia pandai memasak ya" puji Dafa dengan mulut penuh makanan
"Maafkan aku Hana, bukan aku tak menerima perjodohan ini. aku juga ingin bersamamu, tapi ada hati yang harus kujaga saat ini"Batin Dafa memikirkan sikapnya pada Hana selama ini
__ADS_1
Bersambung