SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 35


__ADS_3

BAB 35


"Ngapain Bang cium-cium Asha? Katanya nggak mungkin. Kok cium cium?" Tanya Ella sambil bangun dari tidurnya dan melipat kedua tangannya didepan dada.


Revan membalikkan badannya dan tersenyum singkat.


"Tadi salah sangka Ma. Revan nggak mau bilang seperti apa yang difikirkan oleh Asha. Alden, Sara, Khansa, sama Aurora udah tau kebenarannya kok. Mungkin besok mau jelasin ke Asha." Ucap Revan sambil berjalan mendekati sang Mama.


Revan mendudukkan dirinya di depan Mama nya. Tangannya terulur mengelus kaki milik Asha. Netra Revan menatap Asha dengan intens.


"Abang nggak ada niat buat bikin Asha marah, Ma. Sebenaranya Abang cuma mau bilang, biar kita berdua ngobrol dulu. Ya karena Mama juga tahu kan, kita jarang banget ngomong berdua. Kalaupun mau ngobrol pasti salah satu dari kita ada yang sibuk." Ucap Revan tanpa mengalihkan pandangannya dari Asha.


"Tadinya Abang mau bilang sama Asha dan yang lain, kalau Abang mau melamar Asha dalam waktu dekat ini. Tapi Asha malah marah sama Abang. Ya meskipun kita berbeda keyakinan, Abang yakin pasti akan ada jalannya sendiri jika kita memang berjodoh." Jawabnya sambil beralih menatap sang Mama.


"Yang bener Bang? Kamu mau lamar Asha di waktu dekat ini? MasyaAllah Bang, Mama seneng banget." Ucap Ella heboh sambil memeluk sang putra. Ravan yang berada di pelukan sang Mama pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Tapi Abang mau lihat kondisi dulu, Ma. Mama tahu kan? Belum tentu juga si Asha mau sama Abang. Bisa jadi Asha udah punya pasangan atau mungkin tunangan?" Ucap Revan yang mulai membuat hatinya gundah.


"Ish, kata siapa Asha udah punya pasangan? Orang baru aja si Asha bilang kalau dia mulai suka sama Abang. Kalian tu lucu ya, sama-sama takut kalau ternyata nggak suka. Intinya kalau Abang punya niat baik, di segerakan ya Bang." Ucap Ella sambil menepuk pundak sang anak.


"Iya, Ma. Mama do'a in Revan ya. Semoga Asha mau nerima lamaran Abang." Ucap Revan sambil berdiri dari duduknya.


"Mama mau tidur dirumah atau mau tidur sama Asha aja?" Tanya Revan saat hendak melangkahkan kakinya menuju pintu.


"Mama mau tidur sama calon anak perempuan Mama aja. Kamu pulang aja sana, jagain Alden." Jawab Ella sambil merebahkan dirinya disamping Asha dan mulai memeluk Asha.


"Terus Papa?" Tanya Revan lagi kebingungan.


"Papa diluar kota, pulangnya besok pagi pas pengajian Paman Malik sama Reza. Jangan lupa matiin lampunya juga ya, Bang." Ucap Ella sambil mencari posisi enak dengan mata tertutup.

__ADS_1


Revan pun hanya menggelengkan kepalanya serta mematikan lampu kamar Asha dan menutup pintu. Revan berjalan keluar kamar Asha dan melihat kondisi rumah Asha yang sudah sepi.


"Sar, Sara!" Ucap Revan sambil berjalan mendekati dapur. Barangkali Sara masih mencuci piring, dan belum tidur? Batin Revan. Benar saja, Sara masih bergelut dengan piring, gelas dan sabun.


"Sara, Bang Revan pulang dulu ya. Jangan lupa kunci pintunya." Ucap Revan diambang pintu dapur. Sara yang mendengar seseorang berbicara pun menolehkan kepalanya. Sara hanya menganggukkan kepala atas perkataan Revan.


"Iya, Bang. Nanti Sara kunci. Abang pulang dulu gih. Noh, si Alden ngeluh dahinya sakit." Ucap Sara sambil meneruskan mencuci piring.


"Oke, jangan lupa ya Sar. Assalamualaikum." Ucap Revan sambil berlalu keluar dari dapur menuju ke pintu utama.


"Siap, Bang. Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarrakatuh." Ucap Sara menjawab salam dari Revan. Setelah selesai mencuci piring, Sara pun berjalan menuju pintu utama dan mengunci pintu sesuai dengan perintah dari Revan.


Selesainya mengunci pintu, Sara pun beranjak menuju kamarnya dan tak lupa dia mematikan lampu utama di ruang tamu serta ruang keluarga.


Keesokan harinya Ella dan Asha pun sudah sibuk untuk menata ruang tamu di rumahnya. Tak lama setelah itu Sara, Khansa, dan Aurora pun ikut membantu mereka menata ruang tamu untuk pengajian.


Setelah semua tertata rapi, mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian. Asha yang sudah selesai berganti pakaian terlebih dahulu pun keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur.


