SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 81


__ADS_3

Setelah mengunci pintu ruangan tersebut, kunci tadi dia masukkan ke saku yang berada di gamisnya tanpa sepengetahuan Amora dan Bella.


"Den, angkat Khansa ke kamar mandi Gue mau gantiin baju yang harusnya dipake sama dua curut itu! Gue bawa seragamnya Khansa!" Ucap Sara lalu diangguki oleh Alden. Dengan perlahan Alden mengangkat Khansa dan berjalan mengikuti Sara yang sudah berjalan menuju kamar mandi sambil membawa seragam sekolah milik Khansa.


Sedangkan Amora dan Bella, mereka berdua sedang kelabakan mencari kunci kamar club tersebut. Tak jarang, Bella mengetuk pintunya untuk meminta bantuan kepada orang yang berada di luar sana agar membukakan pintunya.


"Hmmpp..." Ucap Khansa menahan rasa sakitnya sambil melipat bibirnya kedalam. Alden pun memelankan gerakan untuk menurunkan Khansa dari gendongannya.


"Sst... sst... Bentar ya, Sa. Biar bisa ganti bajunya. Dudukin di toilet aja, Den!" Ucap Sara mengarahkan Alden agar mendudukan Khansa di toilet, ya untuk memudahkan Sara ketika mengganti pakaian Khansa.


Alden pun sedikit merendahkan tinggi badannya dan berhasil mendudukan Khansa di toilet. Alden menekuk kedua lututnya karena Khansa masih memegang erat lengannya sambil mengeluarkan nafas melalui mulutnya.


Alden masih menatap Khansa yang terus menghirup udara dan mengeluarkan nafasnya sambil menatap kebawah. Tangan Alden terulur untuk mengelap keringat yang keluar di pelipis milik Khansa.


"Are you okey?" Ucap Alden lembut sambil menatap netra Khansa yang juga sedang menatapnya. Khansa hanya menganggukkan kepalanya, tanda dia sudah sedikit membaik.


"Yaudah Lo tinggalin dulu, Gue mau gantiin baju Khansa. Thanks ya." Ucap Sara sambil berjalan maju dan membuat Alden berdiri dari posisi sebelumnya. Alden hanya mengacungkan jempolnya sambil berjalan keluar kamar mandi.


"Eh eh eh, mau ngapain Lo berdua? Kenapa? Mau keluar? Kenapa keluarnya pas udah Sara dateng? Takut mati Lo ditangan Sara?!" Ucap Alden santai sambil duduk diatas ranjang dan menjadikan kedua tangannya sebagai penyangganya.


"Nggak usah banyak bac*t Lo! Siniin kuncinya!" Ucap Amora penuh emosi sambil menengadahkan tangannya didepan muka Alden.


"Eh mau ngapain? Minta sumbangan? Sorry nggak ada uang recehan!" Ucap Alden sambil mengibaskan tangannya di udara. Amora yang kesal pun hendak menampar Alden. Namun dicegah oleh Bella.


"Jangan, Ma! Mau bagaimana pun, Bella masih sayang sama Alden. Mama jangan kasar sama Alden." Ucap Bella sambil berjalan mendekati Alden setelah menurunkan tangan Amora. Alden yang melihat pergerakan dari Bella pun seketika berdiri diatas ranjang.


"Ih najis! Gue lebih baik ditampar sama nenek sihir ini daripada dibelain sama wanita hina seperti Lo! Dan tunggu, Gue nggak budek kan? Mama Lo bilang? Gila Lo?! Anak kandung aja mau dijual ke laki-laki brengs*k, tapi dengan bangganya Lo sebut dia Mama?!" Ucap Alden sambil menundukkan kepalanya menatap kedua orang dibawahnya.

__ADS_1


"Heh Lo nenek gayung! Otak Lo mati apa gimana sih?! Dia anak yang Lo kandung selama sembilan bulan, sembilan bulan coyy! Dan selema sembilan bulan itu dia yang nemenin Lo kemana pun. Tapi dengan tega nya Lo sakiti dia hah?!" Bentak Alden smabil menatap tajam Amora.


"Setelah Paman Malik Lo bunuh, Reza Lo tembak, Teh Asha Lo buat keracunan, dan buat Sara koma selama sebulan penuh, apa masih kurang?! Gue nggak tau lagi gimana cara kerja otak Lo itu!" Sambung Alden mengeluarkan uneg-unegnya.


"Jangan sembarangan bicara ya, anak tengil! Malik meninggal karena penyakit jantungnya. Sedangkan apa yang terjadi kepada Reza, Asha, dan Sara adalah perbuatan Silla! Enak saja main salahkan aku!" Ucap Amora memberikan pembelaan pada dirinya sendiri.


"Ya, semua ini nggak bakal terjadi kalo bukan karena Lo tolol! Coba Lo nggak selingkuh, semua nggak akan rumit seperti sekarang! Terus setelah semua kekacauan yang Lo buat, Lo mau buat masalah lagi dengan hal ini?!" Jelas Alden yang semakin gemas dengan sikap tak tahu malu dari Amora.


Mereka masih saja ribut dan menyalahkan satu sama lain. Sementara Khansa dan Sara...


