
Nathan masih setia mencubit pipi milik Aurora dan menggoyangkan pipi gembul milik Aurora kekanan dan kekiri.
"Kenapa bocah ini memiliki pipi yang menggemaskan. Ayah bolehkah dia menjadi adikku? Dia sangat lucu." Ucap Nathan yang langsung menciumi seluruh wajah Aurora. Rendi yang melihat hal itu pun tertawa terbahak-bahak.
"Kau bilang dia bocah bukan? Dia seumuran denganmu Nathan." Ucap Rendi yang langsung menghentikan kegiatannya tadi. Nathan pun memelototkan matanya dan refleks menjauhkan tubuhnya dari Aurora dengan mendorong tubuh kecil milik Aurora.
"Aihh, mengapa kau menipuku hah?! Ku kira kau masih bayi. Ternyata kau sudah tua. Aaah, bibirku sudah tak perjaka karena menciumi wajahmu itu." Ucap Nathan heboh yang langsung berdiri dari duduknya dan mendekat ke sang Papa.
"Kau bilang aku menipu hah?! Kau saja yang langsung main nyosor. Kenal kagak, main srobot aja. Gue udah tua, gue udah tua. Matamu katarak kah?" Ucap Aurora galak sambil berdiri dari duduknya.
"Nah kan, persisi kayak bayi Pa. Lihatlah dia sangat pendek. Seharusnya dia sudah sama tingginya dengan ku. Semua temaku di Autralia sama tingginya denganku, tidak laki-laki maupun perempuan. Kenapa kau pendek sekali bayi tua?" Ucap Nathan mengejek Aurora.
"Kau bilang aku pendek hah?! Kau juga bilang aku bayi tua bukan? Rasakan bogeman ku ini." Ucap Aurora yang langsung mengejar Nathan. Nathan yang dikejar pun langsung berlari menghindari kejaran Aurora. Mereka berdua sama-sama tertawa terbahak-bahak.
Semua orang yang melihat hal itu pun tersenyum bahagia. Nathan yang dulunya sangat tertutup, mulai sekarang sudah banyak bicara dan tersenyum. Pengejaran mereka terhenti ketika Nathan yang tiba-tiab terjatuh dan Aurora yang menimpa di atas tubuhnya bagian belakang.
"Aduh, badanku sakit. Mengapa badanmu sangat berat hah?! Aku kesulitan bernafas." Ucap Nathan sambil menahan agar mulutnya tak mencium lantai rumahnya. Aurora pun menjambak rambut Natha dan menarik sebelah telinganya.
"Minta maaf sama Aurora nggak? Kalo nggak mau, Aurora nggak akan berdiri nih." Ucap Urora yang lansung membuat Nathan minta maaf.
"Iya, Ra. Aku minta maaf. Tolong berdiri ya, aku nggak bisa nafas." Ucap Nathan terbata-bata. Aurora pun berdiri dari jatuhnya dan berjalan meninggalkan Nathan yang sedang berusaha bangun. Nathan mengikuti Aurora yang berjalan ke taman belakang, tempat dimana semua orang berada.
Sesampainya mereka berdua disana, Aaea sedang ingin berbicara. Sara bartepuk tangan karena melihat semua orang telah berkumpul.
"Perhatian, perhatian. Sara mau kasih berita yang heboh banget." Ucap Sara yang membuat semua orang menghentikamn kegiatan mereka dan menoleh kearah Sara. Semua orang pun bertanya kepada Sara, apakah berita penting tersebut.
__ADS_1
"Mau ngomong apa sih, Sar? Bikin orang penasaran aja." Ucap Alden yang baru saja meletakkan gelas jus nya. Sara pun tersenyum miring menatap Khansa dan Alden.
"Kemarin Alden bilang sama Sara. Kalau Alden suka sama Khansa." Ucap Sara dengan nada girangnya yang membuat semua orang terkejut.
"Yang bener Kak? Kamu bisa langsung ngomong sama Mbak Sara?" Tanya Ella dengan antusias yang hanya disahuti dengan anggukkan malas oleh Alden. Ella yang melihat jawaban dari Alden pun langsung gembira dan memeluk Rendi.
"Akhirnya Pa, kita bakal punya calon mantu lagi. Adiknya Asha lagi. Aaa...Mama seneng banget Pa." Ucap Ella yang langsung dianggukki oleh Rendi.
