SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 74


__ADS_3

"Than, Lo tadi bilang kalau Sara orang lain. Terus maksud Lo bilang kalau Sara adik Lo gimana? Yang kudu dipercaya yang mana? Kalau emang Lo lari dari tanggung jawab udah ngaku aja!" Ucap Revan emosi sambil berdiri dari duduknya.


"Gue udah bilang, Bang! Tiba-tiba Bella teleepon dan bilang kalau Gue nggak turun saat itu juga, dia bakalan naik ke ruangan Sara. Gue nggak mau sesuatu apapun terjadi sama Sara. Abang tau sendiri kan gimana Bella?" Jawab Ethan sambil meredam emosinya.


"Lo terlalu takluk sama Bella, Than! Lo juga mutusin keluar dari rumah dan memilih tinggal sendiri karena ada campur tangan si Bella. Papa minta Lo untuk kuliah dan nerusin perusahaan Papa, tapi Lo mutusin milih sekolah penerbangan. Karena apa? Karena hasutan Bella! Stop suka sama perempuan licik seperti dia, dan balik ke Ethan yang dulu!" Ujar Revan mengeluarkan semua pendapatnya yang tersimpan lama.


Ethan mendongakkan kepalanya dan menatap tajam kearah Revan.


"Jangan Lo salah-salahin Bella, Bang! Jangan seret dia ke masalah keluarga kita! Gue mutusin buat sekolah penerbangan dan nggak nurut sama perkataan Papa karena Lo! Lo, Bang penyebabnya!" Ucap Ethan membentak sang kakak.


"Bang! Jangan bentak Bang Revan! Mau gimana pun, Abang adalah kakak kita. Calm down, Bang. Jangan buat Bella sebagai pemecah kalian. Mama nggak pernah ajarin kita buat bentak orang yang lebih tua ya Bang. Terus maksud Abang karena Bang Revan, kenapa? Jelasin." Ucap Alden menengahi kedua kakaknya yang terlihat emosi.


"Abang disuruh buat kuliah sama Papa malah milih masuk AKPOL kan? Terus kenapa Gue nggak bisa milih apa yang jadi pilihan Gue coba? Kalau dulu Abang milih seperti apa yang Papa mau, Gue nggak yakin kalau kita bertiga bebas beraspirasi dan Papa bisa adil sama kita bertiga." Ucap Ethan sambil menatap Revan dan kedua adiknya.


"Maksud Abang Papa nggak adil sama kita?" Tanya Nathan sambil berdiri dari duduknya.


"Nggak usah pura-pura beg* deh, Than. Otomatis kalau anak pertama bisa bawa perusahaan orang tua tambah naik, orang tua nggak bakal nengok lagi anak kedua dan selanjutnya. Mau apapun yang kita lakuin akan bernilai nol dimata orang tua. Dulu alasan Abang, ingin sukses dengan caranya sendiri dan bisa bawa adik-adiknya keluar dari peraturan Papa Mama kan? Tapi apa, zonk!" Ucap Ethan tegas sambil menatap tajam sang kakak.


"Jangan samakan antara kamu dan Abangmu! Walaupun dia memilih impiannya dan menolak permintaan Papa, tapi sikapnya tak seperti dirimu. Dulu Abang bilang dengan baik-baik dan minta ke Papa dengan cara yang benar. Lah kamu? Main pergi dari rumah tanpa pamit." Ucap Rendi sambil menghadapkan tubuh anaknya kepadanya.


"Papa sudah tahu, sejak kau bertemu dengan perempuan licik itu kau telah berubah. Ethan kecil Papa yang dulu selalu jaga jarak dengan perempuan. Ethan yang dulu nggak pernah bentak orang lain. Dan Ethan yang dulu nggak pernah berani membangkang Papa. Papa minta, kembalikan Ethan yang dulu." Ucap Rendi dengan kepala tertunduk dan mengusap matanya yang sudah mulai berair.


Ethan yang mendengar perkataan sang Papa pun menyesal. Ethan menatap sang kakak meminta pertolongan. Revan yang tahu arti tatapan dari sang adik pun hanya menyunggingkan sedikit bibirnya dan mengarahkan dagunya kepada sang Papa.


Dengan perasaan yang sedikit was-was, Ethan mendekati sang Papa dan memeluknya. Rendi yang dipeluk sang anak pun hanya bisa membalas pelukan anaknya.


