
"Aku siap menikah denganmu wahai prajurit impianku. Tuntunlah aku menjadi wanita yang baik saat bersamamu. Genggam erat tanganku dan bimbing aku menuju surga-Nya. Ajarkan aku untuk lebih mencintaimu mulai hari ini "Ucap Hana bahagia
"Terimakasih sayang" Ucap Vian menyematkan cincin emas di tangan Hana.
"Prok.. Prok... Prok... " tepuk tangan orang-orang seisi restoran
"Selamat bos, kami turut bahagia untukmu" Ucap teman-teman hana mendekat dan memeluk Hana
"Nona, pak tentara, jangan lupa undang kami dihari pernikahan kalian" Ucap Salah satu pengunjung
"Siap laksanakan" Ucap Vian dan mendapat gelak tawa yang memenuhi restoran
"14 hari yang akan datang kita akan menikah ya dek, besok kakak akan urus pengajuan nikah kita dikantor kakak. Adek setuju"
"Siap setuju kak" Ucap Hana tersenyum bahagia hari ini
"Terimakasih untuk semuanya Ya Allah".....
*************
"10 hari telah berlalu, Hana dan Vian telah mempersiapkan urusan pernikahan mereka, bahkan Hana dan Vian telah mencoba dan membeli pakaian pengantin mereka.
Saat ini, Vian dan beberapa prajurit dipanggil untuk menghadap ke komandan batalyon
"Kita baru saja mendapat informasi dari para petugas rahasia jika terdapat organisasi pemberontakan yang berkembang di Desa N. Bahkan para pemberontak mulai membuat rusuh dan menebarkan teror di desa itu"
"Siap apa perintah anda komandan?"
"Amankan warga sipil yang terkena serangan pemberontakan disana, dan ungkapan alasan dibalik pemberontakan tersebut. Besok kalian akan diberangkatkan kesana dengan beberapa Tim yang akan membantu pergerakan kalian"
"Siap komandan"
Setelah keluar dari ruangan komandan batalyon, Vian melajukan motornya menuju ke rumah Hana untuk memberitahu tentang tugas yang harus dilakukannya besok
__ADS_1
"Kakak akan bertugas besok?"
"Iyah dek, kakak harus melaksanakan tugas itu"
Hana menghela nafas sebelum menjawab Vian
"Baiklah kakak, ini memang sudah tugas kakak sebagai Abdi Negara. Semoga sukses kak, adek akan merindukan kakak. Jaga diri baik-baik disana ya kak, doa adek akan selalu menyertai kakak" Ucap Hana tersenyum memeluk Vian mencoba menghilangkan rasa takut dalam hatinya
"Lindungilah calon suamiku Ya Allah, sungguh hamba takut jika harus kehilangannya" Gumam Hana pelan yang masih bisa didengar Vian. Vian yang merasa tubuh yang sedang mendekapnya bergetar hebat tersenyum lalu mengelus lembut punggung Hana
"Kakak janji akan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap pulang dan membawa kemenangan. Tetap doakan aku sepanjang perjuanganku" Batin Vian merasa nyaman dalam pelukan ratu di hatinya
Keesokan paginya setelah apel pagi selesai, para istri prajurit memeluk erat suaminya yang akan menjalankan kewajiban mereka sebagai Abdi negara. Terlihat beberapa ibu-ibu persit yang berlinang saat melepaskan tangan suaminya yang akan segera menaiki truk menuju tempat yang ditugaskan. Namun berbeda dengan Hana yang berdiri jauh dari samping batalyon, terlihat jika Hana juga ikut berlinang melepaskan kepergiaan Vian. Vian yang menaiki truk berbalik ke belakang dan mendapati jauh diujung sana, terlihat Hana tengah menahan air matanya dan melambai-lambaikan tangannya melepaskan kepergiaan vian. Vian tersenyum lalu membalas lambaian tangan Hana
"Aku akan pulang untukmu. Tunggulah aku sayang" Gumam Vian ikut terbawa saat truk telah berjalan meninggalkan batalyon
"4 hari lagi pernikahan kalian bukan, sedangkan misi ini kita belum mengetahui berapa lama akan berjalan. Apa kau akan tetap menikahi Hana"
"Iyah benar Dik, 4 hari lagi pernikahanku. Aku akan berusaha untuk tetap pulang dan menikah dengannya. Namun jika aku tinggal Nama setelah dari desa itu, tolong sampaikan pada Hana betapa aku sangat mencintainya, bahkan kematian tak akan menggugurkan rasa cintaku padanya" Ucap Vian dan dianggauki Dika
Saat tengah makan malam di barak, terdengar dentuman yang cukup besar di sekitar barak
Boooommmm
"Cepat keluar dan lindungi warga sekitar.. "
Para prajurit keluar dari barak dan langsung mengamankan lokasi. Terlihat beberapa rumah warga telah dilahap api karena suara dan ledakan bom yang cukup besar
Sementara Vian tengah bergelayut degan senjata. Saat mereka berpatroli di daerah sekitar warga, mereka di serang oleh kelompok anggota bersenjata api. Vian dan beberapa prajurit kini sedang salin menyerang, bahkan beberapa musuh saat ini berangsur-angsur tumbang dengan luka di sekitar kaki dan juga bahu
"Awas bang" Teriak Raja tangan melihat beberapa kelompok berada dibalik semak dan siap menembakkan pelurunya kearah Vian
Vian dengan sigap menghindar dan melakukan serangan balasan
__ADS_1
Dooor... Door.... Door.....
"Aaargh..... "
Dika mengambil granat dan melemparkannya kearah semak-semak dimana anggota kelompok bersenjata tengah bersembunyi
Booom...........
Beberapa kelompok bersenjata terus saja keluar membantu pergerakan tim mereka yang telah gugur
"Hati-hati bang, anggota kelompok ini semakin banyak. Kita harus tetap siaga"
"Berpencarlah, aku akan kearah kanan, kau dan Dika menyebar kearah kiri,dan gama kearah selatan. Di ketiga sisi terdapat beberapa orang membawa senjata,kita harus sigap dengan setiap serangan" tegas Vian
"Siap laksanakan"
Para anggota mulai mengikuti intruksi Vian dan berpencar sesuai arahan
Dooor...
Dooor
Dooor
2 anggota kelompok bersenjata tumbang
"AWAS...... "
Boooommmm
Doooor
"LETTU........." Teriak Gama melihat salah satu prajurit tumbang
__ADS_1
bersambung