
Sara berjalan memasuki gerbang sekolahnya dengan pandangan kosong. Dia memikirkan bagaimana keadaan Khansa sekarang. Sebenarnya dia ingin sekali menjenguk adiknya. Tetapi sang kakak melarangnya, dengan alasan Sara masih memiliki banyak kegiatan.
Sara menapakkan kakinya di lapangan, di mana terdapat banyak anak-anak dari berbagai sekolah. Dengan perpaduan warna dari seragam mereka, Sara merasa sedikit terhibur.
Dia mulai berjalan menuju ke kubikel sekolahnya dan sudah terdapat beberapa adik kelasnya yang akan mengikuti lomba. Ia mengerutkan keningnya ketika melihat Alden sudah berada di sekolah sepagi ini.
"Wah, MasyaAllah. Tuan muda Alden sudah datang ke sekolah sepagi ini. Ada apa gerangan?" Ucap Sara santai sambil menarik kursi dan menempatkan nya di depan kursi adik-adik kelasnya.
Alden yang dijadikan bahan obrolan Sara pun hanya menatap Sara tanpa ekspresi, lalu melipat tangannya ke dada dan menaikkan sebelah kakinya ke atas pahanya. Sara yang melihat itu pun hanya terkikik geli karena berhasil membuat mood Alden sedikit buruk untuk hari ini.
"Oke, Assalamualaikum semuanya. Buat adik-adik kelas kak Sara yang cantik-cantik dan tampan-tampan kecuali Alden. Kita mulai hari ini dengan berdo'a dahulu ya." Ucap Sara enteng tanpa beban dan tanpa melihat muka Alden yang matanya sudah melotot.
Semua yang ada di kubikel itu pun menoleh ke arah Alden dan tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Alden. Ya, walaupun terkenal dengan kenakalannya di sekolah. Alden adalah orang yang masih bisa diajak bercanda.
"Masih Gue pantau ya Lo Sar. Sekali lagi, Gue pukul Lo." Ucap Alden sedikit geram. Sara yang diancam seperti itu pun hanya mengendikkan bahunya sambil memberikan muka songong nya.
Setelah berdoa, Sara memberikan pengarahan pada adik-adik kelasnya. Dia berharap agar mereka dapat memenangkan kompetisi ini dengan sportif. Ya, acara pagi ini dimulai dengan lomba basket. Dan kapten basket di sekolah Sara adalah Alden. Mau tidak mau dia harus berbaur dengan anak tengil itu.
"Usaha yang terbaik buat sekolah kita. Jangan sampai kita mempermalukan sekolah dengan kekalahan kita. Karena kita tuan rumah, selain harus ramah kita juga harus sportif. Jangan ngadi-ngadi Lo Den, jangan buat masalah." Ucap Sara serius yang diikuti candaan di akhir kalimatnya.
"Wah parah Lo Sar. Sebenernya mau Lo apa sih? Dosa tidak sih kalau Gue nabok orang. Kesel gue lama-lama sama Lo." Ucap Alden sambil berdiri hendak melangkah ke arah Sara. Sara yang melihat itu pun berdiri dari duduknya dan mundur selangkah.
"Wih sabar bro, bercanda Gue. Masa gitu aja marah. Nggak boleh marah-marah sama calon kakak ipar." Ucap Sara sambil membawa kedua tangan nya ke depan badannya, seolah memberi isyarat agar menjaga jarak.
Belum sempat Alden berjalan maju, lengannya dicekal oleh Bella -mantan pacarnya- matanya yang menatap netra Alden, seolah olah meminta agar Alden tidak mendekat ke Sara.
Alden pun menghempaskan tangan Bella yang masih menggantung dilengan nya. Alden juga mundur beberapa langkah dari Bella untuk menjaga jarak. Alden menatap hina ke arah Bella, dia merasa jijik ketika Bella menyentuh tangannya.
"Ngapain sih Lo deket-deket Gue, sana jauh-jauh. Gue mau lomba, jangan buat mood Gue hancur gara-gara liat muka Lo." Bentak Alden yang sontak membuat semua orang melihat ke arahnya. Alden pun pergi dari kubikel nya dan berjalan masuk ke dalam.
Sara yang melihat hal itu pun hanya bisa menaikkan kedua alisnya secara bersamaan. Sara menengok ke arah kirinya dan mendapati adik kelasnya yang duduk di kelas 11.
