SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 25


__ADS_3

Sara menyeritkan dahinya bingung karena dia melihat Bella berada di daerah tempat tinggalnya. Padahal tempat tinggal Bella berada jauh dari tempat tinggalnya. Sara juga bingung, mengapa Bella masih bisa berkeliaran padahal ibunya sedang berada di kantor polisi.


Bukannya jika orang tua kita mendapat masalah, seharusnya kita sebagai anak menunggunya? Pikir Sara.


"Lo pegang jaket Gue lagi, udah mau ijo lampunya." Ucap Ethan sambil membenarkan jaketnya agar bisa dipegang oleh Sara. Sara yang masih melihat Bella pun tambah bingung. Karena Bella menatap dirinya dan Ethan seperti orang yang sedang selingkuh.


Sara yang akan bertanya kepada Ethan apakah dia mengenal Bella atau tidak malah menancap gas nya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju TPU.


Setelah beberapa menit melakukan perjalanan, mereka berdua pun sudah sampai di depan TPU. Dan benar saja, sudah ada beberapa mobil serta ambulans yang tertata rapi di depan TPU.


Sara dan Ethan pun berjalan beriringan menuju tempat yang telah disinari oleh cahaya lampu. Ya, itu adalah tempat pemakaman untuk Reza. Sara dapat melihat kakak serta adik-adiknya yang sudah berada disana dengan menundukkan kepalanya.


Sara perlahan mendekati Asha dan menyentuh lengannya. Asha yang disentuh pun mendongakkan kepalanya dan memeluk Sara. Sara yang tiba-tiba dipeluk pun membalas pelukan kakaknya.


"Kamu baik-baik saja, Sar? Teteh khawatir sama kamu. Kita semua nungguin kamu dari tadi. Teteh nggak mau, kamu nggak lihat Reza untuk terakhir kalinya." Ucap Asha dengan lirih. Sara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk sang kakak.


Rendi yang melihat semua orang telah berkumpul pun memberi isyarat kepada pegawai rumah sakit untuk memulai pemakaman Reza. Sebelum diturunkan, Sara mendekat ke jenazah Reza dan mengelus bagian kepalanya.


"Reza yang tenang ya disana. Maafin Mbak Sara, yang belum bisa jadi kakak yang baik buat Reza. Kalau disana ketemu sama Ayah, sampaikan salam Mbak Sara buat Ayah ya Za. Mbak Sara kangen Ayah. Jagain Ayah disana ya Za. Mbak Sara akan selalu kirim do'a untuk Ayah dan Reza. Wassalamu'alaikum Reza." Ucap Sara sambil mencium kening Reza yang tertutup kain kafan.


Rendi, Revan, Ethan, dan Alden pun turun kebawah dan menerima jenazah Reza. Rendi mengumandangkan adzan terakhir untuk Reza. Tak lupa Rendi pun membuka tali kafan yang ada di badan Reza. Setelah itu Rendi dan yang lain pun naik keatas.


Para petugas pun menutup liang lahat milik Reza dan menaburkan bunga diatasnya. Sara pun berpindah dan berjongkok diantara makam sang Ayah dan Reza.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Ayah. Sara dateng kesini buat jenguk Ayah, sekaligus anterin Reza buat nemenin Ayah disana. Yang tenang disana ya, Yah. Sara sayang kalian." Ucap Sara sambil mengelus nisan milik Ayahnya.


Setelah itu, Sara dan semua orang pun berdo'a untuk Malik dan Reza. Aurora dan Asha pun mundur beberapa langkah kebelakang untuk berdo'a sesuai dengan agamanya.


Perlahan tapi pasti, semua orang pun izin pamit kepada Rendi untuk kembali pulang. Ada yang pulang kerumah sakit, dan ada juga yang pulang kekantor polisi untuk menyelesaikan sisa masalah tadi.


Sara dan yang lain pun mulai meninggalkan pemakaman Malik dan Reza. Mereka semua berkumpul didepan TPU dan membicarakan sedikit masalah tadi.


"Kita pulang dulu kerumah Asha ya. Karena disana sepi tidak ada orang. Dan mungkin Paman dan Bibi akan menginap disana. Karena kalian semua perempuan. Dan kita tak tahu, apakah wanita pembunuh itu memiliki rekan yang lain atau tidak. Paman takut terjadi sesuatu kepada kalian semua." Ucap Rendi sambil menghadap ke Asha dan adik-adiknya.


