
Alden yang mendengar perkataan dari Sara hanya menyeritkan dahinya bingung. Sara yang melihat raut wajah bingung dari Alden pun mengatakan kepada Alden.
"Bella." Ucapnya lirih. Alden menatap netra Sara memastikan. Sara hanya menganggukkan kepalanya atas tatapan Alden. Ella yang melihat Alden dan Sara berbicara dengan suara lirih pun mendekat dan bertanya.
"Apa yang kalian bicarakan, Den, Sar?" Tanya Ella sambil memberikan tangannya kepada Khansa. Emang Khansa sedang berjalan menuju bawah, namun kesusahan karena dia membawa barang-barangnya yang begitu banyak. Setelah membantu Khansa turun dengan selamat, Ella menghadap Sara dan Alden.
"Itu Bi, Sara sama Alden lagi mikir. Siapa yang tega buat rumah Sara kayak gini ya?" Jawab Sara kepada Ella, dan Alden pun hanya menganggukkan kepalanya karena tak mengerti harus menjawab apa.
Ella hanya percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sara tanpa menaruh curiga sedikit pun kepada keduanya. Tak lama setelah itu, Asha pun keluar dari kamarnya dengan membawa koper kecil yang Sara yakin itu berisi pakaian pribadi milik Asha.
Rendi mengingatkan kepada Asha agar tak lupa membawa barang-barang penting milik Ayahnya. Asha hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Rendi.
Kemudian Asha berjalan menuju lantai atas. Asha yang berpapasan dengan Aurora pun berniat membantunya. Namun niat Asha tersebut batal, karena ada Revan yang membantu membawakan barang bawaan milik Aurora.
Asha pun meneruskan langkahnya menuju lantai atas dan berjalan masuk ke dalam kamar ayahnya. Asha mengambil beberapa surat-surat penting yang ada di brankas Ayahnya. Asha yang telah mengetahui sandi brankas pun dengan santai mengambil semua yang ada dibrankas itu.
Mulai dari sertifikat rumah, motor, mobil, dan yang lainnya. Tak lupa juga, Asha juga mengambil berkas berkas penting di meja kerja Ayahnya. Setelahnya, Asha keluar dari kamar Ayahnya dan langsung berjalan keluar rumah. Karena semua orang telah keluar semua.
Asha melihat Revan dan Sara mengeluarkan mobil serta motor milik Ayahnya. Dia juga melihat Ella, Rendi, Alden, Khansa, serta Aurora yang sedang memasukkan semua barang-barang dan dibagi menjadi tiga bagian. Ya karena ada tiga mobil, jadi barang-barang mereka dibagi sama rata.
Setelah semua tertata, Rendi meminta agar semua anak-anak memasuki mobilnya. Karena masih ada motor, maka Sara lah yang membawanya. Saat semua orang sudah menjalankan mobilnya keluar dari rumah Sara, Sara baru ingat bahwa Hp nya masih berada didalam rumah.
Sara pun berlari menuju dalam rumah dan bergegas menuju kamarnya. Sara mencari-cari dikamarnya namun belum ketemu juga. Sara mencoba mencarinya lagi, dan akhirnya Sara menemukannya. Kemudian Sara keluar dari kamarnya dan berjalan cepat untuk keluar rumah.
__ADS_1
Saat keluar rumah, Sara terkejut karena masih ada Ethan yang sedang nangkring di atas motornya.
"Loh ngapain masih disini kak? Bukannya langsung ikut Paman sama Bibi?" Ucap Sara sambil naik keatas motornya. Sara memakai helmnya dan menoleh kearah Ethan yang sedang berbicara kepadanya.
"Emang Lo tau tempat nya? Dan Lo juga mau kalo nanti pas mau berangkat kesana, Lo diganggu sama perampok atau begal gitu? Terus Lo dipaksa buat kasih uang yang Lo punya, atau yang lebih parahnya lagi. Lo diperkosa terus dibunuh gegara nggak mau kasih barang berharga Lo? Nggak ngeri Lo?" Ucap Ethan sambil menaikkan standar motornya.
"Hihhh malah ngomel-ngomel, pasti dah nggak perjaka tu mulut." Ucap Sara mengejek sambil melajukan motornya melewati Ethan. Sara pun membelokkan motornya seperti arah perginya mobil Rendi.
