SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 27


__ADS_3

Ella berniat untuk menjadikan satu tempat tinggal antara keluarganya dan juga Asha. Namun mau bagaimana pun Asha juga akan merasa tidak enak. Jadi Asha akan berbicara mengenai hal tersebut kepada Ella dan Rendi setelah selesai mengeluarkan barang-barang mereka.


Setelah semua barang-barang milik Asha dan adik-adiknya dibawa masuk ke rumah Ella, mereka semua pun beristirahat di depan ruang televisi. Asha berinisiatif untuk membuatkan minuman untuk mereka semua.


Asha pun menanyakan keberadaan dapur kepada Ella. Ella mengantarkan Asha kedapur untuk membuatkan minuman serta menyiapkan camilan. Tak mau ketinggalan, Sara dan Khansa pun mengikuti langkah Ella dan Asha.


Ella yang baru menyadari bahwa mereka semua belum makan malam pun memasak untuk mereka semua. Dengan senangnya, Ella memasak bersama dengan Asha, Sara, dan Khansa. Melihat mereka bertiga yang sudah lihai memainkan alat dapur, membuat Ella takjub.


"Ihhh Bibi suka banget deh kalo gini. Sekarang kalau masak nggak sendiri lagi. Terus ini kalian udah bisa masak semua? Jarang loh ada anak seusia kalian yang mau terjun langsung kedapur buat masak." Ucap Ella sambil melatakkan kedua tangannya kepinggangnya.


Asha yang sedang mengiris wortel pun menghentikan kegiatannya dan menimpali perkataan Ella.


"Iya, Bi. Mau gimana lagi. Kalau Asha lagi nggak bisa masak, jadi otomatis yang masak Sara sama Khansa. Memang Bibi tidak memiliki asisten rumah tangga?" Jawab Asha sambil meneruskan mengiris wortelnya.


"Enggak, Bibi melakukan semua pekerjaan rumah sendirian. Padahal kalian tahu kan, besar rumah ini. Tapi mau bagaimana lagi, Paman kalian yang menginginkannya. Tapi sekarang Bibi senang karena ada kalian. Jadi Bibi tidak akan merasa kesepian." Ucap Ella sambil mengaduk teh yang baru saja dituang oleh Sara.


Mereka memasak diselingi dengan canda tawa yang dibuat oleh Ella maupun Sara. Saat semua masakan telah selesai, Ethan datang kedapur dan pamit kepada sang Mama.


"Ma, Ethan pulang ke apartemen ya. Ada temen-temen Ethan mau main ke apartemen. Ethan pamit ya, Ma. Assalamu'alaikum." Ucap Ethan sambil menyalami tangan sang Mama. Namun Ella menahan tangan sang anak.


"Ngapain pulang sekarang, Mas? Mama sama yang lain udah selesai masaknya. Makan dulu baru pulang ya?" ucap Ella sambil memegang tangan kanan dari anaknya itu. Ethan hanya menggelengkan kepalanya.


Dia mengatakan bahwa teman-temannya sudah menunggunya sedari tadi. Jadi mau tak mau Ella pun mengizinkan Ethan untuk pulang ke apartemennya. Setelah kepergian dari Ethan, datanglah Alden menuju dapur dan mencari Mama nya.

__ADS_1


"Ma, Alden laper. Mama masak apa?" Ucap Alden sambil duduk di meja bar yang menghadap langsung ke arah dapur. Ella yang sedang memasak pun menjawab bahwa dia dan yang lain sedang memasak sup dan menggoreng ayam.


Bukannya pergi, Alden malah masih setia duduk sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya. Alden asyik menatap Khansa yang sedang menggoreng ayam. Sara yang melihat hal itu pun mendekati Ella dan membisikkan sesuatu.


"Bibi, lihatlah Alden yang terus menatap Khansa. Sepertinya ada sesuatu diantara mereka." Ucap Sara dengan suara yang lirih sehingga hanya terdengar oleh Ella saja.


Ella yang mendengar perkataan dari Sara pun menolehkan kepalanya menuju Alden yang sedang menatap Khansa tanpa berkedip.


