
Revan yang mendengar perkataan Asha pun beranjak dari jongkoknya. Revan memastikan kebenarannya dengan menoleh kearah Sara.
"Apa yang dikatakan Teh Asha benar, Sar?" Tanya Revan kepada Sara. Sara pun hanya menganggukkan kepalanya memberi tanda bahwa apa yang dikatakan oleh Asha adalah benar.
Tak ingin gegabah, Alden dan Revan pun mencari Reza lagi ke seluruh rumah. Sara dan yang lain pun juga ikut mencari Reza ke seluruh ruangan, tak terkecuali gudang dan garasi.
Setelah menjelajahi berbagai ruangan dengan orang yang terus berganti, namun tanda-tanda keadaan Reza masih belum ada. Asha yang sudah mulai panik dan ketakutan pun duduk diujung tangga dan menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
Asha menangis dengan suara tertahan. Sara yang melihat kakaknya menangis pun bergerak mendekatinya. Tangannya terulur untuk menyentuh pundak sang kakak. Asha yang kaget pun mengangkat kepalanya.
Asha yang tahu bahwa itu adiknya pun memeluk kaki Sara yang tertutup bawahan gamis. Asha menangis dikaki Sara, kini tangisannya mengeluarkan suara.
"Teteh salah, Sar. Seharusnya ketika tadi Teteh melihat orang misterius itu, Teteh kasih tahu kalian semua. Tapi Teteh malah acuh dan melanjutkan membaca email dari Paman Rendi." Ucap Asha dengan posisi menenggelamkam kepalanya di kaki Sara.
Revan yang baru datang pun mengangkat kepalanya, dengan maksud bertanya kepada Sara tanpa suara. Sara pun memberitahu kepada Rwvan bahwa Asha sempat melihat orang misterius yang berdiri di depan rumah mereka.
Sara yang melihat Revan membuka ponsel pun teringat akan ponsel Reza. Sara pun melepaskan pelukan kakaknya dan berjalan cepat menuju lantai atas.
Sesampainya dikamar Reza, Sara pun mencari dimana letak ponsel Reza. Namun setelah lama mencari, Sara tak juga mendapatkannya. Sara pun berteriak memanggil kakaknya dan Revan.
"Teh Asha, Pak Revan...bisa naik ke kamar Reza sebentar?" Ucap Asha sambil melongok kebawah, tampat Asha dan Revan berada. Revan dan Asha pun mendongak kearah atas, dan menatap Sara.
Asha pun menganggukkan kepalanya dan mulai bangkit dari duduknya. Revan pun mengikuti langkah Asha dan berjalan menuju lantai atas. Sesampainya di kamar Reza, Asha pun bertanya mengapa Sara memanggil dirinya dan Revan keatas.
"Ini dari tadi Sara cari Hp Reza tapi nggak ketemu. Bisa tolong bantu Sara buat cari lagi?" Ucap Sara kepada kakaknya dan Revan. Asha dan Revan pun menganggukkan kepalanya dan mulai mencari.
Tak ayal, Revan pun juga meminta yang lain untuk membantu. Alden, Khansa, dan Aurora pun mulai mencari di seluruh ruangan yang ada dilantai bawah.
Setelah mencari keseluruh ruangan, namun hasilnya nihil. Tak satu orang pun menemukan ponsel Reza. Sara yang mengingat bahwa dulu dia dapat menemukan lokasi ibunya dengan dibantu oleh Ethan pun, mencoba meminta nomor telepon Ethan kepada Revan.
"Pak Revan, Sara boleh minta nomor teleponnya kak Ethan? Sara mau minta bantuan Kak Ethan." Ucap Sara meminta izin kepada Revan. Revan pun menyetujui permintaan Sara.
__ADS_1
Setelah mendapatkan nomor telepon Ethan, Sara pun langsung meneleponnya.
Ethan yang sedang makan bersama teman-temannya pun berhenti sebentar dan melihat siapa yang meneleponnya. Ethan yang melihat foto gadis berpakaian syar'i sedang tersenyum manis pun mengambil Hp nya.
Ethan pun mengangkat panggilan tersebut, tak lupa tatapan tajam dari Bella yang telah melihat foto profil Sara. Dengan tak tahu malu, Bella pun memajukan bedannya sehingga menempel pada lengan Ethan.
Ethan yang melihat hal itu pun sengaja meloudspeaker agar tak terjadi kesalah pahaman antara dirinya dan Bella.
"Assalamualaikum Kak Ethan, ini Sara. Sara bisa minta tolong sama Kak Ethan?" Ucap Sara mengawali pembicaraan.
"Waalaikumsalam, minta tolong apa?" Jawab Ethan singkat lengkap dengan suara datarnya.
Sara pun meminta agar Ethan melacak Hp Reza. Dia juga meminta maaf karena menganggu waktu Ethan.
