
Setelah memutuskan panggilan teleponnya dengan sang adik, Asha pun kembali duduk dan mengatakan kepada suaminya seperti apa yang dikatakan oleh Sara.
"Bang, Sara bilang kalau istrinya Pak Bram kabur dari kantor polisi. Asha jadi khawatir, gimana kalau Bu Sila macam-macam sama adik-adik Asha." Ucap Asha dengan nada yang khawatir sambil meremas pinggiran bajunya.
Revan yang mengetahui hal itu pun terkejut dan langsung menghubungi pihak kantor yang menangani tentang kasus Sila.
Setelah tersambung, Revan bertanya apakah hal tersebut benar adanya atau tidak. Dan yang membuat Revan tak percaya bahwa hal itu adalah benar. Dengan segera, Revan berdiri dari duduknya dan berangkat ke kantor.
Asha pun mengantarkan suaminya sampai dipintu. Tak lupa Asha meminta tangan Revan untuk dikecupnya dan Revan pun mencium dahi milik sang istri sebelum benar-benar pergi.
"Asha hati-hati dirumah ya. Tutup semua pintu dan jendela, dan jangan buka pintu untuk sembarang orang. Abang berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum." Revan pun pergi ke kantor.
"Iya, Bang. Abang hati-hati dijalan ya. Wa'alaikumsalam." Jawab Asha sambil menatap mata sang suami. Entah mengapa, Asha merasakan ada hal yang buruk yang akan terjadi antara dirinya dan suaminya.
Asha pun memeluk erat sang suami dan menghirup aroma tubuh milik sang suami. Dalam batinnya, Asha mengatakan bahwa dirinya sangat takut. Entahlah takut dengan hal apa. Asha pun melepaskan pelukannya dari sang suami dan membiarkan sang suami berangkat bekerja.
Asha yang melihat motor trail milik sang suami sudah menjauh pun melangkah masuk kedalam rumahnya. Tak lupa dia pun mengunci semua pintu serta jendela yang ada dirumahnya.
Sebelumnya...
Sara dan semua orang yang sedang santai di rumah pun terkaget karena tiba-tiba telepon rumah berbunyi keras. Ella yang sedang turun dari kamar Khansa pun mendekati meja telepon dan mengangkat telepon tersebut.
Saat pertama kali setelah mengangkat telepon tersebut, Ella mengerutkan dahinya bingung karena yang meneleponnya seorang laki-laki.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, dengan siapa saya bicara?" Ucap laki-laki tersebut mengawali pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam. Ya, dengan kediaman Asha Arraselli. Ada yang bisa saya bantu. Saya Ella, ibu dari Asha." Ucap Ella menjawab pertanyaan laki-laki tersebut.
"Saya dari pihak kepolisian hendak menyampaikan kabar kepada keluarga Anda. Tersangka bernama Nyonya Sila berhasil kabur dari tahanan. Diminta untuk keluarga agar lebih berhati-hati. Sekian yang dapat saya sampaikan. Saya tutup teleponnya. Assalamu'alaikum." Ucap sang polisi lalu memutuskan panggilannya setelah mendengar jawaban salam dari Ella.
Setelah mematikan teleponnya, Ella pun berjalan mendekati anak-anaknya yang sedang duduk didepan Tv.
"Sara, Mama baru aja dapet kabar dari kantor polisi bahwa istri dari Bram telah berhasil kabur dari tahanan. Mama minta kamu kunci semua pintu dan jendela yang ada dirumah ya. Ajak Alden sama Nathan juga buat bantuin kamu. Ayo cepet." Ucap Ella setelah duduk disebelah Sara.
Sara yang terkejut pun hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekati Alden yang duduk dibawah.
"Den bantuin Gue yuk, tutupin semua pintu sama jendela. Cepet ih penting banget ini." Ucap Sara smabil berdiri di sebelah Alden. Alden yang sedang asyik menonton Tv pun hanya menggelangkan kepalanya, menolak ajakan Sara.
"Ini yang nyuruh Mama loh. Kalo Lo nggak mau berangkat, Gue aduin ke Mama ya." Ucap Sara lagi dengan nada yang sedikit dibuat-buat untuk mengintimidasi.
