
"Ma...Mama?" Ucap Ethan dengan suara yang terbata-bata. Bella yang mendengar ucapan dari Ethan pun membalikkan tubuhnya dan seketika matanya melotot.
"Ta...Tan...Tante?" Ucap Bella gelagapan sambil membenarkan pakaiannya yang sudah sedikit berantakan. Tak lupa Bella pun menghapus sisa-sisa lipsticknya yang telah mewarnai bagian atas dan bawah bibirnya.
Ella yang melihat hal tersebut pun hanya mematung. Dirinya masih tak menyangka tentang apa yang dia lihat baru saja. Anak yang dahulu selalu dimanjanya sekarang sudah pandai bermain cinta? Ella hanya menggelengkan kepalanya.
Ethan berjalan mendekati sang Mama dan hendak menyentuh pundak sang Mama. Namun belum sempat tangannya menyentuh sang Mama, Ella sudah mengangkat tangannya memberi isyarat untuk tidak mendekat.
"Jangan dekati Mama. Mama nggak punya anak yang liar seperti ini. Kau tahu? Mama selalu berharap dan berdo'a kepada Allah, agar tak satupun anak Mama yang berani melakukan hal seperti ini. Tapi apa? Berarti selama ini percuma Mama selalu berdo'a dalam setiap sujud Mama, namun kelakuanmu seperti ini? Mama nggak pernah menyangka kalau kamu berani melakukan hal berdosa seperti itu." Ucap Ella sambil menyeka air matanya yang hendak turun.
"Maafin Ethan Ma. Do'a Mama nggak percuma. Mama nggak salah, Ethan yang salah. Ethan minta maaf sama Mama. Ethan bisa jelasin sama Mama." Ucap Ethan sambil mencoba meraih tangan sang Mama. Namun bukan Ella jika dirinya tak keras kepala. Ella hanya sibuk menyeka air matanya yang terus keluar dari kedua matanya.
"Tante, ini semua salah Bella bukan Mas Ethan." Ucap Bella dengan nada manjanya. Ella yang mendengar perkataan Bella pun langsung menatap tajam mata Bella dan berjalan mendekati Bella. Tangannya terangkat dan...
Plakk....
Satu tamparan keras mendarat di pipi Bella. Bella hanya meringis dan menatap tajam Ella.
"Iya, memang semua ini salahmu! Jika bukan karena dirimu, anakku tidak akan pernah berbuat hal menjijikan seperti itu! Dia tidak akan pernah meninggalkan rumah dan tidak akan pernah berani melawan semua anggota keluarganya. Semua ini salah mu! Anak kecilku sudah berubah karena kau!" Ucap Ella dengan nada yang tinggi sambil menunjuk-nunjuk wajah Bella.
"Mama! Stop jangan pukul Bella lagi! Mama nggak ada hak untuk menampar Bella! Jangan melewati batas, Ma!" Bentak Ethan kepada Ella. Ella yang baru kali ini dibentak oleh sang anak pun seketika terkaget.
__ADS_1
"Kau berani membentakku hah?! Siapa yang mengajarkan hal tersebut padamu?! Apakah wanita ini? Kau mau masuk neraka jika aku tak lagi Ridha kepadamu?!" Bentak Ella kepada sang anak. Ella tak habis pikir dengan pemikiran Ethan.
"Seharusnya bukan hanya satu tamparan untuk muka menjijikanmu itu. Seharusnya ada yang kedua untuk sakit yang Sara rasakan, untuk dingin yang Reza rasakan, dan untuk otak busukmu itu. Tapi aku tak mau menambahnya, karena apa? Karena diwajahmu terdapat banyak najis. Najis yang tidak akan pernah bisa dihilangkan dengan apapun!" Ucap Ella tegas sambil menatap benci kepada Bella.
Bukan dirinya tidak sopan, tapi dirinya merasa sangat muak melihat muka dari Bella. Bella yang mendengar perkataan dari Ella pun hanya menundukkan wajahnya tak berani menatap mata tajam dari Ella yang terus menatapnya.
"Selain karena kelakuanmu yang minus, kau juga merupakan anak dari seorang pembunuh! Ya, orang yang membunuh anak laki-laki ku. Ibumu juga telah menusuk anak perempuanku sehingga mengakibatkan dia koma selama sebulan. Apakah kau tidak merasa malu sedikitpun?!" Ucap Ella bertambah emosi karena melihat muka tak bersalah dari Bella.