"Oh, tidak perlu Paman. Asha takut merepotkan Paman dan Bibi. Asha akan berjaga-jaga dengan Sara, iya kan Sar? Nanti jika ada apa-apa pasti Asha akan hubungi Paman dan Bibi." Ucap Asha sambil bertanya kepada Sara.


Sara pun hanya menganggukkan kepalanya atas pertanyaan sang kakak. Ella yang mendengar perkataan dari Asha pun menggelengkan kepalanya.


Asha pun menatap Revan meminta persetujuan. Dan Revan hanya menganggukan kepalanya menandakan agar Asha menerima permintaan dari Ella.


"Baiklah Paman, Bibi. Jika itu mau kalian nanti Asha akan siapkan kamar untuk Paman dan Bibi." Ucap Asha mengiyakan permintaan dari Rendi dan Ella.


Mereka semua pun pulang menuju rumah Asha. Semua naik mobil seperti keberangkatan mereka. Kecuali Ethan, dia menaiki motornya dan mengendarai motornya di bagian depan. Lalu diikuti oleh mobil Revan dan Rendi.


Saat mereka akan berbelok kearah rumah Asha. Mata Sara melihat Bella keluar dari arah jalan ke rumahnya. Sara yang tahu tentang fakta tadi pun menjadi was-was. Pikiran negatifnya pun sudah menguasai pikirannya.


Dan benar saja, ketika rombongan Sara tiba dirumahnya. Semua orang terkejut bukan main. Pasalnya rumah Sara sudah berantakan seperti habis dijarah.

__ADS_1


Gerbang rumahnya yang sudah sengaja dilepas, pintu rumah yang sudah didobrak, serta semua kaca yang sudah pecah. Sara keluar mobil Revan dengan tergesa-gesa.


Asha dan yang lain pun menjadi panik dengan apa yang mereka lihat. Sara mencoba masuk kedalam rumah namun dilarang oleh Revan. Revan mengatakan bahwa, bagaimana jika didalam masih ada si penjahat atau kawananya.


Rendi, Revan, Ethan, dan Alden pun mencoba memasuki rumah dengan perlahan. Revan yang masih mengenakan seragam dinasnya lengkap dengan pistol dan borgolnya pun memanfaatkannya.


Rendi menggelengkan kepalanya ketika melihat dalam rumah yang sudah hancur berantakan.


Kaca televisi yang sudah di pecahkan, vas-vas yang sengaja dijatuhkan, sofa-sofa yang sudah disobek kainnya serta masih banyak lagi. Setelah memastikan jika sudah tak ada penjahat, Revan pun memanggil semua orang untuk masuk.


Asha menutup mulutnya tak percaya melihat rumahnya yang sudah menjadi kapal pecah. Kaca yang membatasi antara dapur dan ruang makan pun sudah pecah, dan pecahannya tersebar sampai kemana-mana.


Rendi pun memberi saran agar Asha dan adik-adiknya meninggalkan rumah itu dahulu.


"Sebaiknya kalian ambil barang-barang berharga serta keperluan yang sangat penting bagi kalian. Kalian akan pergi untuk sementara dari sini. Paman akan pesankan hotel untuk kalian bermalam sampai paman menemukan rumah baru yang pas untuk kalian." Ucap Rendi yang langsung diangguki oleh mereka semua.


Khansa dan Aurora pun bergegas menuju lantai atas dan mengambil barang-barang nya. Sementara Sara yang baru memasuki kamarnya pun juga kaget. Kaca riasnya yang menempel jadi satu dengan lemarinya pun terdapat sebuah tulisan berwarna merah.


"KALIAN HARUS MATI!!!" Tulisan itu tertulis begitu rapi dikacanya. Sara bergegas mengambil semua perlengkapannya dan segera keluar kamar. Sesampainya diluar kamar, Sara berjalan mendekati Alden yang sedang berdiri didekat tangga.


"Den, Gue tau siapa pelakunya." Ucap Sara berbisik kepada Alden.


Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.

__ADS_1


Iyi Gecerler! all❤.


__ADS_2