SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 53


__ADS_3

Revan keluar dari kamar mandi dan langsung berdiri di depan Asha dan memakai sarungnya. Setelah itu mereka berdua pun melaksanakan sholat sunnah berjamaah.


Selesai melaksanakan sholat sunnah, Asha pun berdiri mendekati nakas samping ranjang nya untuk memeriksa pasan dari adik-adiknya. Dan benar saja, ada beberapa pesan dari adik-adiknya ada juga dari Rendi dan Ella. Dengan senang hati, Asha membalas pesan-pesan tersebut.


Selesai menjawab pesan dari semua orang, Asha menyerit heran karena Revan sedang sibuk dengan laptopnya. Asha pun naik ke atas ranjang dan memanggil suaminya.


"Abang kenapa nggak istirahat. Kan udah malem juga Bang, Abang pasti capek kan?" Ucap Asha sambil menatap sang suami.


"Eh itu Sha, Abang emang kalau tidur jam 1 atau jam 2 pagi. Abang ada insomnisa sejak SMA." Ucap Revan sambil tetap fokus kepada laptopnya. Asha yang baru tahu bahwa suaminya mempunyai insomnia pun bingung. Namun setelah beberapa detik berfikir, Asha pun tersenyum cerah.


Asha pun berdiri diatas ranjang sambil menatap sang suami.


"Bang sini deh, Asha punya obat alaminya." Ucap Asha yang membuat Revan menolehkan kepalanya. Revan yang melihat ekspresi bahagia dari istrinya pun tak tega untuk menolak permintaan istrinya.


Revan pun mematikan laptopnya dan berjalan mendekati istrinya dan meminta agar istrinya kembali duduk. Revan menatap lembut sang istri dan bertanya kepada Asha.


"Obatnya apa Sha?" Ucap Revan bertanya kepada Asha. Asha yang ditanya oleh Revan pun menerbitkan senyum lebarnya.


"Sebelumnya Abang matiin lampu utamanya dulu ya, terus diganti sama lampu nakas aja." Ucap Asha yang langsung diangguki oleh Revan. Revan pun berjalan mematikan lampu kamarnya dan berjalan mendekati nakas untuk menyalakan lampu tidurnya.


Asha yang sudah berbaring pun merentangkan kedua tangnnya memberi isyarat agar Revan dantang dan memeluknya. Revan pun membaringkan tubuhnya disamping Asha dan masuk kepelukan Asha.

__ADS_1


"Asha bakal peluk Abang sampai Abang tidur ya. Asha jamin Abang bakal langsung tidur. Bentar-bentar, Asha tarik selimut dulu." Ucap Asha yang melepaskan pelukannya dari sang suami dan menyelimuti tubuh mereka berdua di satu selimut.


"Selamat tidur Bang Revannya Asha." Ucap Revan sambil memeluk kepala milik Revan. Karena Revan menempatkan kepalanya didada sang istri. Dengan perlahan, Asha mulai menyugar rambut milik suaminya itu dengan kasih sayang. Revan yang beru pertama kali merasakan kenyamanan setelah pelukan sang Mama pun mulai merasakan kantuk.


Benar saja, belum sampai 10 menit Revan sudah tidur dengan memeluk erat tubuh Asha. Asha yang tahu bahwa suaminya telah tertidur pun tersenyum dan mencium rambut suaminya.


"Tidur yang nyenyak suamiku." Ucap Asha yang langsung menutup matanya untuk segera menyusul suaminya.


Beda lagi dengan Sara yang masih menatap bintang di balkon kamarnya lengkap dengan camilannya. Adik-adiknya pun sudah tidur semenjak kedatangannya di rumah mereka. Sara yang sedari tadi asyik menggoyangkan kakinya yang dia keluarkan dari pembatas balkon pun terkejut karena kedatangan Alden.


"Astagfirullah, Den. Kayak setan aja sih. Kalo jantung Gue jatuh kan enak Lo. Besok pagi dateng ke masjid buat pengumuman." Ucap Sara sambil melirik tajam kearah Alden. Alden pun hanya menyengir kuda.


"Ngapain Sar disini sendirian? Mikirin apaan Lo?" Tanya Alden sambil memakan camilan milik Sara. Sara yang sedang asyik mengusap dadanya karena kaget pun menoleh kearah Alden dan menjawab pertanyaan nya.


