
Keesokan paginya, di pulau yang berjarak ratusan kilometer dari wilayah perbatasan
"Hana, mau pergi kemana?" Tanya sisil yang melihat hana mengeluarkan motor maticnya
"Aku akan mengunjungi restoranku. Temanku berkata hari ini ada banyak pelanggan yang berkunjung kesana. Aku ingin mengamatinya secara langsung" Balas Hana
"Hana, apakah aku.... "
"Ada apa sisil, katakan saja" Ucap Hana lembut
"Bolehlah aku ikut bersamamu"
"Tentu saja sisil, aku baru akan mengajakmu. Daripada kau sendirian di asmara, mending ikut aku mengunjungi restoran" Mendengar ucapan Hana, sisil tersenyum dan bergegas masuk ke rumahnya
"tunggu sebentar ya Hana" seru sisil berbinar dan saat memasuki rumahnya, sisil menabrak pintu yang masih tertutup
"Hati-hati sisil" Ucap Hana dan diangguki sisil dengan mengangkat jempolnya. Sementara Hana tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat semangat sisil
***********
"Lapor komandan, para prajurit berhasil melumpuhkan sebagian musuh dan sisanya telah gugur dan berhasil melarikan diri" Lapor Gama, pimpinan ular piton
"Baik, apakah ada perwira yang gugur atau terluka dalam baku tembak semalam?"
"Tidak ada yang gugur komandan, hanya 30 prajurit mengalami luka tembak dibahu dan kaki, 14 selamat dan tak menderita luka sdikitpun, sedangkan 6 perwira lainnya dilaporkan hilang"
"Siapakah perwira yang hilang itu?" Tanya komandan gusar
"Perwira yang hilang adalah letda Raka bersama 3 orang anggota timnya,Pimpinan Cobra dan Anaconda juga hilang komandan"
"Baiklah, kita akan mengerahkan seluruh pasukan untuk mencari para perwira yang hilang. Sekarang awasilah area hutan dari udara dan cari tahu letak markas besar kelompok penyelundup Bersenjata itu"
"Siap laksanakan" Ucap Piton bergerak mengikuti arahan komandan
Sementara keenam perwira yang hilang disekap di sebuah ruangan bawah tanah yang begitu pengap dan berdebu. Dika yang mulai sadar menghampiri Vian yang tak sadarkan diri dengan dada yang telah basah terkena darah yang masih terus menyembur dari bahu kirinya. Dafa segera mengeluarkan timah panas yang masih bersarang dibahu Vian dan menyumpal bahu vian agar darah segera berhenti keluar.
"Bangun payah, ingat istrimu menunggumu di rumah" Ucap Dika mencoba menyadarkan Vian. Dika terus membangunkan Vian, bahkan dia terus menepuk pipi dan memukul dada Vian. Dika mulai panik saat nadi ditangan Vian yang makin melemah dan wajah Vian telah pucat pasi
**********
Pranggggggg
Hana menjatuhkan piring yang dipegangnya sehingga Sisil tersentak kaget dan Mia yang khawatir segera mendekati Hana di mejanya
"Ya Allah, ada apa ini. Mengapa jantungku berdetak sangat kencang. Apa terjadi sesuatu pada bang Vian" Batin Hana memegang dadanya
"Ada apa Hana? Ini minumlah dulu" Ucap Mia menyodorkan segelas air dan mengelus punggung Hana
"Iyah Hana, ada apa?"
"Aku memikirkan bang Vian, apa terjadi sesuatu padanya disana" lirih Hana. Sisil yang mendengar ucapan Hana terdiam ditempat
__ADS_1
"Apa sesuatu juga terjadi pada bang Raka disana ya" lirih sisil. Hana menghapus air matanya dan mencoba tersenyum pada kedua temannya
"Tidak sisil, aku hanya merindukan suamiku saja jadi aku memikirkannya. Lagipula belum ada pemberitahuan dari bu danyon tentang kondisi prajurit disana. Jadi berdoalah semoga mereka sekarang sedang aman dan sehat walafiat" Hana menyembunyikan kekhawatirannya pada sisil, sedangkan hatinya tengah berusaha menahan gejolak di dalam dadanya
"Baiklah" Ucap Sisil kembali tersenyum mengingat suaminya. Hana menatap Mia dengan tatapan yang mengisyaratkan sesuatu. Mengerti dengan tatapan sahabatnya, Mia mengangguk dan berdiri tepat disamping Hana
"Sisil, kau tetap disini ya, aku akan menyanyi di panggung restoran utk untuk menenangkan hatiku"
"Baiklah Hana" Ucap sisil tersenyum dan kembali membaca pesan lama suaminya di ponselnya
"Ada apa Hana? Raut wajahmu tidak sesuai dengan apa yang kau katakan tadi" Tanya Mia yang berjalan disamping Hana
"Aku khawatir dengan bang Vian. Sejak kami terpisah karena bang Vian melaksanakan tugasnya, bang Vian sama sekali belum menghubungiku"
"Iyah Hana, bang Dika juga belum mengabariku. Tapi kita harus tetap berpikir positif Hana, mungkin mereka sedang ada tugas dadakan dan belum sempat menyentuh ponsel mereka. Tenanglah. Semua pasti baik-baik saja"
"Terimakasih Mia" Ucap Hana memeluk Mia
"Sama-sama Hana. Ayo ke panggung, katanya mau nyanyi"
"Baiklah" Hana tersenyum dan berjalan menaiki panggung bergabung dengan band yang memainkan musik di restorannya. Hana mengambil gitarnya dan mulai menyanyikan lagu berjudul Doa Untuk Kamu yang dinyanyikan oleh Aviwkila
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
Ada resah dalam hati
Takut yang tak terkendali
Tak baik-baik saja
Ini memang tidak mudah
Namun kau tetap berjalan
Aku menunggumu
Untuk segera pulang
Jaga diri, kuatkan hati
Tetap tersenyum
Aku berdoa, terus berdoa
Untuk dirimu
(Selama bersenandung sambil bermain gitarnya, Hana terus mengingat saat terakhir dia bertemu dengan suaminya)
Tuhan, dia sedang berjuang
Jaga dia, lindungi dia.....
__ADS_1
Karena ada yang menunggunya...
Untuk pulang..
Kita memang sedang berduka
Bukan berarti kita menyerah
Kita harus saling menjaga
Dan menguatkan
Hingga Tuhan menolong kita
Jaga diri, kuatkan hati
Tetap tersenyum
Aku berdoa, terus berdoa
Untuk dirimu
Tuhan, dia sedang berjuang
Jaga dia, lindungi dia
Karena ada yang menunggunya
Untuk pulang
Kita memang sedang berduka
Bukan berarti kita menyerah
Kita harus saling menjaga
Dan menguatkan
Hingga Tuhan menolong kita, ha-a
Kita harus saling menjaga
Dan menguatkan
Hingga Tuhan menolong kita
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
Mia yang merekam Hana yang sedang bernyanyi tersenyum puas dan langsung mengirimkan rekamannya pada Vian dan juga Dika
Bersambung....
__ADS_1