SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 31


__ADS_3

Sara, Khansa, dan Alden yang baru pulang pun bingung karena mendapati keadaan rumah yang srudah sepi. Pak Jajang mengatakan bahwa Asha dan Ella pergi kekantor Pak Rendi beberapa jam yang lalu.


Karena tidak ada yang bisa mereka kerjakan, Sara pun mencoba mengajak Alden dan Khansa untuk menjemput Aurora. Karena mereka pulang lebih awal, jadi otomatis Aurora belum pulang.


"Den, Sa. Gimana kalo kita jemput Aurora aja? Sekalian kita beli makanan jaman kita SMP dulu. Mau nggak? Daripada kita dirumah cuma planga plongo aja, mending kita ngabuburit sambil nunggu Bibi sama Teh Asha pulang." Ucap Sara sambil bengun dari duduknya.


"Ngabuburit apaan? Puasa aja enggak. Tapi yuk, berangkat. Kita bawa mobil aja atau pake motor?" Tanya Alden sambil menatap Sara. Sara mengatakan bahwa sebaiknya mereka menggunakan sepeda motor.


Mereka semua pun berganti pakaian dan bersiap-siap untuk menjemput Aurora. Tak lupa Sara juga meminta izin kepada Asha. Agar ketika Asha pulang dan tak menjumpai adik-adiknya di rumah, dia tidak khawatir.


Sara, Khansa, dan Alden pun mengendarai motornya menuju ke sekolah Aurora. Khansa yang berada di boncengan Sara pun menceritakan banyak hal kepada Sara. Mulai dari cerita-cerita lucu yang belum Sara dengar sampai curhatan-curhatan Khansa.


Sementara Alden, dia hanya membuntuti motor Sara dari belakang sambil mendengarkan musik di headsetnya.


Di tempat yang sama, Sara melihat sang ibu lagi dengan laki laki yang berbeda. Jika kemarin dirinya melihat sang Ibu naik sebuah mobil. Kali ini Sara melihat sang Ibu bersama seorang lelaki di taksi.


Khansa memajukan badannya mendekati sang kakak.


"Mbak Sara. Itu Ibu kan? Kita sapa ibu sebentar yuk kak?" Ucap Khansa dengan suara yang sedikit keras karena ramai kendaraan. Sara yang mendengar perkataan sang adik pun menolehkan kearah yang ditatap Khansa.


Sara pun menghela nafasnya sejenak dan memegang tangan adiknya yang melingkar di perutnya.


"Khansa tahu kenapa kita semua kehilangan Ayah, Reza, dan rumah kita?" Tanya Sara kepada sang adik. Khansa yang mengetahui sedikit alasannya pun hanya menganggukan kepalanya ragu.


Karena lampu lalu lintas sudah berubah menjadi warna hijau, Sara melajukan motornya sambil menceritakan semuanya kepada Khansa. Tanpa dilebih-lebihkan atau dikurangi.


Karena terlalu asyik bercerita, sehingga mereka berdua pun tak sadar jika mereka sudah sampai di sekolah Aurora. Bahkan mereka pun telah melewati sekolah Aurora jauh. Jika tidak ada Alden, maka mereka berdua entah sudah sampai di mana.


Mereka bertiga pun berputar arah menuju sekolah Aurora. Sesampainya mereka bertiga di sana, Aurora belum keluar dari kelasnya. Sehingga mau tidak mau, mereka bertiga pun menunggu.


Karena mereka melihat berbagai macam jajanan khas SMP yang berada di dekat mereka, mereka bertiga pun memutuskan untuk membeli beberapa di jalan tersebut untuk dibagikan kepada orang rumah.

__ADS_1


"Mbak Sara, ini kita mau tasyakuran atau gimana? Ini belinya banyak banget, nanti kalau nggak habis jadinya mubazir loh. Nanti dosa." Ucap Khansa sambil melihat kantong kresek yang sudah penuh dengan berbagai macam makanan.


"Ya udah nggak papa, Sa. Kan kita mau buat daftar orang yang mau ikut di ngrumpi kita, nah ini nanti makanannya buat imbalan mereka yang mau gabung sama kita." Ucap Alden sambil mendekati Khansa dan melihat kantung keresek tersebut.


Sara yang mendengar Khansa dan Alden membahas tentang agenda gila tersebut mendekati mereka dan berbicara.


"Masih dibahas aja acara rumpi kalian yang bakal jadi ladang dosa itu? Ada-ada aja ya kalian berdua ini. Bukannya nambah pahala, tapi malah nambah dosa. Apalagi imbalannya cuman makanan anak SMP gini." Ucap Sara sambil melewati Khansa dan Alden yang menatapnya tak suka.


Saat akan mendarat kan pantatnya ke permukaan bangku, tiba-tiba Aurora berlari ke arahnya dan memeluknya. Sara yang gemas dengan adiknya pun menciumi seluruh wajah Aurora.


Karena Aurora yang akan mereka jemput sudah keluar, mereka semua pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Aurora yang memang memiliki sifat ekstrovert pun langsung akrab dengan Alden. Tak malu dia pun memeluk tubuh Alden selama perjalanan pulang.


