SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 85


__ADS_3

Asha pun mendongakkan kepalanya dan terkejut menetap sang suami.


"Kamu kenapa nangis, sayang?!" Ucap Revan khawatir karena melihat sang istri menangis di dalam toilet. Dia pun berjongkok di depan sang istri dan memeluk tubuh sang istri.


"Hiks... hiks... Abang." Ucap Asha tersedu-sedu di dada sang suami. Revan pun mendongakkan kepala sang istri dan mencium dahi milik Asha penuh cinta.


Revan menghapus air mata sang istri dan mencium kedua kelopak mata milik sang istri. Asha pun menghirup nafasnya panjang-panjang dan menatap netra sang suami.


"Abang mau tau kenapa Asha nangis?" Ucap Asha dengan nada yang serak karena baru selesai menangis. Revan pun menganggukkan kepalanya sambil mengelus pipi milik sang istri yang sudah sedikit membulat.


Asha pun memajukan badannya dan mendekatkan mulutnya ke telinga sang suami. Revan dapat merasakan hembusan nafas hangat milik sang istri di telinganya.


"Assalamu'alaikum Ayah. Tunggu aku sembilan bulan lagi, ya." Ucap Asha dengan nada seperti anak kecil yang membuat Revan membelalakkan matanya.


"Yang bener sayang?!" Ucap Revan sambil menangkup wajah milik sang istri. Asha pun hanya menganggukkan kepalanya sambil menangis. Revan pun memeluk sang istri erat dan menciumi seluruh wajah milik Asha.


Asha mengeluarkan testpack yang menunjukkan dua garis tersebut kepada Revan. Terlihat dari raut wajah bahagia Revan ketika melihat testpack berwarna biru milik Asha.


"Makasih sayang! Abang sayang sama Asha!" Ucap Revan sambil mengeluarkan air matanya. Dia pun menggendong sang istri untuk keluar dari kamar mandi. Revan membawa Asha mendekati ranjang dan mendudukan Asha dipinggir ranjang.


"Ini nggak mimpi kan, Sha? Abang akan jadi Ayah kan?" Ucap Revan sambil mendongakkan kepalanya menatap sang istri sambil duduk dilantai. Asha pun hanya menganggukkan kepalanya sambil mengelus rambut sang suami.


"Iya, Bang. Disini, ada calon bayi kita. Bayi yang selama ini kita tunggu." Ucap Asha sambil membawa tangan besar sang suami ke perut nya. Revan pun menangis haru dan memeluk perut Asha erat.


"Alhamdulillah, Abang seneng banget Sha. Terimakasih ya, sayang. Kau adalah calon ibu terhebat yang akan dimiliki oleh little baby kita." Ucap Revan sambil mengelus perut sang istri.


Revan pun membuka sedikit baju milik Asha dan mencium perut putih milik Asha. Dia pun mencium perut sang istri berulang kali sambil tersenyum.


"Ayah dan Bunda akan sabar menunggu kamu datang ke dunia ini, Nak. Ayah sayang sama kamu." Ucap Revan sambil menciumi seluruh perut milik sang suami.


"Kita kasih tahu ke semua nya yuk, Bang. Kita lihat ekspersi mereka." Ucap Asha sambil mengelus lengan berotot milik Revan. Revan pun mendongakkan kepalanya dan menganggukkan kepala.


Revan pun berdiri dari duduknya dan menggandeng tangan sang istri. Mereka berjalan turun setelah mengambil ponsel. Saat turun kebawah, semua orang pun sedang santai sambil menonton tv.


Ada Rendi, Ella, Ethan, Alden, Khansa, Nathan, dan Aurora. Asha dan Revan pun berjalan mendekati mereka semua dan duduk di tengah-tengah semua orang.


Asha masih menyembunyikan testpack miliknya. Dia berniat untuk memperlihatkan testpack tersebut kepada kedua orang tuanya serta adik-adiknya.


"Ma, Asha mau ngomong." Ucap Asha dengan suara yang sedikit keras sambil menolah ke arah Ella dan Rendi yang sedang duduk disebelahnya.


"Hmm..." Ucap Ella sambil memijit tangan Malik dengan mata yang masih menatap film horor yang diputar oleh Alden. Asha hanya menatap geli kepada sang suami yang masih saja memeluk perutnya.


Ya, setelah Asha duduk di samping sang mertua Revan langsung menjadikan pahanya sebagai bantal. Dia masih menciumi perut sang istri dengan percaya dirinya tanpa malu sedikitpun.


"Papa! Teteh mau ngomong ih!" Ucap Asha dengan nada yang sedikit tinggi. Namun lagi-lagi hanya ditanggapi oleh deheman Rendi. Asha yang kesal pun mengambil remote tv, lalu mematikannya.


Semua orang pun terkejut dan mencari siapa dalang semua ini. Mereka menatap tajam Asha yang hanya menyembunyikan remote sambil tertawa lebar sehingga matanya menyipit.


