
Semua menatap wanita yang berteriak di tengah-tengah aula tersebut. Dia tampak menangis pilu sambil menjatuhkan dirinya dilantai yang dialasi oleh karpet merah itu.
"Aku mohon batalin pernikahan ini. A... aku sedang mengandung anakmu." Ucap Bella sambil menjatuhkan testpack bergaris dua serta beberapa lembar foto USG.
Sontak semua orang pun mematung mendengar perkataan dari Bella. Tak urung Ella dan Rendi pun terkejut bukan main mendengar penuturan dari Bella.
Hampir 10 menit tak ada suara di aula besar itu. Bahkan Kenzo dan Sherina yang masih kecil pun ikut mematung, meskipun mereka tak tahu apa tujuan mereka berdiam diri.
Air mata Sara pun seketika lolos karena baru tersadar dari keterkejutannya. Dia bukan merasa kecewa dengan Ethan yang telah menghamili Bella dan mengkhianati dirinya. Tapi dia kecewa dengan dirinya sendiri yang hadir ditengah-tengah mereka berdua.
"Aku bersumpah bahwa ini anakmu. Aku sama sekali tak berbohong." Ucap Bella disertai tangisan pilunya. Tak ada seorang pun yang berniat membantu atau mendekati Bella. Mereka semua ingin melihat apa yang akan Bella lakukan. Tapi tidak dengan satu orang.
Dia berjalan dengan anggunnya mengalihkan perhatian semua orang. Semua orang pun terkejut dengan perbuatan wanita tersebut. Dia masih berjalan dengan senyumannya mendektai wanita yang sedang hamil muda tersebut.
Seketika tangisan Bella terhenti karena dia melihat sepasang heels elegan berwarna putih menyapa pengelihatannya.
"Apakah dia sehat berada didalam sana, hm?" Ucap wanita tersebut sambil menatap foto USG yang menampakkan sati titik berwarna hitam ditengah-tengah bundaran yang sedikit lonjong itu.
Sontak Bella pun mendongakkan kepalanya dan terkejut menatap wajah cantik dari Sara. Sara mengalihkan pandangannya dari dua benda digenggamannya menuju Bella.
"Jangan nangis ya? Jangan pernah tundukkan kepalamu. Kau punya mahkota yang harus kau jaga. Kau mengerti?" Ucap Sara lembut sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Bella yang sedikit chubby. Sementara Bella terus mengeluarkan air matanya ketika menatap Sara dari dekat. Tak lama setelah itu dia menggelengkan kepalanya erat.
"Gue dah nggak punya mahkota, Sar. Seharusnya Lo yang jangan nunduk buat menyentuh sampah seperti Gue. Badan Gue yang kotor ini nggak pantes buat disentuh tangan suci Lo." Ucap Bella sambil mencoba menjauhkan tangan Sara dari pipinya.
"Kamu ngomong apa? Nggak ada kata kotor atau suci di dunia ini. Yang berhak menentukan kotor atau sucinya seseorang adalah Tuhan. Sekarang kamu berdiri ya? Jangan ngerendahin diri kamu sendiri. Kamu harus ingat, ada makhluk kecil yang harus kamu jaga kehormatannya. Paham?" Ucap Sara penuh kasih sayang sambil mengusap keringat yang keluar dari pelipis Bella.
Bella yang tak dapat mengucapkan satupun kata kata pun memajukan badannya dan memeluk Sara erat. Semua orang yang berada di aula tersebut berdiri dari duduknya dan tersentuh dengan apa yang dikatakan oleh Sara.
Ella dan Asha serta Khansa pun menitikkan air matanya melihat kebesaran hati Sara. Mereka tak menyangka, Sara yang dahulu telah berubah. Mereka semua keatangan Sara yang baru. Sara yang dewasa kini hadir di tengah-tengah mereka.
