Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 39. Abang Pulang


__ADS_3

9 bulan telah berlalu, dan hari ini adalah hari kepulangan para perwira yang bertugas menjaga wilayah perbatasan.


Semua penduduk desa mengantarkan para prajurit ke pelabuhan dimana ada kapal besar yang akan membawa orang-orang baik yang singgah cukup lama dan memberikan kenyamanan


"Pak kepala Desa, kami pamit ya"


"Baiklah pak, Terimakasih telah membawa kebahagiaan di desa kami. Dan terimakasih selalu setia menjaga keamanan perbatasan di desa kami"


Para prajurit membalas lambaian tangan warga yang menangis dan terharu harus berpisah dengan teman-teman baik mereka, apalagi seorang gadis muda yang berdiri disamping pak kepala desa. Gadis itu menatap kapal yang semakin menjauh dengan air mata yang tak hentinya mengalir


"Aku akan merindukanmu selalu prajuritku. Biar kupendam perasaan ini sendirian, sampai suatu saat nanti takdir akan mempertemukan kita kembali akan kuceritakan rasa cintaku padamu" Batin Marwa menatap kapal yang hampir tak terlihat lagi


"Vian, apa kau tak melihat tatapan Marwa tadi? Tatapan yang seolah mengisyaratkan sesuatu, sesuatu yang cukup dalam dan sulit" Ucap Dika


"Benar lettu, aku juga berpikir seperti itu. Dalam matanya seolah mengisyaratkan jika dia tidak kuat jika harus berpisah denganmu. Matanya yang sayu tak berhenti memandangmu sampai abang ikut terbawa kapal ini" jelas Raka


"Apa dia mencintaimu Vian?" Tanya Dika tiba-tiba


"Mungkin dia hanya sedih karena harus berpisah dengan teman baiknya, sama seperti warga desa lainnya. Lagipula aku hanya mencintai satu orang saja, dan namanya selalu rapi dalam hatiku" Balas Vian


"Tapi jika dia mencintaimu bagaimana?"


"Jika dia benar mencintaiku, semoga dengan perpisahan ini dia dapat menghilangkan rasa cinta itu padaku agar dia bisa mencintai orang lain yang jauh lebih baik dan ditakdirkan untuknya"


"Iyah bang"


*******


"Ayo ayo ayo Hana" Ucap Sisil senang menarik tangan Hana agar keluar dari rumahnya


"Iyaiya, sabar ya aku kunci pintu dulu"


"Cepat Hana, nanti kapalnya keburu bersandar"


"Ya ampun Sisil, tenanglah dulu"


"Aku sangat bahagia akhirnya mereka pulang hari ini" Ucap Sisil berbinar bahagia

__ADS_1


"Iyah Sil, aku tidak sabar memeluk suamiku setelah sekian lama menunggunya pulang"


"Iyah Hana, ayo kita jalan sekarang" Ucap Sisil berlari menaiki jok belakang motor Hana. Hana tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya


"Drt.. Drt. " ponsel Hana berdering


"Assalamu'alaikum Hana, kau dimana?" Tanya Mia


"Aku di rumah Mia, aku baru saja akan berangkat ke pelabuhan"


"Yaudah, datang secepatnya ya, aku menunggumu disini"


"Siap laksanakan"


"Ayo ayo Hana, cepat jalankan motornya" pintar Sisil tak sabar


"Oke pegangan yang kuat ya"


Ucap Hana tersenyum licik dan mulai melajukan motornya


"Aaaaaaa Hana jangan cepat-cepat dong" teriak sisil ketakutan


"Iya sih, tapi jika kita celaka maka kita akan beda alam dengan suami kita"


"Hahaha baiklah" Hana melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Setelah tiba di pelabuhan, dari kejauhan telah terlihat kapal yang membawa prajurit kembali. Sisil dan Mia berpegangan tangan dan loncat-loncat meluapkan rasa bahagia mereka


"Ya ampun kalian ini, ingat umur dong" balas Hana


"Ayolah Hana, pasti kau ingin bergabung bersama kami kan" goda Mia


"Ohh tentu saja iya" Ucapan Hana dan mulai memegang tangan kedua temannya. Mereka tertawa bersama dan loncat-loncat layaknya anak kecil


Melihat kapal yang semakin dekat dan siap bersandar, sisil dan Mia melambaikan tangannya sedangkan Hana geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya


"Ayo Vian, aku sudah tidak sabar menemui Mia"


"Ayo" Vian beserta para prajurit lainnya bersiap untuk turun karena kapal telah bersandar. Vian menahan dadanya yang berdebar karena luapan rindu yang telah meluap dan ingin segera terbalaskan

__ADS_1


"Abaaang.... " Teriak Sisil dan Mia bersama melihat Dika dan Raka yang telah keluar dari kapal. Sedangkan Hana belum juga melihat suaminya turun dari kapal. Hana berjalan di kerumunan orang mencari keberadaan suaminya


"Abang disini sayang" saat menengok kearah kapal, Hana tersenyum melihat suaminya yang merentangkan tangan padanya. Hana meneteskan air mata bahagia dan berlari menghambur memeluk orang yang selama ini dia rindukan. Cahaya senja menjadi saksi pertemuan kedua insan yang sangat merindukan pelukan dan kebersamaan masing-masing


"Abang...... Hiks.. Hiks.... Adek rindu abang" lirih Hana di dada bidang suaminya


"Abang juga merindukanmu sayang" Ucap Vian mengecup kening Hana dan juga bibir merah yang selama ini dia rindukan


"Terimakasih telah menepati janji abang untuk pulang. Terimakasih telah berjuang selama berada disana"


"Iyah sayang, semua ini berkat doa tulus yang selalu adek kirimkan untuk abang. Abang bangga memiliki istri cantik dan baik sepertimu sayang" balas Vian mengelus lembut punggung istrinya yang memeluknya erat


"Ayo abang kita pulang, pengen dipeluk sama Abang di rumah" Ucap Hana manja


"Ayo sayang" Vian merangkul bahu istrinya sambil tersenyum


"Kita jalan-jalan keliling kota ya bang"


"Abang siap membawa adek kemanapun, bahkan ke ujung dunia asal adek selalu bersama abang"


"Yee gombal"


"Gombal sama istri sendiri kok nggak boleh" Hana tersipu malu dan memeluk pinggang Vian yang melajukan motornya


"Selamanya abang tetap milik adek. Nggak boleh ada yang milikin abang kecuali adek"


"Tentu saja sayang, tapi abang tergoda loh sama cewek-cewek disana" Tunjuk Vian pada wanita-wanita berpakaian minim di pinggir pantai. Hana dengan gemas mencubit pinggang suaminya


"Ihh abang ini, sekali saja abang lihat dan menyentuh mereka, adek bakal cungkil tuh mata" kesal Hana


"Hahaha sesekali dong sayang, emang nggak boleh ya"


"Nggak boleh. Selamanya abang hanya milik adek"


"Hahah yaudah, pegangan yang erat dek" Hana mengangguk dan mulai mengencangkan pegangannya pada Vian. Vian tersenyum merasakan sentuhan lembut istrinya dan mulai menambah kecepatan motor membela jalanan kota


"Terimakasih telah membawanya kembali Ya Allah, segala puji bagi-Mu" batin Hana menatap indahnya cahaya senja di tengah kota

__ADS_1


"Hanya namamu yang selalu ada dihatiku, Hana"


Bersambung...


__ADS_2