"Yaudah, Lo kirim aja nomor Hp Reza. Nanti kalo dah ketemu Gue kirim ke Lo." Ucap Ethan lalu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
Sara yang tahu bahwa Ethan mematikan panggilannya secara sepihak pun hanya menghembuskan nafasanya dan menggelengkan kepalanya. Sara pun segera mengirimkan kontak Reza kepada Ethan.
30 menit berlalu, terdengar suara notifikasi dari Hp Sara. Sara yang sudah memiliki feeling bahwa itu balasan dari Ethan pun membukanya. Dan benar saja bahwa ada pesan dari Ethan. Segera saja, Sara membuka pesan tersebut.
Ternyata Ethan mengirimkan lokasi tempat Hp Reza berada. Setelah dibuka, Sara pun menyerit heran karena titik koordinatnya berada didepan rumah. Sontak saja Sara pun berlari menuju keluar rumah.
Revan dan yang lain pun kaget karena Sara berlari. Mereka semua pun ikut berjalan keluar rumah.
Sara pun mencari Hp Reza sesuai dengan titik koordinat yang sesuai dengan di maps. Mata Sara berbinar ketika melihat Hp berwarna hitam yang tergeletak diatas rumput. Sara pun mengambilnya. Revan yang melihat Sara memungut Hp dari tanah pun mendekat.
"Apakah itu Hp Reza?" Ucap Revan bertanya kepada Sara. Sara pun hanya menganggukkan kepalanya antusias. Sar mencoba menyalakan Hp Reza yang mati. Ternyata Hp Reza dimatikan daya nya.
Sara menyerit heran, karena Hp Reza di password. Sara mencoba bertanya kepada kakak dan adik-adiknya. Barangkali diantara mereka ada yang tahu. Dan jawaban dari ketiganya pun berbeda semua.
"Coba nama panjangnya Eza." Ucap Asha . Sara pun mencoba memasukkan nama lengkap dari Reza. Namun, jawabannya salah.
__ADS_1
"Coba Mbak tanggal lahirnya si Eza." Ucap Khansa. Sara pun mencoba lagi seperti perintah Khansa. Namun, kali ini juga masih salah.
Dan harapan terakhir, jika ini salah maka Hp Reza harus di mulai ulang.
"Kenapa nggak coba digabung dari nama kita berlima Mbak? Reza kan memang paling deket sama kita berempat. A untuk Asha, S untuk Sara, K untuk Khansa, A untuk Aurora, dan R untuk Reza. Jadinya ASKAR, coba aja Mbak." Jawab Aurora setelah analisis panjangnya.
Sara pun tersenyum lebar, dia mengacungkan jempolnya untuk Aurora. Sara pun mencobanya, dan benar Hp Reza terbuka passwordnya. Sara terlihat sangat bahagia saat bisa membuka password adiknya.
Sara mencoba mencari jejak jejak terakhir dari adiknya di Hp Reza. Namun karena kebingungan Sara, sehingga Sara lupa membuka chat terakhir Reza.
"Lo beg* atau belajar beg* sih, Sar? Kenapa nggak langsung buka riwayat chat nya?" Ucap Alden santai sambil melipat tangannya didepan dada. Sara yang mendengar perkataan Alden pun menepuk jidatnya.
"Hiihh, iya kenapa nggak dari tadi sih, Sar? Buang-buang waktu aja." Ucap Sara pada dirinya sendiri. Sara pun membuka aplikasi Whatsapp milik Reza. Sara pun menyerit heran karena sang adik berbalas pesan dengan nomor tak dikenal.
Sara pun membuka room chat di nomor yang tak dikenal itu. Sara membaca chat dari awal hingga akhir chat. Mata Sara terbelalak dan menutup mulutnya tak percaya. Asha yang melihat ekspresi Sara seperti orang kaget pun ikut panik. Dia bertanya kepada Sara, apa yang terjadi.
Sara mengatakan bahwa Reza diancam oleh orang tersebut. Jika dia tak keluar, maka orang tersebut akan menembakkan peluru kedalan rumah dan akan membunuh semua kakak Reza. Jadi mau tak mau Reza pun keluar rumah.
Sara sudah memiliki pikiran negatif. Apa yang terjadi pada Reza jika keluar sendiri tanpa perlindungan. Apakah orang tersebut menembak Reza? Pikir Sara.
Revan yang mengetahui hal tersebut pun menghubungi atasan dan bawahannya. Karena hal tersebut sudah termasuk dalam pesan ancaman. Setelah memberi kabar, Revan pun mengajak semuanya untuk masuk kedalam rumah.
Sembari menunggu teman-teman Revan datang, Asha pun beranjak menuju dapur untuk membuatkan minum. Asha yang melihat tumpukan sampah yang belum dibuang pun bergerak mengambilnya dan akan membuangnya.
Saat akan membuang sampah ke halaman belakang rumah, Asha terkejut bukan main. Asha yang melihat hal tersebut pun berteriak keras sambil menutup mulutnya.
"Sara...!" Teriak Asha, sehingga semua orang yang berada diruang tamu berlari kearah belakang rumah. Mata semua orang pun melotot karena melihat hal tersebut.
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.
__ADS_1