Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 24. Sergap


__ADS_3

Pukul 8 malam, Vian dan beberapa pasukan siap untuk terjun payung ke hutan lebat yang menjadi markas besar kelompok bersenjata. Beberapa tim juga menyusuri hutan lengkap dengan senjata dan alat-alat pengamanan lainnya. Setelah mendarat sempurna, Vian dan beberapa prajurit berjalan menyusuri hutan yang terdapat banyak binatang buas didalamnya. Dengan siaga dan penuh kehati-hatian, Vian dan para prajurit berjalan menyusuri jalan serapak di tengah hutan.


Setelah 45 menit menyusuri area hutan, para prajurit telah sampai di gudang besar yang terletak ditengah hutan tersebut


"Kalian dibagi beberapa tim. Tim A kearah kiri, Tim B kearah kanan, dan tim C ikut aku. Tim A dipimipin oleh lettu Dafa, tim B dipimpin oleh Letda Gama" tegas Vian


"Siap laksanakan" para prajurit bergerak sesuai instruksi, begitu juga dengan Vian yang mengendap-endap memasuki gudang


Vian menginjak bom waktu yang ditancapkan ketanah, waktu terlihat tinggal 5 detik lagi.


"Semuanya mundur, ada bom disini" Tegas Vian dan beberapa anggotanya bergegas mundur.


Boooommmm


Benar saja bom langsung meledak dan mengundang para kelompok bersenjata untuk keluar dari markas mereka.


Dooor....


Dooor...


Dooor...


Terlihat kelompok A dan B tengah terlihat baku tembak dengan para pemberontak yang menyebar kearah kiri dan kanan, sedangkan Kelompok yang dipimpin Vian menunggu semua bom yang masih saja meledak didepan pagar gudang. Setelah bom selesai meledak, Vian dan para prajurit menerobos tebalnya asap dan menembak satu persatu kelompok bersenjata yang menghadang mereka


"Pasukan semuanya menyebar, kuasai setiap sudut" perintah Vian


Merasa ada peluang, Vian berlari menuju kedalam markas mencari pimpinan para pemberontak


"Angkat tangan" Ucap anak buah pemberontak tersebut tepat kearah Vian


Vian mengangkat tangannya keatas dan membalikkan badannya perlahan. Saat berhadapan dengan musuh, Vian tersenyum smirk

__ADS_1


Dooor...


Dooor..


Dooor...


Sebuah tembakan diarahkan ke sudut tertentu sehingga para anggota musuh berdiri dan waspada, sedangkan Vian menendang sisi tengah musuh sehingga senapan panjangnya terjatuh.Vian langsung mengambil alih senjata itu dan


Dooor...


Dooor...


Dooor..


Vian berlari dengan menembak secara brutal ke segala arah. Setelah melihat pimpinan yang menjadi ketua pemberontakan keluar dengan perlindungan anak buahnya, Vian segera memberitahu anggotanya melalui earpiece nya


"Lindungi saya, target sudah didepan mata"


Dooor...


Dooor


Dooor


Boooommmm


Para pasukan bantuan melemparkan bom kearah musuh sehingga para musuh yang melindungi pimpinan mereka tumbang satu persatu


"Menyerahlah" Ucap Vian menodongkan senapannya tepat di kepala Pimpinan itu


"Tidak akan, saya tudak akan menyerah demi negara ini"

__ADS_1


"Apa maksudmu, justru negara sangat senang jika kami berhasil memberantas kelompok pemberontakan kalian"


"Hahahha kamu tidak mengetahui tentang negara yang kamu Abdi. Ketahuilah pengabdianmu pada negara tidak pernah dianggap. Jadi bergabunglah dalam organisasi ku. Penembak dan perwira tangguh sepertimu akan mendapat tempat yang tinggi dalam organisasi kami"


"Kalian sungguh keterlaluan"


Dika menarik pelatuknya dan menebak tepat dikaki pimpinan itu


Dooor


"Ini untuk desa dan negara yang kalian hancurkan"


Dooor, Dafa menembak dibahu kiri pimpinan tersenyum


"Ini untuk warga desa yang kau pisahkan dari keluarga mereka"


Dooor, tembakan terakhir dari Gama tepat mengenai dadanya


"Ini untuk semua nyawa yang meregang karena ulah kalian. Nyawa dibalas dengan nyawa"


Pemimpin itu tumbang dengan darah yang bersimbah di mana-mana, bahkan pakaiannya telah memerah menyemprotkan darah segar yang keluar dari jantungnya


Boooommmm


Boooommmm


Suara ledakan pun terdengar keras, hingga markas mereka satu persatu hancur


Boooommmm


Boooommmm

__ADS_1


Ledakan kedua semakin mengeras, markas dan benteng pertahanan musuh pun runtuh dan hancur. Vian bersama para pasukan lainnya berlari meninggalkan markas musuh yang telah hancur dimakan si jago merah


Bersambung...


__ADS_2