SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 77


__ADS_3

"Aku segera pulang, Ma. Kita susun rencana besar kita ini ketika aku pulang. Tunggu sebentar ya, Ma." Ucap Bella lalu mematikan sambungan teleponnya kepada sang Mama. Bella pun mengendarai mobilnya kembali ke rumahnya.


...*****************************...


Pagi harinya, Ethan sudah menyiapkan semua barang-barang yang sudah ya siapkan kemarin. Ethan pun berjalan menuju basement apartemennya mengantarkan semua barang-barangnya kepada penjemput asrama.


Ethan memutuskan untuk berangkat menuju asrama dengan sepeda motornya. Tak lupa dia pun berniat untuk berpamitan kepada keluarganya. Dia juga ingin meminta maaf kepada sang Mama atas kejadian kemarin.


Setelah kepergian mobil asrama, Ethan pun menjalankan motor sport nya menuju rumah milik orang tuanya. Ethan berpikir bahwa sang Mama berada di rumah. Dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya, Ethan merasa harap-harap cemas.


Sesampainya Ethan dirumah orang tuanya, dia membuka helm full face nya dan berjalan memasuki rumah orang tuanya.


"Assalamu'alaikum Pa, Ma." Ucap Ethan setelah membuka pintu rumah orang tuanya. Rendi yang baru saja menutup pintu kamarnya pun berjalan menuju pintu utama rumah nya karena mendengar suara anaknya.


"Loh, bukannya mau berangkat ke asrama? Kenapa malah ke sini?" Ucap Rendi sambil berjalan mendekati Ethan dan memberikan tangannya untuk disalami Ethan.


"Iya ini Ethan udah maau berangkat. Makanya mampir kesini buat pamit sama Mama, Abang, Teteh, sama adek-adek. Mama ada, Pa?" Tanya Ethan sambil berjalan menuju meja makan untuk mengambil air mineral.


"Lah Mama udah ke rumah sakit dari tadi pagi. Mama gantian sama Abang dan Teh Asha buat jaga Sara. Kamu langsung ke kamar Alden sama Nathan ya, pamit sama mereka. Oh iya jangan lupa sama Khansa dan Aurora juga. Kalo Abang sama Teh Asha di rumah mereka. Mampir aja, kan satu arah." Ucap Rendi sambil berjalan menuju meja makan dan duduk disebelah Ethan.


Ethan pun hanya menganggukkan kepalanya dan beranjak dari duduknya. Dirinya melangkahkan kakinya menuju lantai atas dan langsung masuk ke kamar Alden. Tanpa ketuk pintu atau mengucapkan salam, Ethan pun langsung mendaratkan pantatnya di ranjang Alden dan menepuk pipi sang adik.


"Woyy Den! Bangun cepet! Abang buru-buru mau berangkat. Pamit dulu!" Ucap Ethan sambil menepuk nepuk pipi Alden. Alden pun mengerjapkan matanya beberapa kali dan mengernyit melihat sang kakak berada di kamarnya.


"Ngapain sih, Bang. Ganggu aja. Orang masih pagi juga." Ucap Alden dengan suara seraknya sambil memalingkan mukanya dari sang kakak dan melanjutkan tidurnya. Tak mau menunggu lama, Ethan pun langsung mengambil tangan kanan milik Alden dan membawanya ke pipi sang adik.


"Dah ya, Abang pamit. Assalamu'alaikum." Ucap Ethan lalu pergi meninggalkan kamar Alden. Ethan pun memasuki kamar Nathan dan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan kepada Alden.

__ADS_1


Setelah selesai menyalami kedua adiknya, Ethan berjalan kerumah khansa dan Aurora melalui pintu tembusan yang dibuat oleh sang Mama. Ethan tersenyum karena melihat Khansa dan Aurora yang sudah sarapan di meja makan sepagi ini.


"Khansa, Rora Bang Ethan pamit berangkat ke asrama ya." Ucap Ethan sambil memeluk kursi yang berada disamping Aurora. Khansa yang sedang mengunyah pun hanya menganggukkan dan tersenyum menatap Ethan.


Sedangkan Aurora meskipun mulutnya penuh dengan makanan, dirinya mengangkat jempol kananya menghadap Ethan dan mengangguk sambil berkata.


"Ati-ati ya, Bang. Jaga diri disana, dan sukses selalu buat Bang Ethan. Jangan kangen sama Rora ya." Ucap Aurora tak jelas karena dirinya berbicara sambil mengunyah. Ethan yang melihat tingkah lucu Aurora pun mendekatinya dan mencium puncak kepala Aurora.


"Kalau ngomong jangan sambil makan ya, Ra. Yaudah Abang berangkat dulu. Assalamu'alaikum." Ucap Ethan lalu pergi meninggalkan ruang makan. Khanda yang melihat Ethan hendak pergi pun berteriak.


"Abang nggak pamit sama Teha Asha, sama Mama juga?!" Teriaknya berharap agar Ethan masih mendengarnya.


"Nanti mampir sekalian ke rumah sakit, ke rumah Bang Revan juga!" Teriak Ethan pula yang sudah berada di balik tembok batas rumah mereka.


