SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 29


__ADS_3

"Kok ada foto Teh Asha ya, Ra? Emang tadi Teh Asha bawa foto ini? Perasaan Teteh tinggal di meja belajar deh. Kok bisa sampai sini. Meskipun Teteh bawa, kan barang-barang kita masih dibawah." Tanya Asha kepada Aurora sambil membolak balikkan bingkai foto tersebut.


"Ya nggak papa dong, Teh. Masa pasang foto calon istrinya di kamarnya nggak boleh. Eh, Teh. Ini beneran kita boleh tidur di sini? Soalnya rapi banget ini kamarnya." Jawab Aurora sambil duduk di pinggir ranjang milik Revan.


Asha pun mengembalikan bingkai foto tersebut dan berjalan mendekati adiknya.


"Ya boleh dong. Tadi kan Bang Revannya udah bilang, boleh ditempatin. Kalau soal bersih atau enggaknya, biar besok Teteh aja yang bersihin." Ucap Asha sambil berjalan ke sisi ranjang yang lainnya.


"Cie, yang latihan simulasi jadi calon istri." Ucap Aurora sambil merebahkan dirinya di atas kasur pemilik Revan. Asha yang mendengar jawaban dari adiknya hanya menggelengkan kepalanya.


Asha pun merebahkan dirinya di sebelah Aurora dan menyelimuti mereka berdua. Tak lama setelah itu, Asha pun tertidur dengan pulas bersama Aurora.


Sementara di tempat lain, Khansa yang baru saja masuk di kamar Ethan pun langsung merebahkan dirinya. Sara yang melihat hal itupun berjalan mendekati Khansa dan menyelimuti nya.


Memang kamar Ethan berbeda dengan kamar sama kakak. Jika kamar Revan bernuansa warna putih, sedangkan kamar Ethan identik dengan warna abu-abu dan bau yang khas dengan laki-laki.


Sara bingung karena di dalam kamar Ethan tak ada satupun foto. Sara yang kepo dengan wajah Ethan pun mencoba berjalan menuju ke meja belajar milik Ethan. Mencari, siapa tahu dia menemukan foto Ethan walaupun hanya satu saja.


Namun tak ada satu foto pun yang Sara temukan di meja belajar Ethan. Dia hanya menjumpai berbagai buku tentang penerbangan, pilot, dan pesawat.


Karna Sara yang ingat bahwa dia besok masih sekolah dan harus bangun pagi, Sara pun berjalan menuju ranjang dan merebahkan dirinya di samping Khansa.


Tak sampai 5 menit, Sara sudah terbang ke alam mimpi.

__ADS_1


Sara terbangun karena suara adzan subuh. Dia mengucek matanya dan mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan nyawanya. Setelah nyawanya terkumpul, Sara menurunkan kakinya dan beranjak berdiri. Sara pun melangkahkan kakinya menuju keluar kamar.


Tujuan Sara adalah turun ke lantai bawah, tempat di mana barang-barangnya diletakkan. Saat keluar kamar dan akan menurun tangga, Sara berjumpa dengan Alden yang masih mengucek matanya seperti bangun tidur.


"Eh kakak ipar, kau sudah bangun? Mau kemana pagi-pagi gini, Sar?" Ucap Alden sambil mengangkat kedua tangannya. Ya Alden sedang melakukan peregangan setelah bangun dari simulasi matinya.


"Apaan sih, Den? Kakak ipar, kakak ipar. Ya mau ambil mukena lah, sholat subuh. Dih ketahuan kalo jarang sholat nih." Ucap Sara sambil berjalan menuruni tangga. Alden pun menngikuti langkah Sara.


"Ya kan Bang Revan sama Teh Asha udah mau jadi calon suami istri. Otomatis Gue adek ipar Lo juga. Terus Khansa sama Aurora adek ipar Gue." Ucap Alden sambil berjalan menginjak bekas pijakan Sara ditangga.


"Teori dari mana tuh? Setau Gue ya, yang jadi iparan itu cuma Teh Asha sama Lo dan Gue jadi iparan sama Bang Revan. Kita nggak ada ipar-iparan." Jawab Revan sambil berjalan melewati dapur, dan ternyata Ella dan Asha sudah memasak disana.