"Gue kesini cuma lompat dari pembatas balkon aja. Noh kamar Gue masih kebuka pintunya. Oh iya, nimang-nimang buat apa Sar?" Jawab alden sambil menunjukkan pintu kamarnya yang masih terbuka.


"Sono tutup dulu! Ntar tidur bareng nyamuk tau rasa ya Lo." Ucap Sara dengan maksud mengusir Alden secara tersirat. Alden hanya mengangkat kedua bahunya acuh dan masih setia memakan camilan milik Sara.


"Alah nggak usah, malah enak ada temennya. Udah lah jangan ngalihin pembicaraan. Lo lagi mikir apaan dah?" Tanya Alden sekali lagi. Sara pun menghembuskan nafasnya kasar dan menjawab pertanyaan dari Alden.


"Gue mau kuliah ke jogja Den. Gue mau kuliah di kampus favorit Gue sejak kecil. Pengen banget kuliah di UGM yang ada di jogja. Tapi nanti Teh Asha ngizinin nggak ya? Takut Gue." Ucap Sara sambil menarik kedua kakinya dan kemudian dia memeluk kedua lututnya.

__ADS_1


"Pasti dibolehin lah, kan Lo kesana buat nuntut ilmu bukan main. Asalkan Lo bisa buktiin ke Teh Asha bahwa apa yang Lo inginkan itu bakal terwujud. Dicoba aja dulu, siapa tau boleh. Kita sendiri nggak tahu kan apa yang dipikirkan oleh Teh Asha. Gue dukung apa pun keputusan Lo." Ucap Alden yang membuat Sara tersenyum.


"Gue juga masih bingung Sar. Padahal Gue udah mimpi dari kecil biar bisa kuliah di Oxford University, tapi Gue takut kalo Mama nggak ngizinin. Gue juga takut kalo pas pulang tiba-tiba Khansa udah jadi pacar orang atau istri orang. Nggak sanggup Gue bayanginnya Sar." Ucap Alden yang membuat suasana berubah menjadi mellow.


"Tenang aja asalkan Lo saling percaya sama Khansa nggak bakal ada yang namanya keduluan atau apapun itu. Harus yakin juga Den." Ucap Sara untuk menyemangati Alden. Alden pun hanya mengangguki perkataan dari Sara. Mereka berdua pun menoleh ketika mendengar suara pintu yang digeser.


Khansa keluar dari kamarnya dengan tangan yang masih mengucek matanya.


"Kok Mbak Sara sama Kak Alden belum tidur? Udah malem loh ini." Ucap Kahnsa sambil duduk diantara Sara dan Alden yang sedang bersebrangan dengan jarak yang sangat luas.


"Loh Sa, kok bangun lagi? Mbak Sara sama Alden ganggu tidur kamu ya?" Tanya Sara kepada Khansa yang sedang menutup mulutnya karena dia sedang menguap. Khansa hanya menggelengkan kepalanya dan mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Yaudah deh Sar Lo sama Khansa masuk aja. Ini udah malem, angin malem tuh nggak baik buat kesehatan. Yuk berdiri." Ucap Alden yang langsung diikuti oleh Sara karena Sara setuju dengan apa yang dikatakan oleh Alden.


Mereka semua pun berdiri dan Sara mengambil bungkus plastik dari bekas camilannya tadi.


"Tidur lagi ya Sa, jangan bergadang. Jangan lupa matiin lampu utama terus ganti sama lampu tidur. Oke?" Ujar Alden sambil menatap Khansa. Khans pun hanya menganggukkan kepalanya. Sara melangkah menuju pintu kamarnya dan menutupnya, meinggalkan kebucinan Alden terhadap adiknya.


"Udah sana Kahnsa masuk duluan. Tidur yang nyenyak, Sa. Night." Ucap Alden ketika mereka sudah sampai didepan pintu kamar Khansa. Khansa pun membalikkan tubuhnya dan menatap Alden.


"Kak Alden juga buruan tidur ya. Have a nice dream Kak. Khansa tutup pintunya ya?" Ucap Khansa yang diangguki oleh Alden lengkap dengan senyum manisnya. Setelah memastikan Khansa sudah mematikan lampu kamarnya, Alden pun berlalu pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Sara terbangun karena suara gaduh yang berada dilantai bawah. Sara menuruni tangga dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ella.


__ADS_2