SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 88


__ADS_3

"Loh ya gimana Abang bisa ikut foto. Kan Abang belum ada, Abang masih ada di perut Mama setelah dua tahun. Abang tahu, Mama sama Papa nungguin Abang hadir di perut Mama setelah sekian lama menunggu." Ucap Asha menjelaskan kepada sang anak yang masih setia di gendongan sang suami.


"Bental, Ma Abang mau bicala. Jadi Mama sama Papa nikah. Telus setelah nunggu lama, Abang ada di pelut Mama? Telus Abang besal begini masuk ke pelutnya Mama? Mama nggak capek gendong Abang?" Ucap Kenzo menjabarkan apa yang dia tangkap dari perkataan sang Mama.


"Enggak dong, Bang. Waktu di perutnya Mama, Abang masih kecil. Abang ada foto pas Abang masih kecil kan? Yang ada di kamar itu." Jawab Asha sambil mengelus pipi sang anak.


"Oh iya, Abang inget. Yang ada di pigula putih itu kan Ma? Ini ya Ma, Abang bilang lagi. Jadinya Mama sama Papa nikah, telus ada Abang kecil dipelut Mama, nah pas nunggu Abang hadil dipelut Mama itu nunggu lama. Jadinya Abang belum ada pas Mama nikah. Kalena nunggu lama dulu balu ada Abang." Jelas Kenzo yang lagi-lagi membuat semua orang tersenyum.


"Kau memang sangat pandai, Nak!" Puji Ella sambil menciumi pipi milik cucu pertamanya itu. Sementara Kenzo yang dipuji pun hanya tersenyum lebar.


"Telimakasih Uti." Jawab Kenzo sambil menatap netra neneknya itu. Setelah itu, Asha dan Ella pun segera berganti pakaian untuk pergi mengurus pernikahan Sara dan Ethan.


Berbeda lagi dengan Ethan yang sedang membujuk kekasihnya.


"Kamu jangan gini dong, Bel. Kita ngelakuin ini supaya hubungan kita berdua tetep berjalan. Toh selama pernikahan aku nggak bakal tinggal serumah bahkan sekamar sama Sara. Percaya sama aku ya." Ujar Ethan mencoba menenangkan Bella.


"Nggak mau, aku gini karena aku punya alesan sayang. Aku nggak mau kamu nikah sama Sara! Sekali enggak tetep enggak!" Ucap Bella masih kukuh mempertahankan apa yang dia inginkan.


"Tapi nanti gimana sama Mama Bel, cukup kejadian lima tahun lalu Mama benci aku! Terserah kamu mau gimana! Kalo emang kamu nggak suka, kita udahan aja. Aku nggak mau kalo hidupku selalu disetir sama kamu!" Bentak Ethan lalu mematikan panggilannya.


Sementara Bella yang panik karena mendengar perkataan dari Ethan pun mencoba menelepon sang kekasih lagi. Bagaimana tidak? Semua yang dia punya telah dia berikan kepada Ethan.

__ADS_1


Dengan perasaan takutnya, dia pun mendial lagi nomor Ethan dan mencoba menjelaskan semuanya.


Bella marah ketika Ethan tak menjawab satupun panggilannya. Dia melempar ponselnya ke tembok dengan sangat keras. Dia menangis sambil menjatuhkan dirinya ke lantai. Dia tak tahu bagaimana cara menjelaskan kepada Ethan bahwa dirinya tak ingin Ethan berpaling darinya.


Jika kita lihat dari sisi Sara, Bella bersalah karena dia memang memiliki banyak salah dengan keluarga Sara. Dan kalian pun tahu bahwa keluarga Sara sangat membenci Bella. Tapi jika kita lihat dari sisi Bella, mungkin Sara pun juga bersalah karena dia hadir dalam hubungan antara Ethan dan Bella. Entahlah, hanya Author yang tahu. Siapa yang salah, dan siapa yang benar.


Bella berjalan turun kebawah menuju kamar kedua orang tuanya. Ya, dia pasti akan mengadu kepada ibu tiri rasa ibu kandungnya. Bagaimana tidak? Apapun yang terjadi pada Bella, Amora pasti mengetahuinya. Dan apapun yang sang putri inginkan pasti akan dia kabulkan.


Benar saja, setelah membuka pintu kamar milik kedua orang tuanya Bella langsung menangis dipelukan sang Mama.