"Segera kembalikan Ethan kecil Papa, ya?" Ucap Rendi lirih ditelinga sang anak. Ethan hanya memejamkan metanya mendengarkan perkataan sang Papa. Ethan merasa sangat-sangat menyesal akan hal ini. Ethan pun menganggukkan kepalanya dengan perlahan, menyetujui perkataan sang Papa.


Acara mereka terhenti saat Ella melongokkan kepalanya keluar ruangan.


"Papa kenapa lama banget? Cepet masuk." Ucap Ella yang langsung diangguki oleh semua orang. Mereka pun memasuki ruang rawat Sara satu persatu. Rendi menatap kasihan kearah Sara. Ketika semua orang memilih duduk disofa ruangan tersebut, Rendi melangkahkan kakinya mendekati Sara.

__ADS_1


Dielusnya puncak kepala milik Sara. Lalu mencium dahi milik anak perempuannya itu.


"Maafin Papa ya, Sar. Andai Papa langsung dateng kesini mungkin kita udah bercanda bareng. Cepet bangun ya anak Papa." Ucap Rendi lalu berjalan mendekati anak dan istrinya.


"Oh iya, Ma Pa. Ternyata sekolah Ethan udah dimulai minggu depan. Dan mulai besok Ethan harus berangkat ke asrama. Ethan boleh pulang dulu kan, Ma? Ethan mau packing dulu sama istirahat buat besok. Boleh kan Ma, Pa?" Ujar Ethan dengan nada takutnya sambil menatap kedua orang tuanya.


"Yaudah kamu pulang saja. Jangan berbohong ya, Mas. Istirahat yang bener, terus siapin semuanya dengan baik. Perlu Mama bantuin?" Ucap Ella sambil menawarkan bantuannya kepada sang anak.


"Nggak usah, Ma. Ethan bisa packing sendiri. Ini janji deh, Ethan akan langsung tidur dan nggak pegang Hp. Nanti Mama bisa cek kalau gak percaya." Ucap Ethan meyakinkan sang Mama.


"Mama percaya sama Mas Ethan. Jangan lupa besok pamit kerumah atau kesini ya? Pamit sama semua orang dulu, biar banyak orang yang do'a in Mas Ethan. Yaudah sana pulang dulu." Ucap Ella membiarkan sang anak pulang.


Ethan pun beranjak untuk menyalami tangan kedua orang tuanya dan berjalan mendekati brankar Sara. Semua orang yang melihat hal tersebut pun hanya tersenyum dan saling berpandangan.


"Gue pamit dulu ya, Sar. Maaf kalau karena Gue Lo jadi jatuh. Dan ya, Gue minta do'a nya ya? Gue udah masuk sekolah penerbangan mulai besok. Gue besok bakal pamit secara langsung sama Lo. Mungkin besok waktunya Lo tau siapa Gue. Gue pergi ya? Assalamu'alaikum." Ucap Ethan pamit kepada Sara dan beranjak pergi meninggalkan ruang rawat milik Sara.


Ethan menjalankan motornya kembali ke apartemennya. Dia akan menepati janjinya kepada sang Mama untuk tak mengaktifkan Hp nya. Dirinya sudah mematikan ponselnya sebelum menjalankan motornya kembali ke apartemen tadi.


Sedangkan Ethan sama sekali tak ingat bahwa dirinya meninggalkan Bella tadi. Bella yang sedari tadi mencoba menelepon kekasihnya pun emosi karena tak satu panggilannya dijawab oleh sang kekasih.


"Jangan nangis dong anak Mama yang paling cantik. Kamu kan bisa dateng ke rumahnya kan? Kamu harus bisa dapetin hatinya, buat biar dia nggak mau kehilangan kamu. Oke?" Ucap Amora sambil mengelus surai panjang milik Bella.


Bella pun hanya menganggukkan kepalanya dan berdiri dari duduknya.


"Sekarang Mama mau cariin baju buat Bella? Bella yakin kalau pilihan Mama nggak akan salah. Buktinya Papa sampai suka sama Mama." Ucap Bella sambil tersenyum jahil diakhir kalimatnya.


Amora pun menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan Bella lembut masuk kekamar anaknya.


Amora membuka lemari baju milik sang anak dan memilih berbagai macam baju yang menurutnya pas. Bella hanya duduk ditepi ranjang miliknya sambil menopang kakinya serta melipat kedua tangannya.