"Kalau kamu memang suka sama Khansa, jaga dia. Jangan pernah rusak dia ataupun nyakitin dia. Buktiin ke kita semua kalau Alden memang tulus sayang sama Khansa. Alden bisa jamin itu ke Papa?" Ucap Rendi bijaksana yang langsung dianggukki mantap oleh Alden.
"Alden janji sama Papa dan semuanya. Alden akan jaga Khansa semampu Alden, dan Alden nggak bakal biarin ada orang lain yang nyakitin Khansa. Dan buat Khansa, Gue cuma mau bilang sekali lagi sama Lo. Gue suka sama Lo, Gue sayang sama Lo, dan Gue cinta sama Lo." Ucap Alden yang membuat semua orang diam membisu. Kahnsa pun mengangkat pandangannya dan hendak berbicara.
Namun belum sempat Khansa berbicara, Alden sudah berbicara lagi.
Semua orang pun berteriak histeris mendengar perkataan romantis Alden.
"Ah, bisa-bisa mati kaku nih kalo tiap hari denger kata-kata romantis gini. Sara pamit pulang Bi, Paman." Ucap Sara frustasi sambil melangkahkan kakinya keluar rumah.
Semua orang pun dibuat baper dengan perkataan Alden. Tak ayal Khansa pun berjalan mendekati Ella dan duduk disebelah Ella. Ella yang di dekati oleh Khansa pun tersenyum cerah dan memeluk erat Khansa.
"Ummm, calon mantunya Mama." Ucap Ella sambil mencium pipi mulus milik Khansa. Alden yang melihat hal itu pun tersenyum bahagia melihat sang Mama yang sangat menyayangi Khansa.
...***************************...
Satu minggu telah berlalu...
__ADS_1
Pagi ini, semua orang telah bangun dari tidurnya dan bersiap-siap untuk pernikahan Asha dan Revan. Sara membangunkan Khansa dan Aurora yang tidur satu kemar dengannya untuk mengajak Khansa Sholat Subuh dan segera mandi.
Sedangkan itu, Asha yang sudah selesai melaksanakan Sholat Subuhnya nya pun keluar dari kamar hotelnya untuk melihat apakah adik-adiknya sudah bangun.
Asha tersenyum cerah melihat Sara dan Khansa yang sedang Sholat berjamaah dan Aurora yang masih tertidur dengan kepala yang masih nyantol di pinggiran kasur. Ya, posisi tidur Aurora sangatlah lucu. Aurora terlihat sedang jongkok dengan kepala yang menyender ke bibir ranjang dan badan yang berjongkok, namun matanya masih tertutup.
Asha membangunkan Aurora dan meminta agar Sara dan Khansa juga mengikuti Aurora. Setelahnya, Asha keluar dari kamar hotel adik-adiknya dan berjalan kembali kekamarnya karena tukang riasnya sudah datang.
Pukul 8 tepat, Ella mengajak Sara, Khansa, dan Aurora untuk menjemput Asha. Saat sampai didepan kamar Asha, Ella pun mengetuk pintu kamar Asha dan mendapat jawaban. Dengan perlahan, Ella membuka pintu dengan perlahan dan membuka pintunya lebar-lebar.
Mereka semua terkejut melihat Asha yang terlihat sangat cantik.
"MasyaAllah, Teh Asha. Cantik banget Teh." Ucap Sara yang langsung mendekati sang kakak.
Ella dan yang lain pun masih memuji kecantikan dari Asha. Sampai tak terasa waktu ijab kabul pun sudah hampir dekat. Ella pun mengajak anak-anaknya untuk keluar dari kamar Asha dan berjalan ke aula gedung.
Asha berjalan diantara Ella dan Sara diikuti oleh Khansa dan Aurora. Semua orang menatap kagum kepada 5 orang yang berjalan menuju meja penghulu itu.
Revan yang menatap Asha berjalan mendekatinya pun menatap takjub kepada calon istrinya itu. Revan sampai menitikkan air matanya karena dia masih tak menyangka bahwa Asha akn menjadi istrinya. Alden yang berada dibelakang kakaknya pun menepuk pundak kakaknya.
Sedangkan itu, Ethan masih menatap satu wanita yang berada di barisan bridesmaid itu.
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.
__ADS_1