
Vian dan anggotanya kini telah melayang sempurna di udara dengan parasutnya. Setelah mendarat dengan sempurna, Vian diikuti pasukannya menyusuri jalanan setapak sejauh 2 kilometer yang mengantar mereka menuju sebuah gubuk didekat telaga yang diketahui sebagai markas para musuh
Door...
Door..
Dooor...
Para prajurit terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata yang bersembunyi dibalik semak-semak
"Anaconda, bergerak kearah jam 2" ucap komandan yang ikut mengamati para prajurit dari atas helikopter. Helikopter yang dinaiki komandan tak henti-hentinya menjatuhkan bom dan peluru pada musu.
Vian dan anggotanya kini terus menyerang, bahkan sudah banyak sekali korban yang jatuh dan tertembak dibagian tangan dan kaki
"Ahh sial"
"Bang berpencarlah, tetap berhati-hati kita harus tetap siaga" perintah Vian pada Cobra
"Saya kekanan dan kamu ke kiri. Di kedua sisi terdapat beberapa orang yang memegang senjata. Waspada dengan setiap serangan" perintah Gama.
Anaconda dan Cobra diikuti pasukan mereka terus menembak kearah para musuh yang semakin banyak dan terus saja menembaki mereka
Dooor...
Dooor..
Dooor
"Gawat, mereka semakin banyak lettu" ucap Raka yang mulai kelelahan menembaki para musuh yang terus saja bertambah
"Lapor komandan, pergerakan musuh sangatlah cepat dan beberapa prajurit kita telah gugur. Tolong secepatnya antar pasukan tambahan untuk membantu kami" lapor Piton
"Pasukan sedang dalam berjalan. Sekitar 2 menit lagi mereka akan sampai di lokasi. Tetap waspada dengan setiap serangan" ucap komandan
Booom....
Dooor.
Dooor..
Booom....
Suara baku tembak dan bom berjatuhan dimana semua pasukan yang dipimpin oleh anaconda dan piton telah berhasil menguasai daerah kekuasaan musuh
Para pasukan membentuk formasi dan mulau menembaki satu persatu musuh mereka yang brusaha melindungi markas mereka
Para pasukan tambahan yang telah tiba ikut membantu piton mengerang daerah kiri markas yang masih terus dijaga oleh para musuh
Semua pasukan telah sampai di zona merah, mereka berjalan mengendap-endap sambil memegang senjata menuju kearah telaga yang menjadi titik dimana pimpinan musuh berada
__ADS_1
Anaconda dan Cobra kini telah berada di telaga dan dengan sigap mengarahkan senjata mereka kearah pimpinan musuh yang berdiri diikuti para anggotanya yang berjejer dibelakang pimpinan mereka
"Jatuhkan senjata kalian sebelum aku ledakkan tempat ini" ucap pemimpin musuh
"Cepat jatuhkan sebelum ku tekan tombol ini dan para sniperku yang akan melenyapkan kalian" Tegas pemimpin musuh yang bernama Tigris
"Jatuhkan senjata kalian" perintah cobra pada pasukannya diikuti oleh anaconda
"Bagus, ternyata kalian penurut juga"
"Apa maumu menganggu keamanan negara kami?"
"Ada sesuatu yang ingin kulakukan pada negara kalian, terutama pada prajurit lemah seperti kalian"
"Kau" tunjuk Cobra geram
"Heeei, turunkan tanganmu atau ku tembak kau" Tegas salah satu anggota musuh
"Aku suka keberanian kalian. Kalian bahkan repot-repot melindungi negara kalian dan berjalan ke penghujung hidupnya kalian"
"Kita lihat saja siapa yang lemah disini" ucap Gama mengejek
"Wah, aku suka keberanian kalian. Anak-anak turunkan senjata kalian" ucap Tigris diikuti oleh anak buahnya. Sementara Vian dan Gama bingung dengan apa yang diperintahkan Tigris kepada anggotanya
"Mengapa kalian menjatuhkan senjata kalian. Bukannya kalian ingin menghabisi kami? "
"Tentu saja aku ingin menghabisi kalian, terutama kau Anaconda. Karena ulahmu saudaraku Rigas meregang nyawa. Saat seperti ini yang aku nanti-nanti dimana aku akan beradu fisik dan membalas dendam atas kematian adikku"
"Anak-anak, ayo maju dan serang mereka........ " para anak buah Tigris maju dan mulai menyeranng para prajurit
Para prajurit maju dan mulai membalas setiap perlawanan yang dilakukan oleh para musuh
Bugh...
Bugh..
Prak.....
Kini sebagian musuh telah berhasil dilumpuhkan berkat kemampuan fisik dan bela diri prajurit.
"Mereka sangatlah tangguh dan kuat, tetap maju dan serang mereka" Tegas Dika pada anggotanya
Tigris yang merasa jengah akibat anggotanya yang terus saja jatuh akibat ulah prajurit maju dan mulai menyerang Vian
Vian dengan lihai memgindar dan berkali-kali mendaratkan bogem mentah ditubuh Tigris
Bugh..
Bugh...
__ADS_1
Tigris terhuyung kebelakang dengan hidungnya yang telah mengeluarkan darah
"Seranganmu mantap juga Anaconda, tapi itu masih kurang dari seranganku" ucap Tigris kembali menyerang Vian
Bugh...
Bugh..
Bugh....
Beberapa kali Vian mendapatkan hantaman cukup keras di perut dan wajahnya.
Para prajurit yang merasa semua musuh mereka lengah langsung menunduk mengambil senjata dan mulai menembaki musuh satu persatu
Door...
Door..
Door....
Para anggota musuh perlahan-lahan tumbang setelah timah panas yang ditembakkan para prajurit berhasil menembus tubuh mereka
Para musuh kembali mengambil senjata mereka dan mulai membalas serangan para prajurit
Baku tembak tak terelakkan telah berhasil melumpuhkan musuh dan juga membuat para prajurit kelelahan akibat jumlah musuh yang terus saja bertambah
"Mereka semakin banyak"
"Tetap serang dan waspada. Kita harus sigap dengan setiap serangan...."
Door...
Door...
Dooor...
"Ahhh sial... " gerutu Dika membanting senapannya yang kebahisan peluru. Para prajurit juga cemas karena senapan mereka juga kehabisan peluru.
"Hahahhaha... Saatnya untuk menghembuskan nafas terakhir kalian" ucap Tigris tertawa terbahak-bahak.
Namun tawa Tigris terhenti saat melihat wajah para prajurit tanpa ada rasa takut sedikitpun
"Hahah, rupanya kalian tidak takut mati yah"
"Untuk apa kami takut dengan kalian, tubuh dan jiwa kami siap hancur demi membela dan menjaga keamanan negara kami" balas Gama mantap
"Hahahha, aku suka semangat kalian. Tapi kalian bukan tandingan dari pasukanku. Anak-anak letakkan senjata kalian dan serang mereka" perintah Tigris.
Para prajurit kembali bergulat dan baku hantam dengan para musuh. Vian yang masih memiliki peluru didalam senapannya mengarahkan langsung pada Tigris. Saat akan menarik pelatuknya, dari arah belakang seorang musuh menendang Vian dan menancapkan pisau tepat di punggung Vian
__ADS_1
"Aargghhh" ringsis Vian menahan sakit. Para musuh yang bersembunyi diatas pohon mulai menembaki satu persatu para prajurit hingga para prajurit ambruk dan sebagian dari mereka telah meregang nyawa
Bersambung..........