SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 7


__ADS_3

Semua orang terkejut ketika melihat Khansa sudah ada di atas panggung dengan gamis hitamnya lengkap dengan jilbab pashmina nya.


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Alden masih menatap netra Khansa tanpa berpaling sedikitpun. Tangannya masih memetik gitarnya dan pandangannya tertuju ke arah Khansa.


Dia melihat muka Khansa yang masih pucat namun tetap tersenyum. Ada perasaan bahagia dihati Alden ketika Khansa datang dan ikut bernyanyi.


Tak kalah hebohnya, semua orang yang ada di sana pun ikut berteriak histeris melihat Alden yang terus menatap Khansa. Sara pun hanya bisa tersenyum melihat adiknya sudah membaik dan datang ke sekolah.


Aku di sini


Walau letih, coba lagi, jangan berhenti


Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak indah


Biar ku menemanimu


Membasuh lelahmu


Khansa menyanyikan bait lagu tersebut sambil menatap dalam mata Alden. Tak lupa juga tersenyum manis kepada Alden yang membuat hati Alden dag dig dug tak karuan.


Di akhir bait nya Khansa mengedipkan kedua matanya secara perlahan, sebagai isyarat agar Alden ikut bernyanyi.


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia, haa-haa


Haa-haa


Mereka pun bernyanyi bersama sehingga menghasilkan suara yang beuh, ajib banget didengernya. Semua orang pun berteriak histeris memanggil nama keduanya.


Dan pada akhir lagunya, Alden meletakkan gitarnya dan berdiri didepan Khansa sambil memegang mic nya. Jadilah drama di akhir pertunjukkan yang menghebohkan warga SMA.


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Diakhiri lah lagu itu dengan senyum terbaik dari Khansa dan Alden. Mereka berdua pun membungkukkan badannya dan langsung disambut oleh tepuk tangan dan teriakan histeris para penonton.


Khansa yang mendapat sambutan itu pun tersenyum manis dan menyapukan pandangannya ke seluruh lapangan.


Pandangannya pun tertahan di netra Alden yang sedang menatapnya penuh arti. Khansa dapat menangkap pergerakan mulut Alden yang mengucapkan 'terima kasih'.


Khansa hanya mengangguk sebagai jawabannya kepada Alden. Tak berapa lama terdengar teriakan yang menyuarakan nama mereka berdua.


"Aaaaa gue baper sama mereka berdua." Kata si A

__ADS_1


"Nggak mau tau, mereka berdua harus pacaran." Kata si B


"Baru kali ini gue liat ketua buaya senyum tulus ke cewek." Kata si C


"Lagi, Lagi, Lagi." Kata si D yang meminta agar mereka berua bernyanyi lagi.


Dan gara-gara si cewek D itulah, mereka semua meminta agar Alden dan Khansa bernyanyi lagi.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Alden berjalan kearah pengatur musik dan kembali lagi kearah Khansa. Tak lama setelah itu, berputarlah suara lagu yang Khansa sedikit lupa akan judulnya. Alden pun bernyanyi dengan gaya cool nya.


Menatap kepergian dirimu


Meratap menangis sedih tak tertahan


Terbayang saat bersama


Lewati masa terindah


Saat kau memelukku


Tuturkan cinta


Dan tak Alden sangka, ternyata Khansa tahu lagu tersebut. Seluruh Cinta feat. Cakra Khan - Siti Nurhaliza


Kaulah sluruh cinta bagiku


Yang slalu menentramkan perasaanku


Dirimu akan selalu ada


Di sisiku selamanya


Menatap kepergian dirimu


Meratap menangis sedih tak tertahan


Terbayang saat bersama


Lewati masa terindah


Saat kau memelukku


Tuturkan cinta


Kaulah sluruh cinta bagiku


Yang slalu menentramkan perasaanku


Dirimu akan selalu ada


Di sisiku selamanya


Kau bagaikan nafas di tubuhku


Ku kan slalu memuja mu


Hingga nanti kitakan bersama


Tak sanggup ku memikirnya lagi


Habis separuh nyawaku tangisimu


Tiada lagi bait yang indah


Terdengar merdu terucap


Merayu menyanjungku


Tenangkan jiwa


Kaulah seluruh cinta bagiku


Yang slalu menentramkan perasaanku


Dirimu akan selalu ada


Di sisiku selamamnya


Kau bagaikan nafas di tubuhku


Ku kan selalu memuja mu


Hingga nanti kitakan bersama


Tiada cinta yang setulus cinta mu (cinta mu)


