SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 86


__ADS_3

Hari berganti hari, dan bulan berganti bulan hingga mendatangkan tahun yang baru. Hari ini adalah hari ulang tahun Kenzo Putra Laran yang ke tiga.


Ya, putra dari Asha dan Revan kini telah tumbuh besar. Semua orang berkumpul di rumah milik Rendi untuk merayakan ulang tahun ketiga dari Kenzo, kecuali Sara dan Alden.


Alden pun menepati perkataannya kepada Sara ketika berada di balkon kamar milik Khansa tentang rencananya untuk kuliah ke Oxford. Tepat setelah kepulangannya dari Jogja bersama dengan keluarganya, Alden meminta izin kepada sang Papa untuk kuliah ke luar negeri.


Betapa senangnya Alden karena dengan mudahnya kedua orang tuanya mengizinkannya.


Sedangkan Sara, dia sudah lulus S1 di UGM sejak satu tahun yang lalu. Tapi dia memutuskan untuk tetap tinggal sementara di Jogja karena mengurus cafe yang dia bangun satu tahun belakangan ini.


Setelah acara potong kue dan memberikan hadiah untuk si kecil, Ella dan Rendi mengajak Papa dan Mamanya Kenzo untuk membicarakan sesuatu.


Setelah mereka berada di ruang kerja milik Rendi, Ella pun memulai percakapan mereka.


"Gini, Papa sama Mama ada niatan buat jodohin Sara sama Ethan. Bukan gimana-gimana sih, Sha. Kan lebih enak aja kalau Sara dapet suami yang masih satu keluarga. Keluarga kita maksdunya, ya kan Pa?" Ucap Ella yang membuat Asha menatap Revan.


"Abang sih setuju sama Mama, Sha. Kita bisa pantau mereka kapanpun itu. Bener, kan? Kita juga bisa pastiin kalau Sara akan baik-baik saja. Tapi Abang terserah aja sama Asha aja." Ucap Revan menyetujui perkataan sang Mama sambil memeluk pinggang milik Asha.


"Asha setuju banget sama pilihan Mama. Asha juga nggak keberatan kalau Ethan jadi adik ipar Asha. Nanti kita tinggal bilang aja sama Sara." Ucap Asha sambil mengelus tangan kekar milik sang suami yang masih melingkar di perutnya.


Terlihat raut wajah bahagia dari Ella dan Rendi ketika mengetahui jawaban dari Asha. Mereka berempat pun membicarakan rencana selanjutnya tentang pernikahan dari Ethan. Percakapan mereka terhenti karena pintu ruang kerja milik Rendi terbuka.


"Bental Te, ini Mama nya lagi nomong-nomong sama uti." Ucap Kenzo dengan nada yang sedikit cadel sambil membawa ponsel besar di tangan mungilnya.


"Ma, ini Te Ala tepon. Tadi nyaliin Mama. Abang minta maap ya Ma, tadi buka hp Mama." Ucap Kenzo sambil menyerahkan ponsel milik Asha. Asha pun mengelus pipi milik sang anak dan menciumnya.


"Nggak Papa, Bang. Makasih ya udah dibawa kesini hp Mama nya." Ucap Asha lembut yang diangguki oleh Kenzo. Setelahnya, Kenzo pun berlari keluar dari ruangan setelah berpamitan kepada semua orang.

__ADS_1


"Kenzo pamit kelual dulu ya. Pelmisi semua." Ucapnya yang diangguki oleh semua orang.


"Te Lola, Kenjo mau es klim lagi." Ucap Kenzo berteriak sambil menutup pintu. Sara yang mendengar teriakan sang ponakan pun langsung bertanya kepada sang kakak.


"Kenzo lagi makan Es Krim, Teh? Jangan banyak-banyak Teh, nanti batuk." Ucap Sara memberitahu sang kakak. Asha pun tersenyum sambil menatap semua orang.


"Iya, Sar. Ini mumpung lagi ulang tahun juga kan, Sar? Sekalian aja. Oh iya, Sar Mama sama Papa mau bicara sebentar. Kamu nggak sibuk kan?" Ucap Asha kepada sang adik.


"Enggak, Teh. Ini yang lain juga lagi istirahat buat Sholat. Cafe juga lagi Sara tutup, biar bisa istirahat. Ngomong apa, Teh? Penting banget ya?" Ucap Sara lalu kembali masuk ke ruang kerjanya.


"Ya, ini makanya kamu dengerin dulu. Teteh loudspeker ya?" Ucap Asha sambil menekan tombol loudspeaker di ponselnya lalu diletakkan di meja.


