
Sara keluar dari lift dan berjalan melewati koridor yang sepi. Entah mengapa, ketika memasuki gedung tersebut emosinya kembali hadir. Sara menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya.
Di sepanjang koridor hanya terdengar suara sepatu flatshoes milik Sara. Diujung koridor, Sara berbelok dan berjalan lurus menuju tempat tujuannya.
Sesampainya didepan sebuah ruangan, Sara pun menghela nafasnya perlahan. Sara juga memejamkan matanya sejenak untuk menetralkan emosinya. Perlahan, Sara pun menekan bel dari ruangan tersebut.
Setelah beberapa kali nenakan dan tak ada jawaban, Sara pun mengetuk pintunya. Karena kesal tak ada jawaban, Sara pun hendak mengetuk pintunya dengan sangat keras. Namun belum ia ketuk, pintu tersebut sudah terbuka.
"Kenapa bunyiin bel sih, Mas? Kan Mas Bram udah tau passwordnya." Ucap Amora dengan lingerie seksinya dan langsung masuk lagi tanpa melihat siapa yang datang.
Sara yang melihat itu pun badannya menegang. Entah mengapa, dirinya ingin menangis sekarang. Benar saja, air matanya mengalir tanpa perintah dari Sara. Sedangkan Amora pun bingung, mengapa Bram tak ikut masuk dengannya. Lantas, Amora pun berbalik kepintu sambil berbicara.
"Ayo, Mas. Aku dah nunggu lama loh. Udah aku bersihin juga kamarnya. Kamu nggak kangen sama aku, Mas. Aku aja kangen loh, sama sentuhanmu." Ucap Amora sambil melebarkan pintunya. Namun Amora terkejut bukan main karena bukan Bram yang datang, tetapi Sara.
Amora yang melihat Sara pun menutup bagian dada serta bagian bawahnya yang terekspos bebas. Sara yang melihat ibunya menutup tubuhnya yang hanya memakai dalaman dengan lingerie transparan pun hanya tersenyum miring.
Bisa-bisanya dia tenang begini dan tak tahu jika anaknya telah dibunuh oleh istri dari selingkuhannya? Pikir Sara
Sara menghapus air matanya dan melangkah masuk ke apartemen ibunya. Amora yang melihat Sara mendekat pun memundurkan langkahnya. Sara menutup pintu apartemen ibunya dan menguncinya. Sara mendekat lagi kearah ibunya.
"Wah Nyonya Amora, kau sungguh sangat hebat. Siapa yang kau tunggu lama hah?! Terus apa yang akan kau lakukan dikamar yang telah kau bersihkan itu?!" Bentak Sara sambil melipat tangannya didepan dada.
"Oh, Ya Allah. Sara lupa. Nyonya Amora kan membuka jasa layanan pemuas nafsu. Bagaimana kau ini Sar, Sar." Ucap Sara sambil menepuk dahinya perlahan.
__ADS_1
"Apakah hari ini kau mendapat banyak pelanggan? Atau malah sepi? Aku jadi prihatin, bagaimana cara kau makan ya? Jika pelanggan saja tidak ada." Ucap Sara dengan santainya tanpa melihat raut wajah marah sang ibu.
"Kau memang benar-benar kurang ajar, Sara! Jangan berbicara yang tidak-tidak! Bagaimana jika Mas Bram mendengarnya hah?! Aku hanya melakukannya bersama dengan Mas Bram saja! Tidak dengan orang lain yang sembarangan." Ucap Amora sambil membenarkan lingerie agar tak terbuka.
"Kau masih ingat namaku, Nyonya? Waw hebat sekali. Tadi apa kau bilang? Kau hanya melakukannya dengan satu orang saja? Bukankah jika melakukan seperti itu lebih nikmat dengan orang yang berbeda? Ih kau ini berbicara apa Sara, kau masih polos! Atau mungkin kau berbohong pada Bram itu? Padahal kau melakukannya dengan orang lain." Ucap Sara dengan lagak polosnya.
Amora yang geram pun berjalan mendekati Sara dan menjambak jilbabnya.
"Sudah kubilang bukan?! Aku hanya mau melakukannya dengan Mas Bram saja! Aku hanya mencintainya! Tidak ada yang lain! Aku menjaga tubuh ini hanya untuk Mas Bram. Kau dengar itu?!" Ucap Amora berapi-api.