Sementara Ethan, dia hanya seperti kambing cengo ketika mendengar perkataan Sara. Ethan pun menggelengkan kepalanya dan mulai melajukan motornya mengikuti Sara dari belakang. Saat tertinggal cukup jauh dengan Sara, Ethan pun menambah kecepatan motornya agar sama posisinya dengan Sara.
"Jangan cepet-cepet bawa motornya. Nanti kalo Lo nyasar gimana? Tetep disebelah Gue! Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat, Oke?!" Ucap Ethan sedikit keras sambil sesekali menatap antara jalan dan Sara.
Sara pun hanya menganggukkan kepalanya patuh akan perintah Ethan. Saat tiba didi lampu merah, mata Sara tak sengaja melihat pemandangan yang tak mengenakkan.
Ethan yang melihat perubahan wajah Sara pun menoleh kearah kananya sama seperti Sara. Ethan yang melihat hal itu pun mengalihkan pandangannya dan memanggil nama Sara.
"Sara...Sara...Sara!" Ucap Ethan dengan penekanan di akir panggilannya. Sehingga membuat Sara tersadar dan menatap Ethan. Sara hanya menaikkan alisnya untuk bertanya kepada Ethan.
"Jangan ngelamun, udah mau hijau lampunya." Ucap Ethan sambil memundurkan sepeda motornya dan berusaha menutupi pandangan Sara ke mobil sebelah. Sara yang tahu arti gerak-gerik Ethan pun tersenyum samar atas perilaku Ethan.
Lampu lalu lintas pun berubah menjadi hijau. Sara memutar gasnya dan mulai melajukan motornya. Dan Sara mematuhi perintah dari Ethan, motornya dan Ethan melaju bersamaan.
Sampai setelah beberapa waktu mereka melaju, Ethan pun membelokkan sepeda motornya masuk ke sebuah kompleks perumahan elit. Sara hanya menautkan alisnya bingung. Sara pun mengklakson sepeda motor beat nya dan membuat Ethan menoleh sebentar ke arahnya.
__ADS_1
"Ngapain kesini kak?" Ucap Sara dengan nada yang sedikit tinggi. Ethan hanya mengangkat bahunya, sedangkan Sara yang melihat jawaban Ethan hanya memutar bola matanya jengah.
Tak sampai sepuluh menit, Sara dan Ethan pun berhenti dirumah yang cukup besar daripada rumah yang ada diseberang dan sebelah-sebelahnya. Sara terkejut karena melihat kakak dan adik-adiknya sedang mengeluarkan barang-barang mereka dari luar gerbang yang sangat tinggi.
Ethan meminta tolong kepada penjaga rumah untuk membukakan gerbang tersebut. Saat sang penjaga sedang membuka gerbangnya, Ethan mengatakan kepada Sara bahwa itu rumah Mamanya.
"Ini rumah Mama sama Papa. Biasanya yang tinggal disini cuma Mama sama Alden aja. Karena Papa sering keluar negeri dan Bang Revan udah ada rumah sendiri." Jelas Ethan sambil masuk ke halaman rumah besar tersebut.
Sara pun membuntuti Ethan dari belakang. Mereka disambut dengan omelan dari Ella.
"Ini kenapa lagi, dua anak ini? Semua udah pada sampai, tapi kalian malah baru aja sampai nya. Ada yang ketinggalan?" Ucap Ella sambil mendekat ke arah Sara yang sedang melepas helm nya.
"Iya, Bi. Tadi Hp Sara ketinggalan di kamar. Sara kira udah ditinggal, eh taunya masih ada Kak Ethan. Jadi Alhamdulillah bisa sampai disini dengan selamat." Jawab Sara sambil tersenyum manis kearah Ella.
Sara yang bingung pun mananyakan pertanyaan yang sedari tadi berkelian di kepalanya.
"Memang mengapa kita semua membawa barang-barang ini kerumah Bibi?" Ucap Sara sambil menatap Ella bingung. Ella yang ditanya seperti itu hanya tersenyum dan mengelus pipi Sara.
"Karena kalian akan tinggal disini." Jawab Ella singkat yang membuat Sara terkejut.
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.
__ADS_1