"Maafin Khansa ya, Mbak. Gara-gara Khansa, Mbak Sara telat pergi ke jogja nya." Ucap Khansa dengan lirih tanpa menggerakkan bibirnya. Sara yang sedang membenarkan jilbab sang adik pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Khansa nggak ngerepotin Mbak Sara. Maafin Mbak Sara yang nggak bisa jaga Khansa ya? Khansa mau ikut Mbak Sara ke jogja aja? Mungkin Khansa bisa lebih aman kalo ikut Mbak Sara." Ucap Sara lalu berjalan untuk membuka pintu kamar mandi.


"Den, angkatin bayi tua Gue nih. Cepet!" Ucap Sara sambil berjalan keluar kamar mandi. Alden yang sedang mengangkat kedua tangannya dipinggang sambil melotot kearah Amora pun menolehkan kepalanya kepada Sara.


Dengan segera, Alden berjalan turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Khansa pun mengangkat sedikit tangannya dan langsung disambut oleh Alden.


Amora dan Bella melongo melihat Sara yang kuat mengangkat sofa tersebut dan memindahkannya ke dekat ranjang.


"Nggak usah sampe melongo juga kali! Kaget?!Baru kali ini liat cewek kuat angkat beginian? Kampungan Lo berdua!" Ucap Alden sewot kepada Amora dan Bella lalu menurunkan Khansa dengan lerlahan di sofa tersebut.


"Okey, Sa. Kita mulai sekarang! Hal pertama yang mereka lakuin sama Khansa setelah masuk keruangan ini apa?" Ucap Sara dengan nada datarnya sabil menatap tajam mata sang adik.


"Mereka nampar Khansa. Bella dua kali, Ibu tiga kali." Ucap Khansa dengan pandangan kosong. Pikirannya terbang kebeberapa saat lalu saat sang kakak belum datang menyusulnya.


Sara pun tersenyum miring dan berjalan mendekati Bella. Tangan kanannya terangkat dan...

__ADS_1


Plak!


Plak!


Dua tamparan keras yang menggema dikamar club tersebut telah mendarat di pipi sebelah kiri milik Bella. Seketika bibir ranum milik Bella mengeluarkan darah. Bella masih menutupi pipi sebelah kirinya karena terasa sangat sakit. Sara tersenyum aneh.


"Dua kali untuk Lo yang udah berani nampar Adek Gue. Dan dua lagi untuk..." Ucapan Sara terhenti karena tangan kirinya dengan brutal menampar pipi sebelah kanan milik Bella.


"Lo yang udah dengan beraninya ganggu Adek Gue!" Ucap Sara tegas sambil menatap tajam mata milik Bella. Bella yang tak terima pun hendak menampar pipi milik Sara namun terhenti karena Sara yang sudah mencengkeram tangan kanannya dan langsung memutarnya keras.


"Apa lagi, Sa?" Ucap Sara dingin sambil menahan air matanya.


"Dia narik rambut Khansa sampai beberapa rambut Khansa rontok. Dia juga benturin kepala Khansa ke tembok karena Khansa mau kabur." Ucap Khansa lirih sambil kembali menangis. Alden yang melihat Khansa menangis pun mendekatinya dan menghapus air mata Khansa.


Sara yang mendengar penuturan Khansa, dadanya sudah naik turun serta air matanya yang sudah turun membasahi pipinya. Dengan kasar, Sara menjambak rambut pirang milik Bella dan langsung berjalan cepat mendekati tembok lalu...


Dug!


Dan tak ada seorang pun yang percaya bahwa Sara benar-benar membenturkan kepala Bella ke tembok.


Hati seorang kakak mana yang tak sakit ketika ada orang lain menyakiti adiknya. Bahkan tak ada sedikitpun andil mereka dalam membesarkan sang adik, namun dengan begitu lancangnya menyakiti fisik sang adik.


Ketika adik kita disakiti oleh orang tua pun, terkadang ada rasa benci atau apapun itu kepada orang tua kita karena berani menyakiti adik kita. Lalu bagaimana jika orang lain? Apa yang akan kalian lakukan sebagai seorang kakak? Pasti akan membalas bukan?


"Gue nggak pernah nyakitin fisik adek Gue Bell! Gue masih terima kalo Lo nyakitin hati Gue, tapi enggak dengan adek Gue! Lo nggak tau kan gimana susahnya Gue dan kakak Gue buat besarin mereka? Sekali Lo nyakitin adek Gue, Gue nggak akan segan-segan buat bunuh Lo!" Ucap Sara dengan tangisan pilunya sambil terus menjambak rambut Bella.


"Dan buat Lo! Wanita yang nggak akan pernah bisa disebut dengan kata orang tua apalagi Ibu!" Ucap Sara berjalan mendekati Amora dan meninggalkan Bella yang sedang menangis menahan rasa sakit yang berada di dahinya.

__ADS_1


"Jujur se jujurnya! Gue nyesel karena lahir dari rahim Lo! Seharusnya sebelum Lo lakuin hal menjijikan ini sama anak Lo sendiri, Lo inget dimana saat-saat Lo ngandung Khansa!" Bentak Sara smabil menatap tajam Amora.


Plak!


__ADS_2