"Gue minta maaf sama Lo, Sar. Gue nggak berniat menjadikan anak ini sebagai penghalang Lo bersatu sama Mas Ethan." Ucapnya sesenggukan sambil memeluk Sara erat.
__ADS_1
Sara pun meneteskan air mata yang sedari tadi dia tahan.
"Harusnya aku yang minta maaf sama kamu. Karena aku hadir ditengah kalian berdua." Ucap Sara sambil melepaskan pelukannya. Dia membawa Bella untuk berdiri dari duduknya. Tak lupa Sara pun mengambil dua barang yang tadi Bella bawa.
Sara menghela nafanya sedikit panjang dan mulai tersenyum. Dia membalikkan badannya menatap semua orang. Semua orang pun terkejut dengan apa yang Sara lakukan. Sara terkekeh pelan sambil menatap Mama dan Kakaknya.
"Hadirin semuanya, mempelai wanitanya akan segera hadir. Mohon ditunggu sebentar, ya?" Ucap Sara dengan senyum lebarnya. Dia pun membawa Bella kembali kekamarnya.
Bella masih menangis sambil memegang tangan Sara erat. Sara menganggukkan kepalanya mencoba meyakinkan Bella bahwa semua akan baik-baik saja.
Semua orang masih mematung dengan apa yang dilakukan oleh Sara. Perempuan mana yang dengan tangan terbuka mengikhlaskan suaminya menikah dengan wanita lain dihari pernikahannya?
Setelah sampai di kamarnya, Sara pun berjalan ke kamar mandi setelah mendudukan Bella di tepi ranjangnya. Bella tak tahu apa yang sedang Sara lakukan.
Tak lama setelah itu, keluar gadis bergamis putih yang kontras dengan jilbab syar'i nya dari kamar mandi beserta gaun putih yang tadi dia kenakan. Bella terkejut bukan main dengan apa yang Sara lakukan.
Dengan cepat Sara pun memakaikan gaun pernikahannya kepada Bella dan memberi sedikit riasan di muka Bella yang mulai membulat. Selama make up pun, tak henti hentinya sara meminta kepada Bella agar berhenti menangis.
Setelah semua selesai, Sara pun berdiri diharapan Bella sambil memasangkan mahkota kecil di rambut Bella yang telah dia sanggul.
Bella yang melihat tingkah Sara pun kembali meneteskan air matanya.
"Maafin aku, Sar. Aku berani bersumpah bahwa aku benar-benar hamil. Anak yang aku kandung pun anak dari Mas Ethan." Ucapnya mencoba meyakinkan Sara yang masih menekuk lututnya dihadapan Bella. Sara menyatukan alisnya dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu ngomong apa sih, Bel. Aku percaya sama kamu seratus persen. Tubuh kamu juga udah melar gini." Ucap Sara dengan sedikit kekehan karen dia merasa sedang membully Bella. Bella pun tertawa renyah yang membuat Sara sedikit tenang.
"Yaudah kita cuss balik kesana dulu. Itu calon suaminya udah nunggu." Kelakar Sara sambil menyeret pelan tangan Bella. Bella yang masih tertawa pun memukul bahu Sara dengan perlahan.
"Ah ada-ada aja sih. Jadi gini kan." Ucap Bella sambil menggenggam erat tangan Sara. Mereka berdua pun berjalan bersama menuju aula. Benar firasat Sara, pasti Bella akan berhenti tertawa ketika sampai di pintu aula.
Dia menggenggam tangan Sara semakin erat. Sara hanya menganggukkan kepalanya meyakinkan Bella. Dengan nafas yang tercekat, Bella pun menganggukkan kepalanya tatkala semua orang menatapnya secara intens.
__ADS_1
"Aku nggak bisa, Sar." Ucap Bella ingin menyerah. Dia berjalan kebelakang Sara dan menyembunyikan badannya. Sara pun memajukan langkahnya sehingga semua orang dapat melihat wajah polos milik Sara. Tak banyak yang berubah dari wajah cantiknya.
