
Keesokan harinya, pada mahasiswa melanjutkan kegiatan mereka di air terjun di desa sebelah. Setibanya di lokasi kegiatan mereka, para pelatih segera mengabsen jumlah anak didiknya dan melakukan dokumentasi sebagai bahan laporan.
Setelah beberapa agenda yang dilakukan di lokasi wisata selesai, para mahasiswa segera bermain air dan berenang di dekat jatuhnya air. Safa yang tidak pintar berenang hanya mengamati dari atas batu sambil tersenyum pada sahabatnya yang menunjukkan keahlian berenangnya
Maharani yang melihat Safa seorang diri disana berencana untuk membalaskan kekesalannya. Maharani bernafas lega saat mengamati para pelatih yang tengah sibuk berdiskusi dan mulai berjalan mengendap-endap mendekati Safa. Gama yang melirik kearah Safa tertegun melihat maharani yang akan mendorong Safa untuk jatuh kebawah.
"Maharani jangan" teriak Gama yang tidak diindahkan Maharani. Maharani yang kesal langsung mendorong Safa hingga Safa jatuh ke air yang cukup dalam
"Byuurr"
Setelah mendorong Safa, Maharani segera berlari menjauhi lokasi namun tindakannya tadi dilihat oleh para pelatih. Para pelatih segera berlari untuk menangkap Maharani sedangkan Gama berlari kearah air dan menceburkan tubuhnya kedalam air untuk menolong Safa yang tidak pandai berenang. Para mahasiswa yang melihat aksi heroik pelatih mereka terharu dan bertepuk tangan.
Gama segera meraih tubuh Safa yang telah melemah dan membawanya ke tepi
"Uhuk.. Uhuk.. Terimakasih telah kembali menolong saya pelatih. Maafkan saya jika selalu merepotkanmu" ucap Safa dengan wajah pucatnya
"Sama-sama. Lain kali berhati-hatilah di setiap situasi, aku takut jika harus kehilanganmu" ucap Gama menatap mata Safa dengan penuh cinta
__ADS_1
"Maksud pelatih apa?" Tanya Tara dengan wajah yang telah merah merona
"Maukah kau menjadi temanku. Aku jatuh cinta padamu sejak pertama melihatmu. Aku berjanji akan melindungimu selalu" Ucap Gama tersenyum sambil memegang kedua tangan Safa. Safa merasa melayang diawan saat mendengar ungkapan itu. Ungkapan dari pelatih yang dikaguminya secara diam-diam selama beberapa hari
"Tapi saya bukanlah wanita yang baik dan pantas untuk pelatih"
"Jika kau merasa seperti itu, maka aku akan berusaha untuk membimbingmu menjadi lebih baik saat bersamaku"
Safa meneteskan air mata bahagia dan menganggukkan kepalanya pada pelatihnya
"Terimakasih. Janganlah menangis di hari bahagia ini, sungguh air matamu sangatlah berharga" ucap Gama lembut sambil mengusap pipi wanita di depannya
Semua orang terharu dan bertepuk tangan kepada keduanya
"Syukurlah dia telah menemukan belahan jiwanya" ucap Vian bahagia melihat temannya kini telah memiliki tambatan hati
"Iyah Bang, aku juga ikut terharu melihat perjuangannya menemukan belahan jiwanya selama ini"
__ADS_1
"Safa adalah wanita yang baik, dia pasti bisa mendampingi hidup Gama untuk menjadi lebih baik lagi"
Sementara Maharani kini telah di skor dan tindakannya sudah dilaporkan ke Universitas tempat nya belajar. Teman-teman Maharani yang pernah berencana untuk melakukan rencana jahat pada Safa kini terus menunduk sambil berjalan kearah Safa
"Maafkan kami karena pernah berencana untuk melakukan sesuatu yang tidak baik padamu"
"Maafkan kami juga yang sering berkata yang tidak-tidak di belakangmu" ucap teman-teman Safa sambil mengatupkan tangan mereka
"Tidak apa-apa teman-teman, sebelum kalian meminta maaf padaku aku sudah memaafkan kalian. Kalian adalah teman-teman seperjuanganku, sudah sepantasnya kita saling memaafkan dan mendukung satu sama lain" balas Safa merangkul teman-temannya sambil tersenyum senang
"Bolehkah kami menjadi temanmu?"
"Walaupun kalian tidak memintanya, kalian adalah teman-temanku"
"Terimakasih Safa, kau memang wanita yang baik" mereka berpelukan dan mulai bercengkrama bersama sehingga tawa mereka menggema di lokasi kegiatan
"Terimakasih atas segalanya Ya Allah"
__ADS_1
Bersambung...