Sara pun mendorong tubuh ibunya, dan menyebabkan ibunya jatuh terlentang diatas lantai. Lingerie nya pun sudah terbuka sehingga mengekspos tubuh Amora yang putih mulus.
"Ya! Karena cintamu itu lah Adik laki-laki ku mati terbunuh! Karena cinta terlarangmu itu lah yang menyebabkan dua orang paling kusayangi dimuka bumi ini pulang ke pelukan Allah! Dan karenamu lah Adikku harus menahan sakitnya autopsi untuk mengeluarkan dua peluru di jantung dan kepalnya!." Bentak Sara dengan mengeluarkan air matanya.
"Aku menyesal telah lahir kedunia dari rahim mu itu! Kasihan Adikku yang harus tidur dibawah tanah sendirian. Disaat kau tidur dengan nyaman dan hangat, Reza tidur sendiri dan kedinginan. Semua yang terjadi itu adalah salah mu. SEMUA SALAHMU AMORA!" Teriak Sara dengan menunjuk ibunya dengan jari telunjuknya.
"Kau senang bukan? Apakah kau senang hah?! Lihatlah, anak yang kau kandung selama sembilan bulan telah terbungkus kain kafan di rumah sakit! Apakah kau tidak menyesal sama sekali hah?!" Ucap Sara dengan emosi yang sudah diubun-ubun.
"Ya, aku tidak menyesal sama sekali. Kalau boleh, aku akan mengirimkan buket bunga spesial atas kematian anak siala* itu. Dimana harus ku kirim bunga itu? Dirumah jelek itu atau dirumah si pengemis itu?" Ucap Amora sambil berdiri dari jatuhnya dan berjalan mengambil ponselnya.
Sara hanya menatap tajam sang ibu yang sedang menelepon seseorang dengan Hp nya. Sara menatap jijik kepada sang ibu yang memakai lingerie terbuka. Terdengar sang ibu berbicara dengan seseorang diseberang sana.
"Selamat malam, Mbak. Saya mau besen buket bunganya sekarang bisa?" Ucap Amora sambil menaikkan sebelah alisnya menatap Sara.
__ADS_1
"Ya, aku pesan bunga mawar nya dan dikirim ke apartemen zero. Ruangan nomor 101 ya, Mbak. Baik ditunggu kedatangannya Mbak." Ucap Amora sambil mematikan panggilannya.
Sara pun menggelengkan kepalanya atas tindakan sang Ibu.
"Tak pernah terbayang sedikit pun aku akan membentakmu, Bu. Tapi Allah membuatku harus durhaka kepadamu. Tapi tak mengapa, Allah lebih tahu mana yang benar dan salah. Sara kemari hanya memberikan kabar tersebut pada Ibu. Terserah akan apa yang akan Ibu lakukan untuk kedepannya. Sara menyerah." Ucap Sara dengan suara lemah, dan berbalik badan menuju pintu keluar.
Saat akan membuka knop pintu, Sara terkejut karena pintu terbuka dari luar. Ternyata yang datang adalah Bram. Bram pun terkejut ketika mendapati Sara berada diapartemen Amora.
"Hei apa yang kau lakukan diapartemen kekasihku?! Kau apakan lagi kekasihku itu hah?! Dimana kau sayang." Ucap Bram dengan tegas sambil berjalan masuk melewati Sara, dan mencari keberadaan Amora
Amora yang melihat Bram datang pun memulai dramanya. Amora berjalan tergesa kearah Bram dan memeluknya erat.
"Sayang, lihatlah anak siala* itu datang lagi kemari. Padahal aku hanya menunggu kedatanganmu, tapi dia tiba-tiba datang dan mendorongku hingga jatuh. Lihatlah lingerie kesayanganmu ini hampir rusak karenanya." Ucap Amora disertai tangisan manjanya.
Bram yang mendengar penjelasan dari Amora pun melepaskan pelukannya dan berjalan kearah Sara dengan tergesa-gesa.
"Dasar anak siala*! Kau hanyalah anak dari seorang bajing** tak berguna itu. Hanya anak dari orang miskin saja bangga?! Tapi kau berani menyakiti kekasihku hah?! Tak akan ku biarkan kau pulang dengan selamat!" Ucap Bram dengan nada emosi nya.
Plak!!! Satu tamparan pun mendarat.
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.
__ADS_1