"Loh kamu kenapa nangis sih?! Coba bilang sama Mama, kamu kenapa." Ucap Amora sambil mengelus kepala sang anak. Bella mendongakkan kepalanya dan menceritakan semua yang Ethan katakan.


"Kamu ancam dia saja. Coba kamu pergi ke rumah mereka, kamu bilang sama Ethan buat keluar rumah. Kalau dia nggak keluar kamu langsung aja masuk dan bilang ke semua orang kalau kamu pacarnya Ethan. Kita lihat gimana reaksinya." Ucap Amora memberi solusi pada anaknya.


Bella yang mendengar penuturan sang Mama pun lengsung beranjak dari duduknya. Dia menghapus air matanya dan sedikit tersenyum.


"Bell, kok badan kamu gendutan ya?" Ucap Amora sambil menatap keseluruhan badan sang anak. Bella pun mengikuti pandangan sang Mama. Dan benar saja, mungkin karena akhir-akhir ini dia selalu mengikuti kemanapun Ethan pergi. Ya, setiap pergi dengan Ethan dia pasti akan meminta mencoba banyak makanan.


Bella pun mengatakan kepada sang Mama bahwa dia hendak pergi ke rumah Ethan. Dengan segera dia keluar dari rumah nya dan menuju garasi.


Dengan kecepatan penuh, Bella membawa mobilnya menuju rumah Ethan. Dan ya, sampai di depan rumah Ethan, disaat itu juga Ethan yang melihat mobil Bella dari balkon kamarnya pun melotot. Dia sudah dapat menebak bahwa Bella akan membongkar semuanya.

__ADS_1


Tanpa memakai alas kaki, Ethan pun berlari cepat menuju luar rumahnya untuk menemui Bella. Ethan mematung ketika melihat Bella duduk sambil menatapnya dengan mata yang merah.


Ya, Ethan memang sengaja memasuki mobil Bella. Mencegah kemungkinan orang rumah melihatnya bersama Bella, wanita yang keluarganya benci.


"Kamu mau apa kesini, Bel? Jangan gini. Aku nggak mau buat Mama kecewa lagi Bel. Aku ngelakuin ini juga nggak semata-mata buat Mama tapi buat hubungan kita juga." Ucap Ethan sambil menghapus air mata yang lolos dari mata Bella.


"Terus kamu lupain apa yang udah aku lakuin sama kamu selama ini? Aku nggak ada apa-apanya di mata kamu? Kalaupun Mama kamu nggak ngerestuin kita, kita bisa usaha bareng-bareng. Atau kita nikah siri aja, intinya apapun biar kita bisa bareng. Nggak gini caranya." Ucap Bella menangis di pelukan Ethan.


"Percayalah Bell, jika kita menikah tanpa restu dari ibu kita itu nggak akan baik buat pernikahan kita. Kalau aku nikah sama Sara, dia baik. Mungkin dia akan terima jika kamu jadi madunya, tanpa sepengetahuan Mama dan yang lain. Kita percaya aja sama Sara." Ucap Ethan masih memberi penjelasan kepada Bella.


"Aku nggak mau! Kamu nggak inget apa yang kamu katain sama aku malam itu? Aku rela lepasin apa yang selama ini aku jaga buat kamu. Dan sekarang kamu mau jadiin aku yang kedua?! Nggak, aku nggak mau. Kalau kamu mau nikah sama Sara, kamu nikahin aku dulu!" Ucap Bella tak suka sambil menjauhkan tubuhnya dari Ethan.


"Aku tau kalo aku dah ngerusak kamu, tapi kasih aku waktu sedikit aja buat bahagiain Mama. Sara pun udah tau kalo kita masih ada hubungan, dan dia bakal biarin kita tetep bersama. Percaya sama Sara." Ucap Ethan sambil menarik Bella kembali ke pelukannya.


"Oke aku percaya sama Sara dan kamu. Kamu janji akan nikahin aku setelah menikah dengan Sara?" Ucap Bella sambil mendongakkan kepalanya menatap Ethan.


"Janji!" Jawab Ethan mantap sambil mengecup bibir milik Bella.


Mereka berdua tak tahu, bahwa sedari tadi seseorang selalu memantau kegiatan mereka di dalam mobil.


Eyyoo! Jangan lupa di like, otewe tamat loh ini. Jangan lupa buat komen juga ya❤.

__ADS_1


__ADS_2