Amora dengan bangga memperlihatkan satu paket pakaian milik Bella. Amora memilih baju ketat model sabrina serta rok jeans sepaha yang menggoda iman kaum adam. Bella yang melihat hal itu pun tersenyum lebar dan berjalan mendekati sang Mama.

__ADS_1


"Kenapa pakaian yang dipilih oleh Mama selalu bagus. Aku yakin dengan ini Mas Ethan akan maafin aku." Ucap Bella senang sambil memeluk sang Mama.


"Yaudah sana kamu ganti baju terus berangkat. Jangan pulang dengan berita buruk ya! Nanti Mama marah sama kamu." Ucap Amora menyemangati sang anak sambil mencium pipinya. Setelah itu, Amora pun berjalan keluar kamar Bella.


Bella pun dengan segera mengganti pakaiannnya dan menambah make up tebal di mukanya. Tak lupa Bella pun menata rambutnya dengan cepol atas sehingga memperlihatkan bahu dan sebagian dadanya yang putih mulus.


Setelah semua selesai, Bella pun mulai berjalan menuju lantai bawah dan memasuki mobilnya. Dengan penuh percaya diri, Bella pun menjalankan mobilnya ke apartemen sang kekasih.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya Bella pun telah tiba di apartemen Ethan. Bella pun berjalan menuju apartemen sang kekasih.


Sesampainya di depan pintu, Bella membuka kaca yang berada di tasnya dan memeriksa keadaan wajahnya. Tak lupa dia juga menurunkan kerah bajunya sehingga menampakkan belahan dadanya.


Dirinya juga menaikkan sedikit rok jeans nya hingga menampakkan tiga perempat paha mulusnya. Lalu Bella meneteskan insto dikedua matanya. Setelah semua siap, Bella memasukkan password pintu apartemen milik Ethan.


Setelah berhasil terbuka, Bella pun menutup pintunya dan berjalan menuju lantai atas. Sesampainya dia disana, Bella langsung memeluk sang kekasih yang sedang berdiri menghadap lemari.


Ethan yang mendapat pelukan dadakan pun terkejut dan membalikkan tubuhnya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat Bella berada dikamar nya.


"Sayang, maafkan aku. Aku sungguh-sungguh sangat menyesal. Aku nggak berniat menyakiti hati kamu, Mas. Kamu mau maafin aku kan?" Tanya Bella sambil mendongakkan kepalanya menatap Ethan.


Ethan yang melihat penampilan Bella dari kaca yang berada dibalik tubuh Bella pun hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Kenapa dia berpakaian seperti itu?! Batin Ethan dalam hatinya.


"Iya, aku udah maafin kamu. Udah ya, kamu pulang aja. Aku mau beberes buat besok." Ucap Ethan sambil menahan pandangannya agar tak menatap pantulan tubuh milik Bella.


"Emang kamu mau kemana? Terus kenapa kamu ngisir aku gitu sih? Kamu udah nggak sayang sama aku?" Ucap Bella sambil mengeluarkan air mata buayanya. Ethan yang melihat hal tersebut pun memgusap air mata sang kekasih dan mencium bibirnya singkat.


"Kamu lupa, ya? Kan aku udah mulai sekolah penerbangan besok. Aku masih sayang sama kamu. Dan akan selalu sayang sama kamu." Ucapnya lembut sambil mengelus kepala Bella.


Tanpa persetujuan dari Ethan, Bella pun menarik tengkuk dari Ethan dan menyatukan bibir mereka. Ethan yang terkejut pun hanya membelalakkan matannya sejenak, tak lama setelah itu Ethan pun membalas ciuman dari sang kekasih.


Bella yang mendapat balasan dari Ethan pun tersenyum penuh kemenangan didalam hati. Dengan perlahan, Bella membawa kedua tangan sang kekasih dan dililitkan ke pinggangnya. Lalu setelah itu dirinya mengalungkan lengannya dileher sang kekasih.

__ADS_1


Saat sedang asyik dengan kegiatan mereka, tiba-tiba seseorang masuk ke kamar Ethan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kalian!" Bentak orang tersebut yang membuat Ethan dan Bella berhenti seketika. Ethan pun menolehkan kepalanya kearah pintu kamarnya dan terkejut bukan main.


__ADS_2