"Makanya, Den. Kalo cari calon istri itu yang masih satu brayat sama Khansa. Kalau punya istri serba bisa itu suami pasti seneng. Coba aja, kalau cari yang cuma modal cantik, pasti cuma bikin emosi. Masak nggak bisa, ngurus anak sama suami nggak bisa. Besok cariin Mama mantu yang kayak Khansa ya." Ucap Ella diselingi dengan kode untuk Alden.


Alden yang mendengar perkataan dari Mama nya pun menurunkan kedua tangannya.


"Siap, Ma. Mau berapa Ma? Dua, tiga, atau lima?" Ucap Alden sambil tertawa. Ella yang mendengar jawaban Alden pun berjalan mengejar Alden dengan spatula yang masih setia di genggamannya.


Rensi yang melihat sang istri mengejar-ngejar anaknya pun berkata, mengapa Ella mengejar Alden. Ella yang sudah lelah berjalan cepat mengejar Alden pun mendekati sang suami dan duduk di sebelahnya.


"Itu Pa, anakmu. Kurang ajar, masa dia mau punya istri 5? Ya kali, orang satu aja nggak abis-abis." Adu Ella kepada sang suami. Rendi yang mengetahui alasan sang istri mengejar Alden pun hanya menggelengkan kepalanya.


Sementara itu Revan dan Aurora yang sedari tadi asyik bermain PlayStation pun menoleh kearah Rendi dan Ella. Tak lama setelah aksi pengejaran itu, Sara berjalan ke ruang tamu dan menemui semua orang.


"Paman, Bibi, Pak Revan, makanannya sudah siap. Kita bisa mulai makan malam sekarang." Ucap Sara sopan. Rendi yang mengetahui hal itu pun mengajak sang istri dan anak-anaknya untuk berlalu ke meja makan.


Semua orang sudah duduk rapi di meja makan dan terakhir hanya Asha yang berjalan dari arah dapur sambil membawa nasi yang telah matang. Semua orang pun mengambil nasi dan lauk yang tersedia di atas meja.

__ADS_1


Setelah menyiapkan makanan untuknya Rendi, Ella pun mengambil bagian untuk dirinya. Mereka semua memulai makannya dengan berdoa dan langsung menyantap makanan mereka milik mereka.


Rendi yang telah menyuapkan beberapa suapan nasi serta masakan tadi pun terkaget. Karena rasanya yang sungguh sangat enak dan cocok di lidah Rendi.


"MasyaAllah. Siapa yang memasak ini, Ma? Rasanya sungguh sangat enak dan pas dilidah Papa. Apakah Mama yang memasak?" Ucap Rendi sambil menghadap sang istri yang berada di sebelah kanannya.


Ella yang sedang mengunyah pun buru-buru menghabiskan makanan yang masih tersisa di mulutnya. Lalu meminum air putih terlebih dahulu sebelum pertanyaan suaminya.


"Bukan Mama yang memasak, Pa. Tapi yang memasak sup ini adalah Asha, kalau ayam goreng itu yang menggoreng Khansa, dan yang membuat teh itu Sara. Bagaimana rasanya, Pa? Apakah enak?" Tanya Ella antusias kepada sang suami.


Rendi pun menganggukkan kepalanya setuju dan berkata.


"MasyaAllah rasanya enak sekali. Coba saja Papa memiliki menantu seperti kalian, pasti Papa akan banyak makan dan badan Papa ini akan langsung gemuk dalam waktu beberapa hari saja." Ucap Rendi sambil menatap Asha.


Revan yang mendengar perkataan sang papa pun segera menelan makanannya.


"Papa mau Asha jadi menantu papa? Ya udah tunggu Revan ngelamar Asha dulu baru setelah itu Revan akan menikahi Asha. Dan Papa akan jadi mertua dari Asha." Ucap Revan dengan mantap nya.


Asha yang sedang memakan makanannya pun tiba-tiba tersedak karena mendengar perkataan dari Revan.


Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.


Iyi Gecerler! all❤.

__ADS_1


__ADS_2