
"Eh, kak Ethan. Enggak gitu kak, kan bisa aja gitu lho. I... iya kan, Ma?" Ucap Sara grogi sambil meminta bantuan kepada sang Mama. Ella yang dibawa-bawa pun hanya membelalakkan matanya.
"Jangan bawa-bawa Mama, Sar. Yaudah kita bicara pribadi aja. Pake Hp kak Ethan aja." Ucap Ethan sambil mengeluarkan ponselnya. Dia mengambil ponsel sang kakak ipar lalu menyalin nomor milik Sara.
"Kak Ethan matiin dulu ya, Sar. Nanti angkat telepon Kak Ethan." Ucap Ethan sambil mematikan panggilannya kepada Sara. Setelah mematikan panggilan teleponnya, Ethan pun beranjak berdiri dari duduknya dan pamit keluar untuk menelepon Sara.
"Ma, Pa, Ethan pamit keluar dulu ya? Mau bicara sebentar sama Sara." Ucap Ethan sambil menatap kedua orang tuanya. Ella dan Rendi pun hanya menganggukkan kepalanya.
Setelahnya, Ethan pun berjalan kelantai atas menuju kamarnya. Sambil membuka pintu kamarnya, Ethan menekan tombol telepon kepada Sara. Sara yang sudah tahu bahwa itu Ethan pun langsung menggeser tombol telepon berwarna hijau di layar ponselnya.
"Assalamu'alaikum Kak." Ucap Sara sambil mencari posisi nyaman untuk bersandar. Sementara Ethan dia masih sibuk membuka jendela balkonnya dan duduk di luar.
"Wa'alaikumsalam, Sar. Oh ya Gue mau ngomong masalah yang tadi. Lo beneran nolak Gue gitu?" Ucap Ethan dengan logat yang berbeda yang membuat Sara mengernyit. Namun tak bertahan lama, Sara mengembalikan ekspresinya dan menjawab peranyaan dari Ethan.
"Bukan gitu Kak. Sara tahu kalo Kak Ethan masih ada hubungan sama Bella, kan? Sara nggak mau jadi penghalang buat kalian berdua. Toh kalau pun kita menyetujui apa yang Papa sama Mama inginkan, itu nggak akan baik buat hubungan kita." Ucap Sara panjang lebar menjelaskan alasannya kepada Ethan.
"Ya Lo emang bener, Gue masih ada hubungan sama Bella. Tapi Gue minta sama Lo, setujui permintaan Mama sama Papa ya? Gue nggak mau ngecewain Mama lagi. Kalau masalah Bella kita bisa atur." Ucap Ethan yang membuat Sara berpikir bahwa apa yang tadi dia katakan akan menyakiti hati Ella.
"Maksud Kak Ethan? Kita berdua nikah tapi ada Bella diantara kita gitu? Kak Ethan nggak takut Bella marah dan semua orang tahu gitu?" Yanya Sara kembali.
"Ya, bener maksud Lo. Gua bakal jamin kalau Bella nggak akan marah sama kita. Dia pulang flight, hari ini. Gue akan usaha bilang secara pelan-pelan ke dia tentang pernikahan kita. Gue nggak akan curang dan lebih memilih Bella daripada Lo, tapi Gue cuman minta sama Lo. Kasih waktu buat Gue sama Bella, Oke?" Ucap Ethan panjang lebar.
__ADS_1
Sara pun hanya menganggukkan kepalanya dan sedikit memikirkan apa yang Ethan katakan.
"Oke, deal. Kita bilang ke Mama dan Papa kalau kita berdua setuju untuk menikah. Kak Ethan bisa janji, nggak akan pernah biarin semua orang tahu tentang hubungan kalian?" Tanya Sara memastikan apakah Ethan dapat memegang omongannya.
"Gue janji sama Lo! Cuma kita bertiga yang tahu, nggak ada orang lain." Ucap Ethan mantap lalu mematikan ponselnya. Dia segera berjalan menuju ruang kerja milik sang Papa.
Setibanya Ethan disana, dia melongo melihat tingkah sang Papa yang menjadikan paha milik Mamanya sebagai bantal.
"Duh Papa bikin Ethan pengen aja. Inget umur, Pa." Ucap Ethan disertai kekehan pelan diakhir katanya. Rendi tak ambil pusing dengan apa yang dikatakan oleh anaknya.