Asha tersenyum karena dia melihat mobil catering tempat di mana dia dan Ella memesan makanan untuk pengajian nanti. Kemudian Asha pun berjalan mendekati gerbang dan membukakan gerbang tersebut agar mobilnya bisa masuk ke dalam.


Saat membuka gerbang dia berpapasan dengan Revan yang akan masuk ke rumahnya. Senyum yang tadi merekah di bibir Asha pun seketika hilang entah kemana. Asha menatap datar Revan lalu mengalihkan perhatiannya sesegera mungkin.


Asha membukakan gerbang tersebut dan berjalan memasuki rumah. Asha yang sedang membukakan pintu agar tukang katering bisa mengangkatnya masuk ke dalam pun, melihat Revan yang membantu tukang katering tersebut mengangkat makan-makanannya.


Ada rasa yang aneh, yang timbul di hati Asha ketika melihat wajah Revan. Tanpa Asha sadari, bibirnya menerbitkan senyum manis seperti ketika dia menatap Revan dulu.


Revan yang sedang menngangkat makanannya dan hendak membawa masuk pun kaget karena melihat Asha tersenyum padanya. Revan pun mendekati Asha dan bertanya mengapa Asha tersenyum.


"Kamu kenapa tersenyum, Sha?" Ucap Revan setelah berada tepat di depan Asha. Asha yang sedang asyik melamun seketika terkejut karena mendapati Revan berada didepannya.

__ADS_1


Karena gugup, Asha pun meninggalkan Revan tanpa menjawab pertanyaan dari Revan. Revan hanya merasa bahwa Asha masih marah karena kesalahpahaman kemarin. Revan membawa semua makanan pesanan Mamanya dan Asha menuju ke dapur.


Setelah semua selesai dan semua anggota keluarga sudah berkumpul, tak berapa lama datanglah segerombolan orang ke rumah Asha. Ella mengajak anak-anaknya untuk ke depan dan menyalami para tamu yang datang ke pengajian almarhum Malik dan Reza.


Benar saja terdapat gerombolan ibu-ibu yang berpakaian mewah, membawa anak gadis mereka. Alden yang melihat hal itu pun matanya berbinar dan hendak menyalami para wanita tersebut. Belum sempat dia mendekat, Sara sudah menarik baju bagian belakangnya dan membisikan sesuatu.


"Bukan mahram, Den!" Bentak Sara dengan pelan seolah tahu niat Alden. Alden pun hanya mendengus dan tetap berdiri pada posisinya. Menunggu bidadari-bidadari itu mendekat padanya.


"Ya ampun, Jeng. Anakmu ganteng-ganteng ya. Aku juga punya gadis yang cantik banget loh, barangkali minat." Ucap salah satu ibu-ibu beserta anak perempuan dengan make up tebal.


"Maaf Jeng, anakku udah sold out semua. Jeng lihat anak-anak gadis yang pakai kerudung disebelah anak-anakku itu? Nah mereka itu calon mantuku." Jawab Ella sambil menunjuk Asha dan adik-adiknya.


"Ih tapi kan mereka nggak cantik-cantik banget. Mendingan nih anakku, udah cantik wanita karir lagi." Ucap sang ibu ngotot sambil menawarkan anaknya.


"Kau ini loh Jeng, anak kok ditawar-tawarin. Kayak barang aja. Tapi aku lebih suka sama cewek yang natural sama cewek rumahan kok Jeng. Karena mereka lebih bisa menghargai suaminya yang sudah bekerja. Ya karena kebanyakan kalau wanita karir itu akan sedikit membangkang sama suami. Ya nggak sih Jeng?" Ucap Ella menjawab temannya itu.


Sementara itu, teman-teman Revan yang sudah datang pun berjalan mendekati barisan Revan serta adik-adik Asha untuk menyalaminya.


"Nama saya, Zevan. Teman satu tim nya AKP Revan. Salam kenal nona..." Ucap seorang polisi yang merupakan teman Revan sambil menatap Asha intens. Tangannya terulur untuk menyalami Asha


"Oh, nama saya Asha Arr-" Ucapan Asha terpotong karena ada sebuah tangan yang melingkar sempurna di pinggangnya.


"Namanya, Asha Arraselli. Calon istri dari temanmu ini." Jawab Revan dengan senyum yang mengintimidasi teman satu tim nya.


Zevan yang mengetahui hal itu pun menurunkan tangannya, tak jadi menyalami Asha. Semantara itu, Asha hanya menatap Revan bingung.


Merhaba! Kakak kakak Kayenna Tercinta❤.


Kayena ucapin Ramazan Bayramınız Mübarek❤. Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk semuaa. Jangan lupa tinggalkan jejak untuk Kayenna yaa. Kalau mau kasih THR buat Kayenna bisa dengan Like, Comment, Gift, or Vote yaa🤗.

__ADS_1


Iyi Gecerler! all❤


__ADS_2