"Kenapa dimatiin sih, Teh. Orang lagi seru juga! Itu si embaknya udah digantung. Nenek peot nya juga udah ngambil pisau. Tinggal srett aja kenapa dimatiin sih tv nya. Nayalin nggak Teh!" Ucap Alden sedikit emosi karena kelakuan sang kakak ipar.

__ADS_1


"Ya habisnya Teteh dari tadi ngomong nggak ada yang dengerin. Yaudah Teteh matiin aja! Iya kan Bang?" Tanya Asha sambil menunduk menatap sang suami yang tak menggubrisnya dan masih asyik memainkan perut sang istri.


"Ck, Abang mah." Ucap Asha sambil memukul lengan sang suami perlahan. Asha pun hembali menatap Alden yang masih emosi di sebelah Ethan.


"Nyalain nggak Teh?!" Pinta Alden sambil mengulurkan tangan kanannya. Asha pun hanya menggelengkan kepalanya. Alden berdecak kesal dan hendak berdiri dari duduknya, berniat mengambil remote tv nya.


"Teteh cuma mau bilang kalau... TETEH HAMIL!" Ucap Asha antusias sambil menatap semua orang. Asha tersenyum tipis saat melihat semua orang melotot kaget, kecuali Alden yang masih bertahan dengan wajah emosinya.


"Kan Teh Asha cuma hamil, kenapa-" Ucapan Alden terpotong lalu matanya seketika melotot.


"Teh Asha hamil?!" Ucap Alden heboh sambil menatap terkejut kepada sang kakak ipar. Asha pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum sambil menatap semua orang.


"Yess! Akhirnya jadi om!" Teriak Alden sambil memukul punggung milik Ethan. Sontak semua orang pun berteriak bahagia.


"Alhamdulillah, Teh! Aaaa... bantar lagi Rora jadi aunty!" Ucap Aurora heboh sambil mengguncangkan badan Nathan yang masih bengong.


Sontak Alden pun menggulingkan Revan yang masih bermain di perut Asha. Lalu dia pun menggendong tubuh kecil milik Asha.


Tak ayal, semua orang pun ikut memeluk Asha dan mengusap perut Asha. Mereka semua tak memikirkan Revan yang jatuh terjungkal karena ulah Alden.


Rendi yang masih terkejut pun menoleh ke sang istri dan menyentuh pundak milik Ella lembut.


"Kita punya cucu, Ma?" Ucap Rendi lirih karena terkejut dengan penuturan Asha. Ella pun hanya menganggukkan kepalanya kaku dan seketika tersadar.


"Alhamdulillah, Pa! Kita jadi Nenek Kakek! Terimakasih Ya Allah!" Ucap Ella bersyukur karena Asha hamil.


"Huss, sana! Minggir calon om mau kasih sepres buat seseorang!" Ucap Alden kelimpungan.


"Surprise, Den. Bukan Sepres. Lama-lama jadi setress kali." Ucap Revan mengoreksi perkataan sang adik.


"Yaudah lah, Bang. Suka-suka mulut seksi nya Alden ini." Ucap Alden tanpa melihat reaksi semua orang.


Terdengar sambungan telepon yang belum terjawab dan menampilkan notif berdering lewat video call tersebut. Dengan cepat, dia membuka baju milik Asha sampai diatas perut lalu menempelkan ponselnya disana.


Revan yang melihat hal tersebut pun hendah menggampar sang adik namun tertahan karena mendengar suara cempreng yang selalu mereka semua rindukan.


"Assalamu'alaikum. Woy, Den! Ini muka jelek Lo kemana? Niat vc mbak nya nggak sih? Mana lagi si Alden ni?!" Ucap Sara sambil marah-marah yang membuat semua orang tersenyum.


"Sar, tebak deh. Ini apa coba?" Ucap Alden dengan suara yang sedikit keras. Terdengar helaan nafas dari Sara yang membuat Alden tertawa cekikikan tanpa suara.


"Udahlah, Den! Cepetan napa! Jangan muter-muter, langsung to the point aja!" Bentak Sara yang membuat Alden berhenti tertawa.


"Yaudah nih, liat sendiri!" Ucap Alden cuek sambil menjauhkan kamera ponselnya sehingga menampakkan Asha yang perutnya terbuka.


"Heh, Den! Itu kenapa perutnya Teh Asa jadi bugil gitu?! Tutup ih, aurat! Nanti kembung Teh Asha nya!" Ucap Sara sambil mendekatkan mulutnya ke speaker yang membuat Alden tertawa terbahak-bahak.


"Suara Lo kek radio bobrok tau gak?! Ini lagi pamer perut yang bentar lagi mau buncit. Ada ponakan Gue didalem sana!" Ucap Alden lalu mengganti kamera belakangnya menjadi kamera depan dan mengarahkan kameranya ke semua orang.


Alden mengambil testpack milik Asha dan memamerkannya kepada Sara sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Hah?! Teteh hamil?! Ya Allah, Sara seneng banget. Nyesel banget, Sara lagi disini." Ucap Sara dengan mata yang berkaca-kaca. Sara mengusap air matanya dengan kasar sambil menatap semua orang yang sangat dia cintai di layar ponselnya.