"Gimana ngobrolnya? Udah nemu alesan buat nolak permintaan Mama? Coba Mama mau denger alesannya kenapa?" Ucap Ella sambil menatap tak suka pada anaknya.
"Jangan gitu, Ma. Kok kelihatannya Mama nggak seneng sama sekali? Padahal Ethan bawa kabar bahagia loh." Ucap Ethan sambil duduk disebelah Ella sambil mencium pipi sang Mama.
"Yang bener, Mas? Kalian bener-bener mau nikah? Ini bukan rencana kalian, kan?" Ucap Ella curiga kepada sang anak. Ethan yang terkejut dengan penuturan sang Mama pun membuang pandangannya.
"Enggak, Ma. Coba aja Mama tanya sama Sara. Kita memang udah mantap buat nikah aja." Ucap Ethan mencoba meyakinkan sang Mama. Awalnya Ella dan Rendi terlihat sangsi dengan ucapan Ethan. Namun mereka akhirnya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Ethan.
"Alhamdulillah, Pa. Kita ngunduh mantu lagi. Yaudah, sekarang kamu istirahat aja. Mama sama kakak mu aja yang ngurus." Ucap Ella terlalu bersemangat sehingga meninggalkan sang suami dan anaknya.
Ella berjalan cepat menuju ruang keluarga, dimana anak-anak serta cucunya berada.
__ADS_1
"Sha, Mama ada kabar baik. Si Ethan mau nikah sama Sara. Sara juga udah mau, jadi mereka udah sama-sama mantap untuk menikah. Kita harus urus semuanya. Satu minggu cukup kan?" Ucap Ella sambil berjalan cepat, yang membuat Asha serta Revan sedikit takut jika sang Mama jatuh.
"Duh, Ma. Jangan cepet-cepet gitu jalannya. Nanti kalau Mama jatuh gimana?" Tegur Asha secara halus yang membuat Ella memelankan sedikit jalannya.
"Iya, Ti. Jangan cepet-cepet jalan nya. Nanti jatuh dimana?" Ucap Kenzo mengikuti apa yang sang Mama ucapkan. Asha membelalakkan matanya mendengar ucapan sang anak. Revan yang gemas dengan sang anak pun mengangkat tubuh gempal milik Kenzo lalu diciumnya pipi gembul milik sang anak.
"Anak siapa ini? Kau sangat pandai, Zo." Ucap Revan sambil mengelus rambut kecoklatan milik sang anak. Netra Revan menatap sang anak yang tersenyum lebar.
"Kenjo anak Papa. Telimakasih pujiannya Papa. Kenjo sayang Papa." Ucap Kenzo lucu sambil menganggukkan kepalanya untuk menekankan apa yang dia katakan. Dia lantas memeluk leher milik sang Papa.
"Iya ini Mama gini karena kesenengan. Ayo, Teh kira cari gedung sama yang lain juga. InsyaAllah seminggu cukup." Ucap Ella smabil duduk ditengah-tengah sang anak.
"Uti mau pelgi mana? Mama juga mau pelgi sama Uti? Memang ada acala apa, Ma?" Ucap Kenzo sambil membalikkan kepalanya, namun badannya masih setia memeluk sang Papa.
"Uti mau pergi buat cari gaun pernikahan, gedung, sama MUA buat pernikahan Te Ala dan Om Ethan. Kenzo mau ikut Uti?" Jawab Ella menjelaskan kepada cucu pertamanya itu.
"Eh, pelnikahan? Pelnikahan yang sepelti itu?" Ucap Kenzo yang spontan membalikkan tubuhnya menghadap sang Nenek sambil menunjuk figura yang menampakkan potret pernikahan Asha dan Revan.
Ella dan semuanya pun hanya menganggukkan kepalanya. Terlihat alis Kenzo sedikit menyatu.
"Oh belalti nanti Kenjo bisa datang ke pelnikahan Te Ala? Tapi kenapa Kenjo ndak ada di foto itu? Apa Kenjo ndak boleh ikut foto? Tapi Kenjo datang kan, Ti?" Tanya Kenzo yang membuat Asha terbelalak.
__ADS_1
Iyi Gecerler! All❤. Maafkan Kayenna jika ada salah kata atau kalimat. Don't forget like and comment🤗.