
Asha keluar ruangan dengan tangis yang masih awet. Sara dan yang lain pun panik, dan bertanya bagaimana kondisi ayahnya pada Asha. Asha hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil meluruhkan badannya ke lantai.
Sara yang mengetahui jawaban dari sang kakak pun menangis dan memeluk Khansa dengan erat.
"Sa, ayah dah ninggalin kita semua. Kita cuma berlima didunia ini. Mengapa Allah ambil Ayah dari kita? Kita masih butuh ayah." Ucap Sara dengan terbata-bata sambil menenggelamkan kepalanya didada Khansa.
Semua yang ada di sana pun menangis. Para suster yang berada di sana pun juga ikut menitikkan air mata karena mendengar perkataan dari Sara.
Asha yang teringat dengan permintaan ayahnya pun menghapus air matanya dan berdiri. Dia menyambut jenazah ayahnya yang dibawa keluar dari UGD dan dimasukkan ke ruang jenazah untuk dibersihkan.
Asha mendekati adik-adiknya dan duduk di tengah adik-adiknya.
"Buat Sara, Khansa, Aurora, dan Reza. Kita nggak boleh nangis. Ayah udah pesen sama Teh Asha, bahwa Ayah minta untuk yang terakhir kalinya agar kita tidak menangisi Ayah. Sara tahu kan mengapa alasannya? Jadi jangan nangis, kita harus tegar dan kita harus ikhlas." Ucap asal sambil mengelus pipi adik-adiknya
Sara pun hanya menganggukkan kepalanya dan dia paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Asha.
Setelah beberapa saat, jenazah Ayah mereka pun sudah selesai dimandikan dan dikafani. Mereka semua pun keluar menuju pintu utama rumah sakit. Asha, Aurora, dan Khansa pun langsung naik ambulans untuk segera pulang ke rumah.
Sementara Sara dan Reza akan menyelesaikan administrasi terlebih dahulu. Asha dan yang lainnya ketika sampai rumah pun meminta tolong kepada petugas untuk menyiapkan tempat untuk ayahnya.
Ketika para petugas sedang menyiapkan tempat untuk ayahnya, Asha pun bergegas menuju kamar Ayahnya untuk mencari tas kerja Ayahnya. Asha melihat sebuah tas berwarna hitam yang berada di meja kerja Ayahnya.
Asha membukannya dan mencari kertas putih yang Ayahnya katakan. Setelah mengeluarkan semua isi tasnya, Asha menemukan sebuah kertas yang terdapat nama Rendi dan nomor HP-nya. Asha mencari HP-nya dan masukkan nomor tersebut. Dia pun memanggil nomor tersebut.
Setelah berapa kali panggilan, panggilan kali ini pun tersambung dan terdengar suara laki-laki.
"Selamat malam, dengan siapa saya bicara?" Ucap Rendi kepada Asha.
"Selamat malam Paman, saya Asha Arraselli putri dari Bapak Malik Arrasello. Saya hanya ingin memberitahukan bahwa Ayah saya telah meninggal dunia, tadi pukul 22.10 WIB. Saya menelepon Anda karena Ayah saya mengatakan bahwa jika saya butuh bantuan coba telepon Anda." Ucap Asha dengan menahan tangisnya.
Rendi yang Mendengar hal itu pun kaget dan mengucapkan
"Innalillahi wa innailaihi roji'un, Astagfirullah. Mengapa bisa mendadak sekali. Padahal baru tadi sore beliau bertemu dengan saya. Ada siapa lagi di rumah kalian?" Katanya Rendi
"Di rumah tidak ada siapa-siapa paman. Hanya ada kami berlima saja, dan kami bingung harus melakukan apa. Bisakah Paman datang ke rumah?" Tanya Asha dengan ada yang tertahan karena dia menahan tangisnya.
Dan Rendi yang mendengar hal itu pun sontak langsung menjawab
"Baiklah tunggu sebentar, Paman akan berangkat menuju rumah kalian dan jangan khawatir. Tetap berdo'a sampai Paman tiba di sana." Ucap Rendi meyakinkan Asha.
Rendi pun memutuskan sambungan teleponnya dan bergegas ganti pakaian. Sang istri yang melihat pun bingung, mengapa sang suami berpakaian rapi di jam seperti ini.