"Assalamu'alaikum anak Papa yang paling cantik. Apa kabar, Sar?" Sapa Rendi yang langsung membuat Sara berteriak.


"Papanya Sara! Aduh Pa, Sara kangen banget sama Papa. Mama juga. Papa sama Mama apa kabar? Kenapa nggak pernah dateng ke Jogja lagi? Lupa masih punya satu anak lagi? Jelek-jelek gini, Sara anak Papa kan? Atau Sara bukan lagi anak Papa?" Ucap Sara yang malah mengungkit-ungkit masalah Rendi yang jarang sekali menhubunginya.


"Uhuk... Mama ngomong apaan sih? Jangan buat Sara jantungan deh, Ma. Maksud Mama jadi menantu Mama sama Papa? Jangan gitu Ma, masa Sara nikah sama keluarga sendiri?" Ucap Sara berusaha membatalkan niat kedua orang tuanya untuk menjodohkan dirinya.


"Nggak Papa, Sar. Lagian Si Ethan bakal mau kok. Oh ya, Sha. Kamu panggilkan Ethan kesini ya? Sekalian kita bicarakan." Ucap Rendi lalu meminta agar Asha memanggulkan Ethan. Asha pun hanya mengangguk dan melepaskan pelukan sang suami.


"Pa, jangan begitu. Siapa tau Kak Ethan nya udah punya pacar. Atau mungkin malah udah punya tunangan. Secara, Kak Ethan kan pilot. Pasti banyak yang ngantre dibelakangnya. Lagipula Sara baru 22 tahun. Masih mau sendiri dulu." Ucap Sara mencari alasan.


Sedangkan Asha yang melihat semua adiknya berada di depan tv pun berjalan mendekati Ethan yang sedang memangku Kenzo.


"Than, Mama panggil kamu sebentar. Bisa ikut Teteh bentar?" Ucap Asha sambil menundukkan kepalanya menatap Ethan. Ethan pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada sang kakak ipar.


"Abang, Bang Kenzo dusuk sama Te Anca dulu ya? Om Ethan nya mau pergi sebentar sama Mama. Abang nggak keberatan kan?" Ujar Asha meminta izin kepada sang anak. Kenzo yang mendengar perkataan sang Mama pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Oh, ndak papa Ma. Kenjo duduk sama Te Anca aja. Makasih ya, Om Etan udah bolehin Abang duduk di pangkuan Om Etan." Ucap Kanzo sambil menundukkan sedikit kepalanya. Ethan pun tersenyum dan mengelus kepala sang ponakan.


Mereka berdua pun berjalan menuju ruang kerja milik Rendi.


Saat membuka pintu, Asha dan Ethan disuguhi oleh rentetan alasan milik Sara.


"Nggak boleh memaksakan kehendak gitu, Pa. Kasian Kak Ethan nya, bisa aja Kak Ethan udah ada perempuan incaran buat dinikahin. Jangan dipaksa atuh, Ma." Ucapan Sara membuat Ethan mengernyitkan dahinya.


Ethan pun berjalan mendekati sang Mama dan duduk diantara kedua orang tuanya setelah menutup pintu. Ethan bertanya kepada sang Mama tanpa suara karena sang Papa masih berbicara kepada Sara.


"Mama mau jodohin kalian berdua. Tapi Sara nolak karena ngira kalau kamu udah ada pacar atau tunangan. Mama minta sama kamu ya, Mas. Kabulin satu aja permintaan Mama. Mama mohon sama kamu." Jelas Ella sambil mengatupkan kedua tangannya dihadapan sang anak.


Ethan pun menangkup tangan kedua orang tuanya dan membawa kebawah. Ethan tak sampai hati jika menolak permintaan sang Mama yang pernah dia buat menangis.


"Papa, Sara udah bilang beberapa kali. Kasian Kak Ethan nya kalau ternyata udah ada perempuan lain tapi Papa jodohin sama Sara, kesannya jadi terpaksa Pa. Kan nggak enak kalau judulnya 'Terpaksa menikah dengan gadis cupu' nggak lucu Pa, saingan Sara pramugari yang cantik-cantik. Yo Sara ndak kuat." Ucap Sara panjang lebar.


"Kamu nolak Kak Ethan, Sar?"


Deg!


Suara yang sara takutkan muncul juga.



Buat yang belum mampir ke cerita baru Kayenna, segara mampir yuk. InsyaAllah ceritanya menarik. Search ISTRI BAYARAN CEO DINGIN by Kayenna ya. Jazakallah khairan all🤩.


Iyi Gecerler! All. Maafkan Kayenna jika ada salah kata atau kalimat. Don't forget like, comment, gift, or vote😁.

__ADS_1


__ADS_2