
Vian bermain bersama Viara sehingga suara tawanya terdengar di penjuru ruangan
"Bagaimana, apa anak ayah senang?" tanya Vian bermain kuda-kudaan bersama putrinya. Viara tertawa riang dan memeluk punggung ayahnya
Hana yang melihat keasyikan suami dan putrinya yang bermain bersama tersenyum dan berjalan mendekati mereka sambil membawa nampan makanan
"Udah ya mainnya, pasti ayah udah capek sayang" ucap Hana lembut. Viara mengelengkan kepalanya dan kembali memeluk ayahnya
"Ayolah sayang, pasti Viara sama ayah udah lapar kan, ini bunda bawain makanan kesukaan Viara samsayah" ucap Hana membuka tangannya untuk mengendong Viara dari pelukan Vian. Viara kembali mengelengkan dan memeluk ayahnya erat
"Jadi bunda dicuekin nih" ucap Hana berpura-pura sedih
"Hahahha, siapa bilang bunda dicuekin, bunda kan wanita terbaik ayah dan juga Viara" ujar Vian membawa Hana kedalam pelukannya.
"Terimakasih ayah, sekarang kita makan yuk, bunda udah lapar nih"
"Wah, bunda ternyata membuat masakan kesukaan ayah yah"
"Iyah dong yah, ini juga makanan kesukaan Viara loh" ucap Hana mulai menyuapi Viara.
Hana tersenyum memandangi wajah Vian yang makan begitu lahap sambil menyuapi Viara. Vian yang menyadari Hana terus saja menatapnya berhenti mengunyah dan tersenyum manis kepada istrinya
"Bunda kok ngelihatin ayah terus, bunda mau disuapin juga ya" goda Vian membuat wajah Hana merona merah
"Hahha nggak perlu malu sayangku, sini abang suapin" ucap Vian mulai menyuapi Hana dan mengecup kenin Hana lembut. Vian terus bergantian menyuapi istri dan putrinya sambil sesekali bercanda dan mendapatkan gelak tawa bahagia dari kedua wanitanya
"Abang senang kita bisa berkumpul seperti saat ini sayang" ucap Vian menidurkan Viara di tempat tidurnya
"Iyah bang, adek juga bahagia akhirnya abang kembali pulang setelah sekian lama. Jangan ninggalin adek lagi ya" ucap Hana kembali memeluk Vian sangat erat
__ADS_1
"Iyah sayang, selama doa adek selalu bersama abang, maka abang akan selalu baik-baik saja meskipun kita jauh"
"Ngomong-ngomong abang kemana saja setelah melawan kelompok orang jahat itu?"
Vian mengela nafas dan mulai menceritakan kejadian yang dialaminya dulu
"Saat itu, abang dan teman-teman lainnya melawan ketua kelompok itu di dekat telaga. Abang dan para prajurit sudah berusaha untuk menyerang dan melawan mereka, tapi kami kalah jumlah sayang. Saat itu kami dihajar habis habisan dan para prajurit yang gugur ditembaki secara brutal hingga mereka meregang nyawa. Abang nggak ikut ditembak karena saat itu abang sedang melawan ketua mereka. Namun salah satu dari mereka menikam abang dari belakang hingga abang tersungkur ketanah" ucap Vian terhenti karena melihat wajah istrinya yang terus terdiam menatapnya sambil mengalirkan air matanya
Vian mengelus lembut pipi Hana dan kembali melanjutkan ceritanya
"Ketua mereka yang melihat jika abang masih bergerak dan meringis kesakitan berjalan mendekati abang dan menginjak-injak tubuh abang hingga abang tak memiliki tenaga lagi. Mereka menceburkan abang ke dalam telaga sehingga abang tak sadarkan diri. Saat abang terbangun, abang berada di sebuah rumah yang berada di desa sebelah. Orang yang menolong abang berkata jika abang ditemukan terdampar di pinggir pantai. Sejak saat itu orang itu merawat dan menjaga abang. Orang itu terus berusaha untuk mengembalikan ingatan abang karena orang itu sangat sedih memikirkan kondisi istri abang yang jauh dari suaminya. Kau tahu sayang, wanita itu sangatlah baik. Bisanya wanita seperti itu akan mengambil kesempatan untuk memiliki abang sepenuhnya, tapi tidak dengan wanita itu. Wanita itu selalu sedih membayangkan istri abang yang pasti menunggu abang pulang. Jadi jangan salah paham yah pada wanita itu" ucap Vian membawa Hana kedalam pelukannya
"Siapa wanita itu bang, adek ingin berterimakasih padanya. Karena berkat bantuannya, hidup adek kembali bahagia seperti dulu" Jawab Hana menghapus air matanya
"Wanita itu ada di rumah Dafa, nanti besok kita akan mengunjunginya. Adek setuju?"
"Iyah bang, adek setuju"
"Adek boleh minta sesuatu sama abang nggak?"
"Boleh dong sayang, katakan saja apa yang adek inginkan dari abang"
"Abang peluk adek sampai pagi yah. Adek rindu tidur sambil dipeluk abang" ucap Hana manja
"Hahaha Iyah sayang, walaupun adek nggak memintanya, abang akan tetap memeluk adek sepanjang malam" balas Vian mengecup bibir Hana yang menjadi candunya. Hana segera memperbaiki selimut dan memeluk Vian erat hingga dia tertidur lelap didalam pelukan itu
************
Keesokan harinya, Hana segera pergi ke rumah Dafa untuk menemui seorang wanita yang telah menyelamatkan suaminya
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" sapa Hana pada seorang wanita yang tengah menyiram bunga di pekarangan rumah
"Walaikumsalam.. " ucap Laila terhenti saat melihat wanita yang ada di depannya sekarang. Laila menjatuhkan air matanya dan bertambur memeluk sepupunya itu
"Hana, ini kau kan hiks.. hiks.. " lirih Laila dibahu Hana. Hana mengelus punggung Laila yang bergetar hebat
"Iyah Laila, ini aku" ucap Hana lembut.
"Kau kemana saja selama ini. Aku dan ayahku pergi mencarimu setelah insiden itu. Tapi kami tak kunjung menemukanmu?" Tanya Hana
"Setelah kematian kedua orang tuaku, aku dibawa ke desa sebelah dan tinggal di panti asuhan disana" ucap Laila menghapus air matanya
"Sayang, apa kau mengenal atau bertemu Laila sebelumnya?" tanya Vian yang berdiri dibelakang Hana sambil mengendong Viara
"Iyah bang, Laila adalah sepupuku. Dia putri dari adik ayahku. Kami terpisah saat ayahku pindah ke kota ini. Tapi syukurlah satu-satunya keluargaku masih ada disini" ucap Hana tersenyum manis kearah Laila
"Baguslah sayang, Laila adalah wanita yang menolong abang sewaktu abang hilang dulu sayang. Dialah wanita itu, wanita yang berhati mulia, sama sepertimu" jelas Vian tersenyum pada kedua wanita hebat di depannya
"Terimakasih yah Laila, kau membawa kembali kebahagian dihidupku dan juga putriku"
"Iyah Hana, aku juga senang bisa membantumu dan membalas setiap kebaikanmu dulu sewaktu kita kecil. Jadi bang Vian adalah suamimu?"
"Iyah Laila, dan gadis kecil yang ada di gendongannya adalah putri kesayangan kami, namanya Viara" balas Hana tersenyum manis
"Bolehkah aku mengendongnya?"
"Tentu saja Laila, tanpa bertanya pun kami akan tetap membiarkanmu untuk mengendong putri kami". Laila tersenyum dan segera mengambil alih Viara dari gendongan ayahnya. Laila bermain-main bersama Viara sehingga tawa Viara menggema.
Vian yang melihat wajah bahagia orang-orang di depannya tersenyum bahagia dan merangkul bahu istri tercintanya
__ADS_1
"Aku beruntung bisa memiliki dan dimiliki olehmu. Aku adalah pria yang paling beruntung di dunia ini karena mendapat wanita sebaik dirimu. Aku bersyukur bisa ditakdirkan menjadi pendamping hidupmu. Teruslah bersamaku hingga rambut kita memutih bersama. aku akan terus menjaga dan melindungi wanita yang bersama denganku, meskipun nyawaku diujung peluru. Selamanya kau hanya milikku seorang"
Bersambung......