Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 52. Penuhi Permintaan Terakhirku


__ADS_3

"Astaghfirullah Asti, kenapa kau sekejam itu pada Hana dan suaminya. Vian adalah sahabatku sewaktu kami sama-sama belajar di Akademi Militer" guman Dafa berpikir bagaimana kejamnya wanita itu. Dafa bersyukur akhirnya bisa bebas dan bercerai dari wanita itu


Setelah Dafa dan Hana tiba di halaman rumah Bu Mira, Dafa yang akan berjalan masuk menemui ibunya terhenti karena Asti yang memanggilnya


"Abang.... " panggil Asti senang. Dafa menatap datar kearah Asti, sedangkan Hana tersenyum licik dan memberi kode agar Dafa membantunya. Dafa yang mengerti kode itu ikut tersenyum saat Asti berjalan mendekatinya


"Sayang, abang pengen tanya sesuatu sama adek, bolehkan?" ucap Dafa mendapat seruan senang dari Asti


"Iyah bang, apa yang pengen abang tanyakan sama adek?" tanya Asti senang.


Dafa tersenyum dan mengeluarkan lipstik beserta bross yang ditunjukkan Hana tadi


"Ini barang-barang milik adek bukan?"


Asti mengamati benda yang ditunjukkan mantan suaminya itu dan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


"Iyah bang, itu punya adek. Ternyata abang menyimpannya ya" ucap Asti bahagia.


Hana berjalan mendekati Asti dan


"PLAK..... " Tamparan keras mendarat sempurna di pipi kanannya


"Hei Apa yang.... " ucap Asti terputus karena Hana yang kembali menampar nya


"PLAK...... " Tamparan kembali diterima Asti di pipi kirinya


"Ini karena kau berani bermain-main denganku, sebegitu bencinya kau padaku sehingga kau berniat mencelakai suamiku" geram Hana menatap tajam kearah Asti seolah siap membunuhnya


Asti yang melirik Dafa seolah membutuhkan pertolongan tidak ditanggapi oleh Dafa. Dafa justru terus saja mengamati adegan di depannya sambil bersandar di motornya. Dafa juga mengeluarkan kamera ponselnya dan mulai merekam kejadian didepannya sebagai bukti jika Asti mencoba menyangkal lagi


"Apa maksudmu menuduhku seperti itu" ucap Asti geram dan siap melayang tangannya untuk menampar Hana. Hana refleks menahan tangan Asti dan memutarnya kebelakang tubuhnya


"Kau tau, aku tidak sembarangan dalam menuduh seseorang. Tuduhanku telah terbukti dan mengarah padamu"


"Tunjukan buktinya"


"Oke" Hana langsung menarik ponsel Asti dan memberikannya pada dafa. Kak Dafa buka galeri ponsel itu, Dafa mengangguk dan mengikuti perintah Hana.


"Kau lihat ini, ini adalah lipstik dan bross yang kutemukan dalam kamar mandi saat kau berusaha mencelakai suamiku. Kau mau menyangkal lagi? Ohh tidak bisa, karena mantan suamimu sendiri yang mengatakan jika benda itu milikmu dan kau juga mengatakan jika benda itu juga milikmu" ucap Hana menekan setiap Kalimatnya


Dafa yang membuka galeri ponsel Asti tertegun saat melihat foto Vian yang terbaring lemas di dalam bathub.


"ASTI...... " Teriak Dafa marah. Dafa menarik tangan Asti dan mendorongnya keluar pagar

__ADS_1


"Bang dengarkan aku dulu"


"DIAM, sekarang pergilah sebelum ketendang kau ke kantor polisi akibat ulahmu ini"


"Bang dengarkan aku hiks.. hiks. "


"PERGI..... " Bentak Dafa membuat Asti ketakutan dan berlari meninggalkan halaman rumah Bu Mira.


Hana berjalan mendekati Dafa dan mengelus punggungnya


"Sudah ya kak, biarkan saja dia. Aku yang akan megurusnya nanti. Sekarang kita masuk ke rumah ibu yuk, ibu pasti sudah menunggu kita didalam" ajak Hana dan diangguki Dafa sambil tersenyum. Dafa mengikuti langkah Hana dan masuk ke rumahnya


"Assalamu'alaikum ibu" ucap Hana menyalami tangan Bu Mira diikuti Dafa


"Walaikumsalam nak, ayo masuk" Hana mengangguk dan mulai memasuki rumah Dafa


"Wah kamu semakin cantik saja nak, apa kamu sudah menikah?" tanya Bu Mira


"Alhamdulillah sudah bu, suami Hana lagi tugas diluar kota jadinya nggak sempat temani Hana kesini"


"Syukurlah, setidaknya ada pria yang menemanimu setelah kedua orang tuamu pergi" ucap Bu Mira diangguki Hana sambil tersenyum. Dafa membiarkan kedua wanita itu berbicara dan berlalu menuju kamarnya. Dafa merogoh ponselnya dan mengirim Video yang direkamnya tadi kepada Vian dengan tulisan


"Hana berhasil menegakkan keadilan untukmu. Dia bahkan tak pantang menyerah saat mencari pelaku yang berniat mencelakai suaminya. Dan saat pelaku itu tertangkap, dia tak kenal takut atau kehilangan nyawa. Asti orang yang nekat dan berbahaya, tapi istrimu jauh lebih nekat darinya. Itulah Hana, wanita terbaik yang pernah kukenal. Jagalah dia dan jangan lepaskan dia dari gengamanmu. Jujur saja, wanita sebaik dan pemberani sepertinya sulit untuk ditemukan.... "


************


"Ternyata Wanita yang berusaha mencelakai ku adalah Asti" geram Vian mengingat wajah Asti


"Tapi syukurlah ada wanita pelindung yang selalu berada di sisiku. Dia selalu ada untukku saat aku mengalami masalah yang bisa saja merenggut nyawaku. Mungkin sudah saatnya aku berhenti menghukumnya" ucap Vian tersenyum melihat video yang dikirimkan Dafa padanya.


