Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 67. Tabur Bunga


__ADS_3

Hana yang menangis di depan rumah segera berlari ke depan batalyon karena mendengar para prajurit yang ditugaskan telah dipulangkan


Penyambutan jenazah di depan Batalyon penuh tangis haru, bahkan ibu-ibu yang melihat peti jenazah yang terpampang foto suami mereka menangis histeris hingga jatuh pingsan


"Abang dimana, hiks.. Hiks.. " batin hana cemas melihat setiap peti jenazah yang diturunkan dari truk


"Semoga suamiku tidak ada di dalam peti itu hiks.. hiks.. "


Langit seketika mendung seolah ikut sedih melihat tangis para istri-istri prajurit yang memeluk peti suami mereka


Terhitung ada 7 peti jenazah yang diturunkan dari truk.


Hana kembali histeris saat tidak melihat Vian dan peti jenazahnya


"Dimana suamiku, DIMANA..... " teriak Hana pada prajurit yang baru saja turun dari truk


"KATAKAN DIMANA.. kenapa kalian tidak membawanya pulang" teriak Hana pada para prajurit yang terus tertunduk karena tak berani menatap wajah para istri prajurit yang belum juga menemukan suami mereka


"Istighfar Hana, tenangkan hatimu" ucap Dafa berjalan mendekati Hana dan memeluknya


"Kak Dafa, katakan dimana suamiku, kenapa kalian tidak membawanya pulang hiks.. hiks.. " lirih Hana memukul-mukul dada bidang Dafa


"Maafkan kakak Hana, kakak tidak bisa membawa pulang suamimu" ucap pelan Dafa terus memeluk punggung Hana yang sangat rapuh


"Tenanglah Bu Hana, pikirkan kondisi janinmu" lirih Bu lena yang memeluk Hana dan beberapa istri-istri prajurit yang belum ditemukan


"Pak, tolong bawalah suami kami kembali. Meskipun suami kami hanya tinggal nama, temukan jenazah mereka agar kami bisa melihat mereka untuk terakhir kalinya" lirih Bu Lena mengatupkan tangannya kepada Komandan Batalyon. Para istri prajurit lainnya juga ikut berlutut sambil mengatupkan tangan mereka


"Kami masih berusaha untuk mencari jenazah para prajurit kalian yang hilang, teruslah berdoa dan tunggulah informasi dari kami. Semoga 10 prajurit yang hilang masih hidup sekarang"


***********


Berhari-hari tim penyelamatan terus mencari keberadaan para prajurit yang hilang. Mereka terus berusaha menyisir laut dan telaga meskipun cuaca buruk selalu mengintai mereka


Dafa yang ikut menyisir lautan di sekitar telaga segera melompat ke laut ketika melihat seragam loreng para perwira yang mengambang di air


Dafa tertegun saat melihat seragam loreng bertuliskan nama Vian di dadanya. Dafa menjatuhkan air matanya mengingat kenangan indah yang dilewatinya bersama sahabatnya itu.

__ADS_1


"Bagaimana kakak akan mengatakan padamu Hana" lirih Dafa memeluk baju loreng Vian


Sudah 10 hari dilakukan pencarian, namun 10 prajurit yang hilang belum juga ditemukan, hanya barang-barang dan baju mereka saja yang ditemukan mengambang di air


Sementara para istri prajurit terus berdoa berharap suami mereka ditemukan meskipun tinggal nama, sedangkan Hana terus bersujud dengan air mata yang selalu membasahi pipinya


"Tolong bawa kembali suamiku ya Allah, hamba takut jika harus kehilangannya. Jangan pisahkan aku dengannya karena hanya dialah semangatku untuk tetap hidup dan melangkah maju kedepan. Jangan biarkan anakku tidak memiliki ayah ya Rabb, sungguh hamba takut jika nanti anak hamba menanyakan keberadaan ayahnya dan hamba tidak bisa mengatakannya, jagalah dia Ya Allah"


Tok.. Tok.. Tok..


Hana yang mendengar ketukan pintu segera melepas mukenanya dan berjalan kedepan


"Bu Hana, ayo kita ke aula Batalyon. Ada pemberitahuan tentang akhir dari pencarian para prajurit yang hilang" ajak Bu lena. Hana meneteskan air mata melihat wajah sembab bu lena dan menganggukkan kepalanya


"Baik bu" Hana segera mengunci pintu dan berjalan bersama bu lena yang suaminya juga ikut hilang dan belum ditemukan.


Bu Danyon menjatuhkan air matanya melihat anggotanya yang terus menangis menunggu informasi dari hasil pencarian. Bahkan mata para istri prajurit tersebut semakin sembab dengan penampilan mereka yang begitu kacau


"Para istri prajurit sekalian, berdasarkan hasil pencarian yang kami lakukan selama 10 hari belakangan, dengan menyesal kami mengatakan jika kami tidak berhasil menemukan prajurit yang hilang. Maafkan kami, dengan ini kami menyatakan jika 10 prajurit yang hilang telah selesai melakukan pengabdian mereka pada negara kita. Mereka gugur dan pergi dengan terhormat. Sangat sulit menyatakan mereka masih hidup karena sejak beberapa hari terakhir, cuaca disana sangatlah buruk. Dengan sangat menyesal kami menyampaikan duka ini kepada kalian" ucap komandan tertunduk karena tak mampu melihat para istri-istri prajurit yang kembali menangis histeris dan jatuh pingsan