"Pa, ada acara apa? Kok udah rapi gitu? Ada kasus baru lagi?" Ucap sang istri mendekati Pak Rendi.
__ADS_1
"Papa mau ke rumah Malik Mah. Papa dapet kabar dari anaknya kalau Malik meninggal. Jadi Papa mau ikut jaga sama anak anaknya Malik. Kasihan Ma, anaknya perempuan semua cuma ada laki-laki satu. Papa takut terjadi apa-apa aja." Ucap Pak Rendi sambil mengenakan jaketnya.
"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Yang benar Pa? Perasaan baru tadi sore dia datang ke rumah kita. Kasihan ya Pa anak-anaknya." Ucap sang istri sedih karena mereka bertiga sudah berteman sejak SMA.
"Sekarang Papa mau berangkat. Mama hati-hati ya di rumah." Ucap Rendi kepada istrinya. Sang istri pun mengangguk dan menyambut tangan suaminya untuk disalami.
Rendi beserta istrinya pun turun ke bawah dan bertemu dengan anak sulung serta anak nomor tiga mereka. Sang anak yang melihat ayahnya berpakaian rapi pun heran mengapa ayahnya berpakaian rapi pada malam-malam begini.
"Papa pergi ke mana? Kok pakainya rapi gitu?" tanya si sulung sambil menyalami tangan kedua orang tuanya. Sang Papa pun tersenyum dan menepuk pundak dari anaknya.
"Papa mau ke rumah paman Malik, tadi Papa dapat kabar dari anaknya bahwa beliau meninggal dunia." Sang anak yang sedikit tahu mengenai Pak Malik pun terkejut.
"Innalillahi wa'inna ilaihi rojiun, yang benar Pa? Sepertinya juga baru beberapa hari yang lalu kita bertemu, dan sekarang beliau telah berpulang kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ya udah aku boleh ikut Papa?" Tanya sang anak sulung.
Sang anak ketiga pun juga ingin ikut karena melihat sang kakak ingin ikut ayahnya.
"Aku juga mau ikut ya Pa, ini lagi pula juga udah malam. Takutnya nanti kalau ada apa-apa. Jadi kalau ditemani aku sama Abang akan lebih aman lagi dan lebih ramai ketika di sana." Ucap si anak nomor tiga.
Pak Rendy pun mengizinkan mereka berdua untuk mengikutinya dan meminta agar kedua anaknya bergegas untuk berganti pakaian dan langsung berangkat.
Setelah 15 menit berlalu, Pak Rendi yang melihat kedua anaknya memakai pakaian rapi berwarna hitam pun berdiri dari duduknya.
"Yaudah Ma, Papa pergi dulu ya sama anak-anak. Hati-hati dirumah ya. Assalamu'alaikum Ma." Ucap Pak Rendi sambil mencium kening istrinya.
Setelah 30 menit perjalanan, mereka pun sampai di depan rumah Asha. Memang rumahnya yang terletak di ujung kota sehingga jauh dari permukiman warga.
Pak Rendi pun masuk ke dalam, dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah dua anak berjilbab yang sedang membaca Yasin dan memeluk jenazah Malik. Lalu netranya bergerak ke samping dan melihat dua wanita lagi sedang duduk melamun menatap jenazah Malik.
Malik berjalan mendekati wanita dengan dress 3/4 warna hitamnya serta rambut yang tertutup kain hitam. Dan gadis mungil yang sedang menatap dirinya bingung.
Malik pun mendekat dan berjongkok didepan wanita tadi.
"Kamu yang bernama Asha?" Ucap Pak Rendi sambil menatap Asha. Asha pun hanya mengangguk dengan tatapan kosong. Netranya berpindah menatap mata lelaki yang sedang menatapnya juga.
Entah mengapa, anak Pak Rendi yang pertama merasakan ada hal yang lain dari tatapan Asha. Mata Asha yang mengisyaratkan bagaimana kecewanya kehilangan orang tersayang. Laki-laki tersebut hanya bisa tersenyum tipis menghadap Asha.
"Saya paman Rendi, sahabat Ayahmu. Bisa kau perkenalkan mereka yang ada di sini pada paman?" Ucap Pak Rendi memperkenalkan dirinya dan meminta Asha untuk memberi tahukan adik-adiknya.