Sara pun berjalan ke bagian rumah yang ada jendela serta pintunya. Mulai dari dapur, ruang tamu, kamar, serta taman belakang rumah. Tak lupa dia pun mengambil Hp nya untuk memberi kabar kepada kakak nya.
Setelah selesai memberi kabar kepada sang kakak, Sara pun kembali ke bawah dan menemui sang mama. Mereka semua pun hanya melanjutkan acara menonton film nya.
Setelah 30 menit berlalu, tiba-tiba perasaan Ella menjadi tak enak. Seketika Ella teringat oleh Asha. Ella pun mengajak Sara untuk menjenguk Asha dirumah nya.
"Sara, ikut Mama jemput Teh Asha yuk." Ucap Ella sambil menepuk pundak Sara. Sara yang sedang asyik menonton film pun hanya menjawab pertanyaan Mama nya tanpa menolehkan kepalanya.
__ADS_1
"Orang Teha Asha baru pindah kemarin kok Ma. Masa udah kangen aja." Ucapnya tanpa mengalihkan perhatiannya.
"Bukan itu Sar, tiba-tiba perasaan Mama jadi nggak enak. Mama takut terjadi apa-apa sama Teh Asha. Ikut Mama ya?" Ucap Ella dengan nada khawatirnya. Sara yang baru sadar bahwa kakaknya dirumah yang berbeda pun terkejut dan segera menolehkan kepalanya ke arah Mamanya.
"Astagfirullah, Ma. Sara lupa! Yaudah Ma sekarang aja." Ucap Sara sambil berdiri dari duduknya. Ella pun beranjak dari duduknya dan pergi ke rumah nya untuk berganti pakaian. Tak lupa dia juga memberi kabar kepada Pak Jajang untuk menyiapkan mobil dan mengantarnya.
Setelah selesai berganti pakaian, Ella kembali lagi ke rumah anak-anaknya untuk menemui Sara. Sara mengatakan bahwa dirinya sudah siap. Ella pun menganggukkan kepalanya dan pamit kepada Alden.
"Den, Mama sama Mbak Sara mau pergi ya. Jaga rumah dan adek-adek kamu. Jangan bukain pintu ke sembarang orang! Mama juga ajak Pak Jajang, jadi nggak ada orang lain selain kalian berempat. Mama titip adek-adek sama kamu ya. Assalamu'alaikum." Ucap Ella lalu pergi keluar rumah bersama Sara.
Alden yang bingung pun menolehkan kepalanya menghadap Khansa untuk bertanya padanya. Namun Khansa hanya menggelengkan kepalanya dan mengendikkan bahunya tak mengerti.
Ella yang sudah memberitahukan kepada Pak Jajang pun langsung masuk ke dalam mobil dan mulai pergi ke rumah Asha. Dalam perjalanan pun tak henti-hentinya Ella merapalkan do'a dalam hatinya.
Begitu juga dengan Sara, dia berharap bahwa kakaknya masih aman berada dirumah.
Setelah melakukan perjalanan selama 20 menit, Ella dan Sara sudah sampai di rumah dengan gerbang bercat hitam satu lantai itu. Sara dan Ella pun memasuki rumah Asha dan Revan dengan beejalan kaki.
Saat mengetuk pintu, Sara dan Ella tak kunjung mendapat jawaban. Ella dan Sara pun saling bertatap muka bingung, mengapa tak ada orang dirumah. Tak kehabisan akal, Sara pun mencoba membuka knop pintu berharap agar pintu tersebut tak terkunci.
Namun pintunya masih terkunci. Sara pun mencoba mengintip melalui jendela dirumah kakak nya itu. Dan lagi, dirinya hanya melihat keadaan rumah yang sepi sunyi. Sara mencoba berjalan ke samping rumah milik kakaknya, berharap mungkin saja sang kakak sedang memasak sehingga tak mendengarkan ada orang mengetuk pintu.
Saat berbelok kearah taman smaping rumah milik Asha, Sara terkejut bukan main. Sara berteriak memanggil Mamanya.
__ADS_1
"Mama! Cepet kesini Ma!" Ucap Sara sambil berteriak dan menutup mulutnya. Ella yang mendengar teriakan dari Sara pun berjalan kesamping rumah dan melihat apa yang membuat sang anak berteriak.
Ella pun mengalihkan perhatiannya mengikuti Sara. Dan ya, Ella pun terkejut melihat hal tersebut.