Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 42. Terimakasih Bu Danton


__ADS_3

Hana dengan tergesa-gesa berlari ke puskesad sambil memegang ramuan ditangannya. Setelah tiba di puskesad, Hana segera mencari keberadaan dokter rangga


"Dokter rangga, bagaimana keadaan para pasien?" Tanya Hana


"Mereka masih keracunan hana, sampai saat ini belum ada kemajuan di tubuh mereka" Ucap Rangga gusar


Hana menyerahkan ramuan yang dibuatnya pada dokter rangga


"Dokter rangga, ini adalah obat herbal untuk mengatasi gejala keracunan. Ibuku yang mengajarkanku untuk membuatnya. Aku telah mengujinya pada bang Vian dan alhamdulillah gejala keracunan di tubuh bang Vian berangsur-angsur hilang"


"Baiklah Bu Hana, saya akan mencobanya pada salah satu pasien. Tolong buatlah lagi di laboratorium jika ternyata obat herbal ini ampuh mengatasi gejala keracunan"


"Baik dokter" Hana bergegas menuju laboratorium, begitu juga dokter rangga yang langsung meminta para perwira untuk meminumnya. Selang 2 menit, gejala keracunan yang dialami sebagian perwira telah berangsur hilang membuat dokter rangga dan para istri perwira bernafas lega


Dokter rangga meminta ramuan buatan hana di laboratorium dan kembali memberikan ramuan herbal itu pada semua perwira yang keracunan. Selang 2 menit lagi, semua gejala keracunan yang dialami para perwira berangsur hilang


"Alhamdulillah, terimakasih ya pak dokter telah menolong suami saya"


"Iyah dokter terimakasih banyak telah melegakkan nafas kami" Ucap istri para prajurit bahagia


"Semua ini karena ramuan obat yang diberikan Bu Hana yang sangat ampun menghilangkan gejala keracunan dengan selang waktu 2 menit saja" Ucap dokter rangga menjelaskan. Para istri prajurit terharu dan langsung memeluk Hana yang baru saja keluar dari laboratorium


"Terimakasih Bu Danton, karena ramuan herbal buatan ibu, suami kami kembali pulih dari keracunan"


"Sama-sama ibu-ibu. Lagipula kita kan keluarga besar batalyon, sudah sepantasnya kita saling membantu"


"Terimakasih Bu Danton. Akhirnya kami bisa bernafas lega"


"Sama-sama Bu Danki" balas Hana tersenyum


"Bu Danki, sepertinya ada yang memasukan sesuatu pada makanan buatan Bu Danyon" Ucap Bu lena

__ADS_1


"Benar Bu, saya juga berpikir seperti itu"


"Kita juga mencicipi masakan buatan Bu danyon tadi, tapi kita tidak mengalami gejala keracunan sedikitpun. Mungkin ada yang sengaja meletakkan racun di makanan itu sebelum kita akan membawanya ke halaman batalyon" ucap Hana berselidik


"Benar Bu, kita akan menyelidiki kejanggalan itu esok. Lebih baik kita kembali ke rumah masing-masing karena hari sudah semakin larut" perintah Bu Danki


"Baik Bu"


Hana mengangguk dan ikut pulang ke rumahnya. Saat membuka pintu kamarnya, Hana tersenyum melihat jika suaminya telah memasuki alam mimpi. Hana memperbaiki selimut yang menutupi tubuh suaminya dan ikut merebahkan dirinya disamping Vian. Hana memeluk erat tubuh Vian dan perlahan menutup matanya


Keesokan harinya, Hana dan ibu-ibu yang turut membantu menyiapkan hidangan semalam berkumpul di depan rumah Bu Danyon. Bu Danyon bernafas lega dan langsung memeluk Hana usai Hana membantu dokter menghilangkan gejala keracunan dengan ramuan herbal buatannya


"Terimakasih Bu Danton, karena ada saya kembali bernafas lega"


"Sama-sama Bu Danyon. Sekarang kita harus menyelidiki kejanggalan dibalik ini semua" Ucap Hana


Para ibu-ibu mulai berdiskusi mencari tahu penyebab makanan mereka mengandung racun, namun pikiran semua ibu-ibu mengarah pada Bu Danyon. Karena hanya Bu danyon yang memasak semua hidangan, sedangkan ibu-ibu yang lainnya hanya memotong-motong sayur dan membantu seperlunya. Ditengah kejenuhan ibu-ibu persit, Sisil menarik tangan hana untuk mengikutinya


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Hana"


" Apa kau tahu dalang dibalik keracunan semalam" tanya Hana


"Aku mengetahui dalang dibalik semua itu Hana"


"Ceritakan padaku" Pinta Hana memegang bahu Sisil. Sisil mengontrol nafasnya dan mulai menceritakan hal yang diketahuinya


Flashback on


Asti yang sangat membenci Hana dan Bu Danyon mulai melancarkan aksinya. Asti ikut membantu ibu-ibu di dapur dan bercengkrama dengan mereka. Setelah makanan yang dimasak Bu Danyon telah selesai, Bu Danyon memerintahkan para anggotanya untuk membereskan meja di Halaman batalyon


"Ibu-ibu semua, tolong atur meja di halaman batalyon ya, saya sendiri yang akan menjaga makanan ini didapur. Dan Bu Danki, tolong awasi dan pimpin para ibu-ibu ya"

__ADS_1


"Baik Bu" Bu Danki dan para anggotanya pergi ke halaman dan batalyon meninggalkan Bu Danyon sendirian di dapur. Bu Danyon yang menjaga makanan di dapur kebelet dan lansung memasuki kamar mandi sehingga tidak ada penjagaan pada makanan yang telah disiapkan. Asti yang bersembunyi di ruang tengah mengendap-endap ke arah dapur dan mulai menaburkan racun pada makanan yang dibuat Bu Danyon. Racun itu membuat rasa masakan menjadi nikmat sehingga orang-orang ketagihan, tapi efek racun itu akan timbul setelah 3 menit saat racun tersebut memasuki tubuh. Gejala yang ditimbulkan oleh racun itu seperti sakit perut yang hebat, dan seluruh bagian tubuh mengeluarkan keringat yang dapat membasahi pakaian.


"Ini akibat selalu saja membentak ku. Rasakan kembali serangan ku Bu Danyon, hihihi" batin Asti tersenyum licik dan bergegas menyusul ibu-ibu ke halaman batalyon. Asti tak menyadari jika di balik pintu dapur, ada Sisil yang tengah mengamatinya sambil merekam tindakannya tadi.


Flashback on


"Ceritanya begitu Hana"


Hana melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan Sisil


"Jangan memfitnah sembarangan Sisil, itu tidak baik"


"Tapi Hana, aku punya buktinya"


"Lalu kenapa kau tidak mengatakannya padaku sebelum para prajurit memakan makanan itu" kesal Hana


"Maafkan aku Hana, aku begitu takut mengatakannya. Tapi saat itu aku juga kehilangan ponselku dimana ada bukti rekaman Bu Asti yang memasukan racun pada makanan Bu Danyon"


"Tidak apa-apa Sisil, aku mengerti. Lalu Dimanakah kau menjatuhkan ponselmu?"


"Aku lupa Hana, tapi aku akan mencarinya"


"Baiklah" Ucap Hana menepuk bahu Sisil dan berlalu menuju rumahnya


******


"Hahahha rasakan pembalasanku" Asti tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian semalam, apalagi saat komandan batalyon membentak Bu Danyon yang terus tertunduk.


"Satu serangga telah berhasil, sisa 2 serangga lainnya, hihihi.... "


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2