Alden yang mendengar jawaban dari Sara pun mengadu dengan sang Mama.


"Ya tetep iparan dong. Tapi kalau mau pacaran atau nikah sesama ipar juga boleh kok. Mama setuju malah." Jawab Ella sambil memasukkan nasi nya untuk digoreng. Alden yang mendengar jawaban sang Mama pun hanya menganggukkan kepalanya karena dia sedang minum.


Saat sedang minum itu juga, Sara melewati dapur dan akan berjalan ke atas dengan membawa dua mukenah. Alden pun menyetop Sara dengan memanggilnya dan memberikan jawaban seperti perkataan sang Mama.


"Eh Sar, orang kata Mama. Kita tetep jadi iparan kok. Makanya jadi orang jangan ngeyel. Iya kan mah?" Ucapakan sambil menatap sang Mama. Ella yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya karena sedang fokus memasak nasi goreng.


Sara hanya menggelengkan perlahan kepalanya mendengar jawaban dari Alden. Saat akan melangkah, Asha berbicara kepada Sara.


"Sar, habis sholat langsung mandi ya. Tadi udah Teteh setrika bajunya. Jangan lupa bangunin Aurora juga ya." Ucap Asha kepada Sara. Sara yang diperintah oleh kakaknya pun hanya mengacungkan jari jempolnya dan berjalan meninggalkan lantai bawah.

__ADS_1


Sara berjalan menuju kamar Revan dan membangunkan Aurora. Setelah Aurora terbangun, Sara pun kembali kekamar Ethan. Pertama-tama Sara membangunkan Khansa terlebih dahulu. Setelah itu mereka sholat subuh berjamaah.


Selesai nya, Sara pun memakai kamar mandi milik Ethan. Saat keluar dari kamar mandi, sang kakak datang membawakan seragamnya. Sara tersenyum karena kakaknya datang diwaktu yang tepat.


"Ganti bajunya terus turun kebawah ya. Teh Asha sama Bibi Ella dah selesai masaknya." Ucap Asha sambil keluar kamar. Sara hanya menganggukkan kepalanya menjawab perkataan sang kakak.


Setelah 15 menit bersiap-siap, Sara dan Khansa beejalan turun kebawah. Semua orang sudah berkumpul dimeja makan dan menunggu kedatangan mereka.


"Selamat pagi, Paman, Bibi." Ucap Sara sambil duduk disebelah Khansa. Rendi dan Ella pun menjawab sapaan dari Sara. Mereka semua memulai sarapan. Tak ada seorang pun yang berbicara ketika makan. Hanya sesekali candaan Alden yang mengisi keheningan disaat makan pagi.


"Sara sama Khansa berangkat bareng Alden ya? Nanti biar Aurora berangkat bareng Paman. Dan ya, bisakah kau dan Bibi mu datang ke kantor Paman nanti siang, Sha? Paman akan menemui pemilik rumah yang akan kalian huni. Bagaimana?" Ucap Rendi setelah selesai memakan sarapannya.


"Baik, Paman. Nanti siang Asha akan ke kantor Paman dengan Bibi. Tapi apakah Bibi tidak sibuk nanti siang?" Jawab Asha sambil menatap Ella yang baru saja selesai makan.


"Oh bisa, Sha. Sekalian nanti kita mampir ke catering ya. Rencananya Bibi akan mengadakan pengajian untuk Ayah kalian dan Reza. Bagaimana kalau acaranya diadakan besok saja? Biar nggak terlalu mepet waktunya?" Ucap Ella sambil melipat kedua tangannya.


Asha pun menyetujui usul dari Ella. Dan setelah itu, mereka semua berangkat menuju sekolah dan kantor masing-masing. Kecuali Asha dan Ella yang tinggal dirumah.


Sara membonceng serta Khansa dan diikuti oleh Alden dibelakangnya. Sesampainya disekolah, Sara menyerit heran. Karena sudah ada Bella dan centeng-centengnya yang berpenampilan seperti tante girang sudah berdiri tegak di depan gerbang sekolah.


Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.


Iyi Gecerler! all❤.

__ADS_1


__ADS_2