SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 21


__ADS_3

Sara yang melihat hal itu juga menutup mulutnya tak percaya. Asha pun bergerak mendekat, namun ditahan oleh Revan.


"Tunggu sebentar Asha, itu sudah termasuk pembunuhan. Jangan sentuh jenazah Reza terlebih dahulu. Agar pihak polisi mendapat sidik jari atau bukti lain dari sang pembunuh." Ucap Revan bijaksana sebelum Asha menyentuh jenazah Reza.


Ya, Reza ditemukan sudah berada di sebuah kotak besar lengkap dengan bekas tembakan di dada sebelah kirinya dan dikepalanya. Tebakan Sara benar, orang misterius tersebut membunuh Reza dengan menembaknya.


Khansa dan Aurora pun menangis sejadi-jadinya ketika melihat jenazah adiknya.


Tak lama setelah itu, datanglah beberapa mobil polisi. Revan pun menjemput mereka diluar dan mengajaknya langsung ke halaman belakang. Para polisi yang melihat jenazah seorang anak yang tertata rapi di sebuah kotak pun langsung mengevakuasinya.


Seorang polisi wanita meminta keterangan dari Asha atas kronologi pembunuhan Reza. Asha dan Sara pun mengikuti sang polisi wanita tersebut. Mereka bertiga pun duduk di ruang makan.


"Bisa dijelaskan bagimana kronologinya dari awal?" Tanya polisi wanita tersebut kepada Asha dan Sara. Sedangkan Sara hanya menangis di dekapan sang kakak.


"Awalnya kami tidak menemukan keberadaan Reza di seluruh rumah. Kami terus berusaha mencari keberadaannya hingga kami meminta bantuan kak Revan. Sara mencoba untuk mencari keberadaan ponsel Reza dan menemukannya di taman depan rumah setelah dilacak." Ucap Asha sambil menghela nafasnya.


"Kami juga membaca riwayat chat yang ada di ponsel Reza dan menemukan pesan yang berisi ancaman. Setelah beberapa saat kemudian, ketika saya akan membuang sampah psaya melihat jasad Reza" Asha menceritakannya dengan berderai air mata.


Sara masih setia mengelus punggung kakaknya yang bergetar. Semantara itu, sang polisi wanita sedang mencatat persis seperti yang dikatakan oleh Asha.


"Apa Anda menemukan hal-hal yang mencurigakan sebelum Reza menghilang?" Ucap sang polisi kepada Asha dan Sara. Asha yang mendengar pertanyaan dari sang polisi pun mengusap air matanya.


"Ya, beberapa waktu sebelum saya menyadari bahwa Reza tidak ada di kamar, aya melihat orang misterius yang berdiri cukup lama di depan rumah saya. Orang tersebut memakai pakaian serba hitam. Namun tidak terlihat wajahnya, apakah dia laki-laki atau perempuan." Ucap Asha dengan badan yang dia tegakkan.


Sang polisi pun menyeritkan dahinya bingung. Apakah orang misterius tersebut adalah orang yang sama, yang membunuh Reza atau bukan. Saat akan melanjutkan introgasi, seorang polisi laki-laki pun mendekat ke arah mereka bertiga dan mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Kami akan membawa jenazah korban ke rumah sakit dan kami putuskan akan melakukan tindakan autopsi. Apakah pihak keluarga menerimanya?" Ucap sang polisi tersebut sambil bertanya kepada Asha.


"Lebih baik jika jenazah tidak usah di autopsi. Karena kami ingin memberikan penghormatan terakhir untuk Reza, jadi lebih baik jangan di autopsi." Jawab Asha kepada sang polisi tersebut. Namun, belum sang polisi menjawabnya Sara pun berkata.


"Lebih baik saja jika jenazah Reza kita autopsi, Teh. Karena kita bisa tahu siapa yang membunuh Reza dan peluru yang ada di badan Reza bisa dikeluarkan terlebih dahulu sebelum dimakamkan." ucap Sara menentang keputusan dari sang kakak.


Dan benar saja terjadi perbedaan pendapat antara Asha dan Sara. Asha mengatakan bahwa jika diautopsi. Walaupun adiknya sudah meninggal, tapi dia tetap merasakan sakit. Dan Sara, dia masih mempertahankan bahwa adiknya tidak bersalah lalu mengapa Reza dibunuh.


Setelah perdebatan yang lama. Sara pun meyakinkan kakaknya bahwa dengan melakukan autopsi, maka Reza akan mendapatkan keadilan dan arwahnya akan tenang di alam sana.


Tak lupa, Sara juga meminta saran kepada Rendy dan Ella yang baru saja tiba di rumah mereka untuk mengambil keputusan tersebut. Dan Ya, Ella dan Rendi pun menyetujui saran dari Sara.