"Bukannya mereka pacaran ya, tetapi kok dipegang aja langsung kena bentak?" Ucap Sara bisik-bisik sambil menutupi mulut dengan tangannya. Sang adik kelas pun menoleh ke arah Sara dan melakukan hal yang sama seperti Sara.
"Udah putus kak, katanya penyebab mereka putus itu si Bella selingkuh. Tapi nggak tau sama siapa. Bukan seharusnya kalau Alden tau Bella selingkuh itu wajar wajar aja ya? Orang Alden juga tukang selingkuh. Entah kenapa langsung putus aja pas tahu Bella selingkuh. Jarang-jarang lho kak." Cerocos sang adik kelas.
Sara yang mengetahui alasan Alden membentak Bella pun hanya manggut-manggut tak jelas. Lalu tak lama setelah itu, terdengar pengumuman bahwa pertandingan basket dimulai antara SMA Garuda Bangsa -sekolah Sara- dengan SMA Pelita Bangsa akan segera dimulai.
Sara pun mengumpulkan adik-adik kelasnya, dan memberi sedikit interview. Ketika memberi interview itulah Alden memunculkan batang hidungnya. Sara pun merasa lega karena Alden masih mau mengikuti lomba.
"Oke, jangan lupa baca do'a dan semoga menang." Tutup Sara sambil mengarahkan mereka menuju ke tengah lapangan.
Pertandingan pun dimulai dengan sengit. Ketika SMA Garuda Bangsa hampir mencetak skor, pasti digagalkan oleh lawannya. Sara pun menjadi bimbang, antara yakin dan tidak yakin SMA nya akan menang.
Sementara lomba basket berlangsung, lomba-lomba yang lain pun juga sedang berlangsung. Memang Sara mendapat tugas untuk panitia lomba basket dan menyanyi.
__ADS_1
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 siang, dan ada waktu jeda untuk sholat dzuhur. Jadi mau tidak mau pertandingan harus di jeda terlebih dahulu dengan skor sementara 2-0 unggul SMA Pelita Bangsa -SMA lawan-.
Adik-adik kelasnya pun datang menuju kubikel sekolah mereka. Sara melihat raut lelah dari mereka. Sara pun memberikan minuman kepada semuanya. Saat Sara memberikan minuman untuk Alden, Sara membelalakkan matanya saat melihat kearah kubikel seberang. Yaitu SMA yang menjadi lawan sekolahnya tadi.
Sara langsung menutup mulutnya saat melihat kapten basket dari sekolah tersebut mencium kekasihnya didepan umum dengan santainya. Alden yang kejatuhan minuman karena Sara menutup mulutnya pun sontak berdiri dan hendak memarahi Sara.
Namun belum sempat Alden memarahi, Sara sudah menunjuk kearah tadi. Alden dan yang lain pun ikut menoleh kearah yang Sara tunjuk. Tanpa disuruh pun mereka juga menampilkan perasaan ingin muntahnya namun tertahan.
Alden pun berdecih jijik melihatnya. Sara pun mendengar kata-kata konyol yang keluar dari mulut adik-adik kelasnya.
"Yaelah gitu aja main sosor." Kata si A
"Dih jijik gue, baru menang 2 skor aja bangganya masyaAllah." Kata si B
"Wah parah, baru 2 skor aja langsung cium. Gimana kalau menang, bisa-bisa waktu pas pulang cewek dah nggak perawan." Kata si C
"Ya kalau masih perawan, kalau udah enggak?" Timbal si B atas kata kata si C.
Sara pun menggelengkan kepalanya melihat gedumelan adik-adik kelasnya. Sontak Sara pun teringat akan kejadian kemarin. Badan Sara pun menjadi panas dingin ketika mengingat hal itu. Sara pun berbalik dan menghadap Alden.
"Den, nggak tau gimana caranya Lo harus menang ya. Jangan biarin si kunyuk itu menang." Ungkap Sara berapi api. Alden pun malah mengambil air minumnya dan duduk di kursinya.
"Pasti lah, itu cuma trik Gue aja. Liat aja nanti." Ucap Alden santai. Sara yang tak mengerti pun hanya melotot dan duduk di hadapan Alden.
"Ya kalau prinsip Gue sih pertama buat terbang dulu baru jatuhin. Jangan baru pertama aja langsung jatuh terus tambah jatuh. Nanti gak seru. Gitu aja nggak paham." Ucap Alden santai. Raut wajah Sara pun berubah, Ia tersenyum smirk atas ucapan Alden.
"Waaaa gila, adik ipar gue pinter banget sih. Seneng deh gue kalau gini. Tanpa Lo minta restu pun, udah Gue restuin kalau gini." Ucap Sara bangga sambil melipat kedua tangannya ke dada.