Saat akan menghubungi Istrinya, sinyal tiba-tiba hilang dari tempatnya saat ini. Vian berencana jika dia menemukan sinyal kembali, maka dia akan langsung mengabari istri tercintanya


"Aku merindukanmu sayang, terimakasih atas semuanya"


Sementara di rumah Bu Mira


"Nak tunggu sebentar ya, ibu keluar sebentar untuk membeli sayur di depan"


"Baiklah Bu" jawab Hana lembut. Bu Mira segera keluar dan berjalan mendekati gerobak penjual sayur yang agak jauh dari rumahnya.


Asti yang melihat Bu Mira keluar rumah sendirian kembali lagi melancarkan rencana liciknya.


Hana yang ikut keluar menyusul Bu Mira tersentak saat dari arah berlawanan terdapat mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan siap menabrak Bu Mira.

__ADS_1


"Ibu Awas..." teriak Hana berlari kearah Bu Mira dan mendorong tubuh Bu Mira menjauh dari jalan


"Rasakan pembalasanku... " ucap Asti senang dan langsung menabrak Hana yang telah mendorong Bu Mira agar menyingkirkan dari jalanan


Alhasil, Hana terangkat ke udara dan jatuh ke aspal cukup keras


"HANA.. .... " Teriak Bu Mira melihat Hana telah terbaring lemas dan bersimbah darah dijalan. Dafa dan para warga yang mendengar keributan segera berlari keluar dan alangkah terkejutnya Dafa melihat Hana dengan kondisi seperti itu


"Siapa yang melakukan ini" tegas Dafa


"Mobil yang menabrak nona Hana disana tuan, sepertinya dia juga menabrak trotoar" ucap salah satu warga. Asti yang dikepung oleh warga segera keluar mobil dan berlari sebelum tertangkap warga. Dafa yang geram berlari dan langsung menangkap Asti yang terus memberontak


"Lepaskan aku bang, tolong lepaskan aku" pinta Asti saat berhasil ditangkap oleh Dafa


"Bapak-bapak tolong bawa wanita ini ke kantor polisi akibat percobaan pembunuhan"


"Baik Pak" para warga menarik tangan Asti dan membawanya ke kantor polisi. Dafa tak mendengar teriakan minta tolong Asti, dia segera berlari kearah Ibunya dan Hana yang terbaring lemah


"Astaghfirullah Hana, kenapa bisa seperti ini"


"Hana berusaha menyelamatkan ibu nak, mobil itu yang akan menabrak ibu, tapi hana dengan sigap mendorong ibu dan membiarkan tubuhnya yang tertabrak hiks.. hiks.. "


"Tenanglah Bu, ambulans akan segera datang" ucap Salah satu warga. Dafa dan Bu Mira tak bisa membendung air matanya melihat kondisi Hana saat ini. Mia dan lita yang baru saja dari pasar yang melihat kerumunan di tengah jalan berjalan mendekat dan alangkah terkejutnya mereka melihat teman mereka terbaring bersimbah darah dijalanan


"Ya Allah Hana, bertahan Hana hiks. hiks.. " ucap Mia duduk disamping Bu Mira mencoba untuk tetap menyadarkan Hana untuk terus membuka mata


"Mia" ucap pelan Hana mencoba tersenyum pada sahabat yang selalu ada didalam hidupnya


"Iyah Hana, aku disini. Bertahanlah hiks.. Hiks" lirih Mia mengelus kepala Hana yang telah basah terkena darah


"Kak Dafa...." lirih pelan Hana mengangkat tangannya yang penuh darah untuk mengenggam erat tangan Dafa


"Iyah han, kakak disini" ucap Dafa ikut menjatuhkan air mata. Lita dan beberapa warga merekam kejadian didepannya


"Jika suamiku pu... lang dan di.. dia tak me..mendapatiku lagi.. Kata.. kan padanya bahwa a..aku sangat men.. cintainya. Katakan padanya maaf...kan aku" ucap Hana pelan sambil menahan sakit ditubuhnya


"Tidak Hana.. Bertahanlah" pinta Dafa mengenggam erat tangan Hana


"Ku.. mohon pen... penuhi permintaanku ka.. kak" ucap Hana mencoba tersenyum. Melihat senyum yang ditunjukkan Hana membuat Dafa menghapus air matanya dan menganggukkan kepalanya


"Terima... kasih semuanya" ucap Hana dan perlahan menutup mata


"HANA" Teriak Mia dan Dafa khawatir karena tak lagi melihat pergerakan di tubuh Hana. Bu Mira dan warga yang merekam ikut menangis melihat kejadian didepan mereka.

__ADS_1


Dafa segera mengendong tubuh Hana dan berlari kearah ambulans yang baru saja datang. Dafa dan Bu Mira segera memasuki ambulans untuk menemani Hana, sedangkan Mia dan lita mengikuti Ambulans dari belakang


Bersambung......


__ADS_2