"Kenzo, Sherina sini Nak." Seru Sara sambil melambaikan memanggil kedua bocah mungilnya. Kenzo pun mengangguk dan menggandeng tangan Sherina lalu berlari kecil kearah Sara.
"Tante Bella nya dibawa ke Om Ethan ya? Kalian anak yang pandai bukan?" Ucap Sara sambil berjongkok didepan bocah tersebut. Sherina dan Kenzo pun hanya menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan Bella.
"Kamu pasti bisa! Ayo, datangi Ayah dari calon anakmu!" Ucap Sara dengan senyumannya sambil menepuk punggung Bella perlahan. Akhirnya Bella pun berjalan menuju pelaminan.
Atensi semua orang pun bukan tertuju pada sang mempelai perempuan, melainkan pada perempuan luar biasa yang masih tersenyum menatap kepergian Bella beserta kedua bridesmaid kecilnya. Lagi dan lagi, air matanya kembali menetes.
Dengan segera, dia pun menghapus air matanya lalu terkejut karena semua orang menatapnya. Tak terkecuali Ethan dan keluarganya. Sara hanya tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah Bella duduk disebelah Ethan, dengan ragu-ragu sang penghulu menoleh kebelakang. Sara hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sara masih tak berpindah tempat, dia masih ingin berdiri menyaksikan kedua orang yang sempat dia rusak kebahagiaannya menikah.
Setelah terdengar kata 'SAH' dari kedua belah pihak, barulah Sara membalikkan tubuhnya. Langkah pertamanya dibarengi dengan air mata yang jatuh membasahi pipi gembulnya.
Sara segera berjalan kembali ke kamar nya untuk mengambil semua barang-barangnya. Dia mengepak semua perlengkapan yang dia bawa dan segera berjalan menuju kamar Khansa dan Aurora.
Setelah menutup pintu kamar Khansa dan Aurora, Sara pun memerosotkan tubuhnya kelantai dan menangis tersedu-sedu. Sara bukan merasa kecewa karena gagal menikah dengan Ethan. Tapi merasa kecewa pada dirinya sendiri karena mempermalukan Kakaknya.
Lama dia menangis sambil memeluk lututnya, sampai dia tiba-tiba mendongak karena seseorang mengelus kepalanya. Dia mendongakkan kepalanya dan terkejut karena Ella dan sang kakak berada dikamarnya.
Sontak Sara pun memeluk Ella dengan erat dia berkali-kali mengucapkan maaf karena telah mempermalukan keluarga dari Ella. Ella pun mengelus kepala Sara dengan penuh kasih sayang. Dia juga memeluk sang kakak yang matanya sudah sembab karena menangis.
Tak henti-hentinya kata maaf keluar dari mulut mungil Sara. Asha pun segera mencium pipi milik adiknya dan segera membawa Sara agar segera berdiri. Sara hanya mematung ketika kedua orang yang sangat dia sayang mulai memoles wajahnya dan mengganti pakaian serta jilbabnya.
Sara hanya diam mematung, mungkin karena dia masih down karena kejadian beberapa waktu lalu. Sara masih tak bergeming ketika dua orang yang Sara sayangi membawanya pergi. Sara masih tak tahu kemana dirinya akan dibawa pergi.
Netra kecoklatannya masih memancarkan kebingungan yang hakiki. Sampai dia pun terkejut setelah duduk di sebuah kursi. Dia terkejut bukan main. Sara mencoba bangun dari duduknya namun dicegah oleh Asha.
Asha masih menggelengkan kepalanya dan tangan yang mencegah agar Sara tak beranjak. Mata sang kakak menunjuk kearah belakangnya yang membuat Sara mengikuti arah tatapan sang kakak.
__ADS_1
Sara bertambah terkejut setelah melihat apa yang sang kakak lihat.
Jangan lupa di like ya kak, udah mau akhir cerita loh ini. Nggak mau kasih Kayenna semangat karena mau tamatin cerita ini kah?😁