"Hana, tetaplah kuat. Pikiran kondisi anakmu juga"


"Kakak, suamiku belum mati. Dia pasti berada di suatu tempat yang tidak kalian ketahui. Aku yakin dia masih hidup kak" lirih Hana memeluk Dafa erat


"Kasian sekali, mengapa Tuhan selalu menguji wanita sebaik dirimu" batin Dafa mengelus lembut punggung Hana


Hana berusaha berdiri untuk mendekati barang-barang yang ditemukan oleh tim pencarian diikuti istri-istri prajurit lainnya


"Biar kakak bantu yah" ucap Dafa memapah Hana untuk berjalan karena tubuh hana sangatlah lemah apalagi kondisinya sekarang yang sedang hamil


Hana menjatuhkan air matanya melihat seragam loreng yang bertuliskan nama suaminya. Tangan Hana bergetar hebat ketika mengambil seragam loreng seorang perwira yang sangat dicintainya


"Abang... Hiks.. Kenapa abang tega ninggalin adek sendiri disini. Abang juga ninggalin calon anak kita hiks.. hiks.. hiks.. " lirih Hana mendekap erat seragam loreng milik suaminya


"ABANGGG.... " Teriak Hana histeris karena tak sanggup menerima kenyataan


"Astaghfirullah Bu Vian" Teriak Bu Danki menahan tubuh Hana yang tak sadarkan diri. Dafa segera membawa Hana ke rumah dan menelpon dokter untuk mendapatkan perawatan karena kondisinya semakin lemah

__ADS_1


*********


"Bagaimana kondisinya dokter" tanya Dafa menunggu di depan kamar Hana


"Kondisinya sangat lemah, dia tertekan dan stress sehingga berpengaruh pada kesehatan bayinya. Jika kondisinya terus seperi ini, maka janinnya tidak akan tertolong"


Mendengar penuturan dokter, Dafa menghela nafas kasar


"Saya sudah resepkan Vitamin dan obat penguat kandungan, nanti ditebus di apotek yah"


"Baiklah dokter" balas Dafa


"Tidak akan kubiarkan peninggalan Vian ikut pergi bersamanya" batin Dafa melirik Hana dengan tatapan sendu dan beranjak mengantar dokter untuk pulang


*************


Keesokan paginya, Hana terbangun dengan mata yang sangat sembab. Saat pertamakali membuka mata, Hana meraba-raba disampingnya berharap suaminya ada disana dan memeluknya erat.


"Abang... abang dimana" panggil Hana mengelilingi rumahnya. Hana yang kembali teringat dengan kejadian semalam terduduk di lantai dengan air mata yang membasahi pipinya. Hana yang masih menangis sesenggukan segera menghapus air matanya dan mengusap lembut perut buncitnya


"Maafkan Bunda ya sayang, karena bunda sedih semalam, kondisimu jadi lemah didalam sini. Bunda janji saat adek lahir nanti, bunda yang akan menjaga adek sepenuh hati sehingga adek tak kekurangan kasih sayang meskipun tanpa ayah disini" gumam Hana yang mengelus lembut perutnya karena janinnya yang kembali menendang.


Hana segera bersiap-siap untuk mengikuti tabur bunga di telaga dan juga di laut tempat para prajurit ditemukan tak bernyawa.


Hana yang ditemai Mia kini telah sampai diatas kapal yang membawa mereka menuju telaga untuk melakukan proses tabur bunga.


Selama perjalanan menuju telaga, Hana hanya terdiam sambil terus mengusap perutnya


Mata Hana berkaca-kaca melihat istri para prajurit yang gugur dengan wajah iklasnya melepas kepergian suami mereka. Apalagi anak-anak mereka yang masih kecil dan belum memahami dengan kepergian ayah mereka sangatlah menyayat hati


"Kini, hanya namamu yang selalu dikenang, pengabdianmu pada negara telah selesai. Aku tak akan pernah lagi merasakan dekapan hangat dan aroma tubuhmu. Semua orang mungkin menganggapmu telah mati, tapi bagiku kau akan selalu hidup. Iya kau hidup, hidup didalam setiap kenangan yang tersimpan rapi dihatiku. Andai kita bisa bertemu suatu saat nanti, akan kuceritakan padamu jika aku masih menunggumu kembali saat ini. Hatiku berkata kau masih ada di dunia ini. Jika hatiku memang benar, maka akan kutunggu kau kembali selama itu mungkin. Aku akan terus mencintaimu sayang, dimanapun kau berada, aku akan selalu menunggumu kembali" batin Hana menatap hamparan laut yang begitu teduh.


Hana menolak untuk mengikuti proses tabur bunga karena hana merasa Vian masih ada di dunia ini. Hana bertekad akan mencari suaminya sendiri meskipun proses pencarian telah diberhentikan


"Semoga kita bisa bertemu kembali sayang. Biarlah kupendam rindu ini sendirian. Aku akan selalu setia menunggumu disini. Jika kau kembali hatiku akan sangat bahagia. Namun jika kau tak kunjung pulang, biarlah ikhlas yang melepasmu pergi"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2