"Ngapain teriak-teriak to Than! Tinggal jalan sebentar, balik terusngomong pelan-pelan juga bisa kenapa pakai teriak-teriak?" Tanya Rendi sambil mengoleskan selai di rotinya.


"Yaudah, kamu jaga diri baik-baik ya. Papa pasti do'ain yang terbaik buat kamu. Kapan-kapan Papa akan tengok kamu kesana." Ucap Rendi sambil memeluk tubuh kekar sang anak.


"Siap, Pa. Ethan bakal tunggu Papa. Assalamu'alaikum Pa." Ucap Ethan lalu pergi keluar dari rumah orang tuanya. Rendi hanya menjawab salam dari sang anak dan berdo'a dalam hatinya.


Ethan pun dengan kecepatan tinggi membawa motor sportnya untuk pergi kerumah sang kakak. Setelah menempuh jarak yang sedikit lumayan membuat tangannya kebas, tibalah dia di rumah sang kakak.


"Assalamu'alaikum Bang, Teh." Ucap Ethan sambil mengetuk pintu rumah sang kakak. Asha yang baru saja selesai memasak pun berjalan menuju pintu utama rumahnya dan melihat siapa yang datang.


"Loh kamu toh Than. Masuk dulu gih. Kok udah rapi gini, mau kemana?" Tanya Asha dengan menyodorkan tangan kanannya untuk disalami oleh sang adik. Asha pun menggiring sang adik untuk masuk kerumah.


"Lah kan Ethan udah mulai sekolahnya dari sekarang. Walaupun beberapa hari kedepan cuma nunggu di asrama." Ucap Ethan sambil berbalik menatap sang kakak ipar. Asha pun membelalakkan matanya dan baru ingat tentang hal itu.

__ADS_1


"Ya Allah, Than! Teteh lupa. Untung kamu masih inget kesini buat pamit. Kamu udah sarapan? Teteh baru selesai masak. Kamu bangunin Abang dulu gih, Teteh siapin makannya." Ucap Asha sambil memukul lengan milik sang adik perlahan.


"Ethan udah sarapan, Teh. Ethan langsung pamit sama Abang aja ya? Ethan harus ke rumah sakit juga. Nanti telat kalo harus sarapan lagi." Ucap Ethan lalu berjalan menuju kamar sang kakak.


Saat Ethan membuka kamar sang kakak, saat itu Revan pun juga sedang membuka pintu kamar mandi. Ya, Revan baru saja selesai mandi. Karena tak menemukan Asha disebelahnya, Revan pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.


"Loh kok udah rapi? Jadi berangkat sekarang, Than?" Ucap Revan sambil menyerahkan tangannya kepada Ethan yang sudah mengangkat tangan kananya kearahnya.


"Iya Bang, Ethan langsung pamit ya. Udah siang soalnya. Minta do'a nya ya Bang?" Ucap Ethan lalu memeluk sang kakak.


"Nggak usah Lo minta pasti Abang selalu do'ain kok." Ucap Revan sambil mengelus punggung sang adik. Setelah berpamitan, Ethan pun beranjak dari rumah sang kakak. Dirinya melajukan motor sportnya menuju rumah sakit.


Sementara Revan yang baru saja keluar dari kamar pun mencari keberadaan Asha. Revan membelalakkan matanya ketika melihat Asha yang sedang menyapu teras belakang rumahnya. Revan menelan salivanya dengan susah jetika melihat sang istri yang terlihat seksi ketika memakai daster.


"Sha, bisa nggak sih kalo di rumah itu pake pakaian yang tertutup. Jangan daster gini." Ucap Revan yang berdiri di belakang sang istri yang masih sibuk menyapu.


"Ngapain sih Bang, orang di rumah juga. Kalo ibu-ibu pake daster sah-sah aja kan? Ya kan tugas wanita itu salah satunya bersih-bersih. Ya kali, Asha bersih-bersih rumah pake gamis?" Ucap Asha sambil berjongkok untuk menjangkau bagian bawah kursi.


"Wanita-wanita, ibu-ibu. Masalahnya beda Sha. Kamu masih gadis." Rengek Revan sambil menarik bagian belakang daster Asha.


"Kamu nggak takut kalo Abang khilaf terus ngapa-ngapain kamu gitu?" Ucap Revan dengan nada kesalnya karena sang istri tak menggubrisnya. Asha yang mendengar perkatan sang suami pun sontak berdiri dan membalikkan tubuhnya menghadap sang suami sambil meletakkan kedua tangannya dipinggangnya.


"Ya masalahnya apa, Bang? Asha masih virgin juga karena Abang nggak minta Asha buat layanin Abang. Kalaupun Abang mau ngapa-ngapain Asha juga nggak masalah. Kan kalau Asha hamil ada yang tanggung jawab!" Ucap Asha kesal tak mengerti jalan pikir sang suami.


Ya, memang Asha dan Revan belum melakukan hal seperti kebanyakan pengantin baru pada umumnya. Karena Revan lah yang meminta untuk fokus kepada perawatan Sara terlebih dahulu.


"Beneran nih, Sha?! Yaudah sekarang aja Abang ngapa-ngapain Asha nya." Ucap Revan sambil menarik pinggang Asha untuk mendekat pada tubuhnya. Asha pun seketika melotot dan memukul dada sang suami malu.

__ADS_1


__ADS_2