Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 22. Lindungilah Dia


__ADS_3

"KAKAK........ " Teriak Hana terbangun dari tidurnya, bahkan air mata dan keringat dingin kini menbasahi pipi dan keningnya. Dalam mimpinya, Hana melihat Vian dengan wajah yang cerah tersenyum manis padanya dan membalikkan badannya menuju sebuah pintu cahaya yang sangat terang. Hana mengejar Vian yang semakin menjauh dan saat Vian akan hilang dibalik pintu cahaya tersebut, Hana terbangun dan mulai khawatir dengan keadaan Vian sekarang


"Ya Allah ada apa ini? Mengapa mimpi itu terasa seperti nyata? Apa terjadi sesuatu pada kak Vian hiks.. hiks.. " Lirih Hana mengingat wajah Vian. Saat melirik jam di dindingnya, tertera saat ini masih pukul 2 dini hari. Hana beranjak mengambil wudhu untuk melakukan shalat tahajud demi ketenangan hatinya


"Ya Allah yang Tuhanku, lindungilah calon suamiku di manapun dia berada, jagalah dia agar tetap aman Ya Allah, hati ini sangat takut kehilangannya. Kabulkan doa Hamba Ya Allah, sesungguhnya hanya pada-Mu tempat kami memohon dan meminta pertolongan" Ucap Hana mengaminkan do'anya dan bersujud cukup lama dengan air mata yang selalu mengalir mewakili kekhawatiran hatinya saat ini.


Sementara di Desa N


"Hei bangun Vian, bangun..... " Ucap Dika menepuk-nepuk pipi Vian yang tak sadarkan diri akibat luka tembak di bahunya


"Bangunlah Vian, pikirkan Hana yang saat ini menunggumu" Masih tidak ada jawaban dari Vian


"Jika kau masih saja terlelap, maka aku yang akan menikahi Hana"


"Uhuk... Uhuk.. Jangan kau lakukan itu padaku" Ucap Vian yang mulai sadar. Dengan cepat Raja memberikan Sebotol air mineral yang langsung diteguk habis oleh Vian


"Haha ngomongin soal Hana dia langsung sadar" Ucap raja


"Mau bagaimana lagi bang, dia adalah belahan jiwaku" ucap Vian tersenyum


"Hahaha Dasar" Ucap Dika


"Bagaimana kelompok bersenjata api yang menyerang kita tadi" tanya Vian


"Mereka telah habis diberantas tadi. Satu orang dari mereka berhasil ditangkap dan akan diinterogasi di markas sebentar"

__ADS_1


"Baiklah"


Setibanya mereka di markas, terlihat jika salah satu anggota dari para kelompok bersenjata tengah diinterogasi didalam suatu ruangan dimana di setiap penjuru ruangan terdapat senapan yang siap menembakkan pelurunya. Vian dan beberapa anggota lainnya mengamati dari dinding kaca proses interogasi yang tengah berlangsung


"Katakan dimana markas kalian dan siapa yang memimpin organisasi kalian" Ucap salah satu prajurit mnodongkan senjatabya tepat di kening si pelaku


"Sampai matipun aku tidak akan memberitahumu"


"Cepat katakan sebelum kuhabisi kau"


"Silahkan saja, habisi aku, karena aku tak akan memberimu rencana kami sebenarnya"


Pelaku tersebut tersenyum smirk dan menyatukan kepalanya dengan ujung senapan. Namun senyumnya sirna saat mendengar panggilan putrinya


"Ayah.. " Terlihat jika seorang gadis kecil digendong ibunya tengah berada di pintu ruang interogasi


" jika kau masih ingin melihat putrimu, katakanlah siapa yang memimpin organisasi pemberontakan kalian? Dan siapa yang memimpin organisasi itu?"


"Tapi jika aku memberitahunya, kelompok kami akan menghabisi ku dan juga putrimu"


"Tenanglah, kalian aman dalam perlindungan kami. Jadi katakanlah"


Si pelaku menghela nafas sebelum menjawab


"Markas organisasi kami terletak di tengah hutan lebat di desa ini. Pimpinan kelompok kami adalah... "

__ADS_1


"Markas di serang............ "


Vian beranjak mengambil senjata namun dicegah Dika


"Kondisimu belum sepenuhnya pulih, lebih baik jika kau yang menjaga keluarga pelaku dan si pelaku tersebut"


"Siap laksanakan" Vian dan beberapa anggota tetap di dalam markas melindungi Keluarga dan si pelaku.


Dooor...dooor... Dooor....


Boooommmm


"Aa arghh."


"Lettu Vian, Berhati-hatilah. Ada beberapa anggota telah berhasil memasuki ruangan ini"


"Tetap siaga dengan setiap serangan"


Baku tembak terjadi di depan markas dan juga di dalam ruang interogasi.


"Cepat lindungi istri pelaku, aku yang akan melindungi anaknya"


Saat Vian menolong anak kecil yang tengah menagis, terlihat salah satu kelompok bersenjata yang berhasil menerobos keamanan mengarahkan senapannya tepat diarah Vian dan


Dooor....

__ADS_1


"Aaarghh..... "


Bersambung.....


__ADS_2