Karena menurut mereka, alasan dari Sara tetap ingin melakukan autopsi sudahlah benar dan sangat baik jika diambil. Akhirnya Asha pun menyetujui saran dari Sara. Para polisi yang sudah mendapat persetujuan dari pihak keluarga pun membawa jenazah Reza ke rumah sakit.


Sementara yang lain mengikuti Polisi ke rumah sakit, beberapa polisi pun tinggal di rumah Sara untuk mencari bukti-bukti lain yang mungkin tertinggal.


Namun, tak disangka-sangka ternyata belum mereka putuskan untuk menghentikan penyelidikan. Ternyata sidik jari dari pelaku pembunuhan Reza sudah ditemukan. Sara yang mendengar kabar dari telepon pun menjadi lega.


Walaupun ada rasa benci yang mendalam kepada sang pelaku, tapi Sara masih berusaha menunggu sampai sang pelaku benar-benar ditemukan. Asha dan yang lain pun yang setelah mendengar kabar tersebut tidak sabar untuk mengetahui siapa yang membunuh adiknya.


Para polisi yang tadinya akan menghentikan penyelidikan pun membatalkan niatnya dan akan mencari sang pelaku ketika malam hari tiba. Revan pun kembali kerumah Asha dan memberi kabar kepada Asha.


"Dua peluru yang ada dibadan Reza sudah berhasil dikeluarkan. Sidik jari dari sang pembunuh pun sudah pihak kepolisian temukan. Lalu untuk pencarian pelaku, akan kita lakukan malam ini juga. Dan untuk pemakaman dari Reza, akan langsung diurus oleh rumah sakit dan pihak kepolisian." Ucap Revan sambil duduk dihadapan Asha.


Asha pun menganggukkan kepalanya. Namun, Asha juga memiliki satu permintaan kepada Revan.

__ADS_1


"Kak Revan, bisakah Asha meminta satu permintaan saja?" Ucap Asha hati-hati kepada Revan. Revan yang habis meminum teh buatan dari Asha pun menganggukan kepalanya.


"Apa yang kau minta, Sha?" Tanya Revan menimpali pertanyaan Asha.


"Bisakah tempat pemakaman Reza diletakan disebelah makam Ayah. Agar kami semua bisa ziarah untuk mereka sekaligus." Pinta Asha kepada Revan.


Setelah memikirkan permintaan dari Asha, Revan pun menyetujui permintaan darinya. Asha yang mendapat jawaban tersebut pun hanya menganggukkan kepalanya, lalu Asha pun mengucapkan terimakasih.


Azan Maghrib pun berkumandang. Revan dan yang lain pun bergegas menuju ke musala untuk melaksanakan Salat Maghrib. Sementara itu, Asha dan Sara membersihkan rumah mereka.


Setelah selesai salat, Revan pun kembali berjalan menuju ruang tamu dan memakai sepatunya. Saat sedang memakai sepatu, Revan mendapat telepon. Revan pun menjeda kegiatan memakai sepatunya dan mengangkat teleponnya.


Ternyata orang yang menelepon Revan adalah bawahannya. Bawahan Revan tersebut mengatakan bahwa tim mereka sudah berhasil menemukan sang pelaku. Setelah mengetahui hal itu, Revan pun memutuskan panggilan tersebut dan dapat menyelesaikan acara memakai sepatunya.


Asha yang baru saja turun dari lantai atas dan melihat Revan tergesa-gesa memakai sepatu pun duduk di depan Revan. Ashs pun bertanya kepada Revan, mengapa dia terlihat buru-buru. Revan mengatakan bahwa dia akan segera ke kantor polisi dan menemui sang pelaku.


Asha kaget karena Revan mengatakan bahwa pelaku pembunuhan dari adiknya sudah berada di kantor polisi pun kaget. Asha bertanya kepada Revan, apakah dia dan adik-adiknya bisa mengikutinya ke kantor polisi untuk menemui sang pembunuh.


Setelah mendapatkan persetujuan dari atasannya, Revan pun mengizinkan Asha dan yang lainnya untuk ikut bersamanya ke kantor polisi. Tak lupa Rend, Alden, dan Ella pun juga ikut bersamanya ke kantor polisi.


Mereka semua pun berangkat menuju ke kantor polisi dengan dua mobil. Mobil pertama yang diisi oleh Revan, Asha, Sara, dan Aurora. Dan mobil kedua yang diisi oleh Rendi, Ella, Alden, dan Khansa.


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka semua pun sudah tiba di kantor polisi. Mereka semua pun diarahkan oleh Revan menuju ruang interogasi untuk menemui sang pelaku. Setibanya mereka di sana, Sara yang melihat pelaku dari pembunuhan adiknya pun matanya melotot.


Sara berjalan cepat menuju orang tersebut sambil mengepalkan tangannya. Setibanya Sara di depan orang tersebut, Sara mengangkat kepala dari orang tersebut agar menatap dirinya. Sara pun menampar pipi orang tersebut dengan sangat keras.

__ADS_1


Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.


Iyi Gecerler! all❤.


__ADS_2