Tiada yang sanggup gantikan dirimu


Tiada rasa seindah kasih mu


Tiada yang mampu temani diriku


Alden pun menatap dalam netra dari gadis mungil didepannya. Bait terakhir dari lagu itu pun, Alden nyanyikan dengan sepenuh hati


Kaulah seluruh cinta bagiku

__ADS_1


Yang selalu menentramkan perasaanku


Dirimu kan selalu ada


Di sisiku selamamnya


Kau bagaikan nafas di tubuhku


Yang sanggup menghidupkan sgala gerakku


Ku kan selalu memuja mu


Hingga nanti kitakan bersama


Ku kan selalu memuja mu hingga nanti kitakan bersama


Dan terjadilah tangis bombay alay dari para penonton. Sara yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepalanya dan langsung naik ke atas panggung. Sara mengambil mic dari tangan Khansa dan berbicara dengan gaya ngegasnya.


"Baiklah, sekian penampilan dari adik saya tercinta beserta calon ipar saya. Tolong dikondisikan keadaannya. Dan itu buat yang nangis tolong dihapus ingusnya, udah jelek tambah jelek lagi. Mana make up nya tebel lagi, jadi kaya topeng monyet kan. Belang-belang gitu." Ucap Sara yang langsung membuat orang yang merasa tersindir pun menjadi malu.


Sara pun mengajak Khansa dan Alden ke belakang panggung untuk istirahat. Mereka pun duduk menjadi satu di sebuah meja bundar yang bisa untuk duduk 4 orang.


"Khansa kok malah tetep berangkat sih, emang udah sehat beneran? Apa masih ada yang sakit?" Tanya Sara khawatir pasalnya dia melihat muka adiknya yang masih pucat.


Khansa pun hanya tersenyum menanggapi kakaknya. Dia memilih untuk minum air mineral dan menekuk kedua tangannya di atas meja, lalu meletakkan kepalanya di atas lipatan kedua tangannya. Sara yang melihat itu pun berinisiatif untuk memijat kepala adiknya.


Sara bangkit dari duduknya dan memijit kepala adiknya perlahan. Khansa pun tersenyum manis menghadap sang kakak dan mulai memejamkan matanya.


Sara yang sedang asyik memijat pun melihat kearah Alden. Sara tersenyum miring karena melihat Alden yang sedang menatap Khansa.


"Udah Den, nggak usah ngeliatin adek gue kayak gitu. Gue juga tau kalau adek gue itu cantik. Secara gitu kan, kakaknya aja Sara Arraselli." Ucap Sara menggoda Alden.


"Dih apaan dah, nggak jelas banget." Ucap Alden sambil memalingkan mukanya.


"Wah, ati-ati lo Den. Jangan sampai lo makan omongan sendiri ya. Awas aja besok kalau sampai lo ngemis-ngemis ke gue karena lo suka sama adek gue." Ucap Sara sambil mencubit pipi Khansa.


Khansa yang menjadi bahan ghibah antara kakaknya dan juga kakak kelasnya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya lemah dengan mata yang masih tertutup.


"Dah gue bilang kan Sar, nggak mungkin gue suka sama gadis mungil kayak dia. Tipe gue tu yang kayak gitar spanyol gitu. Nggak tepos kayak adek lo." Ujar Alden sambil membuka ponselnya.


Sara hanya berpikir, mengapa Alden mengatakan adiknya tepos? Sedangkan Dia tak tahu bahwa dibalik gamis besar itu, badan Khansa tepos atau berisi. Eh Astagfirullah, apa coba?


Sara pun memutar bola matanya jengah dan berlalu pergi bersama Khansa. Sara membawa Khansa ke uks agar Khansa bisa beristirahat. Sementara Khansa istirahat dia bisa menyelesaikan semua urusannya.


Dan tibalah saat pengumuman hasil lomba. Benar saja, lomba bernyanyi duet berhasil dimenangkan oleh Alden dan Khansa. Khansa dan Alden pun naik ke atas panggung. Alden lah yang menerima pialanya, sementara Khansa yang memakai medalinya. Mereka berdua pun berpose berdua untuk kenang kenangan.


Sara pun mengambil potret mereka berdua di ponselnya. Sara mendapat foto yang bagus antara Alden dan Khansa. Alden yang sedang menatap adiknya serta Khansa yang sedang menatap semua orang sambil tersenyum manis.


Setelah selesai acara foto-foto dan ucapan terima kasih, Sara pun berjalan menuju parkiran dan mengajak Khansa untuk pulang. Namun, belum sempat dia naik ke motornya Sara dipanggil oleh Adik kelasnya yang mengatakan bahwa Sara masih ada acara penutupan.