"Saya Asha, ini Aurora. Adik saya nomor 4." Ucap Asha sopan sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Pak Rendi. Pak Rendi pun menerima uluran tangan Asha.
Asha pun menghadap kearah kedua adiknya.
"Yang sedang membaca Al-qur'an namanya Khansa, adik saya nomor 3. Dan... yang sedang memeluk jenazah ayah saya adalah Sara, adik saya nomor 2." Ucap Asha dengan suara sedikit tertahan saat mengatakan 'jenazah ayah saya'.
__ADS_1
Kedua anak Pak Rendi pun menyalami Asha dan Aurora. Saat anak pertama Pak Rendi menyalami Asha, Asha hanya tersenyum tipis pada lelaki itu.
Setelah selesai menyalami tamu tamunya, Asha pun berjalan menuju dapur untuk membuatkan minum.
Tak lama setelah itu, datanglah Reza dari kamar lengkap dengan pakaian koko serta sarungnya. Tak lupa rambutnya yang masih basah-basah gimana, beuhh damage nya mantap.
Eh, eh suasana sedih. Kembali ke topik.
Reza berjalan menuju ke arah Rendi dan menyalaminya serta kedua anaknya. Setelah selesai menyalami, Reza berjalan menuju seberang Khansa dan mulai membaca Yasin.
Asha datang dari arah dapur lengkap dengan nampan dan tiga gelas minuman hangat. Setelah menyuguhkan kepada Pak Rendi dan anaknya, Asha kembali duduk di sebelah Aurora.
"Maaf, Asha. Boleh saya ambil air wudhu? Saya ingin membacakan Yasin untuk paman Malik." Belum sempat Asha mendaratkan pantatnya di lantai, anak pertama dari Pak Rendi memintanya mengantarkan ke musala.
"Oh, baiklah. Silakan bisa ikut saya." Ucap Asha sambil berjalan meninggalkan yang lain. Mereka berdua pun mengikuti Asha.
Saat sampai dimusala, anak pertama dari Pak Rendi bertanya kepada Asha. Karena memang dia sedang mengantre wudhu, Adiknya sedang berwudhu didalam.
"Maaf sebelumnya, mengapa Anda tidak membaca Yasin untuk Paman Malik? Apakah Anda sedang ada halangan?" Ucap Lelaki tersebut sambil melepaskan jaket bombernya.
Asha pun hanya tersenyum dan menatap lelaki tersebut.
"Maaf saya non muslim, saya mengikuti agama ibu saya. Sedangkan Sara, Khansa, dan Reza mengikuti Ayah." Ucap Asha sambil menundukkan pandangannya.
Lelaki tadi hanya menganggukkan kepalanya. Tak lama setelah itu, sang adik keluar dengan rambut yang sudah basah.
Sementara Sara yang masih memeluk ayahnya pun baru sadar bahwa ada tamu. Dia beranjak menuju ke arah tamu tersebut dan Aurora.
"Assalamu'alaikum paman, maaf Sara baru sempat bersalaman dengan paman." Ucap Sara sopan sambil tersenyum dengan mata bengkaknya. Rendi pun mengangguk dan mengelus kepala Sara yang tertutup jilbab itu.
"Yang sabar ya, InsyaAllah khusnul khotimah Sar. Do'a kan yang terbaik untuk ayahmu. Jangan tangisi kepergiannya." Ucap Pak Rendi kepada Sara. Sara pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Saat akan berbalik, Sara kaget pasalnya melihat anak dari Pak Rendi. Sara hanya menganggukkan kepalanya saat anak pertama dari Pak Rendi menatapnya. Sedangkan adiknya, dia sedang memperhatikan Khansa.
Mereka berdua pun berjalan kearah Reza dan Khansa duduk. Mereka berdua mulai membaca Yasin. Sang anak ketiga pun duduk di sebelah Khansa. Sesaat ia memperhatikan Khansa yang membaca Yasin sambil menangis.
Setelah beberapa saat, Khansa yang sudah selesai membaca Yasin pun menoleh ke sebelah kirinya. Namun ia terkejut, bukan sang kakak yang ia jumpai. Tapi orang lain.
Di lebih kaget lagi, pasalnya...
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.
__ADS_1