Alden hanya menyerit heran ketika Sara memanggil nya adik ipar. Dia hanya menggelengkan kepalanya.
"Maksud lo apaan sih Sar? Dari tadi nyebut gue adik ipar lo. Nggak paham gue" Balas Alden seraya memperhatikan sara dengan heran.
"Alah, ngaku aja Lo Den, Lo naksir kan sama adek Gue?" Timpal Sara menunjuk Alden menggunakan jari telunjuknya dengan menaik turunkan alisnya untuk menggoda Alden.
"Nggak lah, yakali Gue suka sama adek lo yang berhijab gituan. Bukan selera Gue. Yaudah lah, Gue mau salat dulu."Jawab Alden sembari berdiri dari duduknya dan berlalu menuju mushola.
"Sono pergi jauh-jauh, awas lo kemakan omongan sendiri" Jawab sara disertai tawa kecil. Alden yang mendengar itu hanya mendengus kesal lalu beranjak meninggalkan Sara yang masih cekikikan.
Setelah beberapa menit berlalu, Alden kembali berkumpul dengan tim basketnya yang sedang bersiap untuk melanjutkan pertandingan.
Setelah interview singkat lagi, mereka pun mulai bertanding lagi. Perasaan Sara pun semakin tak menentu pasalnya Alden belum mencetak skor.
Namun tak disangka sangka di menit-menit terakhir Alden membobol ring basket berkali kali hingga membuat semua orang terperangah. Dan pada akhirnya SMA Garuda Bangsa lah yang memenangkan pertandingan basket.
Sontak semua perempuan yang ada di lapangan pun meneriakkan nama Alden dengan histeris. Alden yang dipanggil panggil pun hanya mengangkat kedua tangannya keatas dan mengacungkan jari tengahnya sambil berjalan menuju kubikelnya.
__ADS_1
Sara yang melihat hal itu pun hanya seperti kambing conge. Dia merasa Alden seperti lelaki yang jual mahal. Padahal dia sendiri memiliki peternakan buaya betina.
"Wiii gila, adek ipar Gue paling the best lah! Good job Den." Ucap Sara sambil bertepuk tangan kegirangan seperti anak kecil.
Alden yang dipuji pun tambah terbang tinggi nggak balik-balik. Alden masih cengar cengir nggak jelas sampai akhirnya Sara menyadarkan Alden.
"Ngapain lo gitu-gitu? Bukannya lo seneng banget ya kalau banyak cewek-cewek yang suka sama Lo." Ucap Sara sambil membereskan peralatannya karena dia akan beralih ke pos berikutnya.
Alden tak menyahuti perkataan dari Sara dan berlalu menuju ruang ganti. Setelah selesai dengan acara beberesnya, Sara beralih menuju pos bernyanyi dan dia panik karena sudah tiba jadwal sekolahnya.
Sara berlari menuju backstage dan mencari Alden. Dia bernapas lega ketika melihat sosok laki-laki dengan celana dan baju warna hitamnya sedang berjalan menuju kearahnya.
"Den, lo beneran nggak papa nyanyi sendiri? Nggak mau cari temen duet gitu?" Tanya Sara sambil memberikan gitar elektrik pada Alden. Alden pun hanya menggeleng sambil menerima gitarnya dan langsung naik ke atas panggung.
Sara berjalan menuju kedepan panggung dan berdiri di sana, jika Alden membutuhkan bantuannya.
"Assalmualaikum semuanya, perkenalkan nama saya Alden Putra Laran dari sekolah SMA Garuda Bangsa akan mewakili teman duet saya yang sedang berada di rumah sakit. Yaitu Khansa Arraselli. Jadi mohon untuk memaklumi. Di sini saya akan membawakan lagu dengan judul Melukis Senja." Ucap Alden dengan penuh wibawa dan diikuti riuh tepuk tangan dari semua orang.
Efek karena scene bobol ring basket tadi, jadi rame yang support. Coba kalo kalah, paling sepi nggak ada yang tepuk tangan. Mentok-mentok cuma buaya betina ternakan nya aja.
Alden mulai memetik dawai gitarnya dengan lincah diiringi oleh iringan musik yang mengalun merdu.
Aku mengerti
Perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang
Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu
Izinkan ku lukis senja...
Semua orang yang ada di sana pun terkejut dengan suara tersebut. Tak luput Sara pun juga ikut membelalakkan matanya
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.
__ADS_1