Jadi mau tidak mau, Sara kembali ke lapangan dan berkumpul bersama teman-temannya. Sementara Khansa dia menunggu di tempat yang terpisah bersama teman temannya pula.


Sara yang memperkirakan bahwa dia akan pulang malam pun memutuskan untuk memberi kabar kepada kakaknya bahwa dia akan pulang sedikit malam. Sara pun mengambil ponselnya dan mendial nomor kakaknya.


Setelah tersambung, Sara pun memberitahukan bahwa dia akan pulang malam kepada kakaknya dan Asha yang mengetahui hal itu pun menyetujuinya.


Sara pun bertanya kepada Khansa Apakah dia akan pulang terlebih dahulu atau pulang bersamanya. Dan Khansa pun memutuskan agar dia tetap tinggal bersama dengan kakak nya dan pulang bersama Sara.


Sara pun memulai pekerjaan nya mulai dari menggulung kabel mic sampai menggulung karpet. Khansa pun turut serta dalam pekerjaan kakak nya agar cepat selesai.


Setelah beberapa waktu pekerjaan pun mulai berkurang. Jam pun menunjukkan pukul 17.30 sore. Pekerjaan terakhir Sara adalah mengumpulkan pakaian basket dan mengantarkannya ke lantai dua di ruangan basket.


Setelah selesai mengumpulkan pakaian-pakaian nya, Sara pun memasukkannya ke dalam wadah dan membawanya menuju ke lantai dua. Selama melewati koridor lantai 2, tidak ada seorang pun yang lewat kecuali Sara.


Suasana yang Menjelang magrib pun menambah hawa mencekam bagi Sara. Setelah sampai di ujung koridor, Sara membuka pintunya dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.


Selesai membereskan, Sara pun keluar dari ruangan tersebut dan hendak mengunci pintunya. Namun, belum selesai dia mengunci. Sara mendengar barang yang jatuh di ruangan sebelah.


Sara menoleh ke kanan dan ke kiri, namun tak ada orang satu pun. Sara yang panik pun langsung mempercepat gerakan tangannya dan berlari turun ke bawah.


Entah bakat baru atau apa itu, Sara bisa berjalan cepat menuruni tangga walaupun dia memakai gamis.


Namun, nahas sebelum Sara sampai di lantai dasar kakinya menginjak bagian bawah gamisnya sendiri sehingga dia jatuh terjerembab ke depan. Dahinya menyentuh pinggiran selokan sehingga menyebabkan kulit dahinya sedikit mengelupas dan mengeluarkan darah.


Sara memegang dahinya dan mencoba untuk berjongkok karena dia merasakan sakit di badan bagian depannya, seperti dada, perut, lutut, dan dahinya.


Alden yang melihat kejadian itu dari atas pun tertawa terpingkal-pingkal. Ya, memang yang berada di ruangan sebelah tadi adalah Alden bukan hantu.


"Ngapain Sar lari larian di tangga? Kayak dikejar setan aja. Bisa bisanya jatuh gitu." Ucap Alden sambil tertawa.


"Lo tu setannya. Ngapain coba masuk ke kelas pas magrib-magrib? Pake jatuhin barang segala. Setan tu keluyurannya pas magrib, nah sama kayak lo. Setan!" Ucap Sara kesal sambil berusaha bangkit dari jongkoknya.


Alden berjalan turun namun Malah ditinggal begitu saja oleh Sara. Mereka berdua tak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang melihat mereka sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Sara pun berjalan mendekati Khansa yang sedang duduk dan memainkan ponselnya. Khansa yang melihat kakaknya dengan dahi yang telah berdarah pun kaget dan bertanya pada Sara mengapa dahinya bisa berdarah.


Sara mengatakan bahwa tadi dia berlari ditangga dan jatuh terjerembab. Sara pun menceritakan bahwa ketika dia mengantarkan baju basket ke ruangan basket, dia mendengar bahwa ada barang jatuh di kelas 11. Yang tadinya dia pikir itu adalah hantu, namun ternyata itu adalah Alden.


Khansa yang mengetahui hal itu pun hanya menahan tawanya nya. Karena dia pikir itu adalah hal yang sepele dan bisa dipastikan, tetapi kakaknya langsung mengambil kesimpulan bahwa itu hantu.


Sementara di tempat lain, Alden baru menemui orang yang sedari tadi telah menunggunya. Dan dia bingung mengapa orang tersebut malah melihat kearahnya dan tidak memanggilnya.


Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.


Iyi Gecerler! all❤.

__ADS_1


__ADS_2