Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 2. Mengunjungi Restoran


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" Ucap Hana saat memasuki rumahnya


"Walaikumsalam Hana" Ucap Bu Mira


Hana tersenyum dan menyalami tangan wanita yang akan menjadi mertuanya


"Dimana ibuku tante"


"Ibumu didalam nak, kondisinya sudah membaik hanya masih syok aja dengan kejadian tadi"


"Terimakasih ya tante, telah menjaga ibuku"


"Sama-sama nak, kalau begitu tante pulang dulu ya, jaga Ibumu baik-baik. Assalamu'alaikum Hana"


"Walaikumsalam tante"


Setelah mengunci pintu, Hana menguatkan hatinya untuk menemui ibunya


Saat membuka pintu kamar, dilihat ibunya tengah terduduk dengan pandangan lurus kedepan. Saat melihat putrinya duduk disampingnya, Bu Tiya menjatuhkan air mata dan memeluk putrinya


"Nak, ayahmu telah pergi meninggalkan kita hiks.. hiks.. Siapa lagi yang akan membantu ibu menjagamu nak, hiks.."


"Iya Bu, Hana juga terpukul dengan kepergian ayah, tapi kita harus ikhlas agar ayah tenang dialam sana. Sekarang Hana sudah dewasa, sudah saatnya Hana yang mejaga dan merawat ibu. Hana janji akan membuat ibu bahagia meskipun tanpa ayah disisi kita" Ucap Hana mengelus lembut punggung ibunya


"Sekarang ibu tidur ya, tak baik bagi kesehatan ibu jika Ibu larut dalam kesedihan" Ucap Hana membantu ibunya untuk berbaring di ranjangnya. Setelah ibunya tertidur, Hana mematikan lampu dan tidur disamping ibunya


Beberapa minggu telah berlalu dan aktivitas di rumah Hana telah kembali seperti semula


Hana yang mencium aroma nikmat dari arah dapur beranjak dan mendapati ibunya tengah menyiapkan sarapan untuknya


"Ibuku sayang... " Ucap Hana memeluk ibunya dari belakang


"Ehh anak ibu, ayo duduk nak sarapannya sudah siap"


"Wah enak sekali kelihatannya Bu"


"Iya dong, kan ini nasi goreng udang kesukaan kamu"


"Terimakasih ibu" Hana tersenyum dan langsung melahap makanan dihadapannya


"Jangan buru-buru dong makannya nak, ibu tidak akan merebut makananmu"

__ADS_1


"Hehe makan buatan ibu enak sih" Cengir Hana dan kembali melahap makanan dihadapannya


"Ehh nak, mau kemana, kok pakaianmu rapi seperti ini"


"Ohh Hana mau lanjutin Restoran milik ayah hari ini"


"Apa kamu nggak keberatan jika Ibu membantumu sayang?"


"Hana tidak keberatan Bu, tapi ibu lebih baik istirahat dirumah saja. Hana takut jantung ibu kumat karena kecapean. Biar Hana yang mengurus semuanya"


"Baiklah Nak, Hati-hati dijalan ya"


"Iyah ibuku, assalamu'alaikum ibu"


"Walaikumsalam sayang" Bu Tiya tersenyum dan membalas lambaian tangan Hana


Setibanya di restoran milik ayahnya, Hana tersenyum karena hari ini restoran memiliki banyak pengunjung dan beberapa yang mengantri di depan kasir


"Hei, akhirnya kau datang juga" Sapa koki bernama Rena, rena adalah teman Hana sewaktu SMA


"Hai juga, dimana Lita" tanya Hana


"Aku disini Han, kami turut prihatin dengan yang dialami ayahmu"


"Maafkan kami ya yang beberapa hari lalu membuat kesalahan di restoran ini' Ucap Rena tertuduk


" kita sama-sama manusia, pasti kita akan sering membuat kesalahan. Lagipula kesalahan kalian tidak parah kok, jadi nggak apa-apa "Ucap Hana tersenyum


" Ohh Hana, terimakasih telah menjadi sahabat baik kami " Ucap Lita merangkul Hana dan Rena


Dari arah dapur telihat seorang gadis berlari kearah ketiganya


"Hosh.. Hosh.. Hei kalian" Ucap Mia dengan nafas tersengal-sengal


"Ada apa Mia? Minum dulu yuk" Ucap Hana menyerahkan botol mineral yang langsung diteguk habis oleh Mia


"Enak sekali kalian, aku kesusahan di dapur sedangkan kalian malah nyantai"


"Hehe maaf Mia, kami hanya menyambunt kedatangan bos kita" Cengir Rena


"Memangnya ada apa sih di dapur" Tanya Lita

__ADS_1


"Kebetulan ada bos, Hana aku hanya ingin memberitahu jika beberapa stok bumbu makanan telah habis karena sejak 3 hari ini kita memiliki banyak pelanggan"Lapor Mia


" begitu ya, kalau begitu aku yang akan membelinya dipasar " Jawab Hana


"Ehh tunggu" Ucap ketiganya serentak


"Ada apa hmm?" tanya Hana bingung


"Kau kan bos di restoran ini, masa kau yang harus membelinya"


"Nggak apa-apa kali, daripada aku hanya bengong disini"


"Tapi"


"Nggak apa-apa teman-teman, kalian jaga resto ya, aku yang akan membeli keperluan dapur, dadah"


Hana melambaikan tangannya dan segera keluar restoran dan menuju pasar yang tak begitu jauh dari restorannya


"Wah, ternyata banyak yang harus dibeli" Gumam Hana menatap kertas ditangannya


Setelah membeli semua keperluan restoran, Hana menenteng 2 kantung kresek besar yang lumayan berat


"Haduh, berat amat sih, tapi restoran masih 100 meter lagi, semangat Hana" Ucap Hana menyemangati diri sendiri,


Hana baru akan melangkahkan kakinya, 2 kantung bawannya diambil alih oleh tangan kekar milik seorang pria berseragam loreng


"Kak Dafa"


"Biar aku saja yang membawanya" Ucap Dafa mulai berjalan dan diikuti Hana disampingnya. Setelah tiba di depan restoran


"Terimakasih kak Dafa telah menolongku"


"Oh ya Hana, ibuku memintamu ke rumah sore ini"


"Sore ini ya, baiklah kak"


"Kalau begitu aku pamit, assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam kak"


Hana mengamati punggung Dafa yang semakin menjauh

__ADS_1


"Kapan kau berhenti bersikap dingin padaku"


Bersambung....


__ADS_2