Saat mereka semua tiba dirumah, mereka melihat Asha, Revan, Ella, dan Asha yang sedang mengeluarkan semua barang-barang milik mereka. Mereka semua pun memarkirkan motor mereka di halaman depan rumah Alden.


Sara berjalan mendekati sang kakak dan bertanya.


"Kita jadi pindah hari ini, Teh? Emang Teh Asha dah tau rumahnya?" Tanya Sara kepada sang kakak. Asha hanya menggelengkan kepalanya, karena dia hanya tahu bahwa Pak Rendi lah yang memilih rumah untuk mereka.


Setelah semua siap, Alden pun hendak meminggirkan motornya untuk lewat mobil mereka. Ella yang melihat Alden memindahkan motornya pun bertanya padanya.


"Maaf, Bi. Bukannya motornya harus dipindah ya? Kan buat lewat mobil, terus kalau mobilnya nggak dikeluarin? Kita mau ngangkut pakai apa?" Tanya Asha yang hanya disambut oleh cekikikan Ella.


Ella pun mengambil koper hitam milik Sara dan menyeretnya keluar gerbang. Anak-anak yang melihat hak itu pun hanya menyimak akan apa yang dilakukan oleh Ella.


Setelah keluar dari gerbang, Ella berjalan beberapa langkah ke arah kanan dan memasuki gerbangnya. Lalu Ella pun berjalan menyejajarkan badannya dengan anak-anak. Kepalanya menyundul dan menatap anak-anak yang berada dirumah sebelah.


"Rumahnya aja disini. Masa mau pakai mobil segala? Tinggal ambil barangnya, masukin, tata, selesai deh." Ucap Ella enteng yang membuat semua orang melongo.


"Astaglfirullah, Sara kira rumahnya bakal jauh dari sini. Ternyata cuma tetangga sebelah toh. Ya ampun, kenapa dari tadi cuma ngeliatin Bibi ya? Tau gitu juga Sara angkatin semua." Ucap Sara sambil membawa dua koper serta satu tas besar sekaligus.


Semua orang yang melihat kelakuan Sara pun merasa tertampar dan mulai membantunya. Karena dibantu oleh 7 orang, hanya dalam 2 kali bolak balik saja semua barang sudah habis tak tersisa.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke rumah baru tersebut. Mereka semua duduk di depan Tv sambil memakan apa yang Sara beli di sekolah Aurora. Dan lagi, Alden membicarakan tentang rencana somplaknya.


"Eh, eh. Sebelum makan, Alden bakal kasih pengumuman. Untuk semua orang yang mau gabung grup rumpinya Alden sama Khansa bakal dapet bonus jajanan SMP ini. Kecuali Lo, Sar." Ucap Alden sambil memeluk kresek berisi makanan itu.


Walaupun ide gila milik Alden itu absurd, tapi nyatanya Revan, Ella, Asha, dan Aurora mau mengikutinya. Alden memakai embel-embel bahwa mereka sekarang sudah menjadi tetangga, jadi harus sering ngerumpi bareng. Ya karena biasanya emak-emak kompleks suka ngerumpi, maka dari itu Alden membuat grup rumpi sendiri.


Setelah berbicara ngalor-ngidul tak jelas. Mulai dari membicarakan tentang bahan dasar pembuatan cilok sampai tempat yang menjual gerobaknya, Revan pun pamit pulang kerumah sebelah karena dia ingin istirahat.


Revan pun menyalami sang Mama dan mencium dahi sang Mama.


"Jangan lupa, Bang. Calon istrinya juga dicium. Nanti ngambek, tau rasa." Ucap Aurora sambil memasukkan cilok kedalam mulutnya.


Tanpa ba bi bu Revan yang tadinya sudah berdiri pun menundukkan badannya. Tangan kanan nya memegang kepala sebelah kanan Asha dan


Cupp...


Seketika Asha merasakan seperti ada aliran listrik yang mengalir ditubuhnya. Badannya menegang serta nafasnya yang tercekat.


Revan mencium pelipis sebelah kiri milik Asha. Semua orang yang melihat hal itu pun langsung membuka mulutnya kaget. Aurora pun sampai tersedak cilok yang berukuran hampir seukuran bola tenis itu.


"Jangan angkat yang berat-berat ya, Sha." Ucap Revan sambil berlalu pergi keluar rumah. Semua orang yang mendengar perkataan Revan barusan pun berteriak histeris.


"Aaaaa dicium lagi." Ucap Sara heboh sambil menekan-nekan pipinya dengan telapak tangan.


"Ya Tuhan aku hampir mati karena tersedak." Ucap Aurora setelah berhasil memukul leher bagian belakangnya dengan sangat keras untuk mengeluarkan cilok seukuran bola ping pong itu dari tenggorokannya.


Khansa hanya membelalakkan matanya serta mulut yang masih setia melongo.


Ella yang melihatnya pun mengguncang-guncangkan tubuh Alden gemas. Alden yang punya ide jahil pun beraksi.


"Mau dicium juga, Sa?" Ucap Alden sambil mendekatkan dirinya ke arah Khansa. Namun belum sempat, Ella sudah mencubit pantat milik Alden.

__ADS_1


Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.


Iyi Gecerler! all❤.


__ADS_2