"Apakah kau sadar Ethan? Dia merupakan buronan polisi. Dia bebas hanya karena uang. Apa kau juga lupa bahwa dirinya lah yang membuat Reza dan Sara terluka? Apakah kau masih bisa berfikir jernih setelah bertemu dengan wanita ini? Kau berani menyakiti hati Mama demi wanita ini? Apakah otak mu masih bisa berfungsi hah?! Mama sungguh sangat sangat kecewa padamu!" Ucap Ella sambil berteriak menghadap ke anak laki-lakinya itu.
Ethan yang mendengar sang Mama berteriak padanya pun menjadi gelisah. Pasalnya sang Mama selalu memanggilnya dengan sebutan 'Mas' walaupun dalam keadaan marah. Namun kali ini Ella benar-benar marah kepada Ethan.
"Ingat hal ini! Demi Allah aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian! Aku tak sudi memiliki menantu sepeti mu, wanita gila! Dasar wanita murahan! Cuih..." Ucap Ella sambil meludah kearah Bella.
"Ethan Putra Laran, Aku bertanya untuk terakhir kalinya." Ucap Ella dengan mengubah panggilannya kepada dirinya sendiri dan memanggil nama anaknya dengan nama lengkapnya.
"Kau putuskan hendak memilih Aku, Mama mu atau wanita menjijikan ini?!" Ucap Ella sambil menunjuk dirinya dan menunjuk Bella. Ethan yang mendengar perkataan sang Mama pun hanya menggelengkan kepalanya cepat dengan jantung yang berdetak cepat.
Ethan menatap sang kekasih yang menggelengkan kepalanya dengan cepat. Bagaimana tidak menggeleng? Tujuan Bella ke apartemen Ethan untuk meminta maaf, lah kok ini malah suruh putus?
Ethan yang bimbang pun hanya bisa menggeleng.
__ADS_1
"Ethan nggak bisa milih diantara Mama atau Bella. Buat Ethan kalian adalah hal terpenting di hidup Ethan. Mama panggil Ethan dengan Mas lagi. Ethan mohon Ma, panggil Mas Ethan lagi." Ucap Ethan sambil memegang kedua bahu sang Mama.
"Oh okey. Mulai saat ini, kalau perlu catat baik-baik tanggal dan waktunya." Ucap Ella sambil menghempaskan tangan Ethan dengan kuat.
"Mulai saat ini jangan panggil aku Mama lagi. Aku tak sudi memiliki anak yang dengan beraninya memilih anak seorang pembunuh daripada seorang wanita yang telah melahirkan dirinya." Ucap Ella dengan nada marahnya.
"Dan aku tak akan membiarkan mulut yang selalu mendo'akan anak-anak ku yang lain untuk memanggilmu lagi. Kau minta aku untuk memanggilmu Mas bukan?" Ucap Ella sambil menatap tajam Ethan.
Ethan pun hanya menganggukan kepalanya antusias berharap agar sang Mama memanggilnya lagi.
"Mintalah kekasihmu ini untuk memanggilmu seperti yang kau inginkan. Dan ya, satu ucapan terakhirku sebelum pergi. Berangkatlah esok tanpa harus repot-repot pamit kepadaku. Terserah kau akan melakukan apapun. Mau sekolah penerbangan, atau malah menikah dengan wanita menjijikan ini, AKU TAK PEDULI!" Ucap Ella marah lalu pergi dari apartemen anaknya.
Ella keluar dari apartemen sang anak dengan hati yang sudah sakit. Air mata yang sedari tadi dia tahan pun luruh sudah. Hati Ibu mana yang tak sakit jika anak yang dengan susah payah dia lahirkan ke dunia, dengan bangganya membentak dirinya.
Ella masih tetap berjalan dengan perasaan yang kecewa sampai Hp nya berdering. Ella pun membuka Hp nya dan melihat siapa yang meneleponnya.
"Assalamu'alaikum, Ma. Gimana packing nya Ethan udah siap?" Ucap Rendi sambil menunggu jawaban dari sang istri yang tak kunjung berbicara.
"Pa, Ethan milih Bella daripada Mama. Ethan berani bentak Mama, Pa." Ucap Ella sambil menangis tersedu-sedu dikamar mandi. Ella sudah tak tahu bagaimana cara mengembalikan Ethan yang dulu.
"Apa?! Berani-beraninya dia membentak Mama? Apakah perlu Papa menyusul Mama kesana?" Ucap Rendi berapi-api sambil berdiri dari duduknya. Semua orang yang berada diruangan itu hanya menatap bingung kearah Papanya.
__ADS_1
"Enggak perlu, Pa. Mama mau cepet-cepet balik aja ke rumah sakit. Mama mau ketemu anak-anak." Ucap Ella sambil sesenggukkan.