"Sara mau pulang aja! Sara kangen semua." Ucap Sara sambil menangis. Semua orang pun menatap sendu kepada Sara. Sara meletakkan ponselnya diatas kasur dan menangis.Mereka semua yang berada dirumah pun khawatir karena hanya melihat langit-langit milik kamar Sara.


"Hiks... hiks... Sara mau pulang... Sara mau kumpul sama semuanya, nggak mau sendiri lagi..." Ucap Sara sambil sesenggukan. Asha yang mendengar sang adik menangis pun mengambil ponsel Alden dan mendekatkannya ke mulutnya.


"Loh sayangnya Teh Asha kok nangis? Jangan nangis atuh cantik. Kita bisa kesana buat tengok Sara. Terakhir kita semua pergi ke Jogja satu tahun yang lalu kan? Jangan nangis lagi ya, Sar." Ucap Asha sambil berusaha menenangkan adiknya.


Sara mengangkat ponselnya dan memperlihatkan mukanya yang sudah memerah.


"Teteh beneran mau kesini? Mau ketemu sama Sara?" Ucap Sara lucu sambil mengusap air mata serta ingusnya. Asha pun tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya.


"Boleh kan, Bang? Kita ajakin Mama, Papa, sama yang lain jalan-jalan ke Jogja. Abang mau?" Ucap Asha smabil menoleh kesamping suaminya. Revan pun melihat Sara sebentar dan kembali menatap sang istri.


"Gimana ya, Sar? Kan Teteh nya masih perlu istirahat. Lain kali aja ya?" Ucap Revan yang langsung membuat Asha terkejut. Tak kalah terkejutnya, Sara pun kembali menangis.


"Bang Revan jahat! Kenapa Teteh nggak boleh kesini?! Mama! Mama kesini sama Papa ya?! Sara marah sama Abang!" Ucap Sara marah sambil menangis.


"Iya, Nak! Cup cup cup, jangan nangis lagi. Abang, Mama jewer nih ya?!" Ucap Ella menengangkan sang anak sambil tangannya bergerak mendekati telinga Revan. Sontak Revan pun menjauh dan mengatakan bahwa dia bercanda.


"Enggak, Ma. Abang cuma bercanda aja. Serius deh, Ma!" Ucap Revan sambil mengacungkan jari telunjuk dengan jari tengahnya. Ella pun hanya menggelengkan kepalanya atas tingkah Revan.


"Beneran?! Yaudah, Sara siap-siap dulu ya Ma?! Sara tunggu besok di bandara. Bye Ma, Assalamu'alaikum!" Ucap Sara heboh lalu mematikan panggilan video dari Alden.


"Sara kelamaan di Jogja kok malah eror ya, Ma? Yang bilang mau ke Jogja nya besok siapa?" Ucap Alden bingung sambil menatap kedua orang tuanya.


"Yaudah gapapa kan nyenengin kakak sendiri? Yaudah kalian beberes sekarang! Besok kita berangkat pagi aja. Bang, pesen tiket buat sembilan orang gih!" Ucap Rendi sambil berdiri dari duduknya.


Sontak semua orang pun langsung tersenyum lebar dan mengangkat kedua tangannya yang sedang dikepalkan, ya mereka semua senang. Setelah sekian lama tak liburan, baru kali ini lah mereka akan pergi bersama.


"Pesen delapan aja, Bang. Ethan besok udah ada jadwal." Ucap Ethan langsung berdiri sambil membenarkan kaosnya. Revan pun menatap sang adik, memastikan apakah yang dikatakan oleh Ethan benar adanya.


"Bener, Bang. Nanti Ethan kirim link jadwal Ethan ke Abang." Ucap Ethan datar sambil berjalan naik ke lantai atas. Asha pun menganggukkan kepalanya dan mengelus lengan sang suami.


...**********************...


Pukul sembilan lewat sepuluh menit, rombongan Rendi pun sudah tiba di Jogja. Mereka terus berjalan sampai dikejutkan oleh gadis kecil berpakaian gamis didepan mereka yang tiba-tiba memeluk Asha.


"Teteh..." Ucap Sara dengan nada tercekatmya karena menahan tangis. Asha yang dipeluk tiba-tiba pun segera menegakkan badannya yang hampir jatuh jika tak ditahan oleh sang suami.


Asha yang tahu bahwa gadis tersebut adalah adiknya pun mengelus kepala Sara yang tertutup jilbab besar itu.


"Eh jangan nangis dong, udah besar loh Sar. Cup cup, sekarang hapus dulu air matanya." Ucap Asha sambil menghapus air mata sang adik yang luruh ketika berada di pelukan sang kakak.


"Teteh mah gitu! Kenapa nggak kasih kejutannya kalo lagi hamil pas di Jogja aja? Sara jadi yang terakhir kan kalo gini." Ucap Sara seperti anak kecil sambil menghentakkan kakinya ke lantai bandara.


Rendi yang melihat tingkah sang anak pun mendekatinya dan merangkulnya lalu berjalan keluar bandara.


Don't forget like and comment ya all❤

__ADS_1


__ADS_2