
Setelah tiba di rumah sakit, Hana yang tidak sadarkah diri langsung dilarikan ke dalam ruang pemeriksaan. Sisil dan Mia terus mondar mandir di depan pintu dengan perasaan cemas.
20 menit kemudian, Mia dan sisil segera berlari ke pintu dimana seorang dokter baru saja keluar dari ruang rawat Hana
"Bu dokter, bagaimana kondisi teman saya"
"Alhamdulillah teman anda baik-baik saja. Dimanakah suami dari Bu Hana?"
"Suami Hana keluar kota untuk melaksanakan tugas negara dokter"
"Jadi bagaimana teman saya bisa mengalami hal seperti tadi dokter?" tanya sisil cemas
"Itu adalah salah satu gejala bagi wanita hamil. Apalagi usia kandungan Bu Hana baru berusia 3 minggu"
"Teman saya hamil dokter?" tanya Mia antusias
"Benar Bu, kondisi kandungannya sangat lemah, stress membuat kondisinya lemah dan pingsan tadi. Saya sudah resepkan Vitamin dan obat penguat kandungan, nanti kalian tebus di apotek yah"
"Baik dokter" ucap sisil dan Mia serentak. Setelah dokter meninggalkan ruang rawat Hana, Mia dan sisil saling pandang dan segera masuk untuk menemui Hana
"Wah Hana, selamat yah atas kehamilamu" ucap sisil memeluk Haha. Hana tersenyum dan membalas pelukan kedua sahabatnya
"Aku sudah tidak sabar ingin menjadi tante dari anakmu" ucap Mia bahagia
"Terimakasih teman-teman, kalian telah banyak menolongku" ucap Hana tersenyum bahagia
"Adek kuat diperut ibu yah, pasti ayah senang jika tahu adek telah ada di perut ibu" batin Hana mengelus lembut perutnya yang masih rata. Setelah menebus obat di apotek, Sisil dan Mia mulai mengantar Hana pulang untuk beristirahat di rumahnya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, Mia dan sisil terus saja mengoceh tentang kehamilan Hana. Hana tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat antusias kedua sahabatnya yang tidak sabar menunggu kelahiran anaknya
"Istirahat yang cukup ya hana, jangan lakukan aktivitas berat. Itu akan membahayakan calon keplonakanku. Jika kau membutuhkan sesuatu, beritahu aku yah " ucap sisil mengantar Hana masuk ke rumahnya
"Siap komandan" jawab Hana mendapat tawa dari Sisil
*************
"Semoga kau tidak marah padaku sayang" batin Vian mengetik kontak Hana menunggu sambungan videonya tersambung
Hana yang akan meminum obat segera mengambil ponselnya yang berdering diatas nakas. Saat melihat nama yang tertera di ponselnya, senyum hana mengembang dan langsung menjawab panggilan video dari orang yang sangat dicintainya
"Assalamu'alaikum abang" ucap Hana tersenyum manis melihat wajah Vian
"Walaikumsalam sayang, abang merindukanmu dek. Maafkan abang yang baru ngasih kabar padamu dek"
"Adek yang kuat disana yah, abang janji setelah abang pulang nanti, abang akan selalu memelukmu" ucap Vian berusaha tersenyum namun air mata berhasil lolos dari matanya
"Abang kok nangis, siapa yang berani menganggu suami adek disana" mendengar ucapan Hana, Vian refleks mengusap air matanya dan berusaha tersenyum pada Hana
"Abang nangis karena merindukanmu sayang"
"Jangan nangis sayangku, adek jadi lemah melihat air mata di wajah suami adek. Adek juga merindukanmu sayang. Dan adek punya berita bahagia untuk abang"
"Apa itu dek?"
Hans tersenyum manis pada Vian dan mulai memberitahu kehamilannya
__ADS_1
"Sebentar lagi, adek nggak bakalan kesepian jika abang tinggal bertugas" ucap Hana tersenyum manis kearah Vian
"Apa maksudmu sayang?" tanya Vian mulai cemas
"Semoga adek nggak ninggalin abang setelah mengetahui kekurangan abang" batin Vian mencerna senyuman manis Hana
"Sebentar lagi, Abang akan jadi ayah untuk anak yang dikandung adek sekarang". Ketegangan hati vian kini telah berubah mendengar ucapan yang menyejukkan hatinya
"Coba katakan sekali lagi sayang?" Tanya Vian berbinar bahagia
"Iyah sayangku, sebentar lagi abang akan jadi ayah untuk anak kita" balas Hana tersenyum bahagia.
Vian yang merasa melayang diudara beranjak dari tempat duduknya dan mulai bersujud syukur pada pencipta-Nya yang masih mempercayainya untuk memiliki seorang anak
"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih dek udah bahagiain hati abang hari ini. Jagalah anak kita yang sedang kau kandung ya sayang, abang janji jika abang pulang nanti, abang akan selalu menemani dan membahagiakan kalian berdua"
"Sama-sama ayah. Adek tunggu ayahh pulang yah, kita akan jalan-jalan bareng ayah nanti" ucap Hana menirukan suara anak kecil yang mendapatkan gelak tawa dari Vian
Dokter Rangga yang mengamati Vian yang berbahagia berjalan kearahnya untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi
"Ada apa Vian? Kok wajahmu cerah sekarang, padahal barusan wajahmu seperti mendung di sore hari"
"Ternyata aku masih dipercaya oleh Allah untuk memiliki seorang anak. Sekarang istriku tengah mengandung anakku dokter" seru Vian bahagia setelah mematikan sambungan video
"Alhamdulillah, aku turut bahagia untukmu sobat" ucap dokter Rangga memeluk Vian yang kembali ceria seperti dulu
"Aku janji akan menjaga titipan-Mu ya Allah, terimakasih telah memberiku amanah untuk menjadi seorang